Padangsidimpuan, mediatribunsumut.com
Plt Sekda Kota Padangsidimpuan Rahmat Marzuki, SH ” ogah” bersuara rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah ( TAPD ) soal tenaga honorer yang jumlahnya disinyalir 1.500 orang.
Rapat tersebut dilaksanakan pada ( 09/10 ) siang di kantor Wali Kota Padangsidimpuan yang dipimpin langsung Plt Sekda.
Demikian informasi yang dihimpun mediatribunsumut.com pada ( 09/10 ) siang dari eselon II yang tidak berkenan disebutkan namanya dalam pemberitaan ini.
Kepada mediatribunsumut.com mereka tengah menanti keputusan terkait dengan persoalan tenaga honorer atau pegawai non ASN yang gaji atau honornya dibebankan kepada APBD Padangsidimpuan.
Belum diketahui pasti apa alasan Sekda belum memberikan penjelasan resmi, pada hal ini menyangkut kebijakan yang nantinya akan berdampak pada APBD dan tenaga honorer sendiri.
Sebagimana diberitakan di salah satu media online, sejumlah pejabat Pemkot Padangsidimpuan diduga diperiksa di Polda Sumut yang berkaitan dengan pengangkatan tenaga honorer dimaksud
Sayangnya Plt Sekda, menutup rapat informasi tersebut, setidaknya terjadi perubahan drastis, setelah diangkat menjadi Plt Sekda, selama ini informasi publik tidak ” ditutupinya”
Lantas mengapa setelah menjadi orang nomor satu di jajaran pegawai negeri sipil ( PNS ) tertutup, apakah terlibat dipusaran itu.
Semoga ” hatinya” terketuk tidak menjadi sekutu ” penghianat” masyarakat Padangsidimpuan, sebab ini menyangkut hajat hidup masyarakat Padangsidimpuan dan sampai berita ini dikirim ke redaksi, beliau belum ” angkat suara”.
( Tim )

