Tag: langkat

  • Sosialisasi Empat Pilar MPR di Langkat: Muhammad Nuh: Pesantren Wajib Jadi Subjek Aktif, Bukan Sekadar Objek Pembangunan

    Sosialisasi Empat Pilar MPR di Langkat: Muhammad Nuh: Pesantren Wajib Jadi Subjek Aktif, Bukan Sekadar Objek Pembangunan

    LANGKAT – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, K.H. Muhammad Nuh, melanjutkan rangkaian Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan mengunjungi Pesantren Aluswah di Kabupaten Langkat, Sabtu, 13 Desember 2025.

    Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti dengan khidmat oleh para ustadz, pengasuh pesantren, dan tokoh agama setempat.

    Dalam paparannya, K.H. Muhammad Nuh tidak hanya menyampaikan makna mendalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia secara fundamental menempatkan pesantren dalam narasi sejarah dan kontribusi kebangsaan yang utama.

    Beliau menegaskan bahwa pesantren bukanlah institusi baru, melainkan pilar peradaban yang telah mengakar jauh sebelum Indonesia merdeka, dan karena itu harus terus diperkuat perannya sebagai solusi di tengah masyarakat.

    “Pesantren Aluswah dan ribuan pesantren lain di Nusantara adalah saksi hidup perjalanan bangsa. Mereka telah berdiri, mengajar, dan menjaga nilai-nilai luhur bangsa ini sejak era kolonial. Ini membuktikan ketangguhan dan relevansi pesantren sebagai laboratorium kebangsaan dan keumatan,” ujar K.H. Muhammad Nuh.

    Lebih lanjut, beliau menyampaikan analisis mengenai empat alasan strategis mengapa pesantren yang memiliki sejarah panjang ini harus menjadi garda terdepan solusi masyarakat:

    1. Kontinuitas Sejarah dan Kredibilitas Moral: Sebagai institusi yang berusia ratusan tahun, pesantren telah membangun kepercayaan (trust) yang tak tergoyahkan di hati masyarakat. Kredibilitas ini membuat pesantren menjadi mediator dan problem solver yang efektif dalam menyelesaikan persoalan sosial, mulai dari konflik kecil hingga pendampingan pascabencana.

    2. Integrator Nilai Agama dan Kebangsaan: Pesantren telah lama menjadi tempat di mana nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin berpadu secara organik dengan nilai-nilai kebangsaan seperti gotong royong, hormat pada pemimpin, dan cinta tanah air. Integrasi ini menghasilkan solusi yang tidak sekuler, tetapi juga tidak eksklusif; melainkan inklusif dan membumi.

    3. Pusat Pendidikan Holistik dan Karakter: Sejak dulu, pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama (tafaqquh fiddin), tetapi juga mengajarkan kehidupan. Dari sini lahir lulusan yang tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga memiliki akhlak, kemandirian, ketrampilan, dan kepedulian sosial—profil yang sangat dibutuhkan untuk menjadi solusi dalam masyarakat.

    4. Benteng Ketahanan Sosial dan Budaya: Dalam menghadapi gempuran modernisasi dan krisis identitas, pesantren berperan sebagai penjaga kearifan lokal, bahasa, dan tradisi yang positif. Dengan menjadi benteng budaya, pesantren mencegah disorientasi masyarakat dan menawarkan solusi berbasis identitas yang kuat.

    “Oleh karena itu, Empat Pilar yang kita sosialisasikan hari ini bukanlah sesuatu yang asing bagi pesantren. Nilai-nilainya telah hidup dan dipraktikkan di sini.

    Pesantren adalah NKRI dalam bentuk yang paling kultural, yang mengamalkan Pancasila dalam setiap interaksi santri dan kiai. Tugas kita adalah mengoptimalkan peran strategis ini agar pesantren semakin percaya diri tampil sebagai problem solver bagi segala persoalan umat dan bangsa,” tegasnya.

    Pernyataan tersebut disambut hangat oleh para peserta. Ustadz Abdul Hamid (65), salah seorang sesepuh pesantren, mengapresiasi. “Pak K.H. Nuh menyentuh akar sejarah kita. Pesantren memang sudah ada sebelum negara ini ada. Ini pengingat bahwa kontribusi kita untuk bangsa ini adalah sebuah keniscayaan, bukan sekadar pelengkap. Kami siap mengemban amanah ini,” ujarnya.

    Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan bangsa. Sosialisasi ini semakin menegaskan bahwa pesantren, dengan landasan sejarahnya yang panjang, bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek aktif dan solutif yang terus dibutuhkan untuk menjawab tantangan keumatan dan kebangsaan di masa kini dan mendatang.

  • Senator Nuh ‘Bedah’ Peran DPD RI: Pengawasan Anggaran dan Aspirasi Desa Wajib Tepat Sasaran

    Senator Nuh ‘Bedah’ Peran DPD RI: Pengawasan Anggaran dan Aspirasi Desa Wajib Tepat Sasaran

    Langkat, Media Tribun Sumut – Langkat diselimuti aroma audit. Badan Pemeriksa Keuangan dan Pengawasan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara menggandeng Pemerintah Kabupaten Langkat menggelar lokakarya evaluasi di Aula Rumah Dinas Bupati, Selasa (18/11/2025).

    Pertemuan ratusan Kepala Desa dan Camat itu mengangkat tema berat: Pengawasan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa yang Akuntabel dalam Rangka Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif. Wakil Bupati Langkat turut membuka hajatan yang berfokus pada ketepatan sasaran dana desa.

    Jantung diskusi terletak pada peran lembaga perwakilan. Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, KH. Muhammad Nuh, MSP, hadir sebagai narasumber utama untuk “membelah” (membedah) mandat pengawasan DPD. Senator asal daerah itu membentangkan matriks pengawasan DPD terhadap pelaksanaan undang-undang, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta kebijakan sentral yang bersentuhan langsung dengan Desa.

    Muhammad Nuh menegaskan mandatnya di hadapan para pemangku kebijakan desa. “Pengawasan kita meliputi pengawasan penyaluran, penggunaan, dan pengelolaan Anggaran agar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa fungsi DPD tidak hanya berhenti pada angka, melainkan juga “menampung dan menindaklanjuti permasalahan serta aspirasi masyarakat desa di tingkat nasional.”

    Lebih jauh, Pengasuh salah satu pesantren di Langkat itu menjanjikan tindakan tegas atas temuan. “Dan jika dalam tugas pengawasan ini, kita mendapat temuan atau rekomendasi, kita akan sampaikan ke Pemerintah untuk perbaikan regulasi dan kebijakan,” imbuhnya. Menurut Nuh, DPD adalah representasi murni dari daerah, yang ditugaskan untuk memperkuat peran daerah dalam mozaik pembangunan nasional.

    Untuk menajamkan aspek teknis, lokakarya tersebut juga menghadirkan tiga narasumber lain yang tak kalah strategis. Mereka adalah Edi Purwanto dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Farid Firman yang menjabat Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) Kabupaten Langkat.

    Farid Firman, juru bicara BPKP Sumatera Utara, lantas memaparkan tugas pokok lembaganya. Ia menyebut BPKP berperan ganda: sebagai pengawas Dana Desa (DD) sekaligus konsultan (consulting) dan penjaminan (assurance) bagi pemerintahan desa.

    Demi melancarkan arus penyaluran dan mengefisienkan pengawasan DD, BPKP telah meluncurkan sistem digital. Aplikasi Siskeudes dikembangkan untuk pengelolaan keuangan, sementara Siswaskeudes dirancang khusus membantu Inspektorat melakukan audit. BPKP Sumut juga menyatakan kesiapan mereka memberikan pelayanan kepada para Camat dan kepala desa yang ingin berkonsultasi langsung di kantor BPKP Sumut.

  • Bermodalkan Rp. 10 Juta, Yang Dahulunya Musholla Kini Berubah Jadi Mesjid

    Bermodalkan Rp. 10 Juta, Yang Dahulunya Musholla Kini Berubah Jadi Mesjid

    Langkat | mediatrubunsumut.com

     

     

    ”Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no.450 dan Muslim no. 533)

    Begitulah janji Allah bagi orang yang membangun rumah nya di dunia dan menggunakannya untuk beribadah kepada nya. Kesempatan baik itu datang untuk membangun Masjid Al Falah yang terletak di Dusun 2 Desa Sendang Rejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat. Minggu, (19/03/2023).

    Warga Sendang Rejo telah lama memiliki rencana untuk membangun masjid, masjid ini dulunya wakaf tanah dari keluarga bapak mujakir, yg sudah rusak bahkan atap seng nya sudah banyak yg bocor.

    Dengan bermodalkan 10 Juta dari khas musholla, kami masyarakat Dusun 2 ini bertekad membangun masjid ini, Dengan niat yang tulus dan berserah kepada yang maha kuasa datanglah seorang hamba Allah untuk membantu seluruh biaya pemugaran mesjid ini sampai selesai.

    “Kami warga dusun 2 dan 1 sangat berterima kasih kepada bapak tongat, semoga pak tongat sehat terus dan di mudahkan Rezky nya dan bisa membangun masjid di tempat yg lain, sebenar nya kami tidak boleh menyampaikan namanya bang, tapi biarlah ga apa”. ucap kepala sekolah dasar Islam terpadu, dan juga Bilal mayit.

    Sementara di tempat terpisah, awak media menemui sang dermawan dan menanyakan prihal dana bangunan masjid Al FALAH dengan nyantai dan bersahaja beliau menjawab, “udah lah bang kalo ikhlas itu jangan di bahas bahas lagi, Yg jelas ini buat tabungan akhirat bang Karena manusia sehebat dan sekaya apa pun yg pasti mati bang”. Tutupnya mengakhiri.

    (Taslim)

  • Warga Masyarakat Apresiasi pada Tim Gabungan Polda Sumut bersama Satreskrim polres Langkat Telah mengamankan penembak mantan Anggota DPRD Langkat

    Warga Masyarakat Apresiasi pada Tim Gabungan Polda Sumut bersama Satreskrim polres Langkat Telah mengamankan penembak mantan Anggota DPRD Langkat

    Medan | Mediatribunsumut.com

    Tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumut dan Satreskrim Polres Langkat, berhasil mengungkap kasus mantan anggota DPRD Kabupaten Langkat, Paino (47). Motif para pelaku membunuh politikus Partai Golkar itu karena masalah bisnis kelapa sawit.

    Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, SIK, M. Si didampingi Direktur Reskrimum Polda Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, SIK dan Kapolres Langkat AKBP Faisal Simatupang, SIK mengatakan, otak pelaku pembunuhan LS Ginting alias Tosa selama ini memiliki usaha kelapa sawit di Kabupaten Langkat. “Ini berkaitan dengan usaha, Tosa memiliki usaha mengumpulkan sawit,” sebut Kapolda Sumut, Senin (13/2/2023) siang.

    Tapi sambung Panca, semakin hari usahanya milik Tosa anjlok. Sedangkan usaha korban yang juga mengumpulkan kelapa sawit semakin berkembang.

    “Usaha tersangka semakin hari semakin merosot. Dan korban itu sebagai saingan usahanya,” ucap dia.

    Dari persoalan inilah, sambung dia, Tosa merencanakan untuk menghabisi nyawa korban. “Ini direncanakan Tosa dan beberapa orang termasuk eksekutor maupun orang yang membantu,” cetus dia.

    Kelima pelaku yang diamankan itu yakni LS Ginting alias Tosa (26) warga Bukit Dinding Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat, D Bangun (38) warga Desa Timbang Jaya Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, P Sembiring (43) warga Desa Gunung Tinggi Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat, MH alias Tio (27) warga Kelurahan Perdamaian Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat dan SY alias Tato (27) warga Kelurahan Bingai Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat.

    Kelima tersangka ini diamankan dari lokasi yang berbeda-beda. Otak pelaku ditangkap di Kawasan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang dan eksekutor ditangkap di Kawasan Aceh, sedangkan tiga lainnya diamankan di kediaman masing-masing.

    Diketahui, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Langkat, Paino (47) tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) saat melintas di Devisi 1 Desa Basilam BL, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Kamis (26/1/23) dini hari.

    Korban warga Dusun VII, Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, tewas diduga karena mengalami luka tembak di bagian dada.

    (Rdn)

  • Gubernur Sumut Hadiri Peringatan Maulid Dan Silaturahmi Akbar ISMI

    Gubernur Sumut Hadiri Peringatan Maulid Dan Silaturahmi Akbar ISMI

    Langkat |Mediatribunsumut.com

     

    Dalam rangka memperingati hari lahir Nabi besar Muhammad SAW. 1444 H . Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi dan rombongan hadiri peringatan maulid Nabi dan pelaksanaan Bakti sosial dan silaturami Akbar ISMI (Ikatan Saudara Muslim Indonesia)

    Acara di gelar di Ypp Prof DR.H MOHD HATTA, di kelurahan Stabat Baru Kec, Stabat Kab, Langkat.

    Dalam penyambutan Gubernur Sumatra Utara, H. Edy Rahmayadi dan Rombongan langsung di sabut dan laksanakan dengan sholawat badar.

    Penyambutan, dan pemasangan songket , tengkuluk dan upah -uoah di iringi tari persembahan, di lanjut degan peresmian gedung.

    Kegitan bakti sosial berupa sunat masal, donor darah dan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

    PROF H . MOHH HATTA, selaku pembina YPP PROF.H.MOHHD HATTA dalam sambutan nya, terima kasih kepada Bapak Gubsu yang telah berkenan hadir dalam acara ini.

    “Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Gubernur dan rombongan telah meringankan langkah hadir ditengah – tengah masyarakat dan sudah menjadikan acara ini sehingga meriah,”ujarnya.

    Gubsu H.Edy Rahmyadi dalam sambutanya menyampaikan, terima kasih kepada masyarakat Langkat yang telah mengundang dan memyambutnya.

    “Banyak sekali ketauladanan dari Baginda kita NABI MUHAMAD SAW yang kita tauladani, saat ini banyak yang mengatakan Maulid Nabi tak perlu di laksanakan, bahkan ada yang mengatakan itu Bidd’ah saya heran entah apa yang ada dalam pikiran orang orang itu terus lah berbuat, puak Melayu harus bersatu untuk membangun Kab Langkat, “paparnya

     

    Beliau juga berucap , Kab Langkat di harapkan bisa melahirkan tokoh – tokoh besar.

     

    “Semoga dalam acara acara seperti ini harus lebih besar dan lebih kompak dan harus bisa menganden para ulama dan memperbanyak tokoh tokoh masyarakat, “tutup orang No 1 di Sumatera Utara ini.

    Senada juga disampaikan oleh PROF. DR. IR. Djohar Arifin Husin yang juga tokoh di Kab Langkat, saya tidak bisa banyak berbuat kalau puak Melayu tidak bersama untu berbuat

    “Mari kita sama- sama bersatu dan berdoa untuk Kab Langkat agar masyarakat lebih berbuat untuk umat Islam, dan jangan mudah untuk percaya dan terpropokasi dengan hal hal yang menghancurkan Islam, ” imbuh nya.

    Sementara sesi tausyah yang di bawakan oleh Buya DR.KH. Amiruddin MS , yang juga Ketua DMDI Kab Langkat.

    “Betapa pentingnya kita melaksanakan Maulid NABI MUHAMMAD SAW, banyak sejarah yang bisa kita ambil dari Maulid ini,” akhir dari tausiyah nya.

    Dari pantauan InformasiRakyat.com Acara terakhir (penutup) peyerahan santunan anak yatim, degan Doa oleh PROF.DR. H.MOHHD. HATTA yang di Aamin kan oleh lebih dari 500 san orang itu.

    Acara berjalan dengan sukses dan merjalan dengan tertip, acara demi acara terlaksana denga meriah.

    (Taslim)