Blog

  • Diduga Pengadaan Bibit Kelapa Dan Jeruk Nipis Ta 2024 DD TMB  Hamburkan Uang Negara 

    Diduga Pengadaan Bibit Kelapa Dan Jeruk Nipis Ta 2024 DD TMB  Hamburkan Uang Negara 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Diduga Pengadaan bibit kelapa Hibrida dan Jeruk Nipis Ta 2024 yang bersumber dari dana desa ( DD ) desa Tanjung Morawa B ( TMB ) menghamburkan uang negara.

    Pasalnya pengadaan bibit Kelapa Hibrida dan Jeruk Nipis dibagikan kepada seluruh Kepala keluarga ( KK ) yang ada di desa TMB.

    Pada hal Kades TMB Nazarianti dan Ketua BPD mengetahui tidak semua warga membutuhkan bibit Kelapa Hibrida dan Jeruk Nipis.

    Jadi terkesan dipaksakan pengadaan bibit Kelapa dan Jeruk Nipis, sebab banyak warga yang tidak mengambilnya.

    Atas perintah Kades Nazarianti kepada setiap Kadus, membagikan bibit tersebut kepada warga yang tidak mengambilnya.

    Akibatnya banyak warga  membiarkan bibit tersebut, tidak menanamnya lantaran tidak memiliki lahan.

    Terkait hal tersebut meduatribunsumut.com telah konfirmasi salah seorang anggota BPD melalui telepon WhatsApp pada ( 01/03 ).

    Beliau membenarkan banyak warga yang tidak menanam bibit dimaksud karena tidak memiliki lahan.

    Menurut beliau kala itu ada sejumlah warga yang mengusulkan Pengadaan bibit Kelapa Hibrida dan Jeruk Nipis dan jenis tanaman lainnya.

    Lantas Kades dan BPD memutuskan mengadakan ribuan bibit Kelapa dan Jeruk Nipis, kendati tidak semua warga membutuhkan bibit dimaksud, tutupnya.

    Untuk itu diminta kepada Camat Tanjung Morawa tidak tinggal diam, sebab terindikasi pengadaan bibit Kelapa Hibrida dan Jeruk Nipis menghamburkan uang negara.

    ( Tim ).

  • Diduga Pengadaan Pupuk PATEN Ta 2024 DD Desa Selamat ” Ajang” Korupsi 

    Diduga Pengadaan Pupuk PATEN Ta 2024 DD Desa Selamat ” Ajang” Korupsi 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Diduga pengadaan pupuk PATEN Ta 2024 dari dana desa ( DD ) desa Selamat Kec Biru Biru Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) ” ajang” korupsi.

    Indikasi itu terungkap setelah Tim mediatribunsumut.com konfirmasi sejumlah sumber yang berbelanja pupuk PATEN.

    Melalui sistem belanja yang ditawarkan pihak perusahaan,maka konsumen memperoleh keuntungan besar yakni menyentuh angka 100%.

    Jika sistem mitra yang dijalin Kades Selamat maka keuntungan pengadaan pupuk PATEN yang bersumber dari DD maka hasilnya menggiurkan.

    Sementara penjelasan sejumlah warga penerima bantuan pupuk, kecewa sebab pupuk yang dibutuhkan petani bukanlah pupuk PATEN.

    Lagian para petani tidak pernah mengajukan permohonan bantuan pupuk PATEN, jadi pengadaan pupuk PATEN ini kehendak Kades, sebut mereka.

    Jadi warga berharap Camat Biru Biru, Inspektorat, Dinas PMD dan aparat penegak hukum ( APH ) memanggil dan memeriksa Kades Selamat terkait pengelolaan DD Ta 2024.

    ( TIm )

  • Oknum Ketua DPC PBB Tapsel Iming Imingi Persahabatan, Akhirnya Uang Sejumlah Rekan Ludes 

    Oknum Ketua DPC PBB Tapsel Iming Imingi Persahabatan, Akhirnya Uang Sejumlah Rekan Ludes 

    Padangsidimpuan, mediatribunsumut.com

    Oknum Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang Kabupaten Tapanuli Selatan ( DPC PBB Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) berinisial MHS Lubis iming imingi persahabatan, akhirnya uang sejumlah rekannya ludes.

    Awalnya persahabatan itu berjalan dengan baik, seiring waktu berjalan oknum tersebut menyusun rencana sendiri agar bisa mengeruk uang sahabatnya, dengan mulut manisnya rekannya pun yakin.

    Tanpa disadari rekannya itu, salah satunya yakni pemilik mediatribunsumut.com masuk perangkapnya, dengan segala argumen dan bujuk rayunya yang masuk akal, pemilik mediatribunsumut.com Sugianto Marpaung mempercayainya sehingga tanpa pikir panjang uang dari kantong Sugianto Marpaung pun mengalir ke poin pembicaraan.

    Poto Asli

    Demikian dituturkan Marpaung sapaan akrabnya pada Tim awak mediatribunsumut.com pada ( 25/02 ) setelah mengetahui dirinya dikibuli sahabatnya sendirii.

    Pada selama ini oknum tersebut sering datang ke kantor sekaligus rumah saya, MHS datang tidak sendiri, dia datang bersama rekan rekannya bahkan menginap, ternyata itu semua modus agar saya percaya padanya, beber Marpaung.

    Kedatangan MHS bersama rekan rekannya untuk mengurus kasus yang ditanganinya ke Polda Sumut bahkan beliau meminta saya mendampinginya ke Polda Sumut, terangnya.

    Akal bulus MHS terungkap setelah saya tiba di Padangsidimpuan pada ( 25/02 ), sejumlah rekan kerjanya mengungkapkan tentang MHS, yang pada intinya yang berhubungan dengan MHS menelan kekecewaan, sebut Marpaung.

    Sembari menghela napas setelah mengetahuinya, wajar uang saya dengan mudah melayang puluhan juta, modal kepercayaan yang kita berikan pada MHS, kita pun diperdaya dengan bahasa bahasa santunan, ungkapnya.

    Jurus yang dipakai MHS tersebut seperti pepatah telunjuk lurus kelingking bekait, kita menyadari dikibuli setelah MHS membuat problem dan memutuskan hubungan dengan secara tiba tiba dengan janji janji palsu, tutupnya.

    ( Tim )

  • Kades Tanjung Morawa B ”  Bungkam” Soal Penggunaan Dana Ketapang 2024

    Kades Tanjung Morawa B ”  Bungkam” Soal Penggunaan Dana Ketapang 2024

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Kepala Desa ( Kades ) Tanjung Morawa B ” bungkam” soal penggunaan dana ketahanan pangan ( Ketapang ) serta pengembangan dan pembinaan sanggar seni dan belajar Ta 2024.

    Kedua kegiatan tersebut bersumber dari dana desa ( DD ) dengan rincian Ketapang pagu Rp 142.300.000 dan pengembangan dan pembinaan sanggar seni dan belajar bila ditotal untuk tiga kegiatan Rp 319.050.000.

    Kedua poin kegiatan tersebut telah dikonfirmasi Kades Tanjung Morawa B ( TMB ) Nazarianti melalui WhatsApp pada ( 22/02 ), namun sampai saat ini ( 24/02 ) masih ” membisu”.

    Dikhawatirkan Kades TMB sedang menutupi indikasi ” permainan” dana desa, maksudnya bila kegiatan itu tidak bermasalah diyakini dengan waktu 48 jam lebih dapat diberikan penjelasan.

    Tetapi kalau pelaksanaan kedua kegiatan sarat dugaan korupsi, wajar sang Kades menggunakan jurus diam.

    Sangat disesalkan, untuk itu diminta minta kepada BPD dan Camat Tanjung Morawa tidak keberatan memberikan penjelasan, sebab BPD dan Camat sesuai aturan yang berlaku mengetahui penggunaan dana desa.

    ( Tim ).

  • Suara Bising Pabrik Peleburan Kayu Di Tanjung Morawa  Resahkan Warga 

    Suara Bising Pabrik Peleburan Kayu Di Tanjung Morawa  Resahkan Warga 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Suara bising dari pabrik peleburan kayu di Dusun 2 desa Tanjung Morawa B Kec Tanjung Morawa Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) meresahkan warga sekitar.

    Hal ini diketahui setelah sejumlah warga tidak tahan dengan suara brisik yang mengganggu kenyamanan warga.

    Belum diketahui pasti apa nama perusahaan pabrik peleburan kayu dimaksud, namun informasi yang dihimpun di lapangan nama perusahaannya CV Borobudur.

    Warga sekitar berharap ada solusi perusahaan atau dari pemerintah Kab Deli Serdang, sebab menyangkut keselamatan.

    Menurut warga yang tidak berkenan disebutkan namanya dalam pemberitaan ini kebisingan itu sudah berjalan lebih kurang satu bulan dari jam 08.00 Wib hingga pukul 16.00 Wib.

    Terkait dengan kebisingan tersebut, menurut WHO yang aman untuk manusia dibawah 85 desibel ( dB ) dengan durasi delapan jam.

    Untuk itu diminta kepada Camat Tanjung Morawa tidak membiarkan keresahan warga, karena jika kebisingan berlanjut  dengan dB yang belum diketahui pasti, dikhawatirkan kesehatan warga terganggu.

    ( Tim )

  • Kades Tanjung Morawa B Salahkan Stafnya Misinya 30% Perusahaan Wajib Keluarkan 

    Kades Tanjung Morawa B Salahkan Stafnya Misinya 30% Perusahaan Wajib Keluarkan 

    Deli Serdang, mediatribunsumur.com

    Kades Tanjung Morawa B salahkan stafnya yang meng-upload misinya 30% perusahaan wajib mengeluarkan.

    Itu kesalahan anggota yang menulis visi saya, diari mana itu informasinya dapat, baca bagus bagus bu.

    Demikian bahasa Kades Tanjung Morawa B kepada TiM Mediatribunsumut.com pada ( 21/02 ) menjawab konfirmasi Tim di ruang piket kantor desa Tanjung Morawa B.

    Kantor Desa

    Tim menunjukkan visi yang diunggah disalah satu akun resmi, lantas Kades pun gerah dan memerintahkan staf mencari buku visi misinya sembari menunjuk bahwa di diakun dan di buku tidak sama, katanya.

    Seolah tidak tahu akun dari siapa, kembali Kades memerintahkan stafnya untuk memperbaikinya, itu salah bantahnya.

    Disinggung program dan realisasi janjinya sesuai visi misinya, Kades Tanjung Morawa B Nazarianti dengan enteng mengatakan, itukan janji politik tidak wajib dilaksanakan, sebutnya.

    Ya kalau tidak bisa dilaksanakan tidak masalah, itu tergantung situasi dan kondisi, lagian masyarakat disini rata rata sudah diterima bekerja di perusahaan yang ada disini, terangnya.

    Seperti almarhum W saya yang memasukkan kerja ke perusahaan CV SHL.

    Perusahaan yang ada disini perduli dengan masyarakat di desa Tanjung Morawa B, setiap menjelang lebaran diberikan bantuan, tandasnya.

    Disinggung soal tanggung jawab sosial dan lingkungan ( TJSL ), Kades malah balik bertanya, apa itu TJSL.

    Sepertinya Kades pura pura tidak tau, pada hal sudah jelas dalam UU No 40 tahun 2007 dan PP No 47 tahun 2012 diatur soal TJSL.

    Jadi perusahaan harus jelas programnya terkait TJSL yang harus dianggarkan agar dapat dipertanggung jawabkan.

    Terkait hal itu diminta kepada Camat Tanjung Morawa membuka informasi terkait kegiatan TJSL dari perusahaan yang ada di desa Tanjung Morawa B.

    ( Tim ).

  • Pengelolaan Dana Ketapang Ta 2024 DD Desa Selamat Penuh Misteri 

    Pengelolaan Dana Ketapang Ta 2024 DD Desa Selamat Penuh Misteri 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Pengelolaan dana Ketahanan pangan ( Ketapang  ) Ta 2024 bersumber dari dana desa ( DD ) desa Selamat penuh  misteri.

    Pasalnya, puluhan juta rupiah yang dialokasikan untuk Ketapang dengan beberapa kegiatan diduga tidak dapat dirinci penggunaanya.

    Hal ini terungkap setelah Ketua Karang Taruna penerima bantuan bibit Lele diserahkan.

    Belakang sang Kades Selamat meminta tanda tangan Ketua Karang Taruna tanpa merinci atau mencatumkan besaran dana yang diperuntukkan untuk pengadaan bibit Lele dan jaring.

    Tentu secara akal sehat, mana mungkin Kades tidak mengetahui atau lupa dana desa yang dibelanjakan, kecuali sengaja menutupinya.

    Setidaknya begini, disuruh tanda tangan, sementara apa isi yang ditanda tangani dirahasiakan, bukankah cara cara itu modus mengelabui.

    Integritas Kades Selamat benar benar diragukan, apa lagi Ketua BPD ” membisu” dikonfirmasi terkait proyek drainase Ta 2024 belum selesai hingga kini, bahkan sudah mulai rusak.

    Jangan jangan DD Ta 2024 jadi ” ajang” korupsi ” berjamaah” ,jika hal ini terjadi pantas Ketua BPD tak berkenan memberikan tanggapan.

    Jadi wajar masyarakat desa Selamat resah dengan perilaku Kades, yang terkesan  mengedepankan kearoganan.

    Diminta Pada Camat Biru Biru, Kadis PMD dan Inspektur Deli Serdang tidak tinggal diam.

    ( Tim ).

  • Diduga CV SHL Tanjung Morawa Abaikan Keselamatan Kerja Karyawan, Polresta Diminta Bertindak 

    Diduga CV SHL Tanjung Morawa Abaikan Keselamatan Kerja Karyawan, Polresta Diminta Bertindak 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Diduga CV SHL Tanjung Morawa Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) mengabaikan keselamatan kerja karyawannya, sehingga nyawa melayang, Polresta Deli Serdang diminta bertindak.

    Penyebab meninggalnya ” W ” di jam kerja belum ada penjelasan resmi pihak Polresta Deli Serdang, namun dari rilis yang diterima setelah pihak intelkam Polsek Tanjung Morawa melakukan olah tempat kejadian perkara ( TKP ) ditemukan adanya instalasi kabel tidak layak pakai ( terbuka ) dan semrawut.

    Tim mediatribunsumut.com pun melakukan penelusuran ke perusahaan CV SHL pada ( 21/02 ), di luar pabrik ditemui beberapa karyawan perusahaan dan berhasil diwawancarai, kepada Tim mengatakan tidak mengetahui kejadian karena pada saat itu, mereka shift malam.

    Saat ditanya apakah mengenal ibu Nazarianti, mereka mengaku mengenal, dia adalah pengawasan, hampir setiap pagi masuk ke pabrik, sebelum ke kantor desa, jadi kalau mau gajian pun harus ada pengawas, tutur mereka.

    Lalu Tim menuju perusahaan,  scurity yang bertugas mengatakan Personalia Agus tidak ada di tempat dan hanya beliau yang berkapasitas memberikan penjelasan.

    Terpantau perusahaan tidak mendirikan papan nama perusahaan, pada menurut UU No 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, perusahaan wajib memasang papan nama perusahaan, dikhawatirkan perusahaan CV SHL belum mengantongi izin.

    Tim pun menuju kantor desa Tanjung Morawa B ( TMB ), sesampainya di kantor desa, menurut staf yang berdinas saat itu mengatakan Kades Nazarianti  tidak ada dan sedang keluar.

    Berselang beberapa detik, sang Kades keluar dari ruang kerjanya dan menjumpai Tim, lantas mengapa  kedatangan Tim sudah disambut dengan kebohongan.

    Kepada Tim Kades mengaku, sebelum membawa korban ke rumah sakit, beliau ditelpon Personalia Agus untuk meminjam mobil ambulance milik desa.

    Saya bersama dua orang staf perusahaan membawa korban ke rumah sakit, sedangkan personalia tidak ikut, ujarnya.

    Ditanya terkait menjadi pengawas di perusahaan tersebut, Kades membantah, hanya saja di tahun 2022 masih awal awal Kades membenarkan menjabat HRD.

    Berdasarkan penjelasan Kades dan sejumlah karyawan, diminta Camat Tanjung Morawa tidak tinggal diam, sebab seorang Kades sedianya tidak pantas melindungi perusahaan yang diduga mengabaikan keselamatan kerja karyawan perusahaan.

    Atau sebaliknya, jangan jangan ada kepentingan tertentu, makanya Kades begitu sigap menangani persoalan.

    Diminta kepada Polresta Deli Serdang mengucap kasus meninggalnya ” W” dan tidak melindungi perusahaan, jika benar bersalah, tegakkan hukum.

    ( Tim ).

  • Gerakan Daur Ulang di Kampus Mulai Digalakkan, Sampah Kertas di UINSU Disulap Jadi Rupiah!

    Gerakan Daur Ulang di Kampus Mulai Digalakkan, Sampah Kertas di UINSU Disulap Jadi Rupiah!

    MEDAN – Kesadaran akan kebersihan lingkungan kini tengah menjadi tren positif di dunia pendidikan. Salah satunya seperti yang terlihat di lingkungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

    Saat ini, Gerakan Daur Ulang di Kampus Mulai Digalakkan, khususnya di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UINSU. Tumpukan kertas bekas yang biasanya hanya dianggap sampah, kini diubah menjadi sumber pendapatan alias “cuan” bagi civitas akademika.

    Kegiatan inspiratif ini diinisiasi oleh tim dosen dari beberapa perguruan tinggi melalui program pengabdian masyarakat. Mereka turun langsung menyosialisasikan bahwa kertas bekas tugas kuliah, dokumen administrasi, hingga arsip lama memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

    Program ini memberikan edukasi lengkap kepada dosen, pegawai, hingga mahasiswa. Mereka diajarkan cara:

    • Memilah jenis kertas yang layak jual.

    • Mengumpulkan sampah kertas secara terorganisir.

    • Menyalurkan hasil pilahan ke pengepul daur ulang.

    Hasilnya? Ruangan kerja dan kelas menjadi jauh lebih rapi dan bersih. Tak hanya itu, dompet pun ikut terisi dari hasil penjualan kertas tersebut.

    Asri Afriliany Surbakti, salah satu anggota tim pengabdian, menyebut bahwa kampus adalah “tambang” kertas bekas yang luar biasa.

    “Kampus menghasilkan banyak kertas dari aktivitas akademik setiap harinya. Jika dikelola dengan baik, ini bukan hanya soal mengurangi sampah, tapi juga menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang produktif,” ungkap Asri.

    Pantauan di lokasi, para mahasiswa terlibat aktif menyisir berbagai ruangan untuk mengumpulkan kertas. Tak tanggung-tanggung, dari satu ruangan saja bisa terkumpul ratusan kilogram kertas.

    Kertas-kertas ini kemudian ditimbang dan langsung dijual ke pengepul. Hasilnya mencapai ratusan ribu rupiah. Meski nilainya mungkin terlihat sederhana, namun potensi berkelanjutannya sangat menjanjikan jika rutin dilakukan.

    Selain manfaat ekonomi, gerakan ini juga sukses mengubah pola pikir civitas akademika. Banyak yang mulai sadar bahwa membakar sampah kertas adalah tindakan keliru karena memicu polusi udara dan mengganggu kesehatan.

    Ke depan, tim pengabdian berharap gerakan ini menjadi cikal bakal sistem “Tabungan Sampah” yang lebih terstruktur bagi mahasiswa dan staf di UINSU.

    “Kami ingin mendorong perubahan kebiasaan kecil. Jika setiap ruangan mulai memilah, kampus bisa menjadi contoh nyata pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tutupnya.


    Penulis: [Rizky Franchitika, S.T., M. Eng. dan Asri Afriliany Surbakti, S.T., M.T]
    Editor: [Alamsyah Hsb]

  • Galian C Di Desa Selamat Bawa Petaka Buat Warga Dusun IV,  Debu Tak Terkendali 

    Galian C Di Desa Selamat Bawa Petaka Buat Warga Dusun IV,  Debu Tak Terkendali 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Galian C di desa Selamat Kec Biru Biru Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) membawa petaka buat warga dusun IV, debu tak terkendali.

    Debu tersebut bersumber dari aktivitas truk pengangkut galian C bermuatan tanah tanpa penutup, sehingga tanah berjatuhan dari truk yang melintasi jalan akibatnya menimbulkan debu tebal.

    Demikian dikatakan sejumlah warga dusun IV desa Selamat kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 20/02 ).

    Tidak hanya itu, potensi kerusakan jalan lebih cepat dikhawatirkan akan terjadi, lantaran truk pengangkut galian C disinyalir melebihi kapasitas jalan atau melebihi tonase, tuturnya.

    Masyarakat dusun IV desa Selamat terpaksa menutup pintu agar debu dari jalan yang setiap saat dilewati truk tidak serta merta masuk ke dalam rumah, sebut warga.

    Warga protes dengan membuat tanda di badan jalan, seperti meletakkan ban bekas dan batu, tetapi pihak perusahaan galian C tidak menggubrisnya.

    Harapan warga tentu pada Kades Selamat, namun sang Kades pun tidak perduli, seolah ” tutup mata“.

