Kategori: Deli Serdang

  • Alhamdulillah, Milad Ke 3 Media Suaraakademis.com Berbagi Pada Anak Yatim Dan Duafa 

    Alhamdulillah, Milad Ke 3 Media Suaraakademis.com Berbagi Pada Anak Yatim Dan Duafa 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Alhamdulillah, di milad ke 3 media Suaraakademis.com tahun 2026, berbagi kepada anak yatim dan duafa.

    Tepat pada ( 28/02 ), media Suaraakademis.com genap berusia 3 tahun, di hari bersejarah eksistensi perjalanan media Suaraakademis.com menyantuni anak yatim dan kaum duafa sebagai wujud rasa syukur.

    Demikian dituturkan Pimpinan Umum Suaraakademis.com Muhammad Arifin Lase, S.I.Kom di hari jadi media yang dipimpinnya kita laksanakan di kantor Kabiro Deli Serdang, Dusun XI Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

    Sekira pukul 18.00 Wib, seluruh undangan dan tamu telah hadir untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hari jadi ke 3 media Suaraakademis.com

    Hari jadi ini kita jadikan sebagai momentum merefleksikan perjalanan Suaraakademis.com yang media  berkomitmen menghadirkan informasi yang lugas, kredibel, terpercaya serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, ujarnya.

    Ulang tahun kali ini bertepatan pada bulan suci Ramadhan 1447 H, mengulurkan tangan pada anak yatim dan dhuafa adalah bentuk kepedulian sosial dari segenap keluarga besar media Suaraakademis.com, sebutnya.

    Keberadaan media ini tidak hanya hadir dalam pemberitaan, tetapi  dalam aksi nyata di tengah masyarakat, semoga apa yang kami lakukan hari ini menjadi berkah dan membawa manfaat,” tutupnya .

    Sementara, Kepala Biro (Kabiro) Deli Serdang, Joni Suheryanto, mengapresiasi atas terselenggaranya  HUT ke-3 yang dilaksanakan di wilayah Deli Serdang.

    Perayaan ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi ajang mempererat silaturahmi antara insan pers dan masyarakat sekitar, ungkapnya.

    Dengan harapan, ke depan media Suaraakademis.com semakin berkembang, mendapat kepercayaan dari publik, dengan menyajikan berita secara profesional, sesuai fakta, katanya.

    Biro Deli Serdang yang dipercaya sebagai panitia penyelenggara, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan membantu hingga kegiatan ini terlaksana, tuturnya.

    Hal senada disampaikan Penasehat Media suaraakademis.com ustadz Muhammad Kurnia Sitorus S.Pd.,Gr.,M.BA,  semoga media suaraakademis.com  dapat  berkontribusi terus untuk kemajuan bangsa ini dan menyajikan berita-berita yang akurat dan dapat mengedukasi masyarakat.

    Maksudnya, kepercayaan publik tidak datang begitu saja, tetapi berita berita yang disajikan akan diproses secara alami oleh publik, jadi mana berita yang mendidik dan mana yang tidak, akan dibuktikan bertahan atau tidaknya media kita ini ke depan ditengah ketatnya persaingan antar sesama media, ujarnya.

    Sebagai hamba Allah, yang bersyukur atas segala nikmat yang diberikan, HUT ke 3, diawali panjatkan doa, memohon ridho dari Allah SWT.

    Di tempat terpisah, Pimpinan Umum mediatribunsumut.com Sugianto Marpaung, SH yang turut hadir merasa bersyukur media Suaraakadis.com dapat mengulurkan tangan kepada anak yatim dan duafa, semoga media lain yang ada di Deli Serdang ini dapat melakukan hal yang sama, harapnya.

    Wartawan pun dapat berbagi, kehadiran wartawan dapat dirasakan masyarakat, tidak hanya melalui beritanya, tetapi dapat berbaur dengan semua kalangan, sebab wartawan tidak memiliki status sosial yang membedakan, sebutnya.

    ( Tim ).

  • LSM SuHu Indonesia Dukung Kinerja Kadis SDABMBK Deli Serdang 

    LSM SuHu Indonesia Dukung Kinerja Kadis SDABMBK Deli Serdang 

    Deli Serdang, 

    mediatribunsumut.com

    Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Supremasi Hukum ( LSM SuHu )  Indonesia Marihot Sihaloho BA,  dan Ketua Umum serta Wakil Ketua Umum  melakukan kunjungan kerja ke kantor Dinas  SDABMBK Kab Deli Serdang bertemu dengan Kadis Janso Sipahutar S.T., M.T.

    Pertemuan tersebut di ruang kerja beliau ( 23/02 ), dengan agenda dalam rangka memperkuat sinergi dan memastikan kelancaran pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Deli Serdang.

    Dialog terbuka mengenai sejumlah tantangan yang dihadapi dinas, termasuk adanya pihak-pihak yang diduga mencoba mengganggu kinerja Kepala Dinas dan jajaran dalam merealisasikan program pembangunan infrastruktur daerah.

    Demikian dikatakan pendiri LSM SuHu Indonesia Marihot Sihaloho didampingi Ketua Umum ( Ketum ) dan Waketum dalam rilisnya pada ( 23/02 ), pihaknya berdiri mengawal pejabat yang bekerja bersih”

    Sebab dalam pertemuan tersebut Kadis SDABMBK Janso Sipahutar memaparkan,  beberapa oknum dinilai telah mencoba mengintervensi dan mengganggu konsentrasi dinas dalam menjalankan program prioritas daerah, ujar Marihot

    Menanggapi hal tersebut, pendiri LSM, Marihot Sihaloho BA, menegaskan bahwa LSM Supremasi Hukum Indonesia siap mendukung penuh upaya Kepala Dinas dalam menjaga kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

    “Kami berdiri di garda terdepan untuk mengawal pejabat dan ASN yang bekerja benar. Siapa pun yang mencoba mengganggu atau mencederai integritas kinerja Kepala Dinas, kami akan tindak sesuai ketentuan hukum,” tegas Marihot.

    Di kesempatan yang sama, Ketum dan Waketum menyampaikan bahwa organisasi mereka pimpin berkomitmen mendukung seluruh program kerja Dinas SDABMBK , yang sejalan dengan visi pembangunan Bupati yaitu pemerintahan yang sehat, bersih, dan berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Rio Sihaloho SH menambahkan, “tidak boleh ada pihak mana pun yang mencoba mengintervensi pekerjaan teknis dinas. Kami akan memastikan proses berjalan profesional dan setiap oknum pengganggu akan ditindak, untuk menjaga nama baik Kadis dan stabilitas pelayanan publik.

    LSM Supremasi Hukum Indonesia juga menilai, Janso Sipahutar telah menunjukkan kinerja yang baik, transparan, dan profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Dinas.

    Kunjungan ini ditutup dengan kesepahaman bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga masyarakat sipil sangat penting untuk menjaga stabilitas pembangunan, sekaligus memastikan bahwa seluruh program infrastruktur di Kabupaten Deli Serdang dapat berjalan optimal tanpa intervensi negatif dari pihak yang tidak bertanggung jawab

    ( Tim ).

  • Camat Pagar Merbau Bantah Menghindari Wartawan Soal Pusaran Tanah Eks PTPN I 

    Camat Pagar Merbau Bantah Menghindari Wartawan Soal Pusaran Tanah Eks PTPN I 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Camat Pagar Merbau Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) membantah tudingan miring kepada, yang diberitakan menghindari wartawan soal pusaran tanah eks PTPN I Regional I.

    Perlu saya tegaskan, siapa pun orangnya saya selalu welcome, apa lagi kepada wartawan, jadi berita menohok yang dialamatkan kepada saya tidak berdasar, apa lagi terkait lahan eks PTPN I, sebelum saya menjadi Camat Pagar Merbau, persoalan itu sudah memanas.

    Demikian dikatakan Camat Pagar Merbau kepada mediatribunsumut.com  melalui WhatsApp pada ( 24/01 ).

    Sangat disesalkan, saya dikatakan menghindar dan melakukan membiaran persoalan tanah eks PTPN I Regional I di desa Pagar Merbau I (satu), hal itu tidaklah benar, ujar Junaidi.

    Di dalam pemberitaan, menyangkut penguasaan fisik sebidang tanah eks PTPN, yang diklaim sebagai milik pribadi seorang warga desa Pagar Merbau I yakni Taufik, seorang pengusaha ternak Lembu yang kini tanah itu telah dipagari dan aktivitas pembangunan berjalan terus, sehingga anggap terjadi pembiaran tanpa ada tindakan tegas dari pemerintah kecamatan Pagar Merbau, hal itu tidak benar alias hoaks, ungkap Camat.

    Melalui media ini, saya sampaikan bahwa saya tidak pernah  menanda tangani surat dalam bentuk apapun, sesuai dengan edaran pemerintah kabupaten Deli Serdang, sebutnya.

    Setitik tinta apa pun mengenai surat tentang eks PTPN itu tidak pernah saya tanda tangani, jelasnya.

    Yang saya jelaskan kepada wartawan yang bertanya kepada saya beberapa waktu lalu, adalah mempersilahkan wartawan itu langsung ke provinsi dan itu hak provinsi menjawabnya dan tidak ada kewenangan pemerintah kecamatan Pagar Merbau, tutur Junaidi.

    Lalu mengenai foto saya dengan Taufik tidak berdua, ada warga lainnya, itu diabadikan sewaktu saya menghadiri  acara pengajian akbar di lapangan bola kaki, malah diberitakan saya berdua dengan taufik, lagi lagi ini tidak benar, tandasnya.

    Tidak itu saja, malah diberitakan ada Camat Deli Serdang yang ” nakal” bermain tanah milik negara dan juga seolah olah menyebutkan Taufik pengusaha Lembu tersebut tukar guling dengan pengusaha yang lain, jadi berita itu tidak benar, jelasnya.

    Soal dugaan tukar guling itu pun sudah saya konfirmasi kepada Taufik via telp WhatsApp, yang bersangkutan membantahnya, malah dikatakannya

    ada-ada saja orang zaman sekarang, saya nggak tau apa-apa diberitakan, bahkan saya berfoto sama pak camat juga dipermasalahkan, itu saya berfoto sama Wakil Bupati pak Lom Lom juga warga di acara pengajian akbar, janganlah fotonya di potong seolah-olah cuma kami berdua.” Ucapnya.

    Sekali lagi saya tegaskan, tanah eks PTPN tersebut sudah lama terjadinya keributan dikalangan penggarap di desa Pagar Merbau I, sebelum saya menjabat Camat Pagar Merbau , tutup Junaidi, S,E

    ( Tim ).

  • Pedagang Eks Pasar Delimas Diminta Tidak Terpancing Soal Issu Diskriminasi Ke Pedagang Minoritas 

    Pedagang Eks Pasar Delimas Diminta Tidak Terpancing Soal Issu Diskriminasi Ke Pedagang Minoritas 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Pedagang eks pasar Delimas diminta tidak terpancing soal issu diskriminasi ke pedagang minoritas yang kabarnya pedagang daging Babi tidak akan dapat kios di pasar tradisional Bakaran Batu.

    Semua pedagang yang direlokasi, diupayakan mendapat tempat atau kios, saat ini masih penataan tempat, makanya pedagang daging Babi masih berjuang di tempat lama dan tidak ditutup Pemkab Deli Serdang.

    Demikian dikatakan tokoh masyarakat dan pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Supremasi Hukum ( LSM SUHU ) Marihot Sialoho BA  bersama Ketua LSM SUHU Jhon Erwin Tambunan, SH kepada mediatribunsumut.com usai menjumpai ibu Hariati di Bagian Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Deli Serdang (  22/01 ).

    Santernya kabar pedagang daging Babi tidak akan mendapat lapak atau tempat di tempat yang baru dibantah pihak dinas Perindag, yang pasti seluruh pedagang akan diusahakan mendapat tempat, namun bersabar dulu, ujar Haloho sapaan akrabnya yang diaminkan Jhon panggilan sehari hari.

    Kepada kami, pihak Dinas mengatakan tidak akan mentelantarkan para pedagang, bahkan jika pedagang mengalami kendala dengan pihak Delimas, Bupati siap membela para pedagang, ungkapnya menurunkan bahasa Hariati

    Para pedagang Babi tidak perlu risau, tetaplah berdagang di tempat lama sampai ada relokasi nantinya, tutup Jhon membeberkan penjelasan Disperindag.

    ( Tim ).

  • 500 Pcs Tikar Diberikan Disperindag Deli Serdang Ke Pengelola Pasar Kamu 

    500 Pcs Tikar Diberikan Disperindag Deli Serdang Ke Pengelola Pasar Kamu 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    500 pcs tikar pada akhir Ta 2025 diberikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag ) Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) ke pengelola Pasar Kamu di desa Denai Lama Kec Pantai Labu.

    Melalui pengelola pasar Kamu Dedy Sofyan, pada ( 23/12 ) lalu telah diserahkan 500 pcs tikar, untuk digunakan para pedagang jajanan tradisional yang ada di pasar  Karya Anak Muda ( Kamu  ).

    Demikian dikatakan Kabid Saran Prasarana ( Sarpras ) dan Pemberdayaan Industri Dinas Perindag Kab Deli Serdang Juangi K Zebua, SE, M. IP kepada mediatribunsumut.com pada ( 14/01 ) di ruang kerjanya.

    Anggaran untuk pengadaan tikar tersebut ditampung di APBD Perubahan Ta 2025, kegiatan ini merespon aspirasi masyarakat yang berjualan di pasar Kamu yang kala disampaikan kepada Bupati, ujarnya.

    Lalu Kadis Perindag, langsung mewujudkannya, sebab pasar Kamu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, tuturnya.

    Selain itu Disperindag memberikan bantuan lainnya, yakni 1 unit mesin Grafir dan 1  unit mesin bor duduk, terangnya.

    Jadi kita akan berusaha membantu para pedagang dengan kwalitas barang yang bagus, seperti mesin Grafir, adalah buatan luar negeri, saat ini barangnya belum sampai karena sebelumnya rusak, sehingga kita tolak, saat ini pihak penyedia sedang memesan barang sesuai dengan spesifikasi yang kita ajukan, tegasnya.

    Bila barangnya telah sampai ke kantor ini, nantinya pedagang yang akan mengoperasionalkannya diajari cara menggunakan mesin Grafir dengan benar, sebutnya.

    Jadi Disperindag hadir untuk memajukan para pelaku ekonomi usaha mikro kecil menengah ( UMKM ), demi mewujudkan visi misi Bupati Deli Serdang, tuturnya.

    Sementara berdasarkan penelusuran mediatribunsumut.com di laman resmi Disperindag, untuk pengadaan tikar tersebut pagunya Rp 100 juta.

    ( Tim ).

  • Kades Denai Lama Kab Deli Serdang Tertutup Pengadaan Ternak Bebek Petelur Ta 2024

    Kades Denai Lama Kab Deli Serdang Tertutup Pengadaan Ternak Bebek Petelur Ta 2024

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Kades Denai Lama Kec Pantai Labu Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) tertutup terkait pengadaan ternak bebek petelur Ta 2024.

    Yang bersangkutan dinilai berdalih lupa nama penyedia atau alamat penyedia bebek petelur, pokok dibeli di Kec Batang Kuis.

    Bahkan Kades Denai Lama berkata, pengadaannya TPK yang lebih mengetahui, namun saat hendak dikonfirmasi TPK, Kades malah melarang.

    Katanya tidak perlu konfirmasi kepada TPK, karena yang bertanggung jawab soal penggunaan dana desa ( DD ) adalah saya selaku kuasa pengguna anggaran.

    Kades, seolah mencari cari alasan dengan  menunjukkan sejumlah piagam keberhasilannya mengelola dana desa.

    Kendati Kades mendapat piagam dalam pengelolaan DD, tidak menjamin tidak ada dugaan korupsi dalam pengelolaan DD, karena piagam itu pengakuan atas kepatuhan administrasi dan transparansi prosedural yang baik dalam pelaporan dan pengelolaan dana berdasarkan audit dan evaluasi pada saat itu.

    Buktinya, bila pengadaan bebek petelur sang Kades tertutup, jadi patut dicurigai pengadaan bebek petelur tersebut saratpermainan“.

    Terkait hal tersebut diminta kepada Ketua Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) berkenan memberikan penjelasan.

    ( Tim ).

  • Saat Klarifikasi, Kades Denai Lama Akui Penjelasan Kaur Keuangan Kurang Tepat 

    Saat Klarifikasi, Kades Denai Lama Akui Penjelasan Kaur Keuangan Kurang Tepat 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Saat Klarifikasi, Kades Denai Lama Kec Pantai Labu Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) akui penjelasan Kaur Keuangan kurang tepat.

    Sebagaimana penjelasan Kaur Keuangan Erwin yang diterbitkan mediatribunsumut.com beberapa hari terakhir ini, akhirnya diakui Kades, apa disampaikan Kaur Keuangan tentang Kegiatan peningkatan produksi peternakan ( alat produksi dan pengolahan peternakan, kandang,dll ) penurunan stunting adalah kurang tepat.

    Penjelasan itu dikatakan Kades Denai Lama Parnu, SE kepada mediatribunsumut.com pada ( 08/01 ) di ruang kerjanya.

    Apa pun tentang penggunaan dana desa ( DD ) akulah yang lebih memahami, jadi silahkan konfirmasi kepada saya, sebab saya yang bertanggung jawab, ujarnya.

    Saat ditanya siapa penyedia 1.200 ekor beber petelur, malah Kades mengatakan itu TPK yang lebih mengetahui, dan ketika mediatribunsumut.com hendak memastikan penyedia bebek tersebut, malah Kades mengatakan tidak perlu ke TPK, karena bebek petelur dengan usia dara dibeli dari petani peternak di Batang Kuis, katanya.

    Bukankah hal tersebut Kades Denai Lama menghindar, kalau tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, silahkan saja dibuka informasinya, siapa penyedia atau setidaknya desa penyedia ternak bebek dimaksud.

    Lalu ditanya lagi pembangunan / rehabilitasi peningkatan sarana dan prasarana energi alternatif tingkat desa, Kades diam sejenak, lalu bertanya kepada mediatribunsumut.com ada lagi yang mau ditanyakan.

    Pada hal soal energi alternatif saja belum dijelaskan, sudah balik bertanya,  kesannya Kades tidak konsisten dengan perkataannya.

    Katanya apa pun tentang DD, dipersilahkan untuk klarifikasi kepadanya, saat dimintai penjelasan malah kesannya menghindar.

    ( Tim ).

  • Diduga Kades Denai Lama Salah Kaprah, Bantuan Bebek Petelur Turunkan Stunting 

    Diduga Kades Denai Lama Salah Kaprah, Bantuan Bebek Petelur Turunkan Stunting 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Diduga Kades Denai Lama Kec Pantai Labu Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) salah kaprah, bantuan bebek petelur diberikan kepada keluarga yang memiliki balita untuk menurunkan stunting.

