Tag: M.Nizam

  • Nizam Ungkap Norma Deli Siregar SEKDA Pantas Menduduki Jabatan PJ Bupati Batu Bara: Sudah PAS dalam Peraturan Perundang Undangan

    Nizam Ungkap Norma Deli Siregar SEKDA Pantas Menduduki Jabatan PJ Bupati Batu Bara: Sudah PAS dalam Peraturan Perundang Undangan

    Mediatribunsumut – Muhammad Khairun Nizam Aktivis Batu Bara juga Demisioner presiden mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Batu Bara periode 2021/2022 angkat bicara perkembangan geopolitik Kabupaten Batu Bara saat ini, Pantas sudah Norma Deli Siregar menjadi PJ Bupati Batu Bara tahun 2024,rabu 8 nov 2023

    Dalam penetapan Norma Deli sebagai pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Batu Bara Nomor 413/BKPSDM/2023.

    Bupati Baru Bara Ir. H. Zahir resmi melantik Norma Deli Siregar menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batu Bara di aula Rumah Dinas Bupati, Komplek Inalum, Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka pada, Senin (10/4/2023) lalu.

    Sebelum dilantik sebagai Sekda Batu Bara, Norma Deli Siregar juga menduduki jabatan yang strategis di Pemerintahan Kabupaten Batu Bara, mulai dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman hingga Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Batu Bara.

    Tidak terlepas dari karirnya, Pejabat Eselon II itu termasuk taat dalam melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Berdasarkan situs resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Rabu (12/4/2023). Norma Deli Siregar melaporkan harta kekayaannya terakhir pada 21 januari 2022 untuk priodik 2021 yang saat itu dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

    Total harta kekayaan yang dilaporkannya saat itu sebesar Rp. 127. 679. 726 (Rp. 127 juta) yang terdiri dari, Tanah dan Bangunan seluas 168 m2/168 m2 di Batu

    Bara dengan total Rp. 200.000.000.

    Tidak hanya itu, Norma juga memiliki Kas dan Setara Kas dengan nilai Rp. 20.000.000 serta memiliki Hutang sebesar Rp. 92.320.274. Dari rincian tersebut Sekda Batu Bara itu tidak memiliki alat transportasi.

    Pada pelaporan tahun sebelumnya (priodik 2020) harta kekayaan Norma mencapai Rp. 424 juta, jika diibandingkan harta kekeayaan mengalami penurunan.

    Nizam mengungkapkan, kita perlu menetapkan pemimpin jujur seperti Sekda Batu Bara Yakni Norma Deli Siregar.

    Dalam jabatan Norma Deli Siregar banyak membawa perubahan Batu bara saat ini dikala menjadi Sekretaris Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Ir. Zahir, MA.P tentu masyarakat juga berantisias dalam penyambutan Pj. Bupati 2024 nanti.

    Pilkada akan dimulai, PJ Bupati sudah nampak kandidat kuat yakni Norma Siregar yang siap memimpin Batu bara jauh lebih baik kedepan. Sebut Nizam

    “Apalagi saat ini dikala Daftar Calon Tetap (DCT) telah di umum kan oleh KPU Batu Bara Wakil Bupati Batu bara H. Oky Ikbal Prima sudah sah mengundurkan diri karna bertarung caleq DPRD Batu Bara Davil 3 kini tinggal lah sendiri Bupati Ir. Zahir, M. AP berjuang tegak bendiri memikirkan keadaan Batu Bara saat ini bersama Sekda Batu Bara Norma Deli Siregar”.

    Nizam mengungkapkan merujuk pada pasal 13 ayat (4) Permendagri Nomor 4 Tahun 2023 Tentang PENJABAT gubernur,pejabat, bupati, dan pejabat walikota pantas sudah Sekda Batu Bara Norma Deli Siregar menjadi PJ. Batu Bara.

    Semoga harapan masyarakat Batu bara ini bisa terkabul, pemimpin yang sidik, amanah, fatonah, tabligh perlu kita dukung saat ini. Tutup nizam

    Setelah di konfirmasi Norma Deli Siregar melalui via whatshap mengungkap, harapan masyarakat jauh di luar perkiraan saya, karna jabatan yang selama ini saya duduki itu semua hanya titipan dari allah SWT, dan orang orang percaya kepada saya dan saya pun menjalankan amanah yang telah diberikan kepada saya.

  • Kader PMII Muhammad Khairun Nizam Angkat Persoalan Ilmu Hidup: Menghargai “Yang Relatif”, Menyelami “Yang

    Kader PMII Muhammad Khairun Nizam Angkat Persoalan Ilmu Hidup: Menghargai “Yang Relatif”, Menyelami “Yang

    Muhammad Khairun Nizam, S. Pd salah satu kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Batu Bara angkat persoalan Ilmu Hidup:Menghargai “Yang Relatif”, Menyelami” yang Mutlak, sabtu, 21 Oktober 2023

    Seorang sahabat kader PMII bertanya pada saya, “Apakah ada kebenaran mutlak di hidup ini?”. Jawab saya spontan, “Selama sesuatu masih bisa dibahasakan, ia bersifat relatif.” Pertanyaan dan jawaban ini membuka salah satu persoalan penting tidak hanya di dalam filsafat, tetapi juga di dalam kehidupan. Hidup yang berarti adalah hidup yang didasari pada kebenaran. Tidak lebih dan tidak kurang.

    Jawaban saya sederhana. Saya cukup yakin dengan jawaban itu. Selama sesuatu itu masih hidup dalam bahasa, maka ia tidak mutlak. Kata dan bahasa, menurut Gadamer, pemikir Jerman, hidup dalam horison hidup manusia yang bersifat relatif, beragam dan terus berubah.

    Bahasa lahir dari budaya. Karena budaya beragam, maka bahasa pun juga beragam. Budaya mewakili cara pandang dunia (Weltanschauung) tertentu. Bahasa, budaya dan cara pandang dunia tersebut bersifat relatif, sehingga mereka bisa berubah, seturut dengan perubahan kebutuhan manusia. Ungkap Nizam

    Kini kita membahas “Yang Relatif” dan “Yang Mutlak”

    Nizam menyampaikan kita awali “Yang relatif” ini adalah segala yang lahir dari manusia. Di dalamnya termasuk agama, moralitas, filsafat, ilmu pengetahuan, seni, sastra, budaya dan sebagainya. Sebagai manusia, kita memerlukan semua itu untuk mengatur dan memperkaya hidup kita. Kita bisa mengubah semua “yang relatif”, seturut dengan perkembangan keadaan yang ada.

    Nizam jelaskan sedangkan “Yang mutlak” adalah yang melampaui kata dan konsep. Ia adalah keadaan disini dan saat ini sepenuhnya.

    Di dalam filsafat Asia, ia disebut sebagai “kesekarangan yang abadi” (eternal now). Di dalam agama, “yang mutlak” adalah Tuhan.Di dalam hidup, kita harus menghargai “yang relatif”. Agama, moral, filsafat, sains dan sebagainya diperlukan untuk hidup manusia. Kita harus menghargainya, dan siap mengubahnya, ketika dibutuhkan. Sambil menghargai “yang relatif”, kita harus menyelami “yang mutlak”.

    Bagaimana manusia bisa menyelami “yang mutlak”? Ada banyak cara. Cara paling sederhana adalah dengan hidup sepenuhnya berakar disini dan saat ini, dimana waktu dan ruang lenyap di dalam kesekarangan. Di saat itu, ketika kita sungguh terserap di dalam kesekarangan yang abadi, kita menyelami “yang mutlak”.

    Nizam mengungkapkan ketika menyentuh “yang mutlak”, hidup kita berubah. Ada ketenangan dan kedamaian yang mendalam. Ada kejernihan yang muncul, yakni kemampuan melihat keadaan sebagaimana adanya. Pendek kata, kita menjadi lebih bijaksana di dalam menjalani kehidupan.

    “Yang relatif” dan “yang mutlak” adalah dua sayap kehidupan. Bagaikan burung yang perlu dua sayap, supaya ia bisa terbang. Manusia pun memerlukan sayap “yang relatif” dan sayap “yang mutlak”, supaya ia bisa menjalani hidupnya secara utuh. Jika salah satu sayap ini rusak, maka hidupnya pun akan cacat.cetus Nizam

    Campur Aduk

    Nizam menjelaskan Sayangnya, di dalam hidup, banyak orang berat sebelah. Mereka kerap menjadikan “yang relatif” sebagai mutlak. Agama dijadikan Tuhan. Ilmu pengetahuan dan teknologi dianggap sebagai hal yang tak dapat salah.

    Yang terjadi kemudian adalah kebodohan. Hidup dipenuhi dengan aturan-aturan yang menindas, terutama terhadap kelompok minoritas dan kaum perempuan. Diskriminasi, kejahatan terorisme dan konflik menjadi bagian dari hidup bersama. Indonesia sudah kenyang dengan pengalaman ini.

    Disisi bahaya lainnya terjadi, ketika orang tidak menyelami “yang mutlak”. Ia hanya sibuk pada hal-hal “yang relatif”, bahkan menjadikannya hal mutlak. Hidupnya akan mengalami kekosongan. Ketika tantangan besar tiba, stress dan depresi pun tak dapat dihindari.

    Ini tentu harus dihindari. Semua harus dikembalikan ke tempatnya. Agama, sains, teknologi, budaya dan semua ciptaan manusia adalah sesuatu yang relatif. Ia beragam dan bisa diubah, sesuai dengan perkembangan kebutuhan hidup manusia. “Yang mutlak” adalah sesuatu yang di luar bahasa dan konsep, namun dapat dialami seutuhnya dengan metode yang tepat.

    Inilah ilmu kehidupan. Sebagai manusia, kita menghargai segala hal yang relatif, yakni budaya, moral, agama, filsafat dan semua keberagamannya. Kita menjadi kaya dengan pengetahuan. Namun, kita juga menyelam ke dalam “yang mutlak”, dan mendapatkan pencerahan yang mendalam darinya. Jangan ditunda lagi. Tutup nizam

  • Nizam Aktivis Batu Bara Menilai Norma Deli Siregar SEKDA Batu Bara Bekerja Baik : Jangan Benci Dimasukkan Ke Hati Hingga Menyampaikan Nihil Prestasi

    Nizam Aktivis Batu Bara Menilai Norma Deli Siregar SEKDA Batu Bara Bekerja Baik : Jangan Benci Dimasukkan Ke Hati Hingga Menyampaikan Nihil Prestasi

    Media Tribun Sumut – Norma Deli Siregar Sejak dilantik oleh Bupati Batu Bara pada bulan April 2023 lalu, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Batu Bara Nomor 413/BKPSDM/2023. Dinilai patut untuk menjadi contoh baik bagi kalangan pemuda karna Kabupaten yang sudah mekar dari tetesan air mata dan darah perjuangan ini perlu dipandang hebat dan sudah bekerja harus diberi apresiasi setinggi tingginya, ungkap Muhammad Khairun Nizam, sabtu 30 September 2023

    Nizam mengungkapkan Norma Deli Siregar adalah salah satu dari sekian banyak ASN Batubara yang punya prestasi baik, Norma sebelumnya menjabat sekretaris di Dinas Tarukim Batubara semasa Bupati OK Arya Zulkarnain.

    Setelah itu tidak lama menduduki jabatan sekretaris, Norma langsung diangkat menjadi kepala Dinas Tarukim Batubara setelah almarhum Arif sebagai Kadis sempat meninggal dunia, beberapa tahun lalu.

    Hingga kini, karier Norma terus memuncak, hingga di level tertinggi di dunia PNS Batubara sebagai Sekda Kabupaten Batubara.

    Nizam mengungkapkan pada tahun 2020 lalu, Bupati Batubara, Zahir, M.AP melantik 13 pejabat eselon II dilingkungan Pemerintah Kabupaten Batubara, di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati, Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Rabu (22/1/2020).

    dokumentasi foto bersama

    Salah satu Kepala Dinas yang dipercayai oleh politisi PDI Perjuangan itu adalah Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) yang baru yaitu Norma Deli Siregar.

    Bahkan bukan hanya dari bupati saja yang memberikan kepercayaan penuh itu, kalangan aktivis dan mahasiswa juga turut berbahagia atas prestasi yang diraih selama menjabat Norma deli Siregar pada saat itu dan hari ini. Ungkap nizam

    Tak lama berselang setelah itu, Norma Deli Siregar kembali dipercayai untuk menduduki posisi Kepala Inspektorat Kabupaten Batubara beberapa waktu lalu, 2022. Kala itu, posisi yang diraihnya menggantikan Attaruddin saat itu.

    Hingga kini norma deli Siregar menjadi Sekretaris Daerah yang penuh berlimpah prestasi yang diraih.

    Saya bangga dengan sosok perempuan tangguh ini, mengingat aset dan harga kekayaan Sekda Norma, berdasarkan situs resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Norma Deli Siregar melaporkan harta kekayaannya terakhir pada 21 januari 2022 untuk priodik 2021 yang saat itu dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.ungkap nizam

    Total harta kekayaan yang dilaporkannya saat itu sebesar Rp127.679.726 (Rp127 juta) yang terdiri dari, Tanah dan Bangunan seluas 168 m2/168 m2 di Batu Bara dengan total Rp200.000.000.

    Selain itu, Norma juga memiliki Kas dan Setara Kas dengan nilai Rp20.000.000 serta memiliki Hutang sebesar Rp92.320.274. Dari rincian tersebut bahkan Sekda Batu Bara itu tidak memiliki alat transportasi.

    Pada pelaporan tahun sebelumnya (priodik 2020) harta kekayaan Norma mencapai Rp424 juta, jika dibandingkan harta kekayaan mengalami penurunan. Jelas Nizam

  • Pembangunan Merata :Tokoh Pemuda NU Batu Bara Apresiasi Kepala Desa Guntung Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara

    Pembangunan Merata :Tokoh Pemuda NU Batu Bara Apresiasi Kepala Desa Guntung Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara

    Tribunsumut – Muhammad Khairun Nizam, Tokoh Muda NU Batu Bara mengapresiasi Kerja Kepala Desa Guntung Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu bara dalam mengupayakan pembangunan merata disetiap Dsn saat ini, senin 18 September 2023

    Pembangunan di desa Guntung terus berjalan hingga masyarakat berpartisipasi aktif dalam bergotong royong demi kemajuan desa.

    Seorang tokoh Muda NU Batu bara mengapresiasi sebesar besarnya atas agenda besar yang dilakukan kepala Desa Guntung untuk kemakmuran masyarakatnya sehingga ini merupakan suatu kegembiraan yang tumbuh ditengah tengah masyarakat saat ini.

    Dalam pembangunan Tahun 2023 ini tentu menjadi sarana agenda yang sangat luar biasa dilakukan kepala Desa Guntung untuk membantu masyarakat khususnya dalam bekerja dan turut serta menikmati hasil kebijakan yang sudah di tetapkan oleh Bapak Mukis selaku kepala desa guntung, ungkap nizam

    Adapun pekerja yang saya apresiasi yaitu;
    1. Pembuatan TPT dan Penimbunan Badan jalan (M.YUSUF DUSUN GUNTUNG ARYA) Rp. 57,635,000
    2. Pembuatan TPT dan Penimbunan Badan Jalan (ZAKARIA KS DUSUN GUNTUNG BARAT) Rp. 21,006,000
    3. Pembuatan Rapat Beton (Jalan Pesantren Dusun Guntung Tengah (108, 930,000
    4. Pembuatan Rebat Beton (Jalan Mushollah AlFalah Dusun Guntung Utara) 69,875,000
    5. Penimbunan Badan Jalan Dusun Guntung Selatan Rp. 5.000.000
    6.Pembuatan Drainase Dusun Guntung Selatan Sepanjang 77 M Rp. 42,305,000

