Blog

  • Rabat Beton Ta 2024 Milik Dinas Perkim Tapsel Mulai Hancur 

    Rabat Beton Ta 2024 Milik Dinas Perkim Tapsel Mulai Hancur 

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Rabat beton Ta 2024 milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman ( Perkim ) Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) pagu anggaran Rp 200 juta mulai hancur.

    Proyek tersebut di desa Lantosan Rogas Kec Angkola Timur, saat ini kondisi jalan rabat beton terpantau  mulai jungkir,  material berkeping keping.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com ( 01/09 ) melalui WhatsApp.

    Kondisi jalan tersebut menggambarkan dugaan proyek dikerjakan asal jadi,maka wajarlah jalan rabat beton yang dibangun Ta 2024 kini sudah rusak parah, ujarnya.

    Usia proyek tersebut tidak bertahan lama, diperkirakan enam bulan lebih kurang, perlahan lahan hancur, tegasnya.

    Material pasir, bebatuan bercampur seperti tanah itulah yang terlihat di hamparan jalan rabat beton yang rusak parah, artinya kondisi rabat beton itu seperti bangunan beberapa tahun yang lalu, pada hal di bangun Ta 2024, bebernya.

    Untuk itu diminta kepada Kadis Perkim Tapsel berkenan memberikan penjelasan, dibalik hancurnya jalan rabat beton yang di bangun tahun 2024.

    ( Tim ).

  • Rp 100 Juta, Kata Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Tapsel Kurang Untuk Buat Sumur Bor 

    Rp 100 Juta, Kata Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Tapsel Kurang Untuk Buat Sumur Bor 

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Rp 100 juta, kata Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Tapanuli Selatan ( Tapsel ) kurang untuk membuat sumur bor.

    Pembangunan sumur bor di Lantosan Rogas kec Angkola Timur gagal dibangun karena dananya kurang memadai.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 01/09 ) usai konfirmasi pada Kabid Cipta Karya Wildan Maradona Harahap.

    Kata Kabid Cipta Karya, proyek itu tidak jadi dikerjakan dengan alasan anggarannya kurang, jadi penjelasan Kabid Cipta Karya kurang diterima akal sehat, sebab untuk membuat sumur bor ditaksir tidak sampai Rp 100 juta, ungkapnya.

    Kita ambil saja perbandingan sumur bor milik masyarakat di desa Lantosan Rogas, ternyata tidak sampai Rp 50 juta.

    Lagian pada saat pengajuan, diyakini PPK sudah memiliki data tentang kondisi riil di lapangan, jadi alasan Kabid Cipta Karya seolah mengada – ada, tegas Tohong.

    Selain itu Kabid Cipta Karya, mengetahui air adalah kebutuhan pital, sudah sepatutnya, Kabid Cipta Karya tidak menunda pembangunan sumur bor di desa Lantosan Rogas, ujarnya.

    Bayangkan untuk masyarakat desa Lantosan Rogas untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci pakaian terpaksa menempuh jarak lebih kurang 500 meter, terangnya.

    Atau seperti issu yang beredar, bahwa paket proyek sumur bor dialihkan ke desa lain, sebab paket proyek tersebut jelas dan nyata ada dalam sistem informasi rencana umum pengadaan ( SIRUP ) yang diumumkan resmi kepada publik, tandasnya.

    Kalau soal dana kurang, berapa dana yang dibutuhkan untuk membangun sumur bor, seperti apa kwalitas sumur bor yang akan dibangun, sehingga anggaran Rp 100 juta kurang, tutupnya.

    ( Tim  ).

  • Titik Terang Gerakan Rakyat Sumut: Kantor DPW Resmi Beroperasi di Medan

    Titik Terang Gerakan Rakyat Sumut: Kantor DPW Resmi Beroperasi di Medan

    Medan, Sumatera Utara – Setelah sempat menjadi teka-teki, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Sumatera Utara (Sumut) akhirnya punya rumah baru! Pada Jumat, 29 Agustus 2025, DPW Gerakan Rakyat Sumut resmi menempati kantor di Jalan Durung No. 85, Medan Tembung, menjawab semua pertanyaan yang selama ini beredar di kalangan pengurus, kader, dan simpatisan.

    Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa organisasi tetap solid dan siap bergerak maju, meskipun sempat diterpa isu ketidakjelasan kantor.

    Solidaritas Jadi Kunci Kebangkitan

    Penetapan kantor baru ini bukan terjadi begitu saja. Ini adalah hasil dari semangat gotong royong para pengurus DPW, DPD, serta simpatisan setia yang tak ingin Gerakan Rakyat kehilangan arah hanya karena masalah administratif.

    “Kami sadar betul, organisasi ini butuh wadah resmi agar bisa berjalan dengan baik. Karena itu, dengan dukungan penuh dari rekan-rekan pengurus DPD dan simpatisan yang loyal, kami berinisiatif untuk mewujudkan kantor DPW Sumut ini,” ujar salah seorang pengurus yang hadir dalam peresmian kantor.

    Agenda Padat Menanti: Musyawarah dan Konsolidasi

    DPW Gerakan Rakyat Sumut tak hanya berpuas diri dengan penetapan kantor baru. Agenda penting sudah menanti di depan mata. Pada Minggu, 31 Agustus 2026, akan digelar Musyawarah DPW yang dilanjutkan dengan pertemuan bersama DPW dan DPD. Forum ini akan menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi kinerja organisasi selama ini.

    Beberapa poin penting yang akan dibahas dalam musyawarah tersebut antara lain:

    • Evaluasi Total: Meninjau kembali pencapaian dan kendala yang dihadapi DPW dan DPD dalam periode sebelumnya.
    • Ekspansi Kilat: Mempercepat pembentukan DPD di kabupaten/kota serta DPC di tingkat kecamatan untuk memperluas jaringan organisasi.
    • Target Jelas: Merumuskan target kerja konkret yang bisa dijalankan dalam jangka pendek maupun jangka panjang, dengan fokus pada program yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
    • Solidaritas Abadi: Mempererat hubungan antara pengurus, kader, dan simpatisan agar Gerakan Rakyat di Sumut semakin kompak dan kuat menghadapi tantangan.

    Harapan Baru di Rumah Baru

    Keberadaan kantor di Jalan Durung No. 85 diharapkan menjadi pusat aktivitas yang mampu menghidupkan kembali roda organisasi. Kantor ini akan menjadi tempat koordinasi, pusat informasi, dan ruang diskusi bagi seluruh jajaran pengurus.

    Para simpatisan menyambut gembira langkah ini. Mereka yakin, kejelasan kantor akan mengembalikan kepercayaan publik bahwa Gerakan Rakyat tetap hadir di tengah masyarakat. Bagi para pengurus, kantor ini adalah simbol komitmen untuk menjaga marwah organisasi.

    “Organisasi ini lahir dari semangat rakyat, dan sudah sepantasnya kita mengelolanya dengan serius. Kantor ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol tekad kita untuk terus berdiri dan bergerak,” tegas salah satu koordinator wilayah yang mendukung penuh penetapan kantor tersebut.

    Menepis Keraguan, Membangun Kepercayaan

    Absennya kantor DPW selama ini memang sempat memicu keraguan dan kritik dari berbagai pihak. Sebagian pihak bahkan mempertanyakan eksistensi Gerakan Rakyat di Sumatera Utara.

    Namun, dengan ditetapkannya kantor baru ini, DPW Sumut ingin membuktikan bahwa organisasi tetap hidup dan siap berbenah diri. Penetapan kantor ini juga menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola organisasi agar lebih transparan, terbuka, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

    Menuju Gerakan yang Lebih Kuat dan Berarti

    Musyawarah yang akan digelar pada 31 Agustus 2026 diharapkan menjadi titik balik penting bagi konsolidasi organisasi. Momentum ini akan dimanfaatkan untuk menyatukan visi, menyusun strategi baru, dan mempercepat langkah memperkuat struktur hingga ke akar rumput.

    Gerakan Rakyat Sumut menegaskan komitmennya untuk terus berjuang demi kepentingan masyarakat. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah aspirasi rakyat di berbagai bidang, mulai dari sosial, politik, ekonomi, hingga budaya.

    Penetapan kantor DPW Gerakan Rakyat Sumatera Utara di Jalan Durung No. 85, Medan Tembung, adalah tonggak penting dalam perjalanan organisasi ini. Dengan dukungan pengurus, kader, dan simpatisan yang loyal, Gerakan Rakyat Sumut kini kembali menegaskan eksistensinya.

    Musyawarah DPW dan pertemuan bersama DPW–DPD pada 31 Agustus 2026 akan menjadi forum evaluasi dan awal dari percepatan kerja organisasi ke depan. Harapannya, Gerakan Rakyat di Sumut tidak hanya sekadar bertahan, tetapi benar-benar hadir sebagai kekuatan rakyat yang solid, terorganisir, dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Dengan semangat kebersamaan, DPW Gerakan Rakyat Sumut optimis mampu menjawab semua tantangan dan bergerak menuju masa depan yang lebih baik.

  • Desa Aek Batang Paya Di Lingkar PLTA Kondisi Jalannya Memperihatinkan 

    Desa Aek Batang Paya Di Lingkar PLTA Kondisi Jalannya Memperihatinkan 

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Desa Aek Batang Paya Kec Sipirok Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) berapa di lingkar PLTA, namun kondisi jalannya memperihatinkan.

    Warga desa Aek Batang Paya belum menikmati infrastruktur jalan yang layak, jalan menuju desa hancur total, saat melewati jalan pengendara harus ekstra hati-hati.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 29/08 ).

    Terkait hal tersebut, beberapa waktu lalu telah dikonfirmasi Humas PLTA, menurutnya perusahaan telah membantu masyarakat di bidang pertanian dua tahun terakhir ini, sebutnya.

    Namun, penjelasan Humas PLTA bertentangan dengan penjelasan masyarakat dan Kades Aek Batang Paya, menurut mereka tidak dapat bantuan apa pun dari PLTA, tuturnya menirukan bahasa masyarakat dan Kades.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, penjelasan masyarakat ada benarnya,sebab kondisi jalan menuju desa tersebut hancur total, pada hal kita tau perusahaan mengetahui akses jalan adalah salah satu kebutuhan pital, tegas Tohong.

    Untuk diminta kepada perusahaan, memberikan penjelasan dana Tanggung Jawaban Sosial Lingkungan ( TJSL ) di salurkan kemana, tutupnya.

    ( Tim ).

  • Kabid SMP Disdik Tapsel Joget Tak Pantas Di Lingkungan Sekolah 

    Kabid SMP Disdik Tapsel Joget Tak Pantas Di Lingkungan Sekolah 

    Tapsel,

     mediatribunsumut.com

    Kabid SMP dan pegawai Dinas Pendidikan ( Disdik ) Tapanuli Selatan ( Tapsel ) lainnya joget tak pantas di lingkungan sekolah.

    Dari video yang beredar, sang Kabid dengan goyangannya, pegawai Dinas lainnya, diikuti diduga para tenaga pendidik.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 29/08 ).

    Lokasi yang digunakan disinyalir di salah satu halaman satuan pendidikan di Kec Batang Toru, sebutnya.

    Dari papan informasi yang ada di belakang para pengelola pendidikan di lingkungan Disdik Tapsel, tertulis hari Indonesia menabung ( HIM ), terangnya.

    Kalau beginilah prilaku para panutan di lingkungan dinas Pendidikan, patut dipertanyakan mau dibawa kemana dunia pendidikan Tapsel, tegasnya.

    Seperti pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berdiri, artinya moral para pendidik di Tapsel, patut dikhawatirkan, tandasnya.

    Terkait dengan hal itu, diminta kepada Kadis Pendidikan mengambil ijazah tindakan tegas, karena seorang panutan dinilai berprilaku tak pantas, harapnya.

    ( Tim ).

  • Kadis Budporapar Deli Serdang Tolak Berikan Informasi Publik, Dinilai Coreng ” Muka” KDH

    Kadis Budporapar Deli Serdang Tolak Berikan Informasi Publik, Dinilai Coreng ” Muka” KDH

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Kadis Kebudayaan , Pemuda Dan Olahraga serta Pariwisata ( Budporapar ) Deli Serdang menolak secara terang-terangan memberikan informasi publik, hal ini dinilai mencoreng ” muka” kepala daerah ( KDH ).

    Penolakan pemberian informasi publik tersebut disampaikan Kadis Budparpora Yudy Hilmawan secara tertulis dengan surat No: 400.63/6733/disbudporapar /DS/2025 tanggal 28 Agustus 2025 yang ditujukan kepada pimpinan media tribun Sumut.com

    Karena Disbudporapar telah diaudit Aparat Pengawasan Intern Pemerintahan (  APIP ), maka Kadis mengarahkan mediatribunsumut.com langsung mengklarifikasi ke APIP.

    Bukankah tindakan Kadis Budporapar memalukan, pasalnya sesuai aturan yang berlaku beliau adalah Pengguna Anggaran ( PA ) / Kuasa Pengguna Anggaran ( KPA ) yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan dimaksud.

    Hari ke dua menjabat Kadisbudparpora, telah mempertontonkan pelanggaran aturan, seolah menunjukkan kuasa tanpa aturan, ini dinilai secara tidak langsung memalukan Bupati Deli Serdang.

    Kesannya Bupati Deli Serdang tidak memiliki nyali me- nonjobkan Yudy Hilmawan, sebab sebelumnya menjabat Kadis Pendidikan, kinerjanya disoroti banyak media.

    Kendati demikian, Yudy Hilmawan masih bertengger di eselon II, hanya pindah Dinas saja, terkait hal tersebut diminta kepada Bupati Deli Serdang memberikan pembinaan kepada bawahannya itu.

    ( Tim ).

  • Proyek Sumur Bor Ta 2024 Di Lantosan Rogas Milik Dinas PUPR Tapsel Simpan Misteri 

    Proyek Sumur Bor Ta 2024 Di Lantosan Rogas Milik Dinas PUPR Tapsel Simpan Misteri 

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Proyek sumur bor Ta 2024 di desa Lantosan Rogas Kec Angkola Timur milik Dinas PUPR Tapanuli Selatan ( Tapsel ) menyimpan misteri.

    Pasalnya proyek pembangunan sumur bor tersebut sedianya terlihat wujudnya karena proyek itu proyek fisik.

    Namun sampai saat ini tidak ditemukan wujudnya di desa Lantosan Rogas, tentu menyisakan sederet tanya, apakah proyek itu proyek siluman.

    Sangat janggal, proyek pemerintah di jaman modern sekarang ini, proyek fisik jadi siluman, atau jangan jangan proyek itu fiktif.

    Terkait hal  tersebut mediatribunsumut.com konfirmasi PPTK melalui WhatsApp pada ( 26/08 ) namun yang bersangkutan tidak menanggapi, bahkan ditelp melalui sambungan WhatsApp tidak diangkatnya.

    Belum diketahui pasti mengapa pejabat tersebut belum berkenan memberikan penjelasan pada hal informasi tentang kegiatan proyek bukankah informasi yang dikecualikan.

    Di tempat terpisah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar mengaku kecewa sebab PPTK memblokir nomor HP nya usai mempertanyakan proyek sumur bor tersebut.

    ( Tim ).

  • AMKP Bantu Polda Sumut Urai Kebuntuan  Soal DPO Bandar Judi Tak Ditangkap 

    AMKP Bantu Polda Sumut Urai Kebuntuan  Soal DPO Bandar Judi Tak Ditangkap 

     Medan,

    mediatribunsumut.com

    Aliansi Masyarakat Kota Padangsidimpuan ( AMKP ) siap membantu Polda Sumut mengurai Kebuntuan soal daftar pencarian orang ( DPO ) Bandar Judi tak ditangkap hingga saat ini ( 25/08 ).

    AMKP terpaksa menyambangi Mapolda Sumut, kembali melakukan unjuk rasa di Mapolda Sumut lantaran Polda Sumut seperti setengah hati menangani kasus tersebut.

    Demikian dikatakan penanggung jawab aksi Mahmud Nasution kepada mediatribunsumut.com saat dikonfirmasi usai menyampaikan aspirasi di depan pintu gerbang Mapolda Sumut ( 25/08 ).

    Kami masyarakat kota Padangsidimpuan datang ke Mapolda ini untuk membantu Polda Sumut, sebab masyarakat butuh kepastian hukum seorang DPO sebagimana dalam putusan Pengadilan Negeri Padangsidimpuan No 318/Pid. B/ 2022/PN. Psp dan putusan Pengadilan Negeri Padangsidimpuan No: 388/Pid. B/2022/PN. Psp telah dilantik menjadi anggota DPRD Padangsidimpuan priode 2024-2029, tegasnya.

    Bukan janji janji Polda Sumut lagi yang diharapkan masyarakat kota Padangsidimpuan, tetapi tindakan karena kasusnya sejak tahun 2022, sebutnya.

    Atau Polda Sumut sengaja mengulur ngulur waktu agar para saksi kunci dalam kasus ini tidak ada lagi di dunia ini, seperti putusan Pengadilan Negeri Padangsidimpuan No:318/Pid. B/2022/PN. Psp saksi kunci telah meninggal dunia karena dalam kedua kasus tersebut ada dua DPO namun keduanya masih bebas berkeliaran menghirup udara bebas, ungkapnya.

    Taruhannya adalah integritas aparat Polda Sumut, mengapa DPO bandar judi sulit ditangkap, atau jangan jangan benar issu yang berkembang di lapangan, sampai kapan pun bandar tal tersentuh hukum karena uang sang bandar tak ” berseri” alias uang bandar judi mampu memenuhi kebutuhan permintaan siapa pun yang mengusik usaha harammya, tandasnya.

    Bayangkan DPO bandar judi dilantik jadi anggota DPRD, dikhawatirkan dapat mencoreng nama baik lembaga negara, selain itu dikhawatirkan dalam melahirkan kebijakan akan melenceng, tutupnya.

    ( Tim ).

  • Proyek Sumur Bor Ta 2024 Di Lantosan Rogas Tidak Ditemukan 

    Proyek Sumur Bor Ta 2024 Di Lantosan Rogas Tidak Ditemukan 

    Tapsel,

     mediatribunsumut.com

    Proyek sumur bor Ta 2024 di desa Lantosan Rogas Kec Angkola Timur Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) sampai saat ini tidak ditemukan.

    Sudah ditelusuri di desa tersebut, namun bangunan sumur bo tidak ditemukan, disinyalir proyek tersebut fiktif.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 23/08 ).

    Proyek fisik milik Dinas PUPR Tapsel dengan pagu anggaran Rp 100 juta setelah ditelusuri di desa Lantosan Rogas sama sekali tidak pernah dibangun pada Ta 2024, ujarnya.

    Di desa tersebut hanya dua sumur bor, milik pribadi masyarakat, jadi kalau bangunan pemerintah Kab Tapsel sampai sekarang ( 23/08 ) tidak ada, ungkapnya.

    Pada hal berdasarkan pengumuman resmi Dinas PUPR di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah ( SIRUP LKPP ) sedianya sudah selesai di bangun karena saat ini sudah Ta 2025, tegasnya.

    Terkait hal tersebut, telah dikonfirmasi Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK ), yang bersangkutan malah memblokir nomor HP saya, kata Tolong.

    Jadi patut dicurigai, proyek pembangunan sumur bor Ta 2024 untuk desa Lantosan Rogas Kec Angkola Timur fiktif, tandasnya.

    Diminta kepada Kadis PUPR Tapsel diharapkan tidak keberatan memberikan penjelasan, mengapa proyek pembangunan sumur bor itu tidak dikerjakan, tutupnya.

    ( Tim ).

  • Camat Panyambungan Utara Minta Ruang Kelas SDN 062 Dipinjam Pakai 

    Camat Panyambungan Utara Minta Ruang Kelas SDN 062 Dipinjam Pakai 

    Madina, mediatribunaumut.com

    Camat Panyambungan Utara Kab Mandailing Natal ( Madina ) meminta ruang kelas( RK ) SDN 062 dapat dipinjam pakai TK Satu Atap 062 Mompang Jae.

    Saya berharap kepada Kepsek SDN 062 dan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Madina berkenan memberikan pinjam pakai ruang yang kosong atau yang tidak digunakan lantaran TK Satu Atap 062 hanya memiliki satu ruang dengan total peserta didik ( PD ) 89 orang.

    Demikian sambutan Camat Panyambungan Utara Adi Melferi, SH, MM dalam di saat kunjungan Bunda PAUD Madina pada ( 22/08 ).

    Sembari menunggu terealisasinya permohonan pembangunan ruang kelas, demi kenyamanan anak anak kita belajar, tuturnya.

    Sementara Bunda PAUD Ny Yupri Astuti Saipul Nasution menanggapi permohonan Kepsek TK Satu Atap 062, mengatakan akan menyampaikan hal tersebut kepada Kadis Pendidikan Madina semoga tahun depan  menjadi prioritas dan dibangun.

    Tidak seperti saat ini satu ruangan di sekat menjadi tiga bagian untuk anak anak yang bersekolah di sini, ujarnya.

    Saya berharap kepada guru dan orang tua dapat menempah putra putri kita,  pola asuh bermain menerapkan hidup sehat dan bersih, pintanya.

    Bunda PAUD menyerahkan beberapa jenis kebutuhan anak TK seperti alat tulis, pewarna, vitamin dan obat cacing.

    Kedatangan Bunda PAUD disambut dengan tor tor selamat datang dari TK Satu Atap 062 yang telah dipersiapkan Kepala sekolah TK Satu Atap 062.

    ( Tim )

  • 13 Paket Sabu Dari 2 Pengedar Diringkus Polsek Air Joman Polres Asahan 

    13 Paket Sabu Dari 2 Pengedar Diringkus Polsek Air Joman Polres Asahan 

    Asahan, mediatribunsumut.com

    13 paket Sabu dari dua ( 2 ) pengedar narkoba diringkus Polsek Air Joman Polres Asahan.

    Unit Reskrim Polsek Air Joman berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika di wilayah Dusun II, Desa Air Joman Baru, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan pada Selasa (12/08 ). 

    Polisi mengamankan dua orang pria bersama barang bukti narkotika jenis sabu siap edar.

    Demikian dikatakan Kapolsek Air Joman, AKP SRT. Siburian, SH kepada wartawan dalam penangkapan setelah menerima informasi dari masyarakat adanya aktivitas transaksi narkoba di daerah tersebut.

    Kanit Reskrim IPDA Jefry Gultom, SH., MM beserta tim menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan, tegasnya.

    Setibanya di lokasi, petugas mendapati seorang pria berinisial AAPN ( 23 ) tahun, dari tangannya ditemukan 13 bungkus klip kecil berisi sabu yang disimpan dalam sebuah kaos kaki berwarna hitam, ujarnya.

    Pada pemeriksaan, AAPN mengaku barang haram tersebut diperolehnya dari RR alias Jeki ( 37 ) tahun yang saat ini tengah berada di dalam rumahnya, bebernya.

    Tanpa membuang waktu, Tim Reskrim kemudian melakukan pengamanan terhadap RR, dari hasil interogasi, RR mengakui bahwa sabu tersebut adalah miliknya yang diberikan kepada A untuk dijual kembali, tegasnya.

    Kedua pelaku berikut barang bukti  telah diserahkan ke Sat Resnarkoba Polres Asahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta dilakukan pengembangan jaringan peredaran narkotika, tutupnya.

    Sementara Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, SH., S.I.K., MH, didampingi Humas Polres Asahan IPDA ROPII  SH. MH, mengapresiasi kinerja Polsek Air Joman atas keberhasilannya.

    “Kami terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Asahan. Keberhasilan ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menjaga generasi muda dari bahaya narkotika,” tegas Kapolres.

    Barang bukti yang diamankan berupa 13 paket sabu siap edar, sementara kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

    Polres Asahan menghimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya peredaran narkotika di lingkungannya.

    (  Tim ).

  • Diduga Kapsek SDN 100309 Sibio Bio Tak Malu, Minta Uang KIP Seikhlasnya 

    Diduga Kapsek SDN 100309 Sibio Bio Tak Malu, Minta Uang KIP Seikhlasnya 

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Diduga kepala sekolah ( Kepsek ) SDN 100309 Sibio Bio Kec Angkola Timur Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) tak punya malu, meminta uang  Kartu Indonesia Pintar ( KIP ) seikhlasnya dari orangtua peserta didik ( PD ).

    Dengan jabatannya sebagai Kepsek bangga mengatakan tidak melakukan penguatan dari dana KIP, kami hanya mengatakan minta pengertian orangtua penerima bantuan KIP, itu kami rapatkan di ruang Perpustakaan.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR  ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 18/08 ).

    Tidak dapat dibayangkan, dengan jabatan paling tinggi di satuan pendidikan SDN 100309 Sibio  Bio, bangga mengatakan dirapatkan, mengharapkan pengertian dari orangtua yang kurang mampu penerima bantuan KIP, mengharapkan belas kasih karena telah mengurus administrasi penerima bantuan, menyedihkan, bukankah ini dapat dikatakan serakah dan rakus, menghalalkan segala cara demi rupiah, tegas Tohong.

    Memang berat jika kepsek SDN 100309 sudah ” putus urat malunya”, maka wajarlah guru ” S ” melakukan sanksi pada PD bayar saksi Rp 2.000  bila tak mengerjakan pekerjaan rumah ( PR ), ungkapnya.

    Tidak itu saja, diduga saat mengambil ijazah dipungut Rp 40 ribu per siswa, jadi kepemimpinan Kepsek yang satu ini adalah uang, uang dan uang, tandasnya.

    Apakah dengan jabatan yang amanahkan kepada Kepsek di legalkan meminta minta dengan alasan uang lelah alias uang capek, sebutnya.

    Terkait hal itu, menurut Ketua LSM PAKAR, dalam waktu dekat Kabid SD Dinas Pendidikan Tapsel akan memanggil yang bersangkutan , tutup Tohong menirukan bahasa

    ( Tim )

  • Diduga Wartawan Berita28 Mengcopy Isi Berita mediatribunsumut.com

    Diduga Wartawan Berita28 Mengcopy Isi Berita mediatribunsumut.com

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Diduga wartawan berita28 mengcopy atau menggandakan isi berita mediatribunsunut.com yang terbit pada ( 13/08 ).

    Isi berita yang terindikasi disalin wartawan berita28 yakni berita dengan judul Diduga Tak Kerjakan PR Dan Uang Lelah Modus Legalkan Pungli Di SDN 100309 Tapsel.

    Di isi berita tersebut dapat dikatakan sama, yang diganti hanya narasumber dan judul berita, kalimat dan susunan bahasanya sama dengan berita di media tribun Sumut.com.

    Sehari setelah berita mediatribunsumut.com terbit, disusul pada ( 14/08 ) terbit berita di media berita28.

    Terkait hal tersebut diminta kepada wartawan berkenan memberikan klarifikasi kepada mediatribunsumut.com.

    Terkait tanggapan wakil Pemred berita28 Rizky Anandaputri Buyung Lubis, SH merasa risih dan marah akibat keberanian oknum tersebut mencampuri pemberitaan media ini, disinyalir salah kaprah bila tudingan itu dialamatkan ke mediatribunsumut.com sebab berita mediatribunsumut.com terbit pada ( 13/08 ) dan berita di media berita28 terbit pada ( 14/08 ).

    Dan mediatribunsumut.com memiliki narasumber yakni Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapanuli Selatan ( Tapsel ).

    Sekali lagi diminta kepada wartawan berita28 segera memberikan klarifikasi kepada mediatribunsumut.com.

    Dan terkait dugaan pungli yang ada di SDN 100309 Sibio- bio Kec Angkola Timur Kab Tapsel diminta kepada Ketua DPC LSM PAKAR melaporkannya ke aparat penegak hukum ( APH ).

    ( Tim ).

  • Diduga Rumah Orangtua Wartawan Sengaja Dibakar, Buntut Pemberitaan

    Diduga Rumah Orangtua Wartawan Sengaja Dibakar, Buntut Pemberitaan

    Padangsidimpuan,

    mediatribunsumut.com

    Diduga rumah orangtua seorang wartawan media online Mahmud Nasution sengaja dibakar, disinyalir kejadian itu buntut pemberitaan.

    Kendati dua pemberitaan telah berlalu bahkan sanksi adat pun telah diberikan kepada Mahmud dan keluarganya sepertinya dendam kesumat memicu petaka yang dialami orangtua wartawan Mahmud.

    Terbakarnya kamar atas dan tangga rumah orangtua Mahmud sekitar pukul 19.56 Wib pada ( 15/08 ) kemungkinan bentuk perlawanan.

    Tindakan orang tak dikenal (  OTK  )  tersebut sudah jelas bertentangan dengan hukum dan tidak dapat dibenarkan.

    Begini kronologi

    Sore itu seperti biasa, kakak dan mama  berada di dapur untuk mempersiapkan bahan atau sayuran untuk jualan besok hari, ujar Mahmud.

    Karena waktunya makan anak kakka itu, lalu kakak ku pun menghampiri anaknya yang sedang bermain di ruang tamu, ketika itulah kakak melihat cahaya dari kamar atas, jelas Mahmud menirukan bahasa kakaknya.

    Lantas mendekat dan melihatnya, ternyata kobaran api di tangga atas  seketika kakak ku berteriak memanggil mama ku dan mama pun datang.

    Kakak dan mama berjuang memadamkan api dengan air yang ada di rumah, Alhamdulillah api pun dapat dipadamkan, setelah padam, barulah aku telpon, yang saat itu aku sedang di Sipirok.

    Terkait hal itu, diminta kepada Polres Padangsidimpuan segera mengusut dan menangkap pelakunya dan memproses sesuai hukum yang berlaku, pintanya.

    ( Tim ).

  • Laut Merah Putih di Jalanan Medan, Aksi Kader Muda Persis Sumut Sambut HUT RI ke-80

    Laut Merah Putih di Jalanan Medan, Aksi Kader Muda Persis Sumut Sambut HUT RI ke-80

    Medan, Sumatera Utara — Persimpangan Lampu Merah Aksara, Medan, siang itu menjadi lautan Merah Putih. Ratusan bendera berukuran kecil dibagikan oleh kader muda Persis Sumatera Utara kepada para pengendara yang melintas. Aksi ini merupakan bagian dari semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Tak hanya sekadar membagikan, para pemuda Persis ini berinteraksi langsung dengan pengemudi ojek online, becak, sopir angkutan umum, hingga pengendara motor. Total ada lebih dari 1000 bendera yang dibagikan, mengubah suasana jalanan yang padat menjadi lebih semarak dengan warna Merah Putih.

    Joko Imawan, Ketua PW Pemuda Persis Sumut, menjelaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar simbol. “Ini adalah gambaran semangat masyarakat Sumut dalam menyambut Hari Kemerdekaan. Bagi kami, ini adalah Al Ihtifalu Bin Nashri (Perayaan Kemenangan), dan sebagai generasi muda, kita harus menjadikannya Al Ihtifalu Bil Afkar (Perayaan Pemikiran, Ide, dan Gagasan) untuk terus membangun negeri ini.”

    Laut Merah Putih di Jalanan Medan, Aksi Kader Muda Persis Sumut Sambut HUT RI ke-80

    Pembagian bendera ini diharapkan dapat membangkitkan kembali rasa bangga sebagai bangsa Indonesia dan menumbuhkan semangat patriotisme di tengah masyarakat. Dengan mengibarkan Merah Putih, setiap individu diajak untuk merayakan identitasnya sebagai bagian dari bangsa yang merdeka. Aksi sederhana ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus terus dijaga dan diisi dengan karya nyata.(red)