MEDAN – Siapa sangka limbah sisa proyek konstruksi bisa jadi pahlawan bagi warga Jalan Irigasi, Medan Tuntungan? Alih-alih berakhir jadi tumpukan sampah, limbah aspal ini justru dimanfaatkan tim dosen Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan (Polmed) untuk “menambal” keresahan warga: jalan berlubang.
Masalahnya klasik tapi bikin pusing. Lubang-lubang sedalam 15 cm sudah lama menghantui pengendara di Kelurahan Mangga. Alih-alih menunggu proyek besar, tim Polmed turun tangan membawa teknologi Cold Mix Asphalt (CMA) atau aspal dingin.
Apa kerennya metode ini?
* Ramah Lingkungan: Memakai formula “60-40” (60% limbah aspal dan 40% aspal baru).
* Praktis: Tidak butuh pemanasan suhu tinggi atau alat berat raksasa.
* Tangguh: Meski dari limbah, kekuatannya (stabilitas Marshall) mencapai 8,5 kN—melebihi standar jalan lingkungan!
Bukan cuma soal teknis, inovasi ini juga sangat “ramah kantong”. Penggunaan limbah ini terbukti mampu memangkas biaya material hingga 30%.
Menariknya, aksi ini jadi ajang gotong royong warga. Dari membersihkan lubang sampai memadatkan aspal, warga terlibat langsung. Hasilnya? Jalanan lebih rata, pinggang pengendara tak lagi sakit, dan warga kini punya skill baru untuk merawat jalan mereka sendiri.
> “Kami berharap metode ini bisa ditiru wilayah lain. Ini solusi murah, cepat, dan ramah bumi untuk urusan jalan rusak skala kecil,” ungkap tim pelaksana.
>
Sekitar 1 m³ limbah aspal kini telah menutup titik-titik kerusakan paling parah di sana. Sekarang, lewat Jalan Irigasi tak lagi terasa seperti sedang ikut reli!
Penulis: Meiga Nugrahani, Dinnie Ananda Rizky, Frans Tomy S Butarbutar, Ricky Bakara












