Scroll untuk baca artikel
banner 728x90
Breaking NewsDeli SerdangKeluhan WargaSorotanSumut

Ketum LSM SuHu Tuding Kadis Perindag Deli Serdang Seolah Pancing Keributan SARA 

59586
×

Ketum LSM SuHu Tuding Kadis Perindag Deli Serdang Seolah Pancing Keributan SARA 

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang, 

mediatribunsumut.com

Ketua Umum ( Ketum ) Lembaga Swadaya Masyarakat Supremasi Hukum ( LSM SuHu ), tuding Kadis Perindustrian dan Perdagangan ( Perindag ) Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) seolah pancing keributan SARA.

Kejadiannya hari ini ( 30/01 ) saat Kadis Perindag mendatangi pedagang daging Babi, sang Kadis lantang berkata kalian pindah ke sana ( pasar tradisional Bakaran Batu yang direlokasi Pemkab Deli Serdang ) mau kalian dihajar 800 orang di sana.

Demikian dijelaskan Ketum LSM SuHu Jhon Erwin Tambunan, SH kepada mediatribunsumut.com pada ( 30/01 ) usai mendapat laporan berikut video Kadis Perindag bergaya preman dari para pedagang.

Pada video berdurasi Lima menit koma nol empat detik, Kadis Perindag berulang kali mengatakan sembari mengacungkan tangan dengan rokok di sela jarinya berkata, kalian pindah ke sana, mau dihajar kalian, beber Ketum.

Lantas disambung pedagang, siapa yang menghar kami pak , kami siap mati demi memperjuangkan hidup kami, namun Kadis tak bergeming, arogannya luar biasa, ujarnya.

Dengan angkuh Kadis berkata, kalian, kalian, kalian cari sendiri tempat kalian, pasar ini milik Pemda dan sudah ditutup dan diberi waktu Lima hari, ungkap Ketum sedih.

Bahkan Kadis berujar, apa kalian bayar pada Pemkab, lantas dijawab pedagang kami bayar ke Delimas, apa Delimas ada membayar ke Pemkab, tanya kalian Delimas, tegas Ketum miris menonton video Kadis Perindag seperti bergaya raja yang zalim.

Jadi dari video tersebut, Kadis Perindag sedikit tidak memiliki rasa k manusia, kata katanya seakan-akan mengundang keributan, apakah Deli Serdang ini maunya berdarah darah, mau dibenturkan suku dan agama, tanya Ketum kecewa.

Begini saja, mengapa puluhan tahun pedagang bisa hidup rukun berdampingan dan damai saat pasar tradisional dikelola pihak swasta, lantas setelah dikelola Pemda memicu keributan, jadi apa maunya Kadis Perindag, mau menebar konflik horizontal, diminta kepada Bupati Deli Serdang tidak tinggal diam, pedagang daging Babi itu adalah warga dan masyarakat Deli Serdang juga, kata Ketum.

Jadi saya benar-benar prihatin untuk orang mau mencari makan dan untuk kelangsungan hidup keluarganya harus menelan pil pahit lantaran tindakan arogansinya Pemkab Deli Serdang yang di komandoi Kadis Perindag, tutupnya.

( Tim ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *