Blog

  • Tersangka Penipuan Lahan Di Asahan, Ditangkap Polsek Air Batu Dan Polres Rokan Hilir 

    Tersangka Penipuan Lahan Di Asahan, Ditangkap Polsek Air Batu Dan Polres Rokan Hilir 

    Asahan,

    mediatribunsumut.com

    Tersangka penipuan lahan di Asahan ditangkap Polsek Air Batu dibantu Polres Rokan Hilir pada ( 21/10 ) dini hari.

    Sinergi antar unit Reskrim Polsek Air Batu Polres Asahan dengan Unit Reskrim Polres Rokan Hilir Polda Riau membuahkan hasil, penindakan dan pengamanan terhadap seorang tersangka kasus penipuan dan penggelapan lahan di wilayah hukum Kabupaten Rokan Hilir.

    Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor: SPT/67/X/2025/Reskrim/Sek. Air Batu tanggal 1 Oktober 2025, kegiatan ini berlangsung sekira pukul 01.30 WIB di Dusun II Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan.

    Personel gabungan yang melibatkan  Unit Reskrim Polsek Air Batu dipimpin Kapolsek Air Batu IPTU M.T. Siregar dan Kanit Reskrim IPDA Ropii, S.H., M.H., bersama tim Reskrim Polres Rokan Hilir yang dipimpin IPTU Subiarto A. Tampubolon, S.H., M.H, berhasil mengamankan tersangka inisial J alias Ijip (44 tahun), warga

     Hilir, di rumah kakaknya di Desa Pulau Maria tanpa perlawanan.

    Kasus ini bermula dari laporan warga Rokan Hilir yang mengaku lahan miliknya seluas 400 hektar telah dijual secara ilegal oleh tersangka kepada pihak lain. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/124/VII/SPKT/Polres Rokan Hilir/Polda Riau tanggal 4 Juli 2025, tim Reskrim Polres Rokan Hilir menelusuri keberadaan pelaku hingga diketahui berada di wilayah hukum Polsek Air Batu.

    Setelah berhasil diamankan, tersangka dibawa ke Mapolsek Air Batu untuk pemeriksaan awal sebelum diserahkan kepada penyidik Polres Rokan Hilir Polda Riau guna proses hukum lebih lanjut.

    Kapolsek Air Batu IPTU M.T. Siregar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk soliditas dan kerja sama lintas daerah dalam menegakkan hukum.

    Kami siap membantu setiap upaya penegakan hukum antar wilayah. Polsek Air Batu akan selalu bersinergi dengan satuan lain demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

    Sementara Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H. mengapresiasi kerja cepat personel Polsek Air Batu yang telah berkoordinasi baik dan membantu penegakan hukum lintas provinsi

     Sinergitas dan respon cepat ini menunjukkan semangat Polri Presisi yang nyata di lapangan,” ujarnya.

    Dengan tertangkapnya pelaku, Polri kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan setiap pelanggaran hukum diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

    ( Tim ).

  • Aksi Akbar KNRP Sumut Tegaskan Tragedi Gaza Adalah Pelanggaran Kemanusiaan Berat

    Aksi Akbar KNRP Sumut Tegaskan Tragedi Gaza Adalah Pelanggaran Kemanusiaan Berat

    Medan, Media Tribun Sumut —Solidaritas menggema dengan megah! Ratusan massa dari beragam elemen masyarakat di Sumatera Utara menggelar aksi damai akbar bertajuk “Sumatera Utara Lawan Genosida” di pelataran ikonik Masjid Raya Al-Mahsun Kota Medan, Minggu (19/10/2025).

    Aksi yang diinisiasi oleh Lembaga Kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Sumut ini menjadi momen penting, bertepatan dengan dua tahun peristiwa bersejarah Thufanul Aqsa, dan sekaligus menjadi penegasan komitmen utuh rakyat Sumut terhadap penderitaan tak berkesudahan warga Palestina yang terus menjadi korban kekerasan dan genosida di Jalur Gaza.

    Gelombang peserta aksi ini begitu mengesankan, menghadirkan kolaborasi dari berbagai latar belakang, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan, barisan pelajar dan mahasiswa yang penuh semangat, para aktivis kemanusiaan, tokoh agama yang terhormat, hingga masyarakat umum. Semuanya bersatu menyuarakan tuntutan tegas: menghentikan agresi militer Israel dan mendesak dunia internasional untuk segera mengambil langkah konkret serta berani guna menghentikan genosida terhadap rakyat Palestina.

    Dalam orasi yang menyentuh nurani, Ketua KNRP Sumut, Haris Sucipto, dengan lantang dan tegas menyatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza saat ini telah jauh melampaui batas konflik politik atau peperangan biasa. Ia menegaskan, tragedi di Gaza adalah pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia yang tidak bisa ditoleransi.

    “Kami berdiri di sini bukan karena perbedaan agama, melainkan murni atas nama kemanusiaan. Dunia tidak boleh diam melihat pembunuhan massal yang mengerikan di Palestina. Kami menuntut penghentian genosida dan ditegakkannya keadilan bagi para korban. Dan gencatan senjata yang terjadi saat ini bukanlah akhir dari konflik, tetapi sebuah kesempatan untuk mengambil napas panjang agar masyarakat Gaza dapat kembali menjalani hidup secara normal,” seru Haris Sucipto, disambut gemuruh dukungan massa.

    Aksi damai yang menggetarkan ini juga diwarnai dengan momen spiritual dan budaya. Seluruh peserta aksi larut dalam pembacaan doa yang khusyuk untuk warga di Palestina, mendengarkan penampilan puisi kemanusiaan yang mendalam, serta menikmati alunan nasyid merdu dari grup lokal Kota Medan, Zahyd Nasyid dan Shoutussabab.

    Selain itu, sebagai bentuk perlawanan sipil, massa juga kompak menyerukan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan pendanaan militer Israel.

    Koordinator Aksi, Ulli Agus, menekankan bahwa gelombang solidaritas yang membara ini adalah bukti nyata komitmen tak tergoyahkan rakyat Sumut dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

    “Indonesia punya sejarah panjang dalam mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Aksi ini menegaskan kembali sikap tegas bangsa kita: penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Dan kami menyampaikan ada 4 pilar penting yang harus kita lakukan untuk membantu saudara-saudara di Palestina, yaitu dengan do’a, menyampaikan atau menshare informasi keadaan Palestina, memboikot produk yang terafiliasi dengan Israel, serta berinfaq (berdonasi),” tegasnya, menutup aksi dengan pesan yang kuat dan inspiratif.

  • IMA Madina Pekanbaru Tak Sekedar Paguyuban, Akan Lahirkan Insan Berintegritas 

    IMA Madina Pekanbaru Tak Sekedar Paguyuban, Akan Lahirkan Insan Berintegritas 

    Kampar,

    mediatribunsumut.com

    Ikatan mahasiswa Mandailing Natal ( IMA Madina ) Pekanbaru tak sekedar paguyuban, namun akan melahirkan insan berintegritas.

    Pertemuan hari dan kedepan menjadi momentum membangun semangat kebersamaan dan solidaritas tinggi antar sesama anggota baru, pengurus, maupun senior.

    Demikian sambutan Ketua Umum IMA Madina Pekanbaru Gusti Pardamean Nasution pada pembukaan kegiatan oreastasi dan perkenalan anggota baru ( Operta ) yang dilaksanakan dua hari pada ( 18 s/d 19 /10 ) di Café Terapung Pulau Cinta, Kabupaten Kampar.

    Orientasi ini menjadi langkah awal untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat berorganisasi di kalangan mahasiswa/i Mandailing Natal yang ada Pekanbaru, kita ingin menanamkan nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan cinta terhadap daerah asal,” ujar Gusti.

    Mahasiswa/i asal bumi gordang sembilan yang berada di perantauan, ke depan menjadikan wadah ini untuk pembentukan karakter dan penguatan rasa kekeluargaan, tegasnya.

    Selamat Operta, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti rangkaian kegiatan, dengan berbagai agenda menarik seperti pengenalan struktur organisasi, sesi motivasi, diskusi kebangsaan, malam keakraban, hingga permainan kelompok yang memperkuat solidaritas dan kerja sama tim, harapnya.

    Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Aidul Wahyu Nasution,  melalui orientasi ini, organisasi ingin menanamkan nilai kebersamaan, rasa memiliki, dan tanggung jawab bersama. Ia menyatakan, “Kami akan menjadikan Ima Madina Pekanbaru sebagai wadah yang aktif dan kontributif, bukan hanya sebagai paguyuban, Akan tetapi sebagai medium pengembangan potensi mahasiswa asal Mandailing Natal yang ada di Pekanbaru-Provinsi Riau

    Ketua Panitia pelaksana Operta Ilman Rahman Hasibuan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas suksesnya kegiatan ini.

    Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat respon baik dari peserta. Kami berharap semangat baru yang terbangun di Kegiatan Operta ini dapat berlanjut  terus yang diwujudkan dengan berbagai program Ima Madina.

    Terima kasih kepada seluruh kawan kawan panitia yang sudah memberikan ide dan gagasan agar kegiatan  ini  berjalan lancar dan sukses, tuturnya.

    ( Tim ).

  • Anggota DPRD Tapsel Heriansyah Diduga Pengecut, Tak Berani ” Bersuara”

    Anggota DPRD Tapsel Heriansyah Diduga Pengecut, Tak Berani ” Bersuara”

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Anggota DPRD Tapanuli Selatan ( Tapsel ) Heriansyah diduga pengecut, tak berani ” bersuara”.

    Diduga otak dibalik pemberhentian Mangantar sebagai Kepling III Siringo Ringo Kel Batangtura Sirumambe Kec Angkola Timur Kab Tapsel provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) sampai berita ini dikirim ke redaksi, anggota DPRD Tapsel dari Partai Kebangkitan Nasional ( PKN ) Heriansyah.

    Pasalnya Kepling yang menggantikan Mangantar dikabarkan adalah tim sukses ( TS ) Heriansyah pada masa pemilihan legislatif lalu.

    ” Bungkamnya” Heriansyah diduga berkaitan dengan surat pernyataan Mangantar yang telah dikantongi Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar.

    Bila ternyata benar hal tersebut, tindakan Heriansyah dan Camat Angkola Timur selaku pejabat publik tidak pantas ditolerir, sebab pemberhentian Mangantar sesukanya.

    Kekuasaan dan jabatan dipergunakan untuk ” menindas”, bahkan Heriansyah menunjukkan kekuasaan tanpa batas, yang bersangkutan mengatakan kepada Mangantar urus saja surat pindah mu kalau masih mau Kepling, kalau tidak menjadi petugas pasar saja, gajinya sama dengan Kepling.

    Hal menarik lainnya, pada surat pernyataan tersebut, Heriansyah mengatakan ratusan Kepling diberhentikan, itu politik.

    Belum berhenti sampai disitu, Heriansyah melibatkan nama Presiden RI Prabowo, untuk memuluskan rencana, katanya Presiden tegas dan kejam, inilah aturannya yang harus dipatuhi.

    Untuk diminta kepada Ketua Partai Kebangkitan Nasional ( PKN ) Tapsel tidak tinggal diam dan untuk tindakan Camat diminta kepada Bupati Tapsel melakukan tindakan tegas.

    ( Tim )

  • BPD Padang Mandailing Garugur Diminta Tidak ” Tutup” Mata Dugaan ” Permainan” Proyek Irigasi Ta 2025

    BPD Padang Mandailing Garugur Diminta Tidak ” Tutup” Mata Dugaan ” Permainan” Proyek Irigasi Ta 2025

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Padang Mandailing Garugur Kec Saipar Dolok Hole ( SDH ) Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) diminta tidak ” tutup” mata terkait dugaan ” permainan” korupsi pada proyek irigasi Ta 2025.

    BPD yang bertugas mengawasi kinerja kepala desa ( Kades ) sedianya ” angkat”  suara menyikapi proyek pembangunan irigasi Ta 2025 yang telah disoroti.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 16/10 ) .

    Sebab Kades terindikasi melawan peraturan pada pengerjaan proyek irigasi, material pasir yang digunakan diduga kuat pasir gunung, ujarnya.

    Tentu akan berpengaruh pada anggaran biaya, selain itu juga akan berpengaruh pada kualitas dan daya tahan bangunan, terangnya.

    Makanya BPD yang memiliki kewenangan dan kapasitas tidak sepatutnya membiarkannya, tegas Tohong.

    Kalau BPD tidak perduli dan membiarkannya dikhawatirkan BPD berada pada lingkaran dugaan ” korupsi” untuk itu diminta kepada Camat SDH tidak menjadi penonton, pinta Tohong.

    ( Tim )

  • Proyek Peningkatan Irigasi Marsada Ta 2025 Simpan Misteri, TPM Seolah Merasa “Suci “

    Proyek Peningkatan Irigasi Marsada Ta 2025 Simpan Misteri, TPM Seolah Merasa “Suci “

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Proyek peningkatan jaringan irigasi daerah irigasi Marsada Ta 2025 menyimpan misteri, sementara Tim Pendamping Masyarakat ( TPM ) merasa ” suci “

    Pondasi proyek yang rusak itu lebih kurang 50 meter dan lebih kurang 14 meter diperbaiki dengan swadaya sesuai dengan rencana anggaran biaya ( RAB ).

    Demikian dijelaskan TPM Nur Aini melalui WhatsApp kepada mediatribunsumut.com beberapa waktu lalu terkait indikasi proyek peningkatan jaringan irigasi daerah irigasi Marsada Kab Tapsel yang disoroti LSM PAKAR DPC Tapsel.

    Pondasi tergerus air dan beberapa waktu lalu berturut-turut bencana, makanya bangunan itu seolah tidak berpondasi, katanya dengan nada arogan.

    Bukankah penjelasan TPM tersebut janggal, kalau proyek itu rusak karena bencana alam, lantas mengapa masyarakat yang menanggung biaya perbaikan hingga 14 meter.

    Sedianya bila kerusakan karena bencana TPM, Tim Pelaksana Balai ( TPB ) , Konsultan Manajemen Balai ( KMB ) yang mengetahui peraturan tidak menyusahkan masyarakat desa, dengan menanggung biaya kerusakan.

    Selain itu, penjelasan KMB bertolak belakang dengan penjelasan TPM, kata KMB bangunan yang yang bermasalah pondasinya, tidak akan bisa dipasang lagi sesuai RAB, yang bisa dilakukan hanya menyuntikkan semen ke dalamnya.

    Untuk itu diminta kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera ( BWS ) II Medan tidak tinggal diam.

    ( Tim )

  • Diduga Pasir Proyek Irigasi DD Ta 2025 Padang Mandailing Garugur Tak Layak 

    Diduga Pasir Proyek Irigasi DD Ta 2025 Padang Mandailing Garugur Tak Layak 

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Diduga pasir proyek irigasi dana desa ( DD ) Ta 2025 desa Padang Mandailing Garugur Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel ) tak layak.

    Pasalnya pasir yang digunakan disinyalir pasir gunung sehingga pasir bercampur tanah, bahkan terpantau lebih dominan tanah.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 15/10 ).

    Terkait hal tersebut, telah dikonfirmasi pada Kades, namun dibantahnya, katanya pasir adalah pasir dari sungai dan diambil dari hulu sungai dan untuk membawa pasir dari hulu sungai dengan cara dihanyutkan, jadi sulit makan akal sehat, tegas Tohong.

    Fakta lapangan merupakan bukti yang tidak terbantahkan, onggokan pasir gunung itulah yang terindikasi menjadi dipergunakan pekerjaan, sebutnya.

    Menyikapi hal tersebut, diminta kepada Ketua BPD tidak tinggal diam, melakukan pengawasan, sebab rencana anggaran biaya ( RAB ) pasti diketahui BPD, ungkapnya

    Sampai saat ini, Ketua BPD belum angkat bicara menyangkut hal tersebut, diminta kepada Ketua BPD tidak keberatan memberikan penjelasan, tutupnya.

    ( Tim ).

  • Polisi Gercep Temukan Anak Hilang Di Pagelaran Seni Budaya Asahan

    Polisi Gercep Temukan Anak Hilang Di Pagelaran Seni Budaya Asahan

    Asahan,

    mediatribunsumut.com

    Polisi yang bertugas di Polsek Kota Kisaran Polres Asahan gerak cepat ( Gercep ) menemukan anak hilang di pagelaran Seni Budaya Asahan.

    Di tengah kemeriahan dan keramaian pertunjukan  Pagelaran Seni Budaya Daerah Kabupaten Asahan yang menampilkan Barongsai dari etnis Tionghoa pada (13/10 ), terjadi insiden yang sempat membuat panik pengunjung. 

    Seorang nenek melaporkan kehilangan cucunya di tengah keramaian, mengetahui hal tersebut, panitia acara segera mengumumkan melalui pengeras suara.

    Tak lama berselang, seorang personel Polsek Kota  Kisaran Polres Asahan Aipda Hapizul fitra yang bertugas di lokasi dengan sigap melakukan pencarian dan berhasil menemukan anak yang hilang dalam waktu singkat.

    Saat di konfirmasi Kapolres Asahan AKBP REVI NURVELANI S.H,  S.I.K M.H melalui Kapolsek Kota Kisaran Iptu Syamsul aa membenarkan hal tersebut, benar personil kami Polsek Kota Kisaran sebagimana video yang beredar adalah personil kami, ujarnya.

    Aksi cepat dan tanggap dari anggota Polsek Kota Kisaran Polres Asahan ini mendapat banyak apresiasi dari masyarakat, baik yang hadir langsung di lokasi maupun melalui media sosial. Warga menilai kehadiran dan kepedulian polisi di tengah kegiatan masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman selama berlangsungnya acara kebudayaan tersebut.

    ( Tim ).

  • Diduga Kapsek Dan 2 Guru P3K SDN 101228 Pargarutan Korupsi ” Berjamaah”

    Diduga Kapsek Dan 2 Guru P3K SDN 101228 Pargarutan Korupsi ” Berjamaah”

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Diduga kepala sekolah ( kepsek ) dan dua ( 2 ) guru P3KSDN 101228 Pargarutan Kec Angkola Timur Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel ) korupsiberjamaah“.

    Indikasi itu terkuak setelah Kepsek LS berjuang membela ke dua guru P3K SS dan AS saat dipanggil Kabid SD Dinas Pendidikan Tapsel.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 14/10 ).

    Akan mengalami kesulitan untuk menjerat yang terindikasi korupsi dikala pihak terkait melindunginya, ujarnya.

    Ditambah lagi yang bersangkutan tidak merasa bersalah, bahkan terkesan bangga mampu ” mengeruk” uang negara, gaji diterima tetapi tidak menjalankan tugas, seolah ” urat malu” Kepsek, SS dan AS sudah putus, tegasnya.

    Beginilah akhlak seorang tenaga pendidik, memalukan, seperti ini dijadikan panutan, dikhawatirkan akan merusak dan mencoreng dunia pendidikan, tandasnya.

    Tidak hanya itu, patut dicurigai laporan kinerja SS dan AS adalah rekayasa, sebab lebih kurang tiga tahun tidak masuk, terangnya.

    Sekali lagi diminta kepada aparat penegak hukum ( APH ) segera memanggil dan memeriksa SS, AS dan LS, tutupnya.

    ( Tim )

  • APH Diminta Panggi Dan Periksa Kades Marsada, Soal Dugaan Pemotongan BLT Ta 2025 

    APH Diminta Panggi Dan Periksa Kades Marsada, Soal Dugaan Pemotongan BLT Ta 2025 

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Aparat penegak hukum ( APH ) diminta panggil dan periksa Kades Marsada Kec Angkola Timur Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) soal dugaan pemotongan dana bantuan langsung tunai ( BLT ).

    Sampai saat ini ( 14/10 ) Kades Marsada dan Kadus Anturmangan sepertinya bangga mampu meraup rupiah meski rupiah yang didapat disinyalir dengan memotong dana BLT.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 14/10 ).

    Beginilah bila pejabat orang nomor satu di desa dan pejabat orang nomor satu di dusun menghalalkan segala cara demi menambah pundi pundi keuangannya, jatah untuk keluarga kurang mampu menjadi lahan ” basah” , sebutnya.

    Mentang mentang warga tidak berdaya menghadapi kekuasaannya, lantas jurus serakah menjadi tontonan buat warga tidak mampu, walaupun sesungguhnya perlakuan sang Kades dan Kadus Anturmangan tidak terima, namun tak berdaya, tegasnya

    Warga hanya mampu mengeluh, buktinya telah disoroti, tetap tidak bergeming atau memiliki iktikad baik untuk menyalurkan kembali yang terindikasi telah sambil, pungkas Tohong.

    Sekali lagi diminta kepada APH tidak tinggal diam, karena diduga Kades dan Kadus melakukan pemotongan dana BLT adalah unsur sengaja, pintanya

    ( Tim ).

  • TPM, KMB Irigasi Marsada Ta 2025 Akui Sejumlah Titik Dikerjakan Tidak Sesuai Kontrak Kerja 

    TPM, KMB Irigasi Marsada Ta 2025 Akui Sejumlah Titik Dikerjakan Tidak Sesuai Kontrak Kerja 

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Tim Pendamping Masyarakat ( TPM ) Nur Aini, Konsultan Manajemen Balai ( KMB ) Ricardo peningkatan irigasi daerah irigasi Marsada Ta 2025 mengakui ada sejumlah titik pekerjaan dikerjakan tidak sesuai kontrak kerja.

    Hal ini terungkap pada ( 12/10 ) saat konfirmasi via telepon WhatsApp dengan TPM, KMB, Ketua LSM PAKAR dan wartawan mediatribunsumut.com.

    TPM dan KMB akui pada saat Tim LSM PAKAR turun ke lokasi bersama dengan TPM ditemukan pasangan tanpa pondasi yang sudah terpasang lebih kurang 10 meter.

    TPM dan KMB berjanji akan membongkar pasangan itu, sementara pada titik 100 ditemukan bangunan yang menurut Ketua LSM PAKAR tidak pakai pondasi,dan KMB berjanji akan menyuntikkan semen ke dalamnya, karena tidak akan mungkin dipasang lagi pondasi.

    Kata KMB bangun itu rusak karena derasnya arus air, sedangkan menurut TPM ada bencana, jadi penjelasan keduanya bertolak belakang.

    Terkait hal tersebut Ketua LSM PAKAR meminta kepada Tim Pelaksana Balai ( TPB ) tidak tinggal diam.

    Termasuk kepada pejabat pembuat komitmen ( PPK ), untuk mengevaluasi kinerja TPM dan KMB,  bila perlu pekerjaan proyek itu dihentikan sementara sebab berdasarkan pengakuan TPM dan KMB ditemukan pekerjaan yang dikerjakan tidak sesuai kontrak kerja.

    ( Tim ).

  • Gegara Pilihan Berbeda Pada Pileg,  Heriansyah Anggota DPRD Tapsel Dituding Otak Pemberhentian Kepling 

    Gegara Pilihan Berbeda Pada Pileg,  Heriansyah Anggota DPRD Tapsel Dituding Otak Pemberhentian Kepling 

    Tapsel,

    mediatribunsumut.com

    Gegara pilihan pada pemilihan legislatif ( pileg ) 2024, Heriansyah anggota DPRD Tapanuli Selatan ( Tapsel ) dituding otak pemberhentian kepala lingkungan ( Kepling ) Siringoringo kelurahan Batangtura Sirumambe ke Angkola Timur.

    Kecaman tersebut berdasarkan surat pernyataan Mangantar mantan Kepling III, lantaran Camat Angkola Timur mengangkat Kepling III tanpa ada pemberhentian padanya.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada (  13/10 ).

    Jadi begini kronologinya 

    Pada ( 22 /07 ) Mangantar dan Camat Angkola Timur sepakat bertemu kembali pada ( 24/07 ) untuk memperjelas pemberhentiannya sebagai Kepling III.

    Tepat pada waktu yang ditentukan, Mangantar datang ke kantor Camat dan pertemuan itu dilaksanakan di kedai atau warung kopi Pandi.

    Pada pertemuan itu, selain Camat Angkola Timur, ada anggota DPRD Tapsel dari Partai PKN Heriansyah, Lurah Batangtura Sirumambe, Junjung Habib Daulay dan Maulut Siregar, lantas Mangantak memperjelas terkait pemberhentiannya.

    Lantas anggota DPRD Tapsel Heriansyah berkata, ratusan Kepling diberhentikan, itu sesuai peraturan, katanya.

    Lalu ditanya Mangantar lagi, peraturan apa pak, dijawab Heriansyah, maklumlah politik ini, Presiden kita Prabowo tegas dan kejam,jadi kalau mau Kepling lagi uruslah surat pindah mu, kalau tidak jadi petugas pasarlah, gajinya sama dengan Kepling.

    Jadi dari ataslah peraturan itu, jadi kami pun harus ikut aturan itu, Kepling orang kami/ Tim sukses PKN, Camat pun Tim sukses PKN, Lurah juga Tim sukses PKN, makanya diangkat Auli Ramhan Hrp jadi Kepling III, karena semua harus orang kami, tutupnya.

    Terkait hal tersebut diminta Camat selaku yang bertanggung jawab mengeluarkan SK memberikan penjelasan kepada publik soal pemberhentian Mangantar sebagai Kepling III.

    ( Tim ).

  • PoldaSu  Dan Jajarannya Seolah Tarik Ulur Penegakan Hukum Pada Terduga Bandar Judi BS 

    PoldaSu  Dan Jajarannya Seolah Tarik Ulur Penegakan Hukum Pada Terduga Bandar Judi BS 

    Medan, mediatribunsumut.com

    Polda Sumut ( PoldaSu ) dan jajarannya seolah tarik ulur dalam penegakan hukum kepada terduga bandar judi Baktiar Simanjuntak ( BS ) alias Bakti.

    Pasalnya, dua orang juru tulis ( jurtul ) togel sudah menjalani hukuman berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Padangsidimpuan dengan nomor: 318/Pid. B/20222/PN Psp dan nomor: 388/Pid. B/ 2022/PN Psp.

    Bahwa putusan PN Padangsidimpuan nomor: 318 adalah tangkapan Polres Padangsidimpuan dengan terpidana Syafruddin Piliang, namun untuk tidak lanjut proses hukum terhadap dua orang DPO yakni Angkang ( agen ) dan Bakti  ( bandar  ) terkendala lantaran pihak Polres Padangsidimpuan tidak mengenal wajar, berikut alamat tinggal karena terpidana telah meninggal dunia.

    Sedangkan putusan PN Padangsidimpuan nomor 388, adalah tangkapan Polda Sumut dengan terpidana Pendi Sihombing, orangnya masih hidup,  yang mengenal sang DPO, lantas mengapa pihak Polda belum menangkap dua orang DPO, yakni Pance Pos pos dan Bakti Simanjuntak alias Bakti ( bandar judi ).

    Pada hal, Pendi Sihombing saat diboyong pihak Polda Sumut ke Medan dengan jelas dan terang benderang membenarkan foto yang ditunjuk pihak Polda adalah sang bandar Baktiar Simanjuntak alias Bakti yang kini telah menjadi anggota DPRD Padangsidimpuan priode 2024-2029.

    Baktiar Simanjuntak dilantik setelah melengkapi persyaratan pelantikan calon DPRD Padangsidimpuan priode 2024-2029  salah satu syarat penting itu adalah SKCK.

    Setelah Polres Padangsidimpuan mengeluarkan SKCK semakin memantik reaksi keras masyarakat yang mengetahui track record atau rekam jejak Baktiar Simanjuntak.

    Gelombang protes seperti pengaduan sejumlah masyarakat ke institusi penegak hukum pun bermunculan, namun sampai saat ini ( 10/10 ) pihak Polda Sumut lagi lagi memberikan alasan dan angin sorga akan menindak lanjuti pengaduan, sementara terduga sang badar judi dengan tenang beraktivitas di lembaga legislatif.

    Sejumlah masyarakat masih berjuang untuk mendapatkan hukum ditegakkan tanpa tebang pilih, terpidana berteriak mengapa hanya kami wong cilik ( para jurtul ) di hukum, sementara sang bandar hidup tenang tenang.

    Benarkah Polda Sumut kesulitan untuk membuktikan Baktiar Simanjuntak adalah benar bandar judi, diyakini tergantung keseriusan pihak Polda Sumut, publik menanti.

    ( Tim ).

  • Plt Sekda Kota Padangsidimpuan ” Ogah” Bersuara Rapat TAPD Soal Honorer 

    Plt Sekda Kota Padangsidimpuan ” Ogah” Bersuara Rapat TAPD Soal Honorer 

    Padangsidimpuan, mediatribunsumut.com

    Plt Sekda Kota Padangsidimpuan Rahmat Marzuki, SH ” ogah” bersuara rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah ( TAPD ) soal tenaga honorer yang jumlahnya disinyalir 1.500 orang.

    Rapat tersebut dilaksanakan pada ( 09/10 ) siang di kantor Wali Kota Padangsidimpuan yang dipimpin langsung Plt Sekda.

    Demikian informasi yang dihimpun mediatribunsumut.com pada ( 09/10 ) siang dari eselon II yang tidak berkenan disebutkan namanya dalam pemberitaan ini.

    Kepada mediatribunsumut.com mereka tengah menanti keputusan terkait dengan persoalan tenaga honorer atau pegawai non ASN yang gaji atau honornya dibebankan kepada APBD Padangsidimpuan.

    Belum diketahui pasti apa alasan Sekda belum memberikan penjelasan resmi, pada hal ini menyangkut kebijakan yang nantinya akan berdampak pada APBD dan tenaga honorer sendiri.

    Sebagimana diberitakan di salah satu media online, sejumlah pejabat Pemkot Padangsidimpuan diduga diperiksa di Polda Sumut yang berkaitan dengan pengangkatan tenaga honorer dimaksud

    Sayangnya Plt Sekda, menutup rapat informasi tersebut, setidaknya terjadi perubahan drastis, setelah diangkat menjadi Plt Sekda, selama ini informasi publik tidak ” ditutupinya”

    Lantas mengapa setelah menjadi orang nomor satu di jajaran pegawai negeri sipil ( PNS ) tertutup, apakah terlibat dipusaran itu.

    Semoga ” hatinya” terketuk tidak menjadi sekutu ” penghianat” masyarakat Padangsidimpuan, sebab ini menyangkut hajat hidup masyarakat Padangsidimpuan dan sampai berita ini dikirim ke redaksi, beliau belum ” angkat suara”.

    ( Tim )

  • Diduga PPK Proyek Peningkatan Irigasi Marsada Ta 2025 Tutupi ” Permainan” Korupsi 

    Diduga PPK Proyek Peningkatan Irigasi Marsada Ta 2025 Tutupi ” Permainan” Korupsi 

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Diduga pejabat pembuat komitmen ( PPK ) proyek peningkatan jaringan daerah irigasi Marsada Ta 2925 desa Marsda Kec Sipirok Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) menutupi ” permainan” korupsi.

    Sang PPK Dede Lubis berupaya berdalih, katanya saya hanya merealisasikan dana, yang bertanggung jawab soal pekerjaan itu adalah P3A Tirta Mitra Bahagia.

    Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com pada ( 10/10 ) menirukan bahasa PPK.

    Jadi PPK lupa diri, yang menandatangani kontrak kerja adalah PPK dan penyedia barang/ jasa, bisa jadi tindakan itu dilakukannya berkaitan dengan proyek yang bermasalah, sebutnya.

    PPK sepertinya berusaha ” lempar” tanggung jawab, integritasnya patut dikhawatirkan, sebab Tim Pendamping Masyarakat ( TPM ) tak malu berkata konyol, proyek tanpa pondasi katanya sudah sesuai dengan kontrak kerja, tandas Tohong.

    Sementara, PPK berjanji memberikan penjelasan setelah komunikasi dengan TPM dan Konsultan Manajemen Balai ( KMB ), namun sampai berita ini dikirim ke redaksi, PPK malah ” membisu”.

    Jangan jangan PPK, bersama pengelolaan kegiatan lainnya sedang merencanakan korupsi ” berjamaah”.

    ( Tim )