    Dalam 6 Aitem ini sudah mulai berjalan beberapa pekerjaan pada bulan ini, para pekerja langsung mengerjakan masyarakat Desa Guntung sehingga merata para kaum muda, kaum, tua, kaum remaja dirangkul kepala desa untuk mencari nafkah dipekerjaan tersebut, ungkap nizam

    “saya tetap mendukung kebijakan dan mengkawal kebijakan kepala desa Guntung karna masyarakat sudah merasakan keindahan dan kenyaman yang telah dilakukan oleh Bapak Mukis selaku kepala desa Guntung saat ini”.

    Nizam mengungkapkan, saya ini dari Desa Guntung Dsn Guntung Tengah Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu bara, tentu saya memperhatikan kepala desa saya yang begitu royal terhadap masyarakatnya, bahkan dalam pembangunan dilakukan saat ini beliau turun langsung membantu pekerjaan tersebut. Ungkap nizam

    Dikonfirmasi Via Whatsapp Kepala Desa Guntung, Mukis mengungkapkan pembangunan infrastruktur jalan desa dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, karena infrastruktur jalan merupakan salah satu kebutuhan vital yang harus dipenuhi.

    “Jalan merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat. Kami berharap dengan dibangunnya infrastruktur jalan yang memadai ini dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat,”ungkapnya

  • Kader PMII Luruskan Disorientasi Serta ‘Peradaban Sekedar’ di PMII

    Kader PMII Luruskan Disorientasi Serta ‘Peradaban Sekedar’ di PMII

    Tribunsumut – Menulis salah satu hobi yang kini dilakukan oleh Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK.PMII STIT Batubara) Muhammad Khairun Nizam juga demisioner Ketua PK. PMII STIT Batubara periode 2019-2020 kini perlu Meluruskan Disorientasi dan ‘Peradaban Sekedar’ di PMII khususnya.

    Tentu beruntung sekali organisasi yang bernama PMII itu, karena lahir dua tokoh penting yang membawa api perubahan bagi banyak hal atau setidaknya perubahan bagi dunia yang digeluti oleh mereka berdua. Walau dari dunia yang berbeda, Mahbub Djunaidi dikenal sebagai pendekar pena sedang Zamroni sebagai konsolidator ulung. Zamroni menjadi tokoh penting angkatan 66 melalui organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia atau disingkat KAMI, sedang Mahbub seorang penulis melihat keterlibatan dirinya dengan organisasi macam Persatuan Wartawan Indonesia atau dikenal dengan singkatan PWI.

    Nizam mengungkapkan keduanya telah tiada, sebagaimana hidup yang tak jelas maka hanya kematian yang pasti. Keduanya meninggalkan rumah yang sama ialah organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau dikenal dengan nama PMII. Dua anak zaman yang tak pernah luput dari rekam sejarah bangsa yang tercatat ataupun tidak yang pasti mereka hidup di zaman yang serba tidak enak. Berhadapan langsung dengan rejim Orde Baru yang menindas dan tak jarang harus menerima konsekuensi terburuk seperti diasingkan atau bahkan dipenjara sebagaimana nasib Mahbub sang pendekar pena.

    “Pada dua ciri tokoh ini ada keunikan yang jarang bisa lagi kita temui pada diri kader PMII saat ini. Kondisi yang sebar tak pasti, kondisi yang tak lagi memberi arah tujuan. Kondisi seperti ini membuat saya merenung, sebenarnya untuk apa PMII itu lahir?, untuk mewarai zaman?, untuk sekedar ada sebagai sebuah eksistensi diri mahasiswa NU berkumpul, ngerumpiin zaman, ngebisikinnasib, atau hanya tempat kongkow yang tak berarti?”.

