Scroll untuk baca artikel
banner 728x90
EducationKegiatan

Medan Selayang Sering Banjir? Dosen Polmed Turun Tangan Pasang Alat ‘Sakti’ Ini di Drainase, Warga Kini Bernapas Lega!

325
×

Medan Selayang Sering Banjir? Dosen Polmed Turun Tangan Pasang Alat ‘Sakti’ Ini di Drainase, Warga Kini Bernapas Lega!

Sebarkan artikel ini
Medan Selayang Sering Banjir? Dosen Polmed Turun Tangan Pasang Alat 'Sakti' Ini di Drainase, Warga Kini Bernapas Lega!

MEDAN – Permasalahan banjir dan drainase tersumbat yang menghantui warga Jalan Bunga Wijaya Kesuma, Kecamatan Medan Selayang, akhirnya menemukan titik terang.

Selama ini, setiap kali hujan turun, genangan air selalu menjadi “tamu tak diundang” bagi 416 kepala keluarga di kawasan seluas 27 hektare tersebut. Biang keroknya klasik: penumpukan sampah plastik, dedaunan, hingga sedimentasi yang membuat saluran air tak berdaya menampung debit hujan.

Melihat kondisi memprihatinkan ini, tim dosen dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) khususnya Jurusan Teknik Sipil, tak tinggal diam. Mereka melakukan aksi nyata dengan memasang alat penangkap sampah atau trash rack pada saluran drainase warga.

Bukan alat sembarangan, trash rack ini dirancang khusus berdasarkan survei lapangan yang mendalam di mana tim Polmed mengukur langsung dimensi saluran pada dua lokasi krusial, yakni di Titik A dekat Masjid Taqwa yang berukuran 70 x 90 cm serta di Titik B area pemukiman warga berukuran 60 x 60 cm.

Hebatnya lagi, alat ini dibuat menggunakan besi tahan karat hasil daur ulang. Selain hemat biaya, inovasi ini mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan. Besi dipasang kokoh dengan baut dynabolt agar tak hanyut saat diterjang arus deras.

Program yang dipublikasikan pada 27 Juni 2025 ini tak hanya soal pasang alat. Tim pengabdian yang terdiri dari Meinarty Sinurat, Morin Morissa Lumbantoruan,  Panji Marshando, dan Almerinda Regina PSD, juga memberikan edukasi penting kepada warga.

Dalam sosialisasinya, warga diminta untuk konsisten menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), rutin melakukan pembersihan berkala pada alat agar sampah tidak menumpuk, serta yang paling utama adalah berkomitmen berhenti membuang sampah sembarangan ke parit.

“Kolaborasi antara kampus dan masyarakat ini menunjukkan bahwa masalah banjir bisa ditangani dengan inovasi sederhana asalkan ada partisipasi warga,” tulis laporan tim tersebut.

Evaluasi awal menunjukkan hasil yang menggembirakan. Alat tersebut terbukti ampuh menjaring plastik dan limbah rumah tangga sebelum masuk ke bagian hilir saluran. Meski masih ada sampah kecil yang lolos, secara keseluruhan posisi alat tetap kokoh dan penyumbatan berkurang drastis.

Kini, warga Medan Selayang punya harapan baru. Sinergi antara akademisi dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa lingkungan bebas genangan bukan sekadar mimpi, melainkan langkah nyata menuju permukiman yang tangguh banjir.


Penulis: Meinarty Sinurat, Morin Morissa Lumbantoruan, Panji Marshando, Almerinda Regina PSD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *