Kategori: Organisasi

  • Sah! Amiruddin Siregar Nakhodai PD Pemuda PERSIS Labuhanbatu Raya 2026-2029, Ini Pesan Ketum PW Sumut

    Sah! Amiruddin Siregar Nakhodai PD Pemuda PERSIS Labuhanbatu Raya 2026-2029, Ini Pesan Ketum PW Sumut

    TRIBUNSUMUT, LABUHANBATU – Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) Labuhanbatu Raya resmi memiliki nakhoda baru untuk Masa Jihad 2026–2029.

    Prosesi pelantikan pengurus baru ini digelar dengan khidmat di Aula Gedung PKK Labuhanbatu pada Sabtu (4/2/2026) lalu.

    Acara ini dihadiri langsung oleh berbagai elemen penting, mulai dari unsur ulama, jajaran pejabat daerah, hingga pengurus Persis dari berbagai tingkatan.

    Ketua PD Pemuda Persis Labuhanbatu Raya terpilih, Amiruddin Siregar S.H, menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi ini bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

    “Kami siap berkhidmat bersama dalam membangun umat melalui dakwah, pendidikan, serta program sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Amiruddin kepada awak media.

    Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Persis Sumatera Utara, Joko Imawan S.Pd.I, M.M.

    Dalam arahannya, Joko Imawan menekankan pentingnya bagi para pengurus untuk menjaga integritas dan konsistensi dalam menjalankan roda organisasi.

    “Persis merupakan jam’iyah dakwah. Karena itu, para pengurus harus menjaga kelurusan niat dan istiqamah dalam menyebarkan nilai-nilai Islam,” pesan Joko dengan tegas.

    Ia juga berharap agar kepengurusan yang baru dilantik ini bisa memperkuat peran strategisnya, terutama dalam pengembangan kader, intelektual, dan pengabdian masyarakat di wilayah Labuhanbatu Raya.

    Di sisi lain, Amiruddin Siregar juga menaruh harapan besar kepada jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda untuk saling berkolaborasi.

    Pihaknya berharap Bupati, Kapolres, Dandim, hingga para ulama dapat mendukung langkah strategis Pemuda Persis ke depan.

    Dalam rangkaian acara tersebut, Joko Imawan selaku pimpinan wilayah membacakan Surat Keputusan (SK) pendirian PD Pemuda Persis Labuhanbatu Raya sekaligus SK pelantikan tasykil kepengurusan masa jihad 2026–2029.

    Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan dipandu langsung oleh jajaran Pimpinan Wilayah Pemuda Persis Sumut.

  • Wabup Labuhanbatu H Jamri ST Terima Audiensi PD Pemuda Persis Labuhanbatu Raya, Bahas Sinergi Membangun Desa Menata Kota

    Wabup Labuhanbatu H Jamri ST Terima Audiensi PD Pemuda Persis Labuhanbatu Raya, Bahas Sinergi Membangun Desa Menata Kota

    TRIBUNSUMUT.com, LABUHANBATU — Wakil Bupati Labuhanbatu H Jamri ST menerima kunjungan audiensi dari jajaran pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Persatuan Islam (PD Pemuda Persis) Labuhanbatu Raya di ruang kerja Wakil Bupati, Senin (26/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Wabup didampingi oleh Staf Ahli Bupati Labuhanbatu, Turing Ritonga.

    Pertemuan ini dilakukan guna mempererat tali silaturahmi serta memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang ada di Bumi Ika Bina En Pabolo.

    Ketua PD Pemuda Persis Labuhanbatu Raya, Amirrudin Siregar SH, dalam kesempatan itu memaparkan sejumlah poin strategis terkait program kerja organisasi ke depan. Adapun program yang menjadi fokus utama adalah pengembangan dakwah, sektor pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

    “PD Pemuda Persis menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program pembangunan daerah. Terutama dalam mewujudkan masyarakat Labuhanbatu yang lebih religius dan berkarakter,” ungkap Amirrudin Siregar di hadapan Wakil Bupati.

    Tak hanya itu, Amirrudin juga memberikan informasi bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pelantikan pengurus PD Persis Labuhanbatu Raya. Rencananya, prosesi pelantikan tersebut akan dilaksanakan di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu.

    Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Labuhanbatu H Jamri ST menyambut hangat kehadiran para pemuda Persis. Ia menegaskan bahwa Pemkab Labuhanbatu selalu terbuka dan siap memberikan dukungan, baik secara teknis maupun moral, demi menyukseskan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

    “Kami menyambut baik kehadiran rekan-rekan dari PD Pemuda Persis. Pemkab Labuhanbatu tentu siap mendukung dan menyukseskan setiap kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ujar H Jamri ST.

    Lebih lanjut, H Jamri menekankan betapa pentingnya kolaborasi yang konkret antara ormas dan pemerintah daerah. Ia berharap PD Pemuda Persis Labuhanbatu Raya dapat menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi pembangunan, khususnya dalam ranah pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM).

    Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi besar daerah, yaitu Labuhanbatu Cerdas Bersinar. Visi ini mencakup upaya peningkatan kualitas pendidikan dan integritas warga yang dibalut dalam semangat “Membangun Desa, Menata Kota”.

    “Kami berharap PD Persis dan Pemkab Labuhanbatu terus bersinergi dan bekerja sama. Kehadiran ormas seperti Persis sangat dibutuhkan untuk menyentuh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa, sekaligus mempercantik tatanan sosial di wilayah perkotaan,” pungkasnya.

  • M. Nuh di Muskerwil III Persis Sumut: Perluas Silaturahmi, Perkuat Kolaborasi, Besarkan Jam’iyah

    M. Nuh di Muskerwil III Persis Sumut: Perluas Silaturahmi, Perkuat Kolaborasi, Besarkan Jam’iyah

    MEDAN – Menandai momentum kebangkitan dengan suksesnya pembentukan 16 Pimpinan Daerah (PD), Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Islam (PERSIS) Sumatera Utara (Sumut) resmi menyelenggarakan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III. Perhelatan akbar ini dipusatkan di Gedung BBGTK Provinsi Sumatera Utara, Jalan Kenanga Raya No.64, Tanjung Sari, Medan Selayang, pada Kamis (1/1/2026).

    Muskerwil III yang membawa visi besar melalui tema ‘Transformasi Organisasi Dan Kemandirian Jam’iyah Untuk Kemaslahatan Ummat Di Sumatera Utara’ ini dipimpin langsung secara khidmat oleh Ketua PW Persis Sumut, KH. Muhammad Nuh, MSP.

    Dalam orasi pembukaannya, M. Nuh menekankan urgensi sinkronisasi langkah bagi seluruh badan otonom Persis agar senantiasa beriringan dengan pengurus wilayah. Hal ini dilakukan demi memastikan gerak dakwah di masa depan mampu berjalan secara simultan, seimbang, dan lebih bertenaga.

    “Melihat kekuatan 16 Pimpinan Daerah yang kini telah terbentuk di Sumut, saya menginstruksikan agar seluruh badan otonom seperti Persistri, Hima Persis, dan Pemuda Persis, mempererat koordinasi dengan pengurus wilayah. Sinergi ini adalah kunci agar roda dakwah ke depan dapat bergerak seimbang dan serentak,” tegas M. Nuh saat meresmikan Muskerwil III dengan didampingi Sekretaris Surya Darma, S.SOS.GR, serta Bendahara Ir Tauhid Ichyar, MT.

    Lebih dari sekadar konsolidasi internal, M. Nuh juga membakar semangat para kader Persis Sumatera Utara untuk terus konsisten melahirkan amal saleh di setiap kesempatan. Ia mengajak seluruh elemen jam’iyah untuk tidak ragu memperluas jejaring silaturahmi serta berkolaborasi aktif dengan berbagai pihak.

    “Prinsipnya, tebarlah manfaat sebanyak-banyaknya. Kader Persis harus mampu membuka diri dan berkolaborasi dengan banyak pihak, seperti dengan MUI, karena ladang perjuangan dakwah ini sangatlah luas,” seru M. Nuh dengan penuh semangat di hadapan para kader.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Muskerwil III, Joko Imawan, S.Pd.I., MM, mengungkapkan rasa syukur mendalam sekaligus apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berdedikasi menyukseskan jalannya acara tersebut.

    Dalam sambutannya, Joko Imawan juga menyatakan optimisme yang besar terhadap cita-cita luhur para kader PERSIS yang tak kenal lelah berjuang di jalan dakwah demi kemaslahatan umat di wilayah Sumatera Utara.

    M. Nuh di Muskerwil III Persis Sumut: Perluas Silaturahmi, Perkuat Kolaborasi, Besarkan Jam’iyah

    “Meresapi pesan dari Imam Bajuri, setiap harapan dan cita-cita memang harus diperjuangkan dengan aksi nyata. Sebab, tanpa adanya pergerakan dan perjuangan yang sungguh-sungguh, maka segala impian akan berakhir sia-sia,” papar Joko Imawan dengan penuh keyakinan.

    Joko Imawan turut menjelaskan bahwa agenda Muskerwil III Persis Sumut ini dihadiri oleh jajaran pimpinan inti, antara lain Sekretaris Wilayah Surya Darma, S.Sos, Bendahara Ir Tauhid Ichyar, ST, Penasehat Ustad Abdul Azis, serta Pembina Ustad Mawardi Tanjung, beserta pengurus badan-badan otonom seperti Hima Persis, Persistri, dan Pemuda Persis.

    Suasana pertemuan terasa semakin solid dengan kehadiran perwakilan Pengurus Daerah (PD) Persis dari seluruh penjuru Sumatera Utara, mulai dari delegasi Medan, Karo, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Langkat, Batubara, Simalungun, Tanjungbalai, Dairi, Pakpak Bharat, Labuhan Batu Selatan, hingga Labuhan Batu. (Red)

  • DPC Partai Demokrat  Tapsel Distribusikan Bantuan Pada Korban Banjir Di Desa Tolang Julu.

    DPC Partai Demokrat  Tapsel Distribusikan Bantuan Pada Korban Banjir Di Desa Tolang Julu.

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    DPC Partai Demokrat Kabupaten Tapanuli Selatan ( Tapsel ) bekerja sama dengan Fraksi Partai Demokrat mendistribusikan bantuan kepada korban terdampak banjir di desa Tolang Julu Kecamatan Sayur Matinggi Kab Tapsel provinsi Sumatera Utara ( Sumut ).

    Partai Demokrat  perduli sesama, mereka datang mengulurkan tangan memberikan bantuan untuk  meringankan beban korban bencana banjir, pada  ( 24 /12 ).

    Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat langsung ke lokasi bencana menuju tempat pengungsian juga ke posko penanggulangan bencana Desa Tolang Julu, Kec. Sayur Matinggi.

    Bantuan diserahkan langsung Ketua DPC Partai Demokrat Kab. Tapanuli Selatan, H. Muhammad Husin Dalimunthe bersama Sekretaris Syahrir Suryadi Harahap serta Anggota DPRD Partai Demokrat Kab. Tapanuli Selatan Bahri Gunawan Hasibuan beserta jajaran pengurus lainnya.

    Husin Dalimunthe menyampaikan salam  dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Sekretaris Herman Khaeron, Ketua Fraksi Partai Demokrat sekaligus Wakil Ketua MPR RI Edhy Baskoro Yudhoyono pada masyarakat korban bencana banjir, semoga semoga keadaan ini cepat pulih seperti sedia kala.

    Ketua DPD Partai Demokrat H. Muhammad Lokot Nasution beserta jajaran titip salam, lantaran belum bisa datang berkunjung.

    Hal senada disampaikan anggota DPRD  Partai Demokrat Bahri Gunawan Hasibuan,  turut prihatin pada kondisi para korban, semoga bantuan ini  dapat mengurangi beban korban yang terdampak, mari saling mendoakan agar keadaan di Negeri ini baik baik saja terutama di daerah ini.

    Sementara mewakili para korban Kepala Desa Tolang Julu  Fuad Daulay  menyampaikan terima kasih atas segala bantuan yang diberikan Partai Demokrat  yang kesekian kalinya, memang saya akui Partai Demokrat sangat perduli dengan masyarakat terutama kepada saudara Saudara kita para korban bencana ini.

    Fuad juga berterima kasih kepada Ketua umum DPP Partai Demokrat Bapak Agus Harimurti Yudhoyono saat ini Menko Infrastruktur, lalu pada Edhy Baskoro Yudhoyono Ketua fraksi partai Demokrat sekaligus Wakil Ketua MPR RI, serta kepada para pimpinan Partai Demokrat diantaranya Sekjen Herman Khaeron, Ketua DPD dan Sekretaris DPD Partai Demokrat, Bang Lokot Nasution/ Anggota DPRD RI dan Johan Wiryawan Bangun.

    Mereka semua sangat berjasa mendorong dan mendukung program bantuan ini terlaksana dengan sebaik-baiknya, kami mendoakan semoga Partai Demokrat diberikan keberkahan dan mendapat kejayaan lagi di tahun 2029 sehingga memimpin negeri ini dengan baik dan amanah

     (  Tim ).

  • Perma Labusel Desak Kajatisu Evaluasi Kajari Labusel, Soroti Mandeknya Penanganan Korupsi

    Perma Labusel Desak Kajatisu Evaluasi Kajari Labusel, Soroti Mandeknya Penanganan Korupsi

    Labuhanbatu Selatan, Tribun Sumut — Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu Selatan menjadi sorotan serius dari kalangan mahasiswa. Persatuan Mahasiswa Labuhan Batu Selatan (PERMA LABUSEL) menilai, hingga Desember 2025, Kejari Labusel dianggap minim dalam penanganan kasus dugaan korupsi di wilayah Labuhanbatu Selatan.

    Saat ini, Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan dijabat oleh Victoris Parlaungan Purba S.H.M.H, yang menggantikan Bayu Setyo Pramono. Bayu Setyo Pramono sendiri diketahui telah dimutasi dan kini menjabat sebagai Aspidum di Kejati NTT.

    Kritik tajam ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Labusel, Amiruddin Siregar, S.H.

    “Kami menilai kepemimpinan Kajari baru sangat lemah. Karena kami melihat lemahnya kinerja dan penindakan hukum terhadap perkara dugaan korupsi, khususnya di lingkungan pemerintah desa, yang saat ini banyak dipimpin oleh Pejabat Sementara (Pj) kepala desa,” ujar Amir.

    “Kami melihat di lapangan, ada dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa, adanya bangunan yang tidak selesai dan mangkrak, bahkan [penggunaan anggaran yang] tidak masuk akal. Contohnya, baru-baru ini terjadi di Desa Bangai, di mana dugaan korupsinya mencapai ratusan miliar. Kami yakin bukan hanya desa tersebut saja, namun masih banyak lagi desa-desa yang belum terungkap,” imbuhnya.

    “Oleh karena itu, kami menegaskan pentingnya peran Kejaksaan dalam menjaga supremasi hukum, mendampingi tata kelola anggaran, serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Kami meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut) untuk mengevaluasi Kepala Kejaksaan Negeri Labusel, karena kami melihat lengahnya kinerja Kajari Kabupaten Labusel,” tegas Amiruddin.

    PERMA LABUSEL berpendapat bahwa di bawah kepemimpinan Victoris Parlaungan Purba, belum ada progres signifikan yang ditunjukkan dalam penanganan tindak pidana korupsi di Labuhanbatu Selatan. Mereka mengamati masih banyaknya Pj kepala desa yang berani melakukan tindakan korupsi anggaran dana desa, BUMDes, dan anggaran yang menurut PERMA LABUSEL tidak masuk akal (banyak anggaran tak terduga).

    Secara khusus, PERMA LABUSEL menyoroti dan mendesak Kejaksaan Negeri Labusel untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desa di beberapa lokasi, antara lain:

    1. Desa Torgamba

    2. Desa Bunut

    3. Desa Aek Batu

    4. Desa Ujung Gading

    5. Desa Simatahari

    6. Desa Binanga Dua

    Masyarakat Labusel, lanjut PERMA, membutuhkan kepastian bahwa institusi penegak hukum bekerja secara optimal, terutama setelah adanya instruksi tegas dari Jaksa Agung mengenai evaluasi terhadap Kajari dan Kejati yang minim menangani perkara.

    “Jaksa Agung sudah menegaskan bahwa pejabat yang minim prestasi akan dicopot. Jika Kejari Labuhanbatu Selatan tidak menunjukkan hasil, maka wajar jika publik meminta evaluasi. Jangan sampai marwah Adhyaksa tercoreng karena lemahnya kinerja,” ujar Amiruddin Siregar S.H, Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Labusel.

    “Oleh karena itu, kami meminta Kejari Labuhanbatu segera melakukan langkah konkret dalam pengusutan kasus-kasus korupsi yang sudah lama menjadi sorotan masyarakat, serta tidak bekerja setengah hati dalam melaksanakan kewenangan penegakan hukum khususnya di Labuhan Batu Selatan,” pungkas Amir. (Red/mts)

  • Disinyalir BPD Desa Marsada Tapsel Terlibat Dalam ” Pusaran Permainan” DD 

    Disinyalir BPD Desa Marsada Tapsel Terlibat Dalam ” Pusaran Permainan” DD 

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Disinyalir Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Desa Marsada Kec Angkola Timur Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) terlibat dalam” pusaran permainan” dana desa ( DD ).

    Indikasi itu terkuak setelah warga penerima bantuan langsung tunai ( BLT ) ” angkat suara” namun Ketua dan anggota BPD tak menggubrisnya.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar  kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 06/11 ).

    Sederhananya begini, tidak mungkin Ketua dan anggota BPD tidak mengetahui dugaan pemotongan BLT dari bulan Januari sampai Juni 2025, ujarnya.

    Kecuali, BPD tidak perduli atau justru ikut menikmati dugaan uang haram yang bersumber dari DD, sebutnya.

    Pada hal sama sama berdomisili di satu desa, namun BPD tega membiarkannya, dikhawatirkan hati BPD tertutup lantaran mempertahankan jabatan, tandasnya.

    Semoga hati BPD terketuk, melakukan pengawasan dan menerima aspirasi warga yang menyampaikan aspirasinya, tutupnya.

    ( Tim. ).

  • 3 Tahun Puluhan Warga Desa Aek Sabaon Tapsel Tak Dapat Bantuan Ketapang

    3 Tahun Puluhan Warga Desa Aek Sabaon Tapsel Tak Dapat Bantuan Ketapang

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    3 tahun belakangan ini puluhan warga desa Aek Sabaon Kec Marancar Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara  ( Sumut  ) tak mendapat bantuan ketahanan pangan ( Ketapang ).

    Warga keberatan, sehingga meminta aparat penegak hukum ( APH ) dan instansi terkait untuk melakukan monitoring.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat  ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 06/11 ).

    Warga membuat pernyataan, dalam pernyataan tersebut sejak tahun 2022 sampai saat ini tidak pernah menerima bantuan dari kegiatan Ketapang yang bersumber dari dana desa ( DD ), ujar Tohong menirukan bahasa warga.

    Tidak diketahui penyebabnya, puluhan warga itu, sepatutnya mendapatkan bantuan Ketapang, jadi patut dicurigai dana Ketapang disalahgunakan, tegasnya.

    Apa lagi kinerja Kades Aek Sabaon disoroti, namun sang Kades ” membisu”, artinya jika dana Ketapang tidak ” dipermainkan” sedianya memberikan penjelasan, sebutnya.

    Tentu menyisakan misteri, untuk itu diminta kepada BPD tidak keberatan memberikan penjelasan tutupnya.

    ( Tim ).

  • IMRB Desak Bupati Madina Berikan Klarifikasi Soal Tuduhan Tak Berdasar 

    IMRB Desak Bupati Madina Berikan Klarifikasi Soal Tuduhan Tak Berdasar 

    Madina,

    mediatribunsumut.com

    Ikatan Mahasiswa Ranto Baek ( IMRB ) mendesak Bupati Mandailing Natal ( Madina ) memberikan klarifikasi soal tuduhan tak berdasar.

    Pernyataan Bupati Madina Saipullah Nasution yang menyebutkan ada “dalang di balik” aksi unjuk rasa masyarakat di wilayah Pantai Barat, terkait hak plasma, hak atas tanah, dan tata kelola perkebunan sawit di kawasan Pantai Barat adalah sebagai upaya mengkriminalisasi gerakan rakyat.

    Demikian rilis Ketua IM-RB Ahmad Afandi Nasution kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 06/11 ).

    pernyataan tersebut tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap gerakan mahasiswa, pemuda serta masyarakat yang sedang memperjuangkan haknya, ujarnya.

    Tentu tudingan  itu sangat berbahaya dan  mencederai hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara damai, sebutnya.

    Apabila tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan secara terbuka, IM-RB meminta agar Bupati Madina segera mencabut pernyataannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

    Pemerintah seharusnya menjadi pelindung dan fasilitator masyarakat, bukan malah menebar pernyataan tanpa dasar,” tegas Afandi.

    Saya pastikan,  aksi masyarakat di depan Kantor Bupati Madina beberapa waktu lalu murni aspirasi yang sah dan berlandaskan hukum, tandasnya.

    Aksi itu lahir dari persoalan nyata yang selama ini dirasakan warga, yakni menyangkut hak plasma, hak atas tanah, dan tata kelola perkebunan sawit di kawasan Pantai Barat.

    Sikap Bupati bertolak belakang dengan komitmennya, pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran untuk kemajuan bersama, ternyata omong kosong.

    Kenyataan, saat masyarakat menyuarakan persoalan yang nyata, muncul tuduhan yang tidak berdasar, bukankah Ini memicu krisis kepercayaan masyarakat, bahwa  pemerintah daerah alergi dan anti kritik,” tambahnya.

    IM-RB mendorong agar pemerintah daerah membuka ruang dialog secara transparan antara masyarakat terdampak, mahasiswa, dan perusahaan terkait persoalan plasma, izin HGU, dan pengawasan lingkungan.

    Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, media, dan pemangku kebijakan untuk bersama-sama mendorong pemerintahan yang adil, transparan dan berpihak kepada rakyat.

    “Suara rakyat bukan dalang, melainkan panggilan keadilan,” tutup Afandi

    ( Tim ).

  • Pentingnya Politik Substansial: Pandangan KH. Muhammad Nuh dalam Silaturahim Ulama MUI Sumut

    Pentingnya Politik Substansial: Pandangan KH. Muhammad Nuh dalam Silaturahim Ulama MUI Sumut

    Medan – Dalam rangka memperkuat diskursus keagamaan dan kebangsaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Pertemuan Silaturahim Ulama, Tokoh, dan Cendekiawan Muslim Tahun 2025 di Grand Inna Hotel Medan (31 Oktober–1 November 2025). Forum ini berfungsi sebagai platform konsolidasi intelektual yang melibatkan ulama, akademisi, dan pimpinan ormas Islam, dengan tujuan menginternalisasi nilai ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kohesi sosial umat di Sumatera Utara.

    Mengusung kerangka tematik “Memperkuat Soliditas Umat untuk Membangun Peradaban Islam yang Maju dan Berkah,” H. Muhammad Nuh, MsP, Ketua PW Persis Sumatera Utara, memaparkan analisis komprehensif mengenai peran historis umat Islam dalam narasi kemerdekaan, merujuk pada Resolusi Jihad sebagai variabel kunci yang melandasi peringatan Hari Santri Nasional, serta menggarisbawahi signifikansi takbir Bung Tomo pada 10 November 1945.

    Dalam konteks politik kontemporer, Muhammad Nuh mengartikulasikan dikotomi antara politik substansial dan politik prosedural. Ia berargumen bahwa politik substansial memuat konvergensi kepentingan mayoritas umat Islam, sementara politik prosedural cenderung volatil dan terikat kendala teknis.

    “Kontinuitas politik substansial adalah imperatif, didampingi fleksibilitas politik prosedural yang dinamis. Fenomena multipartai Islam harus direspons secara inklusif, setara dengan penghormatan terhadap diversitas mazhab fiqih,” jelasnya.

    Nuh menekankan bahwa konsolidasi umat merupakan prasyarat mutlak bagi proses pembangunan, menuntut keterlibatan setiap entitas sesuai dengan kapasitas dan kontribusi spesifiknya.

    Ia menambahkan bahwa dinamika politik harus disikapi secara antisipatif dan proaktif. Sebagai ilustrasi, potensi pembentukan Provinsi Nias baru mewajibkan MUI setempat untuk meningkatkan status organisasional menjadi MUI Provinsi Nias.

    M. Nuh merekomendasikan agar MUI Sumut mengadopsi sikap proaktif dalam kancah politik, termasuk melalui dialog dengan politisi muslim, guna mengintegrasikan kekuatan moral dan sosial umat Islam dengan kekuatan politik yang terstruktur.

    Agenda ditutup dengan sesi diskusi kritis dan pertukaran gagasan, yang berfungsi memetakan jejaring kolaborasi strategis antarulama dan tokoh Muslim dalam berbagai domain kehidupan di Sumatera Utara.

  • Pererat Silaturahmi, Pengurus DPP PPBMI Hadiri Undangan Kades Denai Sarang Burung 

    Pererat Silaturahmi, Pengurus DPP PPBMI Hadiri Undangan Kades Denai Sarang Burung 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Untuk mempererat jalinan silaturahmi, pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Penulis Berita Media Indonesia ( DPP PPBMI ) menghadiri undangan Kades Denai Sarang Burung Kec Pantai Labu Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ).

    Ketua Umum ( Ketum ) DPP PPBMI Awaluddin SIK didampingi bendahara Misnan dan Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan ( OKK ) S Marpaung tiba di acara pernikahan putri Kades Denai Sarang Burung siang hari ( 28/10 ).

    Rombongan pengurus DPP PPBMI disambut  hangat Kades, sembari bincang bincang menikmati suasana bahagia Kades dan keluarga besarnya,

    Teriring salam Ketum bendahara dan Ketua OKK kepada mempelai, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah ( samawa ).

    Kebersamaan Ketum Premi didampingi bendahara dengan Kades Danai Sarang Burung

    Semoga ke depan persaudaraan kita semakin erat, karena tidak ada yang paling indah selain kedamaian dan kerukunan, tuturnya yang dimainkan bendahara dan Ketua OKK.

    Demikian pantauan mediatribunsumut.com saat meliput rombangan pengurus DPP PPBMI di Kab Deli Serdang pada ( 28/10 ).

    ( S Marpaung ).

  • PT Kirana Sapta Resmi Dilaporkan Ke Polres Terkait Indikasi Pencemaran Lingkungan 

    PT Kirana Sapta Resmi Dilaporkan Ke Polres Terkait Indikasi Pencemaran Lingkungan 

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    PT Kirana Sapta resmi dilaporkan ke Polres Tapanuli Selatan ( Tapsel ) terkait indikasi pencemaran lingkungan pada ( 21/10 ) lalu.

    Setelah dilakukan pemantauan dan penelusuran ke sungai titik pembuangan limbah, maka ditemukan sejumlah kejanggalan.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 25/10 ).

    Tim menemukan, bau tidak sedap, warna tidak jernih, adanya cacing dan larva serangga, lumpur dan bau amis, tegasnya.

    Jadi selama ini disinyalir PT Kirana Sapta tidak pernah memberitahukan atau mensosialisasikan kepada masyarakat tentang baku mutu air pengolahan limbah, ungkapnya.

    Sehingga diduga PT Sapta Kirana melanggar undang-undang nomor 32 tahun 2009 pasal 98 , tutupnya.

    ( Tim ).

  • Rp 8 M Lebih Bantuan Ternak Sapi Ta 2023 Disbunak Provinsi Ke Kab Paluta Simpan Misteri 

    Rp 8 M Lebih Bantuan Ternak Sapi Ta 2023 Disbunak Provinsi Ke Kab Paluta Simpan Misteri 

    Paluta,

    mediatribunsumut.com

    Rp 8 M lebih pagu anggaran untuk pengadaan bantuan bibit ternak Sapi Ta 2023 dari Dinas Perkebunan dan Peternakan ( Disbunak ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) ke Kab Padang Lawas Utara ( Paluta ) menyimpan misteri.

    Tudingan tersebut cukup beralasan, informasi yang dihimpun dari dan penjelasan Sekretaris kelompok tani Al Abror Syarif dengan penjelasan warga bertolak belakang.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 24/10 ).

    Informasi dari masyarakat pada tahun 2024 PJ Bupati Paluta datang berkunjung untuk melihat perkembangan 200 ekor ternak Sapi bantuan Dinas provinsi, ujar Tohong menirukan bahasa warga yang tidak disebutkan namanya dalam pemberitaan ini.

    Bahkan menurut warga itu, beberapa waktu setelah tiba di desa, empat ( 4 ) ekor Sapi mati dan saat mau dikubur diminta disaksikan pihak aparat desa, beber Tohong mengulangi penjelasan warga.

    Namun setelah tahun 2024, Sapi itu perlahan-lahan tidak tampak lagi, yang terlihat jelas adalah bangunan yang tidak selesai yang kabarnya diperuntukkan untuk tempat pengolahan pakan Sapi itu, terangnya.

    Sementara Sekretaris kelompok tani ( Poktan ) mengaku hanya menerima 8 ekor bibit Sapi, ungkap Tohong membeberkan penjelasan warga.

    Sekretaris juga mendengar kabar Sapi itu akan diserahkan ke poktan lain, namun yang bersangkutan tidak mengetahui ke poktan mana dikucurkan.

    ( Tim )

  • Aksi Akbar KNRP Sumut Tegaskan Tragedi Gaza Adalah Pelanggaran Kemanusiaan Berat

    Aksi Akbar KNRP Sumut Tegaskan Tragedi Gaza Adalah Pelanggaran Kemanusiaan Berat

    Medan, Media Tribun Sumut —Solidaritas menggema dengan megah! Ratusan massa dari beragam elemen masyarakat di Sumatera Utara menggelar aksi damai akbar bertajuk “Sumatera Utara Lawan Genosida” di pelataran ikonik Masjid Raya Al-Mahsun Kota Medan, Minggu (19/10/2025).

    Aksi yang diinisiasi oleh Lembaga Kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Sumut ini menjadi momen penting, bertepatan dengan dua tahun peristiwa bersejarah Thufanul Aqsa, dan sekaligus menjadi penegasan komitmen utuh rakyat Sumut terhadap penderitaan tak berkesudahan warga Palestina yang terus menjadi korban kekerasan dan genosida di Jalur Gaza.

    Gelombang peserta aksi ini begitu mengesankan, menghadirkan kolaborasi dari berbagai latar belakang, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan, barisan pelajar dan mahasiswa yang penuh semangat, para aktivis kemanusiaan, tokoh agama yang terhormat, hingga masyarakat umum. Semuanya bersatu menyuarakan tuntutan tegas: menghentikan agresi militer Israel dan mendesak dunia internasional untuk segera mengambil langkah konkret serta berani guna menghentikan genosida terhadap rakyat Palestina.

    Dalam orasi yang menyentuh nurani, Ketua KNRP Sumut, Haris Sucipto, dengan lantang dan tegas menyatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza saat ini telah jauh melampaui batas konflik politik atau peperangan biasa. Ia menegaskan, tragedi di Gaza adalah pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia yang tidak bisa ditoleransi.

    “Kami berdiri di sini bukan karena perbedaan agama, melainkan murni atas nama kemanusiaan. Dunia tidak boleh diam melihat pembunuhan massal yang mengerikan di Palestina. Kami menuntut penghentian genosida dan ditegakkannya keadilan bagi para korban. Dan gencatan senjata yang terjadi saat ini bukanlah akhir dari konflik, tetapi sebuah kesempatan untuk mengambil napas panjang agar masyarakat Gaza dapat kembali menjalani hidup secara normal,” seru Haris Sucipto, disambut gemuruh dukungan massa.

    Aksi damai yang menggetarkan ini juga diwarnai dengan momen spiritual dan budaya. Seluruh peserta aksi larut dalam pembacaan doa yang khusyuk untuk warga di Palestina, mendengarkan penampilan puisi kemanusiaan yang mendalam, serta menikmati alunan nasyid merdu dari grup lokal Kota Medan, Zahyd Nasyid dan Shoutussabab.

    Selain itu, sebagai bentuk perlawanan sipil, massa juga kompak menyerukan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan pendanaan militer Israel.

    Koordinator Aksi, Ulli Agus, menekankan bahwa gelombang solidaritas yang membara ini adalah bukti nyata komitmen tak tergoyahkan rakyat Sumut dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

    “Indonesia punya sejarah panjang dalam mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Aksi ini menegaskan kembali sikap tegas bangsa kita: penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Dan kami menyampaikan ada 4 pilar penting yang harus kita lakukan untuk membantu saudara-saudara di Palestina, yaitu dengan do’a, menyampaikan atau menshare informasi keadaan Palestina, memboikot produk yang terafiliasi dengan Israel, serta berinfaq (berdonasi),” tegasnya, menutup aksi dengan pesan yang kuat dan inspiratif.

  • IMA Madina Pekanbaru Tak Sekedar Paguyuban, Akan Lahirkan Insan Berintegritas 

    IMA Madina Pekanbaru Tak Sekedar Paguyuban, Akan Lahirkan Insan Berintegritas 

    Kampar,

    mediatribunsumut.com

    Ikatan mahasiswa Mandailing Natal ( IMA Madina ) Pekanbaru tak sekedar paguyuban, namun akan melahirkan insan berintegritas.

    Pertemuan hari dan kedepan menjadi momentum membangun semangat kebersamaan dan solidaritas tinggi antar sesama anggota baru, pengurus, maupun senior.

    Demikian sambutan Ketua Umum IMA Madina Pekanbaru Gusti Pardamean Nasution pada pembukaan kegiatan oreastasi dan perkenalan anggota baru ( Operta ) yang dilaksanakan dua hari pada ( 18 s/d 19 /10 ) di Café Terapung Pulau Cinta, Kabupaten Kampar.

    Orientasi ini menjadi langkah awal untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat berorganisasi di kalangan mahasiswa/i Mandailing Natal yang ada Pekanbaru, kita ingin menanamkan nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan cinta terhadap daerah asal,” ujar Gusti.

    Mahasiswa/i asal bumi gordang sembilan yang berada di perantauan, ke depan menjadikan wadah ini untuk pembentukan karakter dan penguatan rasa kekeluargaan, tegasnya.

    Selamat Operta, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti rangkaian kegiatan, dengan berbagai agenda menarik seperti pengenalan struktur organisasi, sesi motivasi, diskusi kebangsaan, malam keakraban, hingga permainan kelompok yang memperkuat solidaritas dan kerja sama tim, harapnya.

    Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Aidul Wahyu Nasution,  melalui orientasi ini, organisasi ingin menanamkan nilai kebersamaan, rasa memiliki, dan tanggung jawab bersama. Ia menyatakan, “Kami akan menjadikan Ima Madina Pekanbaru sebagai wadah yang aktif dan kontributif, bukan hanya sebagai paguyuban, Akan tetapi sebagai medium pengembangan potensi mahasiswa asal Mandailing Natal yang ada di Pekanbaru-Provinsi Riau

    Ketua Panitia pelaksana Operta Ilman Rahman Hasibuan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas suksesnya kegiatan ini.

    Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat respon baik dari peserta. Kami berharap semangat baru yang terbangun di Kegiatan Operta ini dapat berlanjut  terus yang diwujudkan dengan berbagai program Ima Madina.

    Terima kasih kepada seluruh kawan kawan panitia yang sudah memberikan ide dan gagasan agar kegiatan  ini  berjalan lancar dan sukses, tuturnya.

    ( Tim ).

  • Bukan Kaleng-Kaleng! PERSIS Sumut Gelar Seminar Nasional, Angkat Gen Z Jadi ‘Game Changer’ Era Digital

    Bukan Kaleng-Kaleng! PERSIS Sumut Gelar Seminar Nasional, Angkat Gen Z Jadi ‘Game Changer’ Era Digital

    Medan, Media Tribun Sumut – Gen Z kini naik panggung! Dalam effort keren untuk benar-benar mengangkat peran anak muda, Pimpinan Wilayah Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) Sumatera Utara sukses menggelar Seminar Nasional yang temanya relate banget: “Peran Gen-Z dalam Perubahan Sosial dan Pola Kepemimpinan Di Era Digital.”

    Acara yang pecah ini dihadiri oleh 250 peserta dari kalangan yang super beragam: mahasiswa, pelajar, akademisi, dan pemuda ikut meramaikan Aula Utama Kantor Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara pada 4 Oktober 2025.

    Joko Imawan, Ketua PW Pemuda PERSIS Sumut, langsung to the point dalam sambutannya. Ia menyoroti betapa seringnya potensi Gen Z dimentahkan atau dipandang sebelah mata.

    “Gen-Z sering kali mendapatkan stigma negatif di masyarakat. Padahal, mereka justru memiliki peran besar untuk menata ulang kehidupan modern,” tegas Joko, memecah stereotype lama.

    Seminar ini makin solid dengan kehadiran Keynote Speaker sekelas KH. Muhammad Nuh, MSP, Anggota DPD RI / MPR RI. Beliau mengupas habis bahwa Gen Z (lahir 1997-2012) adalah generasi yang sangat akrab dengan teknologi. Information Technology (IT) kini menjadi senjata utama mereka untuk menjadi agen perubahan yang powerfull.

    Goal dari seminar ini adalah membuka mata kita semua. Sesuatu yang kita lihat simpel, seperti peran Gen Z, sebenarnya punya impact yang luar biasa, apalagi jika dikaitkan dengan teknologi informasi,” jelas beliau.

    Senator yang dikenal rajin blusukan di Sumatera Utara ini menutup dengan quotes yang membakar semangat: “Menyambut Indonesia Emas 2045 dan anugerah Bonus Demografi, mari kita proof kalau Gen Z adalah kunci kebaikan dan perbaikan masa depan bangsa!”

    Sesi diskusi tidak kalah seru! Menghadirkan Dr. Iwan Nasution, MHI (Akademisi Muda UIN SU), Syahrizal, S.Psi., M.Psi (Psikolog & Founder Pro Inteligensia), Ahmad Rifaldi Siregar (Ketua PW HIMA PERSIS Sumut), dan bahkan Syafi’i Efendi.,MM (Presiden Pemuda OKI) yang join secara online dari Islamabad, Pakistan.

    Fokus utama mereka? Membekali Gen Z agar siap tempur menghadapi tantangan digital, memaksimalkan potensi mereka sebagai driver perubahan, plus insight penting tentang menjaga mental health dan menghindari gangguan jiwa.

    Intinya, para pembicara sepakat bahwa Gen Z, sebagai generasi yang lahir di digital era, punya pintu gerbang yang lebar untuk menyuntikkan nilai-nilai Perubahan Sosial dan politik melalui inovasi teknologi mereka. We’re living in their world now! (Red)