Kategori: Peristiwa

  • WASPADA.!! Kabupaten Deli Serdang Zona Merah Kekerasan Seksual Terhadap Anak

    WASPADA.!! Kabupaten Deli Serdang Zona Merah Kekerasan Seksual Terhadap Anak

    Jakarta | mediatribunsumut.com

     

     

    Kasus kekerasan Seksual disertai menghilangkan secara paksa nyawa seorang anak perempuan usia 4 tahun warga Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang yang terjadi Selasa 21/02/23 terulang lagi.

    Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang menggempar masyarakat di desa Paya Gambar Deli Serdang ini menambah sederetan jumlah anak korban kekerasan di Deli Serdang ini, menunjukkan fakta bahwa Deli Serdang sepajang dua tahun ini sudah memasuki zona merah Kekerasan terhadap anak.

    Berbagai kekerasan fisik, kekerasan seksual, perbudakan seks komersial dan pelanggaran hak anak lainnya tak henti-hentinya terjadi di Deli Serdang.

    Kehadiran pemerintah dalam setiap peristiwa kejadian dan keterlibatan hanya “life service”. Kehadirannya hanya basa basi saja, akibatnya kasus-kasus pelanggaran hak anak terus terulang, tanpa solusi”, berbagai intervensi aktivis perlindungan anak selama seolah tidak dihargai”, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak.

    Menyikapi kasus, penyiksaan, kekerasan seksual disertai menghilangkan secara paksa hak hidup seorang anak berusia 3 tahun di Desa Paya Gambar, Deli Serdang Selasa 28/02 di Jakarta.

    Lebih lanjut Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa kasus kekerasan seksual diikuti menyiksa dan menghilangkan hak hidup secara paksa yang diderita seorang anak usia 3 tahun ini merupakan tindak pidana keji dan sadis dan luar biasa, oleh karenanya pelaku yang merupakan tetangga korban yang tega membunuh yang sebelumnya melakukan serangan seksual mendesak Polres Deli Serdang untuk menerapkan pasal berlapis dengan ancaman hukuman setimpal perbuatan tersangka dengan ancaman maksimal hukuman seumur hidup.

    Dengan kerja cepat Polres Deli Serdang dalam menangani kasus kekerasan disertai pembunuhan keji dan sadis ini, dengan menyegerakan olah TKP, Komisi Nasional Perlindungan Anak mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Polres Deli Serdang.

    Sementara itu mengingat kasus pelanggaran hak anak begitu masip dan terus menerus terulang di Deli Serdang sudah sepatutnya pemerintah menggerakkan gerakan Perlindungan Anak berbasis keluarga dan komunitas. Menumbuhkan Gerakan Pelapor dan Pelopor perlindungan anak.

    Untuk memastikan gerakan itu, Komnas Perlindungan Anak mendesak Bupati Deli Serdang untuk segera menyelenggarakan Deklarasi Gerakan Perlindungan Anak melibatkan partisipasi masyarakat, kepala desa, aktivis Karang Taruma, majlis taklim , Ketua RT dan RW, Guru dan organisasi sosial Kemasyarakatan, Babinkantibmas, organisasi kepemudaan, alim ulama,” pinta Arist.

    “Untuk memberikan dukungan terhadap proses hukum atas perkara ini, Kamis 02/03 hingga Sabtu 04/03 saya akan melakukan kunjungan kerja dengan mengunjungi keluarga korban dan kordinasi penegakan hukum dengan Polresta Deli Serdang demikian juga dengan Kapoldasu di Deli Serdang untuk melakukan kordinasi atas perkara ini”, kata Arist.

    Masih kata Arist kepada sejumlah media di Jakarta, untuk perkara ini Komnas Perlindungan Anak akan segera membentuk Tim Litigasi dan Advokasi untuk Rehabilitasi Sosial Anak melibatkan Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Deli Serdang dan para aktivis perlindungan anak Deli Serdang, psikolog Lawyer dan media.

    (Red)

     

  • Modus Berpakaian Rapi Bak Milioner, Seorang Pria Bawa Kabur Sepeda Motor

    Modus Berpakaian Rapi Bak Milioner, Seorang Pria Bawa Kabur Sepeda Motor

    Deli Serdang | mediatribunsumut.com

     

    Di jaman serba canggih berbagai modus untuk merugikan orang lain, seperti yang di cerita korban seorang wanita sebut saja Ulan ( 32) yang tinggal di desa Dalu X A. Kecamatan Tanjung Morawa kab Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.

    Menurut keterangan korban( Ulan) kepada media ini berawal dari perkenalan di warung penjual air kelapa muda.

    “Awalnya saya minum air kelapa muda bersama teman saya Rini dengan mengendarai sepeda motor Vario warna hitam.”terang ulan.

    Lanjut korban lagi, tiba tiba datang pelaku membeli air kelapa muda, dan punya kami di bayar nya lalu pelaku minta no WA dengan alasan mau cari orang kerja di perusahaannya.

    “Setelah dapat no WA pelaku pergi dengan baik, setelah beberapa jam kemudian sampai tiga hari berlanjut tetap WA dengan rayuan berbagi macam,” papar nya .

    Tepat nya di hari Kamis pagi pelaku cat whatsApp bahwa minta temani untuk beli baju (ngajak jalan jalan) dan pada saat itu dia mengatakan tidak membawa mobil karena mobil dibawa orang tua nya belanja (pergi).

    “Pelaku minta saya bawa kerta saya, untuk pergi ngawani dia beli sesuatu, tanpa menaruh curiga saya menuruti, lalu kami ketemu di simpang kayu besar Tanjung Morawa, lalu kami berboncengan dan pelaku yang membawa kereta nya,” terang Ulan.

    Dalam perjalanan pelaku cerita dan mengaku ingin menjalin hubungan asmara sehingga membuat saya terbuai.

    Disaat melintas di jalan lintas SM Raja tepat nya dibajak 5 kami singgah di sebuah Indomaret dengan alasan membeli minum, pelaku memberi uang saya 100 ribu untuk masuk kedalam membeli minum.

    Begitu saya keluar dari Indomaret pelaku dan sepeda motor saya sudah gak ada lagi disitulah saya sadar kalau pelaku penipu dan seorang pencuri.

    Harapan saya ke depan bagi kawan kawan terutama para wanita agar jangan percaya kepada laki laki (orang) yg kita tidak tau asal usulnya.

    Semoga kejadian ini cukup saya yang merasakan, kalua bisa kawan kawan yg lain jangan lah, karena sedih rasanya.

    (Eka)

  • 2 Pemuda Diamankan Patroli Presisi Sat Samapta Polrestabes Medan Saat Akan Beraksi 3C

    2 Pemuda Diamankan Patroli Presisi Sat Samapta Polrestabes Medan Saat Akan Beraksi 3C

    Medan  | mediatribunsumut.com

     

     

    Personil Sat Samapta Polrestabes Medan berhasil mengamankan 2 (dua) orang Pemuda FHS (26) Jalan Bajak Patumbak dan MS (33) Tembung yang akan melakukan Aksi Tindak Pidana 3C, Selasa dini hari 03.45 wib (28/02) di jalan Menteng Raya Medan.Selasa 28/02/2023.

    Kedua Pemuda tersebut diamankan oleh Personil Patroli Presisi Sat Samapta Polrestabes Medan (Tim Deli 84.3) saat melakukan Patroli Rutin, guna mengantisipasi Tindak Pidana 3C (Curat, Curas, Curanmor) maupun Narkoba serta Aksi Tawuran, Balapan Liar dan Gangguan Kamtibmas lainnya.

    Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda. SH, SIK melalui Kasat Samapta Polrestabes Medan Kompol Pardamean Hutahaean. SH, SIK, MH mengatakan “Anggota Kami sedang melaksanakan Patroli Rutin malam hari, khususnya pada saat jam – jam kecil untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas yang akan terjadi di wilkum Kota Medan.

    Pada saat Anggota Kami Patroli di Wilkum Medan Area tepatnya di Jalan Menteng Raya, terlihat oleh Anggota Kami 2 (dua) orang Pemuda yang mencurigakan gerak – geriknya, yang melintas dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna Merah Putih BK 4042 AKI dengan mengendarai kendaraannya dengan kencang.

     

    Melihat itu, Anggota kami dengan Sigap mengejar kedua Pemuda tersebut, dan setelah kedua Pemuda itu diamankan oleh Anggota Kami, selanjutnya dilakukan Pemeriksaan Badan dan kendaraan serta interogasi di Tkp, ditemukan sepasang Kunci Leter T, Kunci L dan 2 (dua) Plat Nomor Kendaraan.

    Untuk kedua Pemuda dan Barang Bukti yang diamankan Anggota Kami sudah diserahkan ke Polsek Mesan Area guna Proses selanjutnya”.pungkas Pardamean.

    (Taslim)

  • Sejuta Pluit Untuk Mencegah Penculikan Anak

    Sejuta Pluit Untuk Mencegah Penculikan Anak

    Jakarta | Mediatribunsumut.com

     

    Penculikan anak untuk eksploitasi ekonomi, dipekerjakan sebagai pemulung, anak jalanan, peminta-minta dan menjadi pengamen terus meningkat.

    Perdagangan anak dalam bentuk penculikan untuk tujuan eksploitasi seksual dan perbudakan seks di berbagai apartemen dan rumah-rumah bordir di Indonesia jumlahnya juga terus bertambah.

    Anak diculik untuk tujuan adopsi ilegal dan minta tebusan angkanya juga terus bertambah dan sulit dideteksi.

    Penculikan anak selain untuk tujuan perbudakan seksual komersial yang telah menakutkan masyarakat.

    Percobaan penculikan dan perdagangan anak untuk tujuan penjualan tubuh juga telah membuat masyarakat marah dan takut, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam diskusi terbatas menyikapi maraknya penculikan anak di Indonesia, di Jakarta. Senin 20/02/2023.

    “Tengok saja Kasus mutilasi dan rencana penjualan organ tubuh seorang anak laki-laki usia 12 Tahun melalui internet yang dilakukan dua anak remaja di Makasar,” tambah Arist.

    Lebih jauh Arist menerangkan, dari berbagai kasus penculikan anak di Indonesia, Komisi Nasional Perlindungan Anak menghimbau agar masyarakat waspada dan tidak mengambil tindakan main hakim sendiri.

    Ajarkan kepada anak untuk berani mengatakan tidak terhadap ajakan orang tak dikenal, berani teriak bila terjadi keadaan bahaya.

    Ajarkan juga kepada anak berani menolak bujuk rayu dan menolak pemberian orang lain.

    “Ajarkan kepada anak untuk berteriak sekencang-kencang dengan cara meronta dan menggigit pelaku,” Pinta Arist.

    Selain itu, kata Arist Merdeka, ajarkan setiap hari kepada anak untuk waspada sekitarnya dan minta anak berangkat dan pulang sekolah bersama teman dan tanamkan kepada anak untuk bermain sendiri, baik dilingkungan rumah dan sekolah.

    “Bagi para orang tua, jangan menitipkan anak kepada tetangga yang tidak dikenal baik dan jangan pula percaya kepada saudara secara penuh.” Himbau Arist.

    Bekali pula anak dengan pluit dan ajar anak meniup pluit jika dalam keadaan bahaya, demikian juga lengkapi anak dengan parfum serta ajar anak menggunakannya menyemprot parfum ke mata pelaku jika terjadi bahaya.

    Lingkungan sekolah sudah waktunya menyiapkan zona aman bagi penjemput dan menyiapkan sejuta pluit bagi semua peserta didik dan aktif untuk melakukan simulasi bahaya dan memberi tanda tanda bahaya di tas atau ditempat yang muda dilihat masyarakat.

    “Bagi anggota masyarakat jangan main hakim sendiri jika mencurigai adanya dugaan pelaku penculikan di lingkungannya. Jika ditemukan rasa curiga serahkan kepada kepala desa dan aparatur penegak hukum, Babinkamtibnas.” pinta Arist.

    (Red)

  • RSU Melati Perbaungan Diteror OTK.. Terlihat Ada Beberapa Lubang Bekas Tembakan

    RSU Melati Perbaungan Diteror OTK.. Terlihat Ada Beberapa Lubang Bekas Tembakan

    Sergai | Mediatribunsumut.com

    RSU Melati Perbaungan yang berada di Jl.Deli Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sergai diteror oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

    Pantauan Awak media di lokasi Sabtu malam (18/2/2023). Ada 4 lubang bekas tembakan dilantai 2 jendela kaca ruang inap pasien.

    Aksi teror ini pun dilaporkan pihak Rsu Melati Perbaungan kepada pihak Kepolisian.

    Personel gabungan dari Satreskrim Polres Sergai bersama Polsek Perbaungan pun turun ke lokasi guna melakukan olah TKP dengan mendatangkan tim Inafis Polres Sergai.

    Kasatreskrim Polres Sergai AKP Made Yoga Mahendra, SIK mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan di lokasi dengan mengumpulkan semua keterangan para saksi.

    Dan sampai saat ini belum tahu apa motif dari teror ini, tadinya saya pikir berantem atau pun ada suara tembakan, “ucapnya.

    “Dia pun menjelaskan dari keterangan para saksi di lokasi tidak ada yang mengetahui peristiwa kejadian dugaan penembakan ini.

    Seperti pedagang yang berada didepan RSU Melati ini sama sekali tidak mengetahui peristiwa dugaan penembakan tersebut.

    “Ibu pedagang ini dari pukul 4 sore berjualan gak mungkin gak tahu dengan adanya peristiwa kejadian disini. “Paparnya.

    Lanjutnya, dari keterangan saksi yang diperoleh seperti ibu pedagang ini tidak mengetahui, Sedangkan pandangan ibu ini ke depan sudah cocok, kecuali pandangannya kebelakang.

    “Kasatreskrim AKP. Made Yoga menyebutkan kalau memang ada dugaan penembakan ini seharusnya ibu ini lebih mengetahui, karena jaraknya hanya berapa meter saja dari lokasi, “imbuhnya.

    Saat disinggung ada 4 lubang bekas tembakan. AKP Made Yoga mengungkapkan dari hasil identifikasi ada 3 lubang bekas dugaan seperti penembakan.

    Ini bekas seperti dugaan penembakan, tapi kalau yang lain gak tahu iya.” ungkapnya.

    Selain ada 3 lubang bekas seperti tembakan kaca jendela juga ikut pecah ini bisa juga memungkin.

    “Namun, sejauh ini Kasatreskrim belum bisa menyimpulkan apa penyebab peristiwa kejadian ini.

    Ini masih asumsi saja, belum ada kejelasan karena ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian, Tandasnya. (DM)

  • Warga Masyarakat Apresiasi pada Tim Gabungan Polda Sumut bersama Satreskrim polres Langkat Telah mengamankan penembak mantan Anggota DPRD Langkat

    Warga Masyarakat Apresiasi pada Tim Gabungan Polda Sumut bersama Satreskrim polres Langkat Telah mengamankan penembak mantan Anggota DPRD Langkat

    Medan | Mediatribunsumut.com

    Tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumut dan Satreskrim Polres Langkat, berhasil mengungkap kasus mantan anggota DPRD Kabupaten Langkat, Paino (47). Motif para pelaku membunuh politikus Partai Golkar itu karena masalah bisnis kelapa sawit.

    Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, SIK, M. Si didampingi Direktur Reskrimum Polda Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, SIK dan Kapolres Langkat AKBP Faisal Simatupang, SIK mengatakan, otak pelaku pembunuhan LS Ginting alias Tosa selama ini memiliki usaha kelapa sawit di Kabupaten Langkat. “Ini berkaitan dengan usaha, Tosa memiliki usaha mengumpulkan sawit,” sebut Kapolda Sumut, Senin (13/2/2023) siang.

    Tapi sambung Panca, semakin hari usahanya milik Tosa anjlok. Sedangkan usaha korban yang juga mengumpulkan kelapa sawit semakin berkembang.

    “Usaha tersangka semakin hari semakin merosot. Dan korban itu sebagai saingan usahanya,” ucap dia.

    Dari persoalan inilah, sambung dia, Tosa merencanakan untuk menghabisi nyawa korban. “Ini direncanakan Tosa dan beberapa orang termasuk eksekutor maupun orang yang membantu,” cetus dia.

    Kelima pelaku yang diamankan itu yakni LS Ginting alias Tosa (26) warga Bukit Dinding Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat, D Bangun (38) warga Desa Timbang Jaya Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, P Sembiring (43) warga Desa Gunung Tinggi Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat, MH alias Tio (27) warga Kelurahan Perdamaian Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat dan SY alias Tato (27) warga Kelurahan Bingai Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat.

    Kelima tersangka ini diamankan dari lokasi yang berbeda-beda. Otak pelaku ditangkap di Kawasan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang dan eksekutor ditangkap di Kawasan Aceh, sedangkan tiga lainnya diamankan di kediaman masing-masing.

    Diketahui, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Langkat, Paino (47) tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) saat melintas di Devisi 1 Desa Basilam BL, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Kamis (26/1/23) dini hari.

    Korban warga Dusun VII, Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, tewas diduga karena mengalami luka tembak di bagian dada.

    (Rdn)

  • Kepala Desa Damaikan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Terulang Lagi 

    Kepala Desa Damaikan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Terulang Lagi 

    Jakarta | Mediatribunsumut.com

    Kasus kejahatan seksual terhadap anak yang yang diselesaikan Kepala Desa dibeberapa tempat terus berulang.

    Masih belum lupa dari ingatan kita, kasus kekerasan seksual yang dilakukan 6 orang pelaku terhadap seorang putri berusia 14 tahun di Brebes, Jawa Tengah yang terjadi pada bulan Desember 2022, berakhir damai setelah difasilitasi Kepala Desa dan sejumlah aktivis Lembaga Swadaya masyarakat di Brebes, Jawa Tengah.

    Penyelesaian damai itu diikuti dengan transaksi sejumlah uang ganti rugi bagi korban, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam keterangan persnya yang dibagikan kepada sejumlah media di Jakarta Sabtu 18/02 .

    Lebih lanjut Arist Merdeka mengatakan kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai dimana ada seorang anak korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh tetangganya hingga korban hamil diselesaikan oleh Kepala Desa dengan cara mendamaikan perkaranya. dengan menawarkan pendekatan transaksi sejumlah uang antara keluarga pelaku.

    Ada banyak kasus sedemikian terjadi ditengah-tengah masyarakat. Kades yang seyogianya memberikan perlindungan terhadap warganya, justru Kepala Desa mengambil jalan pintas dengan cara damai dan ikut serta membiarkan praktek kekerasan seksual.

    Tengok saja kasus kejahatan seksual yang terjadi di awal Pebruari 2023 yang diduga dilakukan seorang Kades di Balige, Kabupaten Toba terhadap seorang putri remaja usia 13 tahun warga desa Lumban Lobu, Kabupaten Toba.

    Menurut keterangan korban kepada penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Kades tersebut melakukan bujuk rayu, tipu muslihat dan janji-janji dengan cara menawarkan sejumlah uang untuk melakukan hubungan seksual.

    Dengan banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak yang diselesaikan melibatkan Kepada Desa dan aparatur pemerintahan desa dengan cara-cara damai dan menawarkan transaksi sejumlah uang berdampak terhadap masa depan anak dan melecehkan harkat dan marbat anak.

    Dengan marak pendekatan penyelesaian kasus kekerasan terhadap anak dengan cara damai, demi kepentingan perlindungan anak, Komisi Nasional Perlindungan Anak mendesak semua pihak termasuk aparatus desa dan Kepala Desa untuk tidak ikut serta memfasilitasi perdamaian terhadap segala bentuk kekerasan seksual terhadap anak.

    Mengingat kekerasan seksual terhadap merupakan tindak pidana khusus, “Komnas Perlindungan Anak meminta dan mendesak orang tua dan masyarakat untuk menolak pendekatan damai dan meminta Kepala Desa dan pemegang otoritas desa untuk menawarkan damai terhadap segala bentuk kekerasan seksual terhadap anak,” tegas Arist.

    (Red)

  • Lima Tersangka Terancam 15 tahun Penjara, Ini Kata Kapolresta Deli Serdang

    Lima Tersangka Terancam 15 tahun Penjara, Ini Kata Kapolresta Deli Serdang

    Lubuk Pakam | mediatrubunsumut.com

    Pasca tewasnya seorang pemuda Arifin (26) usai bentrokan dua kelompok pemuda, Senin 13 – 02 – 2023, yang terjadi di Gang Langgar Dusun II Desa Dalu X-A Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

    Hal tersebut di ungkapkan, Kombes Pol. Irsan Sinuhaji, SIK., MH pada konferensi pers, Rabu (15/02/2023) di Aula terbuka Mapolresta Deli Serdang.

    “Tewasnya pada tawuran Polresta Deli Serdang menetapkan 5 tersangka di mana satu pelaku utama dan 4 (empat) lagi pelaku pembantu sehingga menyebabkan korban meninggal,” ujarnya.

    Pelaku utama ADM (16) dan pelalu tambahan DAW (18), FMA (16), MM (16 ) serta OF (16).

    Selanjutnya, motif dan kronologis kejadian yang menyebabkan bentrokan sehingga menewaskan seorang pemuda.

    “Motif dari bentrokan 2 (dua) kelompok pemuda akibat dari saling ejek di media sosial WhatsApp dan Instagram. Mereka saling tantang dan buat kesepakatan bertemu di Gang Langgar Dusun II Desa Dalu X-A Tanjungmorawa,” ucapnya.

    Selanjutnya kelompok remaja pelaku melakukan penyerangan ke Jalan Sei Belumai tempat kelompok remaja korban menunggu dan terjadi saling lempar.Kemudian kelompok remaja pelaku bergerak menuju ke Gang Langgar dan di kejar oleh korban Arifin hingga di depan warung kopi Nokman.

    Kemudian di lokasi tersebut korban Arifin berhadapan dengan pelaku ADM. Korban Arifin mengacungkan balok kayu ke arah pelaku.Karena terdesak pelaku ADM melemparkan pisau ke arah korban Arifin dari jarak 2 meter yang langsung mengenai dada.

    Kombes Pol. Irsan Sinuhaji, SIK. MH menyebut, akibat luka di dada,korban Arifin meninggal dunia dalam perjalanan ke klinik.

    “Korban Arifin meninggal dunia dalam perjalan ke klinik,” ujarnya.

    Akibat perbuatan para tersangka, di kenakan Pasal 338 Sub Pasal 170 jo 55, 56 Sub Pasal 351 ayat 3 Sub 385 ayat 3 KUHPidana.

    “Para tersangka di kenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun,” ucapnya.

    Sementara itu ada 11 remaja yang di tangkap dari kelompok yang bentrok namun tidak didapati kesalahan Kesebelas remaja tersebut kemudian dikembalikan ke orang tua masing-masing untuk dibina sehingga tidak kembali melakukan hal yang sama.

    (Red)

  • Gerombolan Geng Motor Makan Korban Lagi, Desa Dalu X A Mencekam

    Gerombolan Geng Motor Makan Korban Lagi, Desa Dalu X A Mencekam

    Deli Serdang | Mediatribunsumut.com

    Maraknya Geng Motor di Kabupaten Deli Serdang semakin meresahkan Masyarakat, walau sudah 50 lebih yang sudah di amankan oleh Pihak Polresta Deli Serdang pada bulan lalu namun tidak menjadi efek jera bagi para Geng Motor.

    Mirisnya Geng Motor ini banyak pengikutnya dari anak-anak remaja yang masih sekolah di tingkat SMA.

    Korban Penusukan Ke brutalan Geng Motor Menyedihkan, kali ini menimpa Almarhum Muhammad Arifin (26) telah menjadi korban penebasan Anggota Geng Motor hingga Meninggal Dunia,

     

    Dirangkum dari saksi Kejadian penebasan dengan Sajam terhadap Arifin oleh Anggota geng motor sekitar pukul 02:00 Wib dini hari, Senin 13 Februari 2023.

    Tino (16) Salah satu teman korban (saksi mata) mengatakan pada malam kejadian ia pas berada di samping Arifin (korban) Tino melihat pelaku menggunakan Sajam dengan cara melemparkan Sajam ke arah dada samping kiri bawah tepat di arah jantung Arifin, kejadian perang ini sudah kerap terjadi hingga sudah 3 kali.

    ”Pelaku melemparkan Sajam ke arah Arifin dan mengenai sebelah kiri bawah dada, saya lihat Arifin masih sempat mencabut Sajam yang menempel di tubuhnya mencoba mengejar Geng itu,namun Arifin terlihat sempoyongan hingga terjatuh di tanah dan ini perang sudah yang ke 3 kali,” ujar Tino

    Kemudian dari keterangan Julham (warga) yang di ambil saat di rumah duka mengatakan pada Awak Media.

    Korban Arifin sebelum nya setelah terkapar di tanah sempat coba diselamatkan oleh warga dengan di bawa ke Klinik Matahari Desa Tanjung Morawa A, dengan menggunakan Ambulance PDI, namun karena tidak sanggup kemudian di Rujuk ke Klinik Tutun Sehati, namun naas diduga pada saat dalam perjalanan Arifin sudah Menghembuskan Nafas terakhir, sehingga akhirnya di bawa ke Polsek Tanjung Morawa.

    Kapolsek Tanjung Morawa AKP Firdaus Kemith SH membenarkan bahwa memang ada kejadian tauran antar remaja, namun belum bisa menetapkan sebagai Geng Motor atau hanya beberapa remaja saja yang terlibat

    Terpisah, pada saat di rumah duka di Gg Bersama Dusun ll, Kepala Desa Dalu X A, Sugianto SH MH menerangkan pada Awak Media.

    ”Bahwa dua kelompok ini diduga memang sudah pemain,sekitar puluhan orang dan masih banyak Anak di bawah umur, pada saat penyerangan di Gang Langgar Dusun ll sepeda motor mereka di kumpulkan di suatu tempat lalu mereka berjalan kaki menyerang Arifin.

    Lanjut Kades Kades lagi ”Saya berharap jangan sampai terjadi lagi hal yang tidak di inginkan, untuk masyarakat mari bersama kita pantau lebih jauh Anak-anak kita, jangan lagi kita biarkan keluar rumah di atas pukul 22:00 Wib , tegas Sugianto.

    (Red)

  • Warga Tewas Ditikam Lantaran Saling Ejek Di Medsos

    Warga Tewas Ditikam Lantaran Saling Ejek Di Medsos

    Tanjung Morawa | Mediatribunsumut.com

     

    Saling ejek di media sosial (medsos), Arifin alias Ifin (27) warga Gang Bersama Dusun II Desa Dalu X A Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, jadi korban. Ia tewas ditikam oleh orang tak dikenal (OTK), Senin (13/2/2023) sekitar pukul 02.00 Wib.

    Informasi diperoleh, peristiwa yang merenggut nyawa korban itu terjadi di Gang Langgar, Dusun II, Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

    Belum diketahui motif penikaman korban itu. Namun kabarnya korban ditikam akibat saling ejek di medsos.

    Sebelumnya, korban sedang bermain internet di salah satu warnet di Gang Langgar, Dusun II, Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

    Entah apa persoalannya, korban didatangi sejumlah orang yang kabarnya warga Gang Subur, Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa.

    Terjadilah cekcok mulut antara korban dengan sejumlah warga yang mendatanginya. Tiba-tiba korban ditikam salah seorang yang mendatanginya. Korban pun terkapar dengan bersimbah darah. Usai menikam korban, sejumlah warga yang mendatangi korban melarikan diri. Tanpa dikomando, warga sekitar berkerumun ke lokasi kejadian.

    Mendapat kabar adanya warga tewas ditikam, personil Polsek Tanjung Morawa, Polresta Deli Serdang turun ke lokasi kejadian melakukan penyelidikan. Pihak kepolisian pun melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengamankan barang bukti yang ada di lokasi kejadian.

    Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang AKP Firdaus Kemit SH, didampingi Kanit Reskrim Iptu OJ Samosir SH ketika dikonfirmasi pada Senin (13/2/2023) pagi membenarkan korban tewas ditikam. “Laporan pengaduan sudah diterima, saksi-saksi sudah diperiksa. Sedangkan pelaku masih dalam penyelidikan,” jawabnya.

    (Rdn)

  • Sijago Merah Hanguskan Tiga Rumah Warga Labuhan Rasoki

    Sijago Merah Hanguskan Tiga Rumah Warga Labuhan Rasoki

      Breaking News

    Sijago merah hanguskan tiga rumah warga.

    Tapsel | mediatribunsumut.com

    Kebakaran yang mengakibatkan tiga rumah warga labuhan rasoki kecamatan Padang Sidempuan tenggara Sumatera Utara pada hari Minggu ( 05/02/2023) sekitar pukul 12.00.wib.

    Adapun informasi yang di himpun awak media di lokasi kejadian,yang mana telah meludeskan rumah warga desa Labuhan Rasoki  Kecamatan Padang Sidempuan tenggara Provinsi Sumatera Utara.

    Menurut informasi yang di dapat awak media dari warga desa labuhan rasiko kecamatan Padang Sidempuan tenggara bahwa api berasal dari ,kompor gas berukuran 3 kg dari salah satu warga desa labuhan rasoki kecamatan Padang Sidempuan tenggara.

    Dalam kebakaran tersebut telah meludeskan 3 unit milik warga desa labuhan rasoki kecamatan Padang Sidempuan dengan berinisial Robi usia 40 tahun dan rumah Midun berusia 50 tahun serta Riadi berusia 50 tahun,Ucap warga pada awak media Tribun Tapsel saat di konfirmasi tentang terjadinya kebakaran.

    Adapun kerugian yang di alami warga desa labuhan rasoki kecamatan Sidempuan tenggara berkisar lebih kurang 300 juta rupiah,” jelasnya

    Dalam hal ini, warga mengatakan pada team awak media Tribun Tapsel sampai saat ini belum ada korban jiwa.”jelasnya

    Masyarakat desa labuhan rasoki kecamatan Padang Sidempuan tenggara belum ada pihak dari pemerintahan terkait dengan adanya kebakaran tersebut,”ujar warga setempat.

    Masyarakat desa labuhan rasoki Padang Sidempuan tenggara meminta,agar pemerintah dan dinas terkait lebih sigap memperhatikan Musibah kebakaran yang di alami warga desa labuhan rasoki kecamatan Padang Sidempuan tenggara,”tutur warga setempat.

    (Nelwan)

  • Guru SD S Pelita Kasih Di Deli Serdang ” BM ” Aniaya Sejumlah Murid Di Jam Belajar

    Guru SD S Pelita Kasih Di Deli Serdang ” BM ” Aniaya Sejumlah Murid Di Jam Belajar

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Guru sekolah dasar swasta ( SD S) Pelita Kasih di Kecamatan Tanjung Morawa Kab Deli Serdang ( DS ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) ” BM ” tega meng-aniaya sejumlah murid sendiri di saat jam belajar dan dilihat seluruh peserta didik ( PD ) yang ada di ruang kelas.

    Salah seorang siswa Andika tangannya sampai terkilir lantaran keberingasan dan amarahnya berlebihan hanya persoalan kecil dan sepele.

    Begini kronologi kejadian.

    Pada tanggal 18 Januari lalu di saat jam mengajar ” BM ” mengawali proses belajar mengajar dengan memanggil peserta didik ( PD ) Aria dan Gresia ke depan.

    Lalu sang guru BM bertanya tentang PR lantas Aria dan Gresia menjawab gak ada pak sembari mengakui tidak mengerjakan PR.

    Seketika itu BM naik darah dan emosi tidak terkontrol, secara membabi buta menganiaya Aria dan Grasia di saksikan semua teman temannya.

    Peserta didik di ruang kelas tersebut diam dan ketakutan melihat kedua temannya diperlakukan guru BM demikian.

    Kebrutalan BM berikutnya kepada Andika, bemula Andika bertemu dengan Hela anak BM yang sekolah di sekolah tersebut.

    Andika mengatakan begini kepada Hela, kok bapakmu galak sekali.

    Hela tidak menaggapi omongan Andika, tetapi Hela berlari kamar mandi lalu menangis dan dilihat peserta didik ” A “.

    Lantas ” A ” mengadukan hal itu kepada BM, maka pada hari Kamis tanggal 19 januari atau ke esokan harinya, usai selesai peserta didik makan , BM masuk kelas langsung memanggil Andika ke depan.

    Begitu di depan langsung berkata, ”
    bilang apa, kalian bikin anakku nangis sambil memukul mereka berdua pakai buku gambar besar ke kepala mereka sekuatnya.

    Tidak berhenti sampai disitu, berikutnya menarik tangan andika dan mengangkatnya ke atas dengan kuat kuat lalu menyeret ke luar dari kelas sembari mendorong keluar kelas hingga tercampak kelantai berguling guling, akibatnya tangan Andika terkilir.

    Demikian diceritakan narasumber awak media ini yang tidak disebutkan jati dirinya dalam pemberitaan ini.

    Begini kondisi Andika, tangannya terkilir digendong

    Sejak dari kejadian tersebut hingga berita ini dikirim Andika tidak berani ke sekolah karena ketakutan dan trauma dengan kejadian yang dialaminya.

    Celakanya sampai berita ini dikirim pihak sekolah sepeetinya tidak perduli dan seolah membiarkan kejadian itu atau menganggap angin lalu, terbukti pihak sekolah sama sekali tidak ada menghubungi orangtua korban.

    Awak media ini pada ( 01/02 ) konfirmasi kepala sekolah dan Yayasan via whatsApp namun, hingga berita ini diterbitkan tidak berkenan memberikan jawaban.

    Terkait dengan hal ini diminta kepada Kadis Pendidikan Deli Serdang tidak tinggal diam. ( Red  )

  • Satu Unit Ruko Terbakar, 2 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

    Satu Unit Ruko Terbakar, 2 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

    Sergai, mediaribunsumut.com

    Satu unit ruko yang berlokasi di Simpang Tanah Raja Desa Sei Buluh Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, terbakar Sabtu (21/1/2023) sekira pukul 12.00 WIB.

    “Belum diketahui secara pasti penyebab peristiwa kebakaran sebuah ruko tersebut. Namun atas kejadian tersebut dua orang dikabarkan mengalami luka bakar dan dilarikan ke Rumah Sakit.

    Akses Jalan lintas Sumatera Utara (Jalinsum) Medan – tebing tinggi dan sebalik mengalami padat dan merayap akibat truk yang melintas dan ratusan warga melihat kejadian secara langsung.

    Petugas Damkar Berjuang Padamkan Sijago Merah

    “Pantuan wartawan ,api yang semakin membesar berasal dari sebuah ruko milik Sinar Raja penjual alat alat listrik dan bahan bangunan..

    Api juga menyambar sebagian ruko penjual sparepart sepeda motor yang juga bengkel. Beberapa menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Sergai datang kelokasi.

    Informasi yang diperoleh, dua korban yang mengalami luka bakar yaitu atas nama Surya dan Toni adalah kakak beradik dari anak pemilik tokoh Sinar Raja. (DM)

     

  • Miris… Kasus Pelecehan Dibawah Umur Didamaikan Aparat Desa Untuk Tidak Saling Menuntut di Kemudian Hari

    Miris… Kasus Pelecehan Dibawah Umur Didamaikan Aparat Desa Untuk Tidak Saling Menuntut di Kemudian Hari

    Miris, Kasus Pelecehan Dibawah Umur Didamaikan Aparat Desa Untuk Tidak Saling Menuntut di Kemudian Hari

     

    Serdang Bedagai | mediatribunsumut.com –

     

    Miris dan menyedihkan, pasalnya kasus pelecehan terhadap anak dibawah umur malah didamaikan aparat desa di kantor desa di kecamatan Perbaungan Kab Serdang Bedagai ( Sergai ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) bukannya dilaporkan ke kantor Polisi.

    Alasan Terjadi Perdamaian.

    Berdalih, korban pelecehan belum dirusak, hanya diciumi, dipeluk dan diremas buah dada korban Bunga ( 14 )  ( bukan nama aslinya) siswi kelas 2 SMP sehingga aparat desa mendamaikan keluarga korban dengan sang predaror JML ( 31 ) pria beristri dan beranak dua. Sabtu (21/01/23)

    Perdamaian kasus pelecehan terhadap anak dibawah umur tersebut sengaja diganti menjadi kasus kesalahpahaman, ditanda tangani korban dan pelaku JML bertempat di Aula kantor Desa, dengan saksi 4 orang satu diantaranya E S adalah aparat desa serta Bhabinkamtibmas Aiptu AM.

    Demikian penjelasan narasumber awak media ini yang tak disebutkan jati dirinya dalam pemberitaan ini pada Kamis ( 19 / 01 ).

    Bukti surat perdamaian sengaja Blur – red yg dikeluarkan pihak desa

     Penelusuran  Investigasi

    Terkait hal tersebut, awak media tribunsumut.com pun konfirmasi kepada Kades Prayetno  Atmojo  ( 56 ) pada  Jum,at.  20 – 01 ) membenarkan telah terjadi perdamaian namun saat perdamaian saya tidak ada, katanya.

    Pada hal kasus sebenarnya diketahui aparat desa dan saksi karena keluarga korban melaporkan kejadian yang dialami Bunga ke kantor Desa setempat, celakanya pelaku JML adalah tetangga korban, lantas mengapa kasus diganti menjadi kesalahpahaman.

    Begini kronologi pelecehan yang dialami Bunga

    Saat Bunga masuk kamar usai mandi, tiba tiba pelaku JML masuk ke kamarku, disaat aku ganti baju, dia memeluk dan penciyumi aku dan memegan buah dadaku sampai aku menjerit, untung datang Adek ku F (11) dan ikut menjerit barulah dia keluar.

    Kejadian ini telah berulang ulang dialami Bunga, makanya Bunga menceritakannya kepada abang kandungnya.

    Lalu abang kandungnya menanyai Bunga secara detail, korban pun menceritakannya dan kejadian ini sudah berkali kali gak ingat lagi aku bang kata Bunga.

    Merasa adeknya dilecehkan, sang abang pun bercerita kepada wawak korban dan kepada orang tua korban dan sepakat untuk dilaporkan ke kantor desa.

    Setelah di kantor desa para perangkat desa mengumpulkan warga dan ayah korban jugak keluarga pelaku, sehingga dirembukkan untuk berdamai di kantor desa yang dihadiri keluarga pelaku, dan ayah Bunga (korban) bersama uwak korban namun ibu kandung korban berhalang hadir karena kerja di Negeri jiran (Malaysia).

    (red)

     

  • Melawan Pantai Mesir.. Konfrontasi Rusia-Inggris Hampir Berakhir dengan “Bencana”

    Melawan Pantai Mesir.. Konfrontasi Rusia-Inggris Hampir Berakhir dengan “Bencana”

    Konfrontasi militer Rusia-Inggris telah berulang dalam beberapa bulan terakhir, setelah pecahnya perang di Ukraina, tetapi sebagian besar berlokasi di belahan bumi utara. Adapun konfrontasi baru yang diresmikan pada hari Jumat, terjadi di hati Timur Tengah, khususnya di perairan internasional lepas pantai Mesir. .

    Egypt – Kamera mendokumentasikan momen dramatis di mana satu skuadron pesawat tempur Rusia terbang di dekat kapal induk Inggris “Ratu Elizabeth”, yang berada di perairan internasional di lepas pantai Mesir dalam perjalanan ke Terusan Suez.

    Dan surat kabar Inggris “Daily Mail” mengungkapkan, pada hari Jumat, bahwa insiden tersebut terjadi pada Juni 2021, saat syuting film dokumenter di atas kapal induk Inggris.

    Film dokumenter BBC berjudul “Mission Journey” bercerita tentang kapal induk “Ratu Elizabeth” yang berlayar selama tujuh bulan menuju Timur Jauh.

    Surat kabar itu mengatakan bahwa satu skuadron pesawat tempur Rusia yang terdiri dari 3 pesawat tempur, setidaknya dua di antaranya adalah model “Sukhoi-24”, terpantau dalam rekaman video, saat sedang menuju bagian laut, yang biaya produksinya sekitar $4. miliar.

    Surat kabar tersebut menyatakan bahwa cara pesawat tempur Rusia yang lepas landas dari pangkalan di Suriah menunjukkan bahwa pesawat itu hampir menyebabkan “bencana diplomatik”.

    Dalam atmosfer ini, di mana pesawat tempur Rusia mendekati jarak dekat (beberapa kilometer), tampaknya awak kapal perang Inggris yang berjumlah 1.500 pelaut sedang bersiap untuk konfrontasi yang akan segera terjadi.

    Pesawat tempur F-35 ditempatkan di kapal, siap lepas landas.