Scroll untuk baca artikel
banner 728x90
EducationHeadLine

Solusi Ramah Lingkungan, Tim Sipil POLMED Sulap Limbah AC-WC Jadi Tambal Jalan

169
×

Solusi Ramah Lingkungan, Tim Sipil POLMED Sulap Limbah AC-WC Jadi Tambal Jalan

Sebarkan artikel ini
Solusi Ramah Lingkungan, Tim Sipil POLMED Sulap Limbah AC-WC Jadi Tambal Jalan

MEDAN – Inovasi berkelanjutan kembali lahir dari tangan akademisi. Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan (POLMED) sukses melaksanakan aksi pengabdian masyarakat dengan memperbaiki ruas jalan berlubang menggunakan material aspal daur ulang ramah lingkungan.

Aksi nyata ini difokuskan pada ruas Jalan Irigasi, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan. Langkah ini diambil sebagai respons atas kerusakan jalan yang kerap mengganggu kenyamanan serta mengancam keselamatan para pengguna jalan di wilayah tersebut.

Metode Daur Ulang yang Ekonomis Tim pengabdian yang digawangi oleh Indi Rezki Uli Simanjuntak, Asri Afriliany Surbakti, dan Indra Jhon Fischer mengusung penggunaan material Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) hasil daur ulang. Limbah konstruksi ini diproses kembali melalui metode pemanasan dan penggemburan di laboratorium sebelum akhirnya siap diaplikasikan ke lapangan.

“Metode ini tidak hanya mengurangi limbah konstruksi, tetapi juga memberikan alternatif pemeliharaan jalan skala kecil yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ungkap tim dalam keterangannya.

Prosedur Teknis di Lapangan Meski menggunakan peralatan yang terbatas, proses perbaikan tetap mengedepankan standar teknis yang ketat, meliputi:

  • Pembersihan lubang dari kotoran dan air.

  • Aplikasi tack coat sebagai bahan perekat antar lapisan.

  • Penghamparan material aspal daur ulang secara presisi.

  • Pemadatan menggunakan alat mekanis sederhana.

Solusi Ramah Lingkungan, Tim Sipil POLMED Sulap Limbah AC-WC Jadi Tambal Jalan

Berdasarkan data teknis, sebanyak 0,162 m³ lubang jalan berhasil tertutup sempurna dengan menghabiskan sekitar 418,77 kg campuran aspal daur ulang. Hasilnya menunjukkan kinerja fungsional yang stabil dan mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas setempat.

Edukasi dan Keberlanjutan Selain aspek infrastruktur, kegiatan ini menjadi ruang laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk menerapkan teknologi konstruksi hijau secara langsung. Sinergi antara akademisi dan warga lokal menjadi kunci suksesnya implementasi teknologi ini.

Melalui inovasi pemanfaatan material bekas ini, model pemeliharaan jalan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan solusi yang murah dan efisien bagi pemerintah daerah maupun masyarakat di wilayah lain untuk mengatasi permasalahan jalan rusak secara mandiri dan ramah lingkungan.


Penulis:
1. Indi Rezki Uli Simanjuntak, S.T., M.T.
2. Indra Jhon Fischer, S.T., M.T.
3. Asri Afriliany Surbakti, S.T., M.T.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *