Blog

  • 3 Bulan Lebih, Camat Angkola Timur Belum ” Bersuara ‘ Soal Pemberhentian Kepling Siringo Ringo 

    3 Bulan Lebih, Camat Angkola Timur Belum ” Bersuara ‘ Soal Pemberhentian Kepling Siringo Ringo 

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    3 bulan lebih, Camat Angkola Timur Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel ) belum ” bersuara” soal pemberhentian Kepling Siringo Ringo Kel Batangtura Sirumambe.

    Hingga saat ini ( 05/12 ) Camat Angkola Timur belum memberikan penjelasan tentang alasan pemberhentian Kepling Siringo Ringo Mangantar.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com

    Camat Angkola Timur dinilai keterlaluan, disinyalir memberhentikan Kepling Siringo Ringo tanpa alasan yang jelas, seolah hukum di negara ini hukum rimba, ujarnya.

    Tudingan ini terpaksa dialamatkan kepada Camat Angkola Timur, sebab yang mengeluarkan SK adalah yang bersangkutan, tegas Tohong.

    Disinyalir Camat Angkola Timur tidak dapat membuktikan alasan yang tepat pemberhentian Kepling Mangantar, sebutnya.

    Agar dapat kepastian hukum, diminta Camat Angkola Timur dapat memberikan penjelasan, sebab apa dinyatakan Mangantar dalam surat pernyataan alasan pemberhentiannya tidak masuk akal, hanya gara gara pilihan berbeda saat pemilihan legislatif ( pileg ), pintanya.

    ( Tim ).

  • PPK Proyek Rehab Simp Perkayuan Baringin Ta 2025 Di Kec SDH” Membisu”

    PPK Proyek Rehab Simp Perkayuan Baringin Ta 2025 Di Kec SDH” Membisu”

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) proyek Rehab Simp Perkayuan Baringin Ta 2025 di Kec Saipar Dolok Hole ( SDH )  Dinas PUPR Tapsel ” membisu”.

    Sampai berita ini dikirim ke redaksi ( 04/12 ) PPK Andre belum berkenan bersuara terkait proyek Ta 2025 kini mulai rusak.

    mediatribunsumut.com pada ( 03/12 ) melalui WhatsApp hingga kini tak ditanggapi, sepertinya sang PPK akan menutup rapat informasi dibalik kerusakan proyek Ta 2025 itu.

    Dibalik mulai rusaknya proyek itu, tersimpan tabir yang patut diangkat ke publik, diduga kuat terjadi pelanggaran berat terkait penetapan penyedia barang/ jasa.

    Sebagaimana informasi yang dihimpun Tim LSM PAKAR DPC Tapsel, dari sejumlah penjelasan warga yang mengenal RS yang selalu mengurusi pelaksanaan proyek rehab Simp Perkayuan Baringin, dia adalah berseragam korpri.

    Kabarnya RS berdinas di kantor kecamatan, warga bergumam, benarkah seorang ASN bisa menangani atau menjadi penyedia barang/jasa pemerintah, kata warga penuh tanya.

    Kemungkinan, inilah salah satu informasi yang ditutupi PPK Andre, agar tidak terkait ke publik.

    Jika benar RS adalah seorang ASN lantas dimenangkan menjadi penyedia barang/ jasa pemerintah maka patut dicurigai PPK dan RS berkolusi untuk mengambil keuntungan dari proyek tersebut, jadi wajar saat ini proyek tersebut mulai rusak.

    Diminta kepada Kadis PUTR tidak tinggal diam dan berkenan memberikan penjelasan kepada publik terkait ke tiga hal penting tersebut.

    ( Tim ).

  • Banjir Tak Surut, Satpol PP Kawal 2 Alat Berat Keruk Drainase Dan Tertibkan Bangunan Liar Di Kec Batang Kuis 

    Banjir Tak Surut, Satpol PP Kawal 2 Alat Berat Keruk Drainase Dan Tertibkan Bangunan Liar Di Kec Batang Kuis 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Banjir tak surut surut di kawasan jalan Tamora pasca diterjang banjir pada ( 27/11 ) hingga kini ( 03/12 ), Satpol PP Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) kawal 2 ( dua  ) alat berat mengeruk drainase dan menertibkan bangunan liar kawasan jalan Tamora Kec Batang Kuis.

    Dua hari terakhir ini, sejak kayu besar tumbang menimpa pagar kantor PTPN, alat mesin pemotong pohon memperparah genangan banjir, sehingga 2 unit alat berat dan 2 unit truk pengangkut sampah dikerahkan dengan pengawalan ketat aparat Satpol PP.

    Sementara banjir tak juga surut, diduga pemicunya buruknya saluran drainase di seputaran tersebut, pengerukan pun dimulai.

    Saluran drainase yang tersumbat bahkan yang sempat beralih fungsi menjadi tempat lapak dan kios pedang akhirnya ditertibkan.

    Seluruh bangunan liar yang disinyalir pemicu lambannya genangan air surut, dibongkar setelah pihak Satpol PP melakukan komunikasi secara persuasif para pedagang berkenan membongkar sendiri lapak atau bangunannya.

    Pantauan mediatribunsumut.com pada ( 03/12 ) 2 unit alat berat dengan pengawalan terus aparat Satpol PP hingga pukul 20.36 Wib pengerukan masih berlangsung.

    Baravo Satpol PP dan Tim lainnya, semoga banjir ini menjadi pesan yang sangat berguna untuk semua pihak, yakni pemerintah dan masyarakat demi kenyamanan bersama.

    ( Tim ).

  • Diduga Petugas Perum Bulog Selewengkan Jatah PBP Angkola Timur Tapsel 

    Diduga Petugas Perum Bulog Selewengkan Jatah PBP Angkola Timur Tapsel 

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Diduga Petugas Perum Bulog menyelewengkan jatah penerima bantuan  pangan ( PBP ) untuk Kec Angkola Timur Kab Tapanuli Selatan  ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ).

    Petugas penyalur PBP untuk bulan Oktober dan November 2025 dengan tegas mengatakan bantuan sudah habis, pada hal warga membaca surat undangan yang berstempel Perum Bulog serta memiliki barcode.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 02/12 ) usai mendatangi kantor Bulog di sekitar kantor Camat Angkola Timur pada ( 02/12  ).

    Sebagaimana undangan Perum Bulog, penerima bantuan pangan datang mengambil jatah 20 Kg beras dan 4 Kg minyak goreng di hari terakhir, namun petugas mengatakan jatah NAS sudah habis, tutur Tohong menirukan bahasa petugas.

    Untuk memastikan hal tersebut Ketua LSM PAKAR bersama NAS mendatangi kantor Perum Bulog yang berada di kawasan kantor Camat Angkola Timur pada ( 02/12 ) ternyata dek petugas Perum Bulog tidak ada dan kantornya ditutup, ungkapnya.

    Jadi kuat dugaan petugas Perum Bulog melego jatah NAS, terkait hal tersebut diminta kepada Kepala Cabang Perum Bulog Padangsidimpuan diminta tidak tinggal diam, pinta Tohong.

    ( Tim ).

  • Dugaan Proyek DD Ta 2023 Fiktif, Hingga Kini Kades Aek Gambir Masih ” Bungkam “

    Dugaan Proyek DD Ta 2023 Fiktif, Hingga Kini Kades Aek Gambir Masih ” Bungkam “

    Paluta,

    mediatribunsumut.com

    Dugaan proyek dana desa ( DD ) Ta 2023 fiktif, hingga kini Kades Aek Gambir Kec Padang Bolak Kab Padang Lawas Utara ( Paluta ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) masih ” bungkam”.

    Terkait proyek pemeliharaan sumber air bersih milik desa Aek Gambir yang disoroti, kabarnya informasinya di telah sampai ke ” telinga” Kades Aek Gambir, namun sang Kades hingga saat ini ( 01/12 ) belum memberikan penjelasan.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 01/12 ) melalui WhatsApp.

    Pada hal penggunaan dana desa bukanlah informasi yang dikecualikan sesuai dengan UU No 14 tahun 2008, bahkan UU tersebut memerintahkan pejabat publik untuk membuka informasi tersebut kepada publik, ujar Tohong.

    Jadi patut dicurigai bahwa proyek pemeliharaan itu terindikasi fiktif, sehingga Kades Aek Gambir memilih diam agar tidak terkuak ke publik, sebutnya.

    Jurus itu mungkin ampuh untuk sesaat,  namun tidak untuk selamanya, karena di era keterbukaan sekarang ini masyarakat sudah bisa memilih dan memilah informasi yang benar atau hoax, tandasnya.

