Scroll untuk baca artikel
banner 728x90
Sumut

Sosialisasi 4 Pilar di Serdang Bedagai, Senator M.Nuh Apresiasi Gotong Royong Daerah Bantu Korban Bencana

168
×

Sosialisasi 4 Pilar di Serdang Bedagai, Senator M.Nuh Apresiasi Gotong Royong Daerah Bantu Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi 4 Pilar di Serdang Bedagai, Senator M.Nuh Apresiasi Gotong Royong Daerah Bantu Korban Bencana

Anggota MPR RI, K.H Muhammad Nuh, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada Minggu (14/12/2025) siang, bertempat di Gedung Yayasan Ad Dakwah, Serdang Bedagai. Acara yang berlangsung pukul 13.00 hingga 17.00 WIB ini dihadiri secara khusus oleh para ustadz, tokoh agama, gabungan perwiridan dan majlis taklim.

Dalam penyampaiannya, K. H Muhammad Nuh menyoroti fenomena positif yang terjadi pascabencana di Sumatera. Beliau mengapresiasi semangat “bahu membahu” atau gotong royong yang ditunjukkan oleh berbagai daerah dalam memberikan bantuan kepada wilayah yang terdampak.

“Beberapa waktu terakhir, kita menyaksikan suatu teladan yang mengharukan. Banyak daerah yang tidak terdampak, dengan tulus ikhlas mengirimkan bantuan, baik logistik, tenaga relawan, maupun dana untuk saudara-saudaranya di daerah bencana. Aksi solidaritas lintas daerah ini adalah cerminan nyata dari nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan yang hidup dalam masyarakat,” ujar Muhammad Nuh.

Sosialisasi 4 Pilar di Serdang Bedagai, Senator M.Nuh Apresiasi Gotong Royong Daerah Bantu Korban Bencana

Beliau menjelaskan keselarasan aksi tersebut dengan setiap pilar kebangsaan:

1. Pancasila, khususnya Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dan Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia), terwujud dalam bantuan yang diberikan tanpa memandang asal usul dan kebutuhan dasar korban yang dipenuhi.
2. Undang-Undang Dasar 1945, pada Pasal 34 yang mengamanatkan negara (dan oleh extension, masyarakatnya) untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar, mendapatkan pengejawantahannya melalui gerakan sosial kemasyarakatan ini.
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperkuat dengan rasa senasib sepenanggungan. Bantuan dari daerah lain menunjukkan bahwa kita tetap satu kesatuan, di mana kesulitan satu wilayah menjadi tanggung jawab bersama.
4. Bhinneka Tunggal Ika tampak dalam kerja sama berbagai elemen dari beragam latar belakang, yang bersatu dalam satu tujuan kemanusiaan.

“Lembaga zakat dan tokoh agama yang hadir di sini memiliki peran strategis. Zakat adalah instrument keuangan umat yang powerful untuk menyalurkan bantuan secara sistematis dan tepat sasaran. Sementara tokoh agama dapat terus menggalang semangat persaudaraan ini dari mimbar-mimbar. Sinergi antara nilai agama, semangat gotong royong daerah, dan cita-cita kebangsaan inilah yang akan mempercepat pemulihan,” jelasnya lebih lanjut.

Para peserta menyambut baik pandangan tersebut. Perwakilan dari sebuah lembaga zakat, Ustadz Firdaus (45), menyatakan, “Apa yang disampaikan Pak Senator membuka wawasan kami. Ternyata kerja kami mengelola dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah ke daerah bencana tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga secara nyata menguatkan persatuan bangsa. Ini akan kami sosialisasikan ke masyarakat.”

Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk mengoptimalkan peran lembaga keagamaan dan zakat sebagai motor penggerak solidaritas. Sosialisasi ini menegaskan bahwa respons kolektif terhadap bencana bukan hanya soal bantuan material, tetapi juga merupakan manifestasi konkret dari rasa kebangsaan yang dalam, sesuai dengan jiwa Empat Pilar MPR RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *