Bentuk kepedulian, Sat Intelkam Polresta Deli Serdang bagikan sembako kepada warga kurang mampu. Dalam rangka meringankan sedikit beban masyarakat pasca kenaikan harga BBM,Sat Intelkam peduli bagikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak dari kenaikan harga BBM tersebut, Sabtu (08/10/22).
Kapolresta Deli SerdangKombes Pol Irsan Sinuhaji SIK MH Melalui Kasat Intelkam Polresta Deli SerdangAkp Syahrial Efendi Siregar, SH, MAP beserta anggota berkeliling membagikan bansos berupa Beras, Gula, MinyakGoreng dan Telur kepada 100 orang masyarakat yang terdampak dari naiknya harga BBM.
Kasat Intelkam Polresta Deli Serdang mengatakan, Bantuan yang disalurkan berupa Sembako yang diperuntukkan kepada masyarakat terdampak kenaikan harga BBM dengan harapan semoga dapat meringankan beban masyarakat.
“Kegiatan Bansos ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat dalam upaya membantu kebutuhan saudara kita yang membutuhkan dan meringankan beban masyarakat, “ucapnya,
Lanjut Syahrial lagi, kita akan tetap bangun dan terus peduli dengan masyarakat dan memberikan edukasi dan humanis.
“Semoga apa yang telah Polri berikan dan melalui tangan kami semoga bisa menguranggi sedikit kesulitan dan warga masyarakat yang menerima bansos polri diberi kesehatan, ‘kasat Intel.
Ribuan liter CPO Cemari Air Laut, PoldaSu harus proses secara hukum perusahaan pembuangLimbah. Pencemaran laut Belawan akibat tumpahan minyak (crude palm oil) CPO di Jalan Ujung BaruPelabuhan Internasional Belawan membuat dampak sangat negatif, Sabtu (08/10/22).
“Kepolisian khususnya Direskrimsus Poldasu segera turun ke Belawan untuk menyelidiki tumpahan CPO yang mencemari laut Belawan,” kata Abdul Rahman selaku Ketua HNSI Kota Medan.
Diduga Ribuan liter CPO mencemari air laut di Pelabuhan Belawan akibat tumpah dari kapal MT 02.Asean Pionerr di Dermaga 105Pelabuhan Internasional Ujung Baru Belawan.
“Tumpahnya CPO ke laut diduga ada unsur kesengajaan atau mungkin kecerobohan berbagai pihak sehingga laut Belawan menjadi tercemar berat,” ungkap Abdul Rahman alias Atan kepada wartawan.
Padahal lanjut Atan, sebelumnya HNSIKota Medan bersama Lantamal I Belawan menjaga lingkungan laut dengan kegiatan pembersihan sampah di laut Belawan.
“HNSI Medan komitmen menjaga lingkungan laut Belawan dengan pembersihan sampah bersama Danlantamal I,” jelas Atan kembali.
Informasi disebut-sebut pihak otoritas pelabuhan (OP) Belawan dan PT Pelindo sebagai pihak yang paling bertanggungjawab namun saling buang badan terkait pencemaran minyak CPO di laut Belawan.
Diduga Ribuan liter CPO mencemari air laut di Pelabuhan Belawan akibat tumpah dari kapal MT02. Asean Pioner di Dermaga 105 Pelabuhan Internasional Ujung Baru Belawan.
Berdasarkan peristiwa tumpahnya CPO di laut Belawan tersebut ada beberapa ancaman pidana terhadap pencemar lingkungan menurut UU PPLH (Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup).
Jika perusahaan itu sengaja membuang limbah ke sungai maka diancam pidana berdasarkan Pasal 60 jo. Pasal 104 UU PPLH sebagai berikut:
Pasal 60 UU PPLH:
Setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin
Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 3 miliar.
Penemuan mayat jasat pemancing terapung di temukan Warga di ketahui jenasah pria mengapung di Sungai Paluh Kemiri Lingkungan III Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (07/10/22) siang lalu, terungkap.
Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Lubuk Pakam Jajaran Polresta Deli SerdangIpda Suyadi, Sabtu (08/10/22), korban marga Banuarea. Hal itu diketahui ketika Tim InafisPolresta Deli Serdang melakukan identifikasi terhadap korban. Warga yang semakin banyak datang ke lokasi korban ditemukan ternyata ada yang mengenali korban.
Fhoto jasat korban saat dievakuasi para warga
“Saat warga semakin banyak berdatangan ke lokasi ditemukan mayat, ada yang kenal dengan korban, maka petugas datang ke rumah korban untuk meminta KTP. Korban selama ini tinggal bersama anak dan menantunya di Asrama Polresta Deli Serdang. Ternyata korban benar tinggal bersama anak dan menantunya,” jelas Suyadi.
Anaknya, ujar Suyadi, ASN di Polresta Deli Serdang, sedangkan menantu laki-lakinya penyidik di Satres Narkoba Polresta Deli Serdang,”tutur Ipda Suyadi.
Diberitakan, korban pertama kali ditemukan Wakidi (63) warga sekitar saat itu sedang di ladang. Wakidi melihat jasad korban terbawa arus sungai. Karena takut, Wakidi tak berani menyentuh jasad korban dan ia memilih memberitahukan kepada warga lain.
Sehingga jasad korban ditarik ke tepi sungai agar tidak makin jauh terbawa arus sungai.