    Menyangkut hal itu diminta kepada Camat Padang Bolak, tidak keberatan memberikan penjelasan, tutupnya.

    ( Tim ).

  • Diduga Proyek Jalan Desa Ta 2023 Dan Perkerasan Jalan Ta 2024 Di Desa Menanti Kab Paluta Fiktif 

    Diduga Proyek Jalan Desa Ta 2023 Dan Perkerasan Jalan Ta 2024 Di Desa Menanti Kab Paluta Fiktif 

    Paluta,

    mediatribunsumut.com

    Diduga proyek Jalan Desa Ta 2023 pagu Rp 189.132.100 dan 2 ( dua ) paket pembangunan/rehabilitasi/peningkatan/ pengerasan jalan desa pagu Rp 230 juta di desa Mananti Kec Padang Bolak Kab Padang Lawas Utara ( Paluta ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) fiktif.

    Hal ini terungkap setelah dilaksanakan penelusuran di lapangan dan konfirmasi kepada BPD, serta informasi yang dihimpun dari masyarakat, bahwa ke tiga ( 3 ) paket dimaksud, sepengetahuan mereka tidak pernah ada.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 28/11 ) melalui WhatsApp.

    Dan ke tiga paket tersebut tidak ditemukan di lapangan, setidaknya bekas pembangunan untuk jalan desa dan peningkatan/ pengerasan jalan desa, tegas Tohong.

    Kalau proyek Ta 2023 dikerjakan, pasti di Ta 2025 akan terlihat andaikan proyek itu rusak dan masyarakat akan mengetahui ada pembangunan, ungkapnya.

    Apa lagi proyek Ta 2024, usianya mungkin belum genap setahun, pasti akan terlihat jelas, setidaknya ada bekas pembangunan, namun hal itu tidak ditemukan, terangnya.

    Terkait hal tersebut telah dikonfirmasi Kades Mananti, namun sang Kades belum memberikan penjelasan, belum diketahui pasti mengapa yang bersangkutan enggan memberikan penjelasan, pada hal informasi tersebut adalah informasi publik sesuai dengan UU No 14 tahun 2008, tandasnya.

    Jadi patut dicurigai, informasi yang dihimpun dari berbagai pihak diyakini kebenarannya, yakni disinyalir fiktif, diminta kepada Camat Padang Bolak tidak tinggal diam, pintanya.

    ( Tim ).

  • Hampir 2 Dekade Drainase 12 Dekat Sport Center Tak Meluap, Kini Rumah Warga Jalan Mawar Ujung Terendam Banjir 

    Hampir 2 Dekade Drainase 12 Dekat Sport Center Tak Meluap, Kini Rumah Warga Jalan Mawar Ujung Terendam Banjir 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Hampir 2 ( dua ) dekade drainase 12 dekat sport center tak meluap, kini rumah warga jalan Mawar Ujung terendam banjir mulai pukul 00.12 Wib pada ( 28/11 ) dini hari.

    Hampir dua puluh tahun saya tinggal di sini, tidak pernah banjir, ini tiba tiba drainase 12 meluap.

    Demikian dituturkan sejumlah warga yang berjaga berjaga untuk antisipasi dan melihat pergerakan arus air yang datang dari drainase , tepatnya di belakang sport center dan sekolah Yapim.

    Dulunya, sebelum sport center dibangun, resapan air masih luas sehingga debit air yang datang dari hulu masih tertampung, kini menyasar rumah warga, tutur warga yang bersedia disebutkan namanya dalam pemberitaan ini pada mediatribunsumut.com ( 28/11 )

    Hingga pukul 11.40 Wib siang, banjir berangsur angsur surut, namun warga masih merasa cemas, sebab gerimis masih turun.

    Ditanya apakah ada perangkat desa Tanjung Sari ada yang datang atau memantau, hingga berita ini dikirim ke redaksi tidak ada, warga kecewa, sebab perangkat desa dan Kades dianggap tidak perduli sama sekali.

    Salah seorang warga, pak Batubara, pemilik kolam pancing, tidak bisa berbuat apa-apa, kolam pancing berisi ikan Lele sudah tertutup banjir, beliau mengalami kerugian, ditaksir mencapai jutaan rupiah.

    ( Tim ).