    Saat ini pada kondisi yang serba tak menentu ini, kita merasa kehilangan sosok Mahbub yang mengabdikan dirinya bagi bangsa melalui tulisan-tulisan uniknya atau kehilangan sosok seperti Zamroni yang mampu mengkonsolidasikan berbagai varian gerakan mahasiswa. Mungkin di zaman yang serba tak pasti, jumud dan setiap makna mengalami pergeseran yang tak bisa terbacakan oleh siapapun kader PMII. Bahkan anehnya makna berorganisasi mulai kehilangan sandaran maknanya, produk organisasi, kaderisasi organisasi. Di zaman yang serba tak pasti, suara-suara bising kelelahan membaca zaman, jumud berorganisasi, semua akhirnya hanya menjadi sekedar saja. Sekedar berorganisasi, sekedar ber-PMII, sekedar ber-Aswaja, sekedar program kerja, sekedar aktivis, sekedar baca buku, sekedar diskusi.

    ‘Serba sekedar’ adalah kejumudan yang belum ada obatnya, banyak sudah yang mendiagnosis penyakit apa yang sedang menjangkiti PMII, dari tumor sampai masuk angin sudah diutarakan dan bahkan terurai dengan jelas. Tapi, penyakit kita adalah komplikasi. ‘Semua serba’ ada di sini. Yang bisa dilakukan adalah operasi dan bukan sekedar minum obat atau kerokan saja. Penyakit kita sudah akut, semua orang sudah tak boleh berdiam diri, kita semua perlu melakukan operasi agar penyakit ini sembuh dan menjadi pelajaran agar pola hidup berorganisasi mesti harus sehat.ungkap Nizam

    *Operasi Intelektualisme atau Tak Perlu* ?

    Operasi itu bernama operasi intelektualisme. Diakui atau tidak, kedigdayaan peradaban Barat hari ini adalah hasil dari revolusi intelektual pada jaman dulu yang kerap kita kenal dengan era Renaissance dan diikuti dengan rangkaian pembebasan pikiran dari lingkungan gereja yang jumud kala itu. Kemudian inilah yang disebut oleh Gunnar Myrdal sebagai “revolusi besar intelektual”. Kemudian revolusi intelektual ini merambah ke masyarakat sehingga muncul revolusi sosia-ekonomi yang berdampak pada kemajuan peradaban barat yang kita kenal hari ini.

    Sedikitnya kita sedang mengalami masa kegelapan, di mana sesuatu yang dilakukan dan dilaksanakan hanya menjadi sekedar memenuhi tuntutan berorganisasi, yang sakral menjadi tak ada artinya. Aswaja sebagai manhaj menjadi jumud dan kaku. Paradigma tak lagi menjadi tradisi sebab intelektualisme telah mati bersama dikuburnya materi paradigma kritis, karena belum ada paradigma resmi dari organisasi yang dibahas diforum-forum ‘dewa’ macam, kongres atau muspimnas.

    Rupanya kita lupa bahwa revolusi intelektual akan berdampak pada peradaban bangsa, atau setidaknya peradaban organisasi. Maka jika PMII ingin menjadi bagian penting kehidupan bangsa, atau bahasanya politisi ulung atau relawan politik adalah ring satu kehidupan bangsa maka kita perlu mengadakan operasi intelektualisme. Agar menjadi pioner perubahan bangsa. Jika penyakit ini tidak segera diambil keputusan untuk mengadakan operasi, maka gagasan apapun seperti leading sector yaitu narasi merebut ruang strategi hanya menjadi omong kosong, karena lahir dari peradaban sekedar maka di ruang apapun hanya menjadi ‘sekedar’ dan bukan penggerak.

    Nizam menyampaikan operasi intelektual adalah cara untuk keluar dari penyakit kegelapan dan meyambut era Renaissance. Ini yang dilakukan oleh dua tokoh yang telah disebut diatas yaitu Mahbub serta Zamroni. Mereka berdua adalah penggerak yang pada diri mereka terdapat intelektualisme sebagai senjata atau setidaknya api kecil yang menjadi penerang bagi kegelapan bangsa Indonesia dalam selimut Orde Baru. Diakui atau tidak, kita fasih bicara peta perpolitikan nasional dan gagap membaca zaman.tutup Muhammad Khairun Nizam