    Beredar kabar, sang Kades memberikan restu pada pihak perusahaan, makanya keluhan warga dusun IV khususnya dianggap angin lalu.

    Melalui media ini, warga berharap pada Camat Biru Biru dan instansi terkait tidak tinggal diam, pinta warga dusun IV desa Selamat.

    ( Tim ).

  • ” W” Korban Laka Kerja CV SHL Dibawa Kades TMB Ke Rumah Sakit Sisakan Misteri 

    ” W” Korban Laka Kerja CV SHL Dibawa Kades TMB Ke Rumah Sakit Sisakan Misteri 

     Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    ” W ” korban kecelakaan kerja di CV SHL dibawa Kades TMB ke Rumah Sakit ( RS ) GM di Lubuk Pakam, kini menyampaikan misteri.

    Informasi yang dihimpun di sejumlah pekerja di perusahaan tersebut, diduga korban meninggal dunia karena kelalaian perusahaan.

    Korban bekerja tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri ( APD  ) sementara pekerjaan tersebut sangat beresiko, mesin tersambung langsung dengan aliran listrik.

    Peristiwa mau tersebut terjadi disinyalir korban tersengat aliran listrik atau kesetrum dari instalasi kabel tidak layak pakai (terbuka) dan semrawut.

    Peristiwa tersengat aliran listrik kabar bukan kali pertama, issunya sudah beberapa kali, namun yang mencuat ke publik peristiwa yang menimpa ” W “.

    Kemungkinan Kades TMB berinisial ”  N ‘ yang begitu santer issunya bagian dari perusahaan tersebut, bahkan disebut sebut memiliki jabatan penting, jadi wajarlah panik, sehingga membawa korban ke RS, namun nyawanya tak tertolong.

    Semakin meyakinkan, sebab sampai saat ini ( 20/02  ) Kades TMB belum berkenan memberikan tanggapan kendati telah dikonfirmasi melalui WhatsApp pada ( 19/02 )

    Indikasi jabatan Kades TMB adalah ganda semakin kuat, lantas apakah seorang Kades diperkenankan memiliki jabatan ganda, untuk itu diminta kepada Camat Tanjung Morawa tidak tinggal diam.

    ( Tim )

  • Penegakkan Hukum Disoroti, Indikasi Korupsi Di Baperlitbangda Padangsidimpuan Seperti ” Kunang Kunang “

    Penegakkan Hukum Disoroti, Indikasi Korupsi Di Baperlitbangda Padangsidimpuan Seperti ” Kunang Kunang “

    Padangsidimpuan, mediatribunsumut.com

    Penegakkan hukum disoroti, indikasi korupsi di Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah ( Baperlitbangda ) Padangsidimpuan seperti ” kunang kunang”.

    Kala itu dugaan korupsi di Baperlitbangda Padangsidimpuan sempat mencuat, namun belakangan senyap.

    Sehingga menyisakan sederet tanya, sudah sejauh mana proses hukum terhadap pengelola anggaran di Ta 2020.

    Sebab di masa itu sedang merebaknya virus Corona atau covid19, pemerintah mengeluarkan larangan bepergian dan melakukan pertemuan atau kumpul kumpul.

    Salah satu pejabat eselon II yang menjabat kala itu sudah menginap di hotel prodeo.

    Sementara Kepala Baperlitbangda Padangsidimpuan di masa itu sepertinya masih bebas menghirup udara bebas.

    ( Tim ).

  • Plt Sekda Kota Padangsidimpuan ” Bungkam” Soal Gaji Sertifikasi Guru TW IV Ta 2024 Belum ” Cair”

    Plt Sekda Kota Padangsidimpuan ” Bungkam” Soal Gaji Sertifikasi Guru TW IV Ta 2024 Belum ” Cair”

    Padangsidimpuan,

    mediatribunsumut.com

    Plt Sekda Kota Padangsidimpuan “bungkam ” soal gaji sertifikasi guru Tri Wulan ( TW ) IV Ta 2024 belum ” cair”.

    Menyangkut hal tersebut mediatribunsumut.com telah konfirmasi Plt Sekda Kota Padangsidimpuan melalui WhatsApp pada ( 14/02 ) lalu namun sampai saat ini ( 19/02 ) tidak ada penjelasan Plt Sekda.

    Belum diketahui mengapa sang Plt Sekdamembisu” sementara para guru butuh kepastian.

    Keresahan dan kesulitan para guru seperti diabaikan pemerintah kota Padangsidimpuan, pada sudah jelas gaji sertifikasi adalah hak guru yang telah menunaikan kewajiban, lantas mengapa Pemkot Padangsidimpuan belum merealisasikannya.

    Atau dana sertifikasi guru se Pemkot Padangsidimpuan dipermainkan untuk kepentingan tertentu, sehingga tidak bisa direalisasikan.

    Terkait hal itu mediatribunsumut.com pun konfirmasi Kepala Badan Keuangan melalui WhatsApp pada ( 14/02 ) namun hingga kini tidak ada tanggapan.

    Untuk itu diminta kepada Pj Walikota Padangsidimpuan berkenan membuka tabir dibalik keterlambatan pembayaran gaji sertifikasi guru di Pemkot Padangsidimpuan, apa sebenarnya yang terjadi.

    ( Tim ).

  • Diduga Kabid Peternakan Disbunak Provsu Bohong, Ta 2024 Informasi Publiknya Makin Tertutup 

    Diduga Kabid Peternakan Disbunak Provsu Bohong, Ta 2024 Informasi Publiknya Makin Tertutup 

    Medan, mediatribunsumut.com

    Diduga Kabid Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan ( Disbunak ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) bohong, justru Ta 2024 informasi publliknya makin tertutup.

    Sebagaimana data yang ditampilkan pada laman pengumuman Disbunak, sejumlah kegiatan Disbunak Ta 2024 sama sekali tidak dapat diakses informasinya penerima bantuan bibit ternak.

    Dalam pengumuman sebagaimana Perpres 16 tahun 2018, hanya menampilkan pagu anggaran sedangkan kelompok penerima tidak cantumkan.

    Artinya kualitas keterbukaan informasi publik ( KIP ) di Disbunak Provsu semakin merosot bila dibandingkan Ta 2023 walau pun tidak semua kegiatan ditampilkan kelompok penerima.

    Namun masih ada beberapa kegiatan yang ditampilkan sehingga masyarakat dapat berpartisipasi melakukan pengawasan.

    Jadi patut dicurigai, kegiatan bantuan ternak ke sejumlah kelompok dan kab/ kota di Sumut jadi ” ajang” korupsi.

    Indikasi itu terkuat, setelah Tim mediatribunsumut.com melakukan penelusuran ke penerima bantuan.

    Bahwa penerima bantuan kewalahan memelihara ternak yang diserahkan lantaran penerima bantuan bukan peternak jenis bantuan ternak yang diberikan.

    Bahkan kelompok tersebut sudah mengganti  ternak menjadi jenis ternak yang bisa dipeliharanya, namun tidak ada tindakan dari pejabat pembuat komitmen ( PPK ) kendati telah mengetahuinya.

    Diminta Kadis Perkebunan dan Peternakan Provsu tidak tinggal diam, sebab Kabid disinyalir berbohong sehingga hakikat dari tujuan program tersebut melenceng.

    Tim ).

  • Proyek Drainase Ta 2024 DD Desa Selamat Mulai Rusak Dan Belum Selesai 

    Proyek Drainase Ta 2024 DD Desa Selamat Mulai Rusak Dan Belum Selesai 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Proyek drainase Ta 2024 bersumber dari dana desa ( DD ) di desa Selamat Kec Biru Biru Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) mulai rusak dan bahkan belum selesai.

    Tidak hanya itu, proyek tersebut malah mengintai mangsa, jika warga tidak berhati hati bisa terperosok ke celah besi penutup drainase yang sudah mulai rusak.

    Terpantau di sisi tengah penutup, besi pada bengkok, disinyalir material besi tersebut tidak sesuai rencana anggaran biaya ( RAB ) .

    Jadi wajar semudah itu rusak, makanya warga protes, dan masyarakat berharap kepada Inspektorat Deli Serdang dan aparat penegak hukum ( APH ) tidak tinggal diam.

    Bahkan menurut masyarakat indikasi korupsi tidak hanya pada proyek drainase tersebut, masih banyak lagi.

    Makanya warga berharap kepada Inspektorat dan APH menguak dugaan korupsi DD desa Selamat dan bila terbukti Kades dan lainnya korupsi tangkap dan penjarakan sebagai contoh buah aparat desa lainnya

    ( Tim ).