  • Kegiatan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Milik Desa Aek Gambir Ta 2023 Tak Terlaksana, Diduga Dana Masuk” Kantong “

    Kegiatan Pemeliharaan Sumber Air Bersih Milik Desa Aek Gambir Ta 2023 Tak Terlaksana, Diduga Dana Masuk” Kantong “

    Paluta,

    mediatribunsumut.com

    Kegiatan pemeliharaan sumber air bersih milik desa Aek Gambir Kec Padang Bolak Kab Padang Lawas Utara ( Paluta ) Ta 2023 tak terlaksana, diduga dana pemeliharaan masuk “kantong”.

    Indikasi tersebut terkuak lantaran pembangunan sumber air bersih dimaksud belum selesai dikerjakan, baru sebatas penanaman pipa.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 27/11 ) melalui WhatsApp.

    Pembangunan sumber air bersih yang sedianya sudah dapat dinikmati warga namun sampai saat ini ( 27/11 ) belum dapat difungsikan, ujarnya.

    Lantas untuk apa dana desa ( DD) dianggarkan untuk belanja pemeliharaan sumber air bersih milik desa ( Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll ) dengan pagu anggaran Rp 107.743.200, tegas Tohong.

    Anggaran tersebut sengaja dianggarkan, pada hal sumber air bersih belum patut dipelihara, sebab proyek itu belum menyentuh kepentingan masyarakat, tandasnya.

    Bukankah ini sangat mencurigakan, apa lagi dananya cukup pantastis, seratus juta lebih, hal ini menyisakan tanda tanya,  dipergunakan kemana dana tersebut, ungkapnya.

    Menyangkut hal itu diminta kepada Kades Aek Gambir tidak keberatan memberikan penjelasan, karena ini menyangkut penggunaan uang negara, tutupnya.

    ( Tim ).

  • Diduga Kades, Perangkatnya Tak Ngantor, Kantor Desa Lubuk Torop Kab Paluta Mulai ” Diselimuti” Rumput Liar 

    Diduga Kades, Perangkatnya Tak Ngantor, Kantor Desa Lubuk Torop Kab Paluta Mulai ” Diselimuti” Rumput Liar 

    Paluta,

    mediatribunsumut.com

    Diduga Kades dan perangkatnya tak ngantor, kantor desa Lubuk Torop Kec Padang Bolak Kab Padang Lawas Utara ( Paluta ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) mulai ” diselimuti ” rumput liar.

    Kondisi gedung kantor desa Lubuk Torop menjadi salah satu fakta, Kepala Desa ( Kades ) perangkat desa disinyalir tidak pernah berkantor, makanya semak belukarlah penghuninya.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 25/11 ) melalui WhatsApp.

    Sama sekali tidak ada tanda tanda aktivitas perangkat desa, belum diketahui mengapa gedung pemerintahan desa Lubuk Torop tidak difungsikan, ungkapnya.

    Tentu menyisakan misteri, perangkat desa dan aparatur desa kemana, dimana penyelenggaraan administrasi dan pengelolaan keuangan desa dilaksanakan, tandas Tohong.

    Ironinya lagi, bendera merah putih dikibarkan pada tiang yang tidak layak, bukankah ini menunjukkan Kades tidak perduli dengan tugas yang diamanahkan kepadanya, tegasnya.

    Jangan jangan Kades dan perangkat desa makan gaji ” buta” alis tak kerja tapi gaji diterima terus, katanya.

    Terkait hal tersebut, Tim LSM PAKAR menghimpun penjelasan dari sejumlah warga, menurut warga kantor desa sangat jarang di buka, kalau pun di buka paling sebulan sekali, tutur Tohong menirukan bahasa warga.

    Untuk urusan administrasi, dan keperluan masyarakat, warga mendatangi rumah Kades ke desa sebelah.

    Diminta kepada Camat dan Dinas PMD Kab Paluta tidak tinggal diam, ini tidak bisa dibiarkan, pinta Tohong.

    ( Tim ).

  • Ditemukan Proyek DAK Ta 2023 Di SDN 101180 Aek Gambir Kab Paluta Mangkrak 

    Ditemukan Proyek DAK Ta 2023 Di SDN 101180 Aek Gambir Kab Paluta Mangkrak 

    Paluta,

    mediatribunsumut.com

    Ditemukan Proyek dana alokasi khusus ( DAK ) Ta 2023 di SDN 101180 Aek Gambir Kec Padang Bolak Kab Padang Lawas Utara ( Paluta ) mangkrak.

    Proyek yang bersumber dari dana APBN Ta 2023 ini kerjakan pemenang tender yakni RCP, yang penanda tanganan kontrak dari 19-21 Juli 2023.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada (  25/11 ) melalui WhatsApp.

    Proyek dimaksud yakni pembangunan gedung lab komputer yang menghabiskan dana Rp 207.656.000 hingga kini belum selesai, kondisi gedung belum di cat termasuk fasilitas lainnya terpantau belum lengkap, ujarnya.

    Di Ta yang sama sekolah ini juga mendapat bantuan pembangunan jamban yang bersumber dari DAK,  pagu Rp 130 juta, kondisinya pun mangkrak, ungkapnya.

    Jadi dua proyek DAK di Ta 2023 ke SDN 101180 Aek Gambir tidak ada yang selesai, ini menyisakan misteri, mengapa hal itu bisa terjadi.

    Jadi total dana DAK Ta 2023 yang dikucurkan ke SDN tersebut Rp 300 juta lebih, terangnya.

    Diyakini seluruh dana sudah direalisasikan, namun fakta di lapangan proyek belum selesai dikerjakan, tentu hal ini tidak bisa dibiarkan, tegasnya.

    Diminta kepada Kadis Pendidikan Paluta tidak keberatan memberikan penjelasan, mengapa sang penyedia barang dan jasa tidak menyelesaikan pekerjaan, saat ini sudah Ta 2025, tutup Tohong.

    (. Tim. ).

  • Diduga Pengawasan Proyek Rehab Simp Perkayuan SDH Ta 2025 ” Mandul”

    Diduga Pengawasan Proyek Rehab Simp Perkayuan SDH Ta 2025 ” Mandul”

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Diduga pengawasan proyek rehab Simp Perkayuan Kec Saipar Dolok Hole ( SDH ) Kab Tapsel Ta 2025 WA” mandul ” .

    Pasalnya proyek dengan nilai kontrak hampir Rp 200 juta, terindikasi dikerjakan asal jad, saat ini kondisi proyek sudah mulai rusak.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada (  23/11 ) melalui WhatsApp.

    Disinyalir proyek jalan rabat beton tersebut dibangun hanya menggunakan campuran material pasir gunung dan semen, ujarnya.

    Dari material bangunan jalan yang kini badan jalan sudah mulai rusak hanya ada pasir gunung dengan semen sehingga pecahan jalan yang rusak seperti serbuk, ungkapnya.

    Inilah salah satu bukti lemahnya pengawasan dari Dinas PUTR Tapsel ditambah lagi niat penyedia CV MA yang kemungkinan hendak mengambil keuntungan diluar ketentuan aturan yang berlaku di negara ini, sehingga hasilnya seperti ini, masih Ta yang sama proyek sudah mulai rusak, memprihatinkan, tegasnya.

    Sementara informasi yang dihimpun dari warga sekitar proyek, pimpinan pelaksana proyek tersebut diduga Ramli Sihombing ( RM ), yang kabarnya yang bersangkutan adalah PNS pegawai kecamatan, tandanya menirukan bahasa warga.

    Kata warga setempat, pengadaan material pasir gunung, semen dan pengangkutan material menggunakan mobil RM, kalau ada dari pihak lain pengadaan bahan bangunan tersebut, RM yang membayar ke mereka, terangnya.

    Terkait hal tersebut, diminta kepada Dinas dan pengawasan tidak keberatan memberikan penjelasan, jika benar seorang ASN merangkap kontraktor, ini mengangkangi aturan, tutupnya.

    ( Tim ).

  • Rehab Jalan Simp Perkayuan Baringin SDH Ta 2025 Sudah Mulai Rusak 

    Rehab Jalan Simp Perkayuan Baringin SDH Ta 2025 Sudah Mulai Rusak 

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Rehab jalan Simp Perkayuan Baringin Kec Saipar Dolok Hole ( SDH ) Ta 2025 kini sudah mulai rusak.

    Kerusakan tersebut diduga material yang digunakan tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya ( RAB ), pasir yang digunakan adalah pasir gunung, disinyalir ditambang sendiri pihak penyedia CV MA dari perbukitan sekitar proyek.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 22/11 ) melalui WhatsApp.

    Parahnya terindikasi proyek rabat beton tersebut tidak menggunakan material batu, jadi pantas sudah mulai rusak, ungkapnya.

    Tidak itu saja, dikhawatirkan campuran semen pun tidak sesuai dengan kontrak kerja, hal itu terkuak setelah Tim melihat material yang sudah rusak, hancur seperti debu, terangnya.

    Terkait hal tersebut, diminta kepada pejabat pembuat komitmen tidak tinggal diam, dan berkenan memberikan penjelasan mengapa proyek Ta 2025 kini sudah mulai rusak, tutupnya.

    ( Tim ).

  • Honor BA & PMO Sumut Tertahan: Proses Administrasi Disorot, Gubernur Diminta Turun Tangan

    Honor BA & PMO Sumut Tertahan: Proses Administrasi Disorot, Gubernur Diminta Turun Tangan

    Medan – Suhu politik birokrasi di Sumatera Utara memanas. Para Business Assistant (BA) dan Project Management Officer (PMO) Sumut turun ke jalan dan menggeruduk Kantor Gubernur Sumut, Kamis (20/11). Mereka menuntut kejelasan atas honor bulan Oktober yang tak kunjung cair—bahkan hingga hari ini masih menggantung tanpa titik terang.

    Aksi ini digawangi oleh BA bersama Lembaga Kritik Kebijakan (LKK) Sumut sebagai bentuk kekecewaan akut terhadap lambannya pemerintah daerah menyelesaikan urusan yang menyangkut hak pegawai.

    Shandy Osleng, Korlap aksi sekaligus BA Deli Serdang, mengecam keras situasi ini. Ia mengingatkan bahwa gubernur selaku Ketua Satgas KDKMP di tingkat provinsi tak boleh hanya diam menonton nasib ratusan pegawai yang digantung tanpa kepastian.

    “Kami ke sini menuntut hak yang seharusnya sudah kami terima! Jangan ada pembiaran. Gubernur harus turun tangan dan menyelesaikan kemacetan ini,” tegas Shandy di tengah aksi.

    Rasyid Siddiq, BA Serdang Bedagai, menilai persoalan ini bukan sekadar keterlambatan teknis, tetapi cermin buruknya kinerja administrasi di tingkat provinsi.

    “Keterlambatan ini terjadi karena administrasi yang lamban dan tidak profesional. Kami meminta gubernur segera menindak tegas dan mempercepat prosesnya,” ujarnya.

    Surat KPPN Bocor – Alasan Penolakan Terkuak

    Dalam rapat Zoom 18 November 2025, Dinas Koperasi dan UKM Sumut sempat menuding masalah rekening dormant dan kendala teknis lain sebagai penyebab keterlambatan.

    Namun, fakta terbaru membuat situasi semakin panas. Surat resmi dari KPPN Medan II tanggal 18 November 2025 membongkar akar masalah sebenarnya.

    Dalam surat itu, KPPN menegaskan bahwa pembayaran honor BA dan PMO tidak bisa diproses karena satuan biaya honor tidak ada dalam Standar Biaya Masukan (SBM) dan belum mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan, sebagaimana diatur dalam PMK 62/2023 jo. PMK 107/2024.

    Dengan kata lain, SPM yang diajukan Satker Dinas Koperasi dan UKM Sumut otomatis mental sebelum masuk proses pencairan, karena tak memiliki dasar tarif yang sah dari Kemenkeu.

    Sementara itu, beberapa provinsi lain sudah lebih dulu cair diduga karena mereka lebih cekatan menyelesaikan administrasi dan memperoleh persetujuan tarif lebih awal.

    BA dan PMO Berang – Siap Lanjut Aksi Lebih Besar

    Meski masalah teknis sudah terungkap, para BA menilai pemerintah provinsi masih bekerja lamban, tidak responsif, dan terkesan abai terhadap nasib ratusan pegawai yang haknya ditahan aturan.

    Para peserta aksi menegaskan bahwa ini bukan akhir perjuangan.

    “Jika pemprov tidak gerak cepat, kami siap melakukan aksi yang lebih besar. Jangan salahkan kalau kami turun kembali dengan kekuatan penuh,” tutup Shandy lantang.

    Kini bola panas ada di tangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kemauan politik dan kecepatan eksekusi akan menentukan: apakah hak ratusan BA dan PMO segera cair—atau tetap mandek tanpa kejelasan.