    Kegiatan peningkatan produksi peternakan ( alat produksi dan pengolahan peternakan, kandang,dll ) dengan pagu Rp 72 juta disalurkan kepada keluarga yang memiliki balita dengan tujuan untuk menurunkan stunting.

    Demikian dikatakan Kaur Keuangan Desa Denai Lama Erwin  kepada mediatribunsumut.com di ruang kerjanya pada ( 29/12/2025 ).

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jumlah bebek petelur 1.200 ekor, masing masing menerima 5 ekor dengan tujuan setelah bebek tersebut berhasil bertelur nantinya akan diberikan kepada balita untuk menurunkan stunting, ungkapnya.

    Hal ini disinyalir bertentangan dengan Permendes PDTT No 7 tahun 2023 pasal 5 ayat 1 huruf a pencegahan dan penurunan stunting di desa.

    Bahwa ada delapan ( 8 )  jenis kegiatan untuk untuk mencegah dan menurunkan stunting di desa, diantara delapan tersebut tidak ada peningkatan produksi peternakan ( alat produksi dan pengolahan peternakan, kandang,dll ).

    Jadi patut diduga Kades Denai Lama tidak berkenan memberikan penjelasan terkait hal, kendati sebelumnya Kaur Keuangan mengatakan Kades pasti memberikan penjelasan.

    Sampai berita ini dikirim, Kades belun berkenan memberikan penjelasan, dikhawatirkan erat kaitannya dengan indikasi penggelembungan harga bebek petelur.

    ( Tim ).

  • Musholla Tholabul Ilmi SDN 104607 Seirotan Dibangun Swadaya Demi Judita

    Musholla Tholabul Ilmi SDN 104607 Seirotan Dibangun Swadaya Demi Judita

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Musholla Tholabul Ilmi SDN 104607 Seirotan Kec Percut Sei Tuan Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) dibangun secara swadaya demi mewujudkan Jum’at Dhuha Kita Bersama ( Judita ).

    Pembangunan musholla telah dimulai sejak tahun 2024, hingga saat ini ( 06/01 ) pembangunan belum rampung karena terkendala biaya untuk pengadaan atap musholla belum terpenuhi sesuai anggaran biaya.

    Demikian dikatakan Kapala SDN 104607 Susan Fitriani kepada mediatribunsumut.com pada ( 06/01  ) di ruang kerjanya.

    Jadi beberapa waktu lalu ada yang menganggap bangunan tersebut bersumber dari Dinas Pendidikan atau dari Pemkab Deli Serdang, karena yang bersangkutan tidak konfirmasi kepada kami, ujarnya.

    Saya tegaskan, musholla ini dibangun dari swadaya dari banyak pihak termasuk dari paguyuban orangtua murid, Ketua panitia pembangunan yakni Ketua komite sekolah, sebutnya.

    Lahan musholla ini, dulunya rumah dinas kepala sekolah, kami pihak sekolah telah melakukan permohonan pembebasan asset, Alhamdulillah tahun 2023 disetujui,maka pada tahun 2024 dimulailah pembangunannya, ungkapnya.

    Bantuan Dinas Pendidikan Ta 2025 yakni rehabilitasi dua ruang kelas, toilet dan sumur bor, tuturnya.

    2 unit ruang kelas tersebut sudah selesai dan sudah difungsikan, toilet juga sudah selesai, yang belum selesai yakni sumur bor, kondisinya sampai saat ini sudah mencapai 80%, bebernya.

    Terkait sumur bor, pekerja mengatakan pekerjaan sumur bor dimulai baru dua ( 2 ) ini, katanya menjawab konfirmasi mediatribunsumut.com.

    Sementara penelusuran mediatribunsumut.com pada laman SIRUP LKPP, rehabilitasi dua unit ruang kelas dengan kerusakan 45% dengan pagu Rp 181.764.000 sedangkan untuk pembangunan toilet dan sumur bor tidak ditemukan, diminta Plt Kadis Pendidikan Deli Serdang berkenan memberikan penjelasan.

    ( Tim ).

  • Kontemplasi Penerapan Informasi Publik Sejumlah Pejabat Deli Serdang Ta 2025 Masih Tabu 

    Kontemplasi Penerapan Informasi Publik Sejumlah Pejabat Deli Serdang Ta 2025 Masih Tabu 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Kontemplasi penerapan informasi publik sejumlah pejabat Pemkab Deli Serdang di Ta 2025 masih tabu.

    Meski pemerintah telah menerapkan UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ( KIP ), kenyataannya sejumlah pejabat publik menganggap informasi tentang pengelolaan mau pun penggunaan uang pemerintah yang dianggarkan di APBD masih bersifat rahasia.

    Ini sangat miris, pejabat tidak sudi pekerjaannya diawasi publik, mengapa pejabat tidak rela pekerjaannya diawasi publik.

    Celakanya lagi, ada pejabat eselon II dan III berlindung dibelakang Inspektorat, bahkan berlagak hebat sehingga mengeluarkan surat Inspektorat lah yang berwenang memberikan penjelasan terkait kegiatan yang dikelola di Dinasnya.

    Kita beberkan saja siapa pejabat eselon II itu,dia adalah Kadis Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata, yang bersangkutan dalam surat No: 400.6.3/6733/Disbudporapar/DS/2025 pertanggung jawaban pengelolaan anggaran Dinas Disbudporapar telah di audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintahan ( APIP ), jadi langsung klarifikasi dengan APIP.

    Disusul Sekwan DPRD Deli Serdang, enam bulan informasi publik hingga kini masih terselubung, jadi jurus pejabat ini sepertinya menciptakan agar publik bosan dan akhirnya menyerah tidak melakukan pengawasan karena proses dan prosedur yang rumit untuk mendapatkan informasi publik.

    Sedianya, hal ini menjadi perhatian serius Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang sesuai dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang pada poin ke dua cerdas dan sejahtera.

    Maksudnya, bagaimana masyarakat Deli Serdang cerdas jika pengawasannya ” ditebas” dengan proses dan prosedur yang tidak masuk akal.

    Bagaimana masyarakat Deli Serdang sejahtera jika pejabatnya tertutup terhadap informasi publik bukankah informasi publik itu hak hakiki setiap orang.

    Dibalik sulitnya mendapatkan informasi publik, penelusuran Tim Investigasi mediatribunsimut.com atas penjelasan Dinas dimaksud pada kegiatan Ta 2024 terindikasi fiktif.

    Akankah Bupati Deli Serdang siapa mengevaluasi kinerja Kadis Budporapar dan Sekwan, publik menanti.

    ( Tim ).

  • DPW Formapera Sumut,  Minta APH Panggil Dan Periksa Pengelola Pengadaan Pakaian Dinas DPRD Deli Serdang Ta 2024

    DPW Formapera Sumut,  Minta APH Panggil Dan Periksa Pengelola Pengadaan Pakaian Dinas DPRD Deli Serdang Ta 2024

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Dewan Pimpinan Wilayah Forum Masyarakat Pemantau Negara Sumatera Utara ( DPW Formapera Sumut ) meminta aparat penegak hukum ( APH ) memanggil dan memeriksa pengelola pengadaan pakaian dinas dan atribut DPRD Deli Serdang Ta 2024 dengan pagu Rp 1.120.000.000.

    Tidak ada alasan buat Sekwan tidak bisa memberikan penjelasan, sebab informasi terkait pengadaan baju dinas dan atribut DPRD Deli bukan informasi yang dikecualikan,  apa lagi sampai saat ini, Sekwan belum berkenan memberikan penjelasan.

    Jadi patut dicurigai, bahwa pengadaan pakaian dinas dimaksud sarat dengan ” permainan kotor” maka wajar Sekwan tertutup.

    Demikian dikatakan Ketua DPW Formapera Sumut Bambang Syahputra kepada mediatribunsumut.com pada ( 31/12 ) menyikapi tertutupnya Sekwan DPRD Deli Serdang.

    Jika tidak ada yang ditutup-tutupi, lantas mengapa Sekwan sesulit itu memberikan penjelasan, berbagai alasan yang tidak masuk akal, sekretariat DPRD itu adalah lembaga resmi pemerintah, jadi omong kosong tidak menyimpan dokumen kegiatan Ta 2024, tegasnya.

    Apa lagi setelah dilakukan investigasi oleh Tim investigasi mediatribunsumut.com ke alamat penyedia atau penjahit salah satu paka dinas DPRD, ternyata CV tersebut tidak ditemukan dan tidak dikenal masyarakat setempat, ungkapnya.

    Justru itu, diminta kepada APH secepatnya memanggil dan memeriksa pengelola pengadaan atau Sekwan, karena dihadapan hukum, kita yakin mereka akan berbicara, pintanya.

    ( Tim )

  • DD  Denai Lama Ta 2024 Digenjot Ke Argo Wisata Paluh Naga, Hasil BUMDes Tuai Misteri 

    DD  Denai Lama Ta 2024 Digenjot Ke Argo Wisata Paluh Naga, Hasil BUMDes Tuai Misteri 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Dana desa ( DD ) Denai Lama Kec Pantai Labu Kab Deli Serdang Ta 2024 digenjot untuk pembangunan dan pengembangan Agro Wisata Paluh

    Naga, sedangkan hasil BUMDes kini menuai misteri.

    Sebab DD terus dikucurkan untuk pengembangan Agro Wisata Paluh Naga, Ta 2024 DD Rp 100 juta lebih, sementara hasil BUMDes dikemanakan, tentu menyisakan tanda tanya.

    Masyarakat Denai Lama dinilai perlu mengetahui bagaimana pengelolaan BUMDes, begini hasil konfirmasi mediatribunsumut.com (  28/12 ) kepada Sekretaris BUMDes Harun Nugraha di kediamannya terkait pengelolaan dan pengembangan Agro Wisata Paluh Naga.

    Lokasi Agro Wisata Paluh Naga itu lahan Kades Denai Lama, seluas 6 rante dengan sistem kontrak.

    BUMDes menyewa lahan tersebut Rp 300.000 per rante per musim tanam atau Rp 600.000 per rante, ujarnya.

    Selain itu, ada dua jenis hasil untuk desa yakni lebih kurang 10% dari pendapatan sehari hari dan karena saat ini pengunjung menurun, maka kami membuat dengan sistem paket dari hasil itu desa juga mendapat bagian, bebernya.

    Tahun ini ada beberapa daerah yang datang, Aceh Tamiang, Aceh Tamiang, Batubara dan dari Pekanbaru, mereka dikenakan tarif Rp 120.000 setengah hari atau half day, jadi pendapatan bersih BUMDes rata rata Rp 1 juta per minggu, terangnya.

    Alhamdulillah Pemkab Deli Serdang banyak membantu, packing blok dan koridor jalan menuju pondokan terbuat dari besi, dari CSR Bank Sumut, tahun 2025 ini toilet dari Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Pariwisata.

    Sementara penjelasan koordinator lapangan Paidi, pasilitas ya disediakan untuk pengunjung ada kolam renang untuk anak, ada 4 unit pondok penginapan, ada 4 unit pondok.

    Untuk tarif masuk tidak dihitung jumlah orang, tetapi per kendaraan, sepeda motor tarif masuk Rp 5.000 dan untuk mobil Rp 10.000.

    Lalu untuk sewa pondok penginapan Rp 150.000 per malam, masuk kolam renang Rp 5.000 per orang dan untuk pondokan Rp 20.000 per hari, bebernya.

    Pantauan mediatribunsumut.com di lokasi Agro Wisata Paluh Naga, di tengah lokasi wisata dan di sisi lainnya tumbuh tanaman padi milik Kades Denai Lama, diduga Kades memperoleh pendapatan ganda, sewa lahan dan lahan yang belum dimanfaatkan ditanami padi, berarti seperti pribahasa sekali tepuk dua lalat mati.

    ( Tim ).

  • DD Ta 2024 Desa Denai Lama Tersedot Agro Wisata Paluh Naga, Ketapang Tertinggal 

    DD Ta 2024 Desa Denai Lama Tersedot Agro Wisata Paluh Naga, Ketapang Tertinggal 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Dana desa ( DD ) desa Denai Lama Kec Pantai Labu Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) tersedot untuk angro wisata Paluh Naga, sementara Anggaran Ketapang Tertinggal.

    Diperkirakan DD Ta 2024 dialokasikan untuk peningkatan sarana dan prasarana ( sarpras  ) pariwisata milik desa dan pengembangan pariwisata milik desa Rp 100 juta lebih atau 10% dari pagu DD.

    Sedangkan anggaran untuk ketahanan pangan ( Ketapang ) diperkirakan Rp 85.600.000 atau sekira 9.35% dari pagu DD, artinya tidak tercapai sesuai dengan juknis DD Ta 2024.

    Terkait hal tersebut mediatribunsumut.com telah konfirmasi Kaur Keuangan Desa Denai Lama Erwin pada ( 29/12 ) di ruang kerjanya, mengatakan di Ta 2024 DD dialokasikan untuk membangun dua unit pondok penginapan Rp 44 juta, dan Rp 58 juta lebih untuk pembangunan 4 unit pondok.

    Sedangkan untuk Ketapang dengan poin kegiatan peningkatan produksi peternakan Rp 72 juta adalah untuk pengadaan 1.200 ekor bebek petelur, yang disalurkan kepada keluarga yang memiliki balita,  tujuannya untuk penurunan angka stunting, masing-masing menerima 5 ekor atau 240 penerima manfaat, ujar Erwin.

    Sementara menyangkut  bantuan bangunan Ta 2025 yang ada di agro wisata Paluh Naga diantaranya toilet dari Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata ( Disporabudpar) Kab Deli Serdang, dan tempat berjualan dari Kemendes Rp 35 juta, terangnya.

    Ditanya apakah di Ta 2024 ada bantuan toilet dari Disporabudpar Kab Deli Serdang, dengan tegas Erwin mengatakan tidak ada Disporabudpar, yang ada hanya bantuan cat sesuai permohonan dari desa, ungkapnya.

    Diminta kepada Kades Denai Lama tidak keberatan memberikan penjelasan tentang pengadaan bebek petelur, sebab harga bebek petelur tersebut disinyalir digelembungkan ditaksir Rp 51.000/ ekor.

    ( Tim ).

  • Disinyalir Kendaraan Dinas Milik Kades Selamat Diganti Jadi Milik Pribadi 

    Disinyalir Kendaraan Dinas Milik Kades Selamat Diganti Jadi Milik Pribadi 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Disinyalir kendaraan dinas milik Kepala Desa ( Kades ) Selamat Kec Biru Biru Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) diganti menjadi milik pribadi.

    Indikasi itu, menyusul bergantinya warna plat, selama ini BK 4014 M adalah plat merah, sekarang BK 4014 M plat putih.

    Demikian dikatakan sejumlah warga desa Selamat yang tak mau disebutkan jati dirinya dalam pemberitaan ini pada ( 25/12 ).

    Bagi kami selaku desa Selamat tidak ada masalah jika kendaraan dinas tersebut menjadi milik pribadi Kades, asalkan pergantian kendaraan dinas menjadi milik pribadi telah memenuhi ketentuan peraturan dan perundang undangan.

    Sebaliknya, bila kendaraan dinas tersebut diganti menjadi pribadi tanpa tidak sesuai aturan, diharapkan kepada Dinas terkait segera melakukan tindakan tegas.

    Sebab kendaraan dinas peruntukan dan penggunaannya ada aturannya, tidak sembarang dipergunakan.

    Namun bila kendaraan Dinas yang diserahkan Pemkab Deli Serdang untuk kendaraan operasional sudah berganti menjadi milik pribadi, sedianya nomornya pun akan bergati.

    Terkait hal tersebut diminta kepada dinas terkait Badan  Keuangan dan Asset Deli Serdang berkenan memberikan penjelasan.

    ( Tim ).

  • Bupati Deli Serdang Berkomitmen Ciptakan Pola Pasar Baru Buat Petani 

    Bupati Deli Serdang Berkomitmen Ciptakan Pola Pasar Baru Buat Petani 

    Deli Serdang, 

    mediatribunsumut.com

    Bupati Deli Serdang berkomitmen menciptakan pola pasar baru buat para petani,  agar petani memiliki tempat menjual hasil produksinya sendiri dan tidak lagi bergantung pada tengkulak.

    Inilah salah satu tantangan yang dihadapi saat ini,  belum tersedianya pasar induk yang representatif di Kabupaten Deli Serdang, sehingga hasil pertanian masih banyak dijual ke pasar induk di luar daerah.

    Demikian  rilis Dinas Kominfostan saat Bupati Deli Serdang  dr H Asri Ludin Tambunan menghadiri Gerakan Tanam Bawang Merah bersama Kelompok Tani Oriza di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagar Merbau,  (22/12 )

    Selain menyerah benih Bawang Merah, Bupati juga menyerahkan bantuan 16 unit handsprayer, satu unit riding transplanter, dua unit rice transplanter, satu unit cultivator kepada sejumlah Poktan di Kec Pagar. Merbau.

    Pemkab Deli Serdang bertekad membangkitkan semangat para petani, agar tidak meninggalkan lahan pertanian dan mengoptimalkan seluruh potensi lahan yang dimiliki, ujarnya.

    Pemkab Deli Serdang melalui Dinas Pertanian,  menyiapkan berbagai bantuan, baik bibit, alat dan mesin pertanian (alsintan), maupun infrastruktur, agar biaya produksi petani bisa ditekan dan semakin terbantu.

    Bupati juga menekankan pentingnya kesepakatan antara pemerintah dan petani dalam setiap pemberian bantuan.
    Hasil produksi pertanian yang didukung oleh anggaran pemerintah diharapkan dapat diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Deli Serdang terlebih dahulu.

    Hal ini berkaitan dengan pentingnya menjaga stabilitas harga komoditas pangan agar tidak memberatkan masyarakat, tegasnya.

    Tujuan utama kita adalah agar petani sejahtera, namun masyarakat sebagai konsumen juga tidak terbebani dengan harga yang tinggi,”
    Kelompok Tani Oriza, Suyadi mewakili Poktan lainnya menyampaikan terima kasih, bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan harapan meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

    Menjelang hari besar keagamaan, Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkab Deli Serdang telah mengambil langkah-langkah untuk menekan kenaikan harga bahan pokok, salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah di beberapa titik yang menyasar masyarakat Desil 1 sampai 5.

    Berdasarkan penelusuran mediatribunsumut.com keseriusan Bupati untuk membantu petani dapat dilihat dari anggaran, Dinas Pertanian selaku Dinas teknis telah menyiapkan alokasi dana Ta 2025 ratusan juta untuk pengadaan benih Bawang Merah dan pestisida.

    ( Tim ).