Musyawarah Terbuka, Awak Media dan LSM hadiri undangan Pecabat Kecamatan. Dalam rangka menjalin Tali Silaturahmi, Camat Percut Sei Tuan gelar pertemuan dengan awak media dan LSM bahas perubahan dan kebersihan terkait sampah yang menjadi permasalahan di kalangan masyarakatPercut Sei Tuan, juga para awak media dan oraganisasi kepemudaan dan Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Sabtu (08/10/22).
Camat Percut Sei Tuan, yang baru dilantik dan baru menjabat A. Fitriyan Sukri SSTP, MSi dalam arahanya mengatakan, pertemuan dengan awak media ini bertujuan untuk saling memberikan masukan dan mencari solusi atas permasalahan – permasalahan yang ada di Kecamatan Percut Sei Tuan.
Fhoto Saat Para awak media dan LSM hadiri silaturahmi dia aula kantor camat
” Saya siap dikritik, namun saya juga berharap masukannya dan solusi agar permasalahan – permasalahan tersebut dapat kita tangani. Sebagai sosial kontrol, wartawan mungkin lebih banyak mengetahui kekurangan dan permasalahan di Kecamatan ini, ” ujarnya.
Lanjut Sukri, saya berharap kerjasamanya dengan awak media dapat terjalin dengan baik dan dapat saling bertukar informasi.
“Isu yang saat ini sangat krusial di Kecamatan Percut Sei Tuan adalah masalah sampah dan penertiban Pasar Simpang Jodoh, ‘terangnya.
Temu ramah tamah yang diadakan di Aula terbuka Kantor Camat, selain dihadiri Camat Percut Sei Tuan A. Fitriyan Sukri SSTP, MSi juga hadir Kasi Trantib, Kasi Kebersihan, para awak media, LSM Formapera Percut Sei Tuan, LSM Gebrakk Sriwijaya Sumut dan staf KecamatanPercut Sei Tuan.
Pertemuan ini berjalan dengan baik dengan saling tanya jawab antara awak media dan Camat Percut Sei Tuan.
“ Terimakasih atas kehadiran rekan – rekan, saya juga berterimakasih atas masukan dan kritikannya. Kedepannya saya akan memperbaiki apa yang kurang dan mari kita bersama – sama menata dan membangun Kecamatan Percut Sei Tuan ini, ” tutup Camat.
Gelombang kecaman, kemarahan dan berbagai Tudingan dari para tokoh aktivis Islam mengalir tak terbendung sehingga tokoh dan aktivis Islam Sumut dari berbagai daerah daerah turun menyampaikan kritikan dengan menghujat Pemkab Deli Serdang yang dinilai telah melindungi kepentingan pengusaha the hill. Sabtu (08/10/22)
Fhoto saat situasi demo para pembela rumah Thafidz Siti Hajar di Pemkab Deli serdang
Di antara tokoh dan aktivis Islam yang mengecam dan memberikan orasinya pada aksi Bela Alquran di depan kantor bupati Deli Serdang antara lain Ustadz Alfan dari kupaz Labuhanbatu yang datang sebab panggilan jiwa
” dikatakannya, bahwa persekusi itu merupakan tindakan ancaman sebab mereka kini merasa pongah dengan berdiri tegak menunjukkan intoleran dan ketidakadilan, “ujar Alfan.
The Hill itu telah mencoreng rasa keadilan dan sikap The Hill telah menyalahi aturan dan undang-undang maka wajib ditendang kita menuntut agar The Hill untuk ditutup,”tegas tokoh muda labuhan batu ini yang lantang menyuarakan keadilan demi tegaknya Izzah Islam.
Sementara Ustadz Raudin purba dari perwakilan masyarakat Langkat dalam orasinya mengatakan bahwa mengapa pihak The Hill itu merasa resah terhadap keberadaan Rumah Tahfidz Siti Hajar, sementara Alquran adalah sebagai rahmatan lil alamin, jadi sikap The Hill lah yang telah membuat resah umat Islam sehingga kita turun aksi, ” ujarnya
Kecaman keras juga terlontar dari Ustad Syaiful ketua presidium ormas Islam Kota Binjai, bahwa dikatakannya saat ini telah terjadi Tirani minoritas terhadap umat Islam, untuk itu umat Islam harus punya nyali untuk melawannya.
Saat ini pilihan Pemkab Deli Serdang hanya ada dua, tegakkan hukum dengan seadil-adilnya serta menyeret semua para pelaku perusakan dan intimidasi terhadap para santri dan Rumah Tahfidz Siti Hajar, “Tegas syaiful.
Fhoto para pembela rumah Thafidz orasi dengan membawa sepanduk
Sementara Ustadz Ibnu Hajar, Ketua MPTW Sumut, mengungkapkan bagi siapa yang menolong Agama Allah, pasti Allah akan Menolong Hambanya, jadi kita akan bela sampai kapan pun, dikatakannya menjadi seorang Penghafal Al Quran akan memberikan syafaat bagi seluruh Alam, jadi dimana letak Keberadaan Rumah Tahfisz Alqur’an Siti Hajar itu menggangu, tanyanya penuh heran.
Senada, Chairil Amri dari Front Anti Komunis (FAK.PP) mengutarakan, hanya ada tiga golongan yang resah terhadap Alquran, yang pertama adalah para kafir yang kedua setan dan yang ketiga adalah PKI, yang membenci Alquran
Kecaman dan kemarahan besar juga terlontar dari singa-singa Allah oleh Ustaz muslim Chaniago dikatakannya, siapa yang membela The Hill kita doa kan bersama dilaknat oleh Allah subhanahu wa ta’ala kalian dan keluarga, kalian punya makar maka makar Allah jauh lebih besar dan dahsyat “ujarnya dengan nada berapi api. (red)