  • Dugaan Fiktif DD Ta 2024 Siala Gundi Di Paluta Resmi Dilaporkan LSM PAKAR Ke Polres Tapsel 

    Dugaan Fiktif DD Ta 2024 Siala Gundi Di Paluta Resmi Dilaporkan LSM PAKAR Ke Polres Tapsel 

    Paluta,

    mediatribunsumut.com

    Dugaan fiktif dana desa ( DD ) Ta 2024 desa Siala Gundi Kec Dolok Kab Padang Lawas Utara ( Paluta ) resmi dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) ke Polres Tapanuli Selatan ( Tapsel ).

    Terkait indikasi  dana desa Siala Gundi fiktif hari ini ( 19/11 ) telah dilaporkan ke Polres Tapsel, angkanya diperkirakan ratusan juta.

    Demikian dikatakan Ketua LSM PAKAR DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 19/11 ) melalui WhatsApp.

    Sesuai penelusuran Tim ke desa tersebut, sama sekali tidak ada tanda satu titik kegiatan atau pembangunan di desa itu yang bersumber dari DD, ujarnya.

    Jadi sangat riskan dan menyedihkan, tidak habis pikir atas kelihaian sang Kades membuat laporan pertanggu jawaban, seperti kegiatan pisik misalnya, tuturnya.

    Termasuk yang menandatangani kegiatan, sebab dari data yang dimiliki, ada kegiatan fisik, siapa pokja, intinya luar biasa Kades itu, tandanya.

    Diminta kepada Polres Tapsel segera memanggil dan memeriksa Kades dan yang terlibat dalam kegiatan DD, untuk mempertanggungjawabkan uang negara tersebut, pintanya.

    ( Tim ).

  • Hingga Kini PLN Satunya Pemungut PPJ,  Tidak Ada MOU Melibatkan ASN 

    Hingga Kini PLN Satunya Pemungut PPJ, Tidak Ada MOU Melibatkan ASN 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Hingga kini PLN lah satu satunya pemungut pajak penerangan jalan ( PPJ ) di wilayah kerja PLN Lubuk Pakam tidak ada MOU melibatkan aparatur sipil negara ( ASN ).

    Sepengetahuan saya, sampai saat ini tidak ada MOU khusus tentang pemungutan PPJ yang melibatkan ASN di lingkungan Pemkab Deli Serdang.

    Demikian dikatakan Kabag Pemasaran PLN Lubuk Pakam Poltak kepada mediatribunsumut.com pada ( 17/11 ) di kantor PLN Lubuk Pakam.

    Yang ada adalah MOU tentang pemungutan dan penyetoran atas pajak barang dan jasa tertentu ( PBJT ) serta pengelolaan penerangan jalan umum ( PJU ) yang ditanda tangani pada Oktober lalu, ujarnya.

    Penandatanganan MOU itu, untuk memperpanjang MOU yang telah berakhir masanya, yang diperpanjang sekali lima tahun, namun di dalam MOU tidak ada kerjasama ASN yang melakukan pemungutan PPJ, terangnya.

    Dan sampai saat ini, sepengetahuan saya belum pernah dilakukan focus group discussion ( FGD ) terkait hal tersebut, jadi yang sebenarnya adalah PLN yang melakukan pemungutan PPJ dan selanjutnya PLN menyetorkan PPJ ke kas daerah Pemkab Deli Serdang, tegasnya.

    Bahwa PLN tidak hanya menyetorkan PPJ ke kas daerah, PLN juga menyampaikan perkembangan jumlah pelanggan PLN di Deli Serdang, sesuai dengan rincian golongan pelanggan yakni rumah tangga, industri, sosial dan pemerintah, bebernya.

    Terkait hal itu, sebelumnya mediatribunsumut.com telah konfirmasi Sekretaris Bapenda Kab Deli Serdang di tahun 2024, beliau mengatakan di Ta 2023 PPJ terealisasi sebesar Rp 213.042.327.681 dari target Rp 295 juta.

    Dan sampai Maret 2024, insentif bagi ASN atas pemungutan PPJ,  triwulan 3 ( tiga ) terealisasi 100% sesuai dengan SK Kepala Badan Pendapatan Daerah No:  34 tahun 2023.

    Sekretaris mengakui target PPJ belum tercapai, karena beberapa catatan, salah satu Bapenda belum memiliki data jumlah pelanggan PLN di Kab Deli Serdang.

    ( Tim ).