Tag: Rumah

  • Sijago Merah Mengamuk, Dua Rumah di Pantai Cermin Ludes

    Sijago Merah Mengamuk, Dua Rumah di Pantai Cermin Ludes

    Sergai | mediatribunsumut.com

    Dua bangunan rumah permanen milik Sinar Ginting (51) dan Tajudin (62) di Dusun II Desa Pantai Cermin Kanan, Kec.Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai ludes terbakar , Minggu (30/7/2023) sekitar pukul 02.55 WIB.

    Kebakaran dua unit rumah itu diduga akibat dari Konsleting Listrik.

    Kapolsek Pantai Cermin melalui Kanit Reskrim Iptu Bontor Sitorus S.H mengatakan kepada Awak media via selulernya.

    “Dugaan sementara bahwa penyebab kebakaran dikarenakan hubungan arus pendek pada aliran listrik di rumah milik Sinar Ginting, “jawab Kapolsek.

    Fhoto bangunan saat dilahab si jago merah

    Sambungnya mengatakan sedangkan kerugian ditaksir lebih kurang Rp 450 jt dan tidak ada korban jiwa.

    Terpisah, Wana warga sekitar kebakaran mengatakan salah satu korban kebakaran yakni Sinar Ginting merupakan pedagang kelontong, sementara korban kebarakan yang satu lagi yaitu Tajudin pedagang Ikan Basah.

    “Yang satu kedai dan yang satu lagi rumah, Kalau tempat kami bilangnya kedai sampah atau kelontong, yang satu lagi jualan ikan basah,” tutupnya.

    (D.Marbun)

  • Warga Resah.! Geng Motor Beraksi di Perbaungan, Rumah Warga Jadi Sasaran

    Warga Resah.! Geng Motor Beraksi di Perbaungan, Rumah Warga Jadi Sasaran

    Warga Resah.! Geng Motor Beraksi di Perbaungan, Rumah Warga Jadi Sasaran

     

    Sergai | Mediatribunsumut.com-

    Diduga serangan balasan, dua geng motor beraksi di wilayah Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, akibatnya kejadian tersebut rumah warga kelurahan tualang jadi sasaran, Minggu (15/01/2023) malam.

    ”Sekira pukul 21:58 WIB, tadi malam terlihat puluhan dua Genk motor masuk di wilayah Kecamatan Perbaungan, bahkan warga melihat para geng motor juga membawa pentungan dan senjata tajam, akibatnya ulah para geng motor rumah warga mengalami rusak dibagian jendela pecah, ”ucap warga Tualang inisial FY

    Lanjut FY, peristiwa tersebut terjadi di lingkungan V Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan, Kab.Sergai. Tepatnya rumah milik bapak Rusmayadi yang sering dipanggil pak RIS.

    ”Hanya rumah pak RIS aja yang mengalami rusak bagian jendela, kalau rumah milik warga lainya hanya kenak bagian seng rumah. Karna warga menyelamatkan diri masuk dalam rumah karna dihujani batu, “ucapnya

    Informasi dilokasi, katanya lanjut FY. Ada dua geng motor yaitu Genk Gopla yang Markasnya di Jambur Pulau. Sedangkan satu lagi Genk TRK Markasnya di Tualang Lingkungan. Itu yang kita dapat tadi malam, ”Paparnya.

    ”Info warga sekitar, katanya korban sudah membuat laporan ke Polsek Perbaungan. Kami sebagai warga tualang meminta agar pihak kepolisian setempat menangkap para pelaku tawuran tadi malam, ”Tandasnya.

    Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Perbaungan, Ipda Zulpan Ahmadi,SH saat dikonfirmasi Awak media melalui via seluler, Senin (16/1/2023) mengatakan bahwa kejadian tersebut bukan geng motor melainkan tawuran anak sekolah.

    ”Bukan geng motor tapi tawuran anak sekolah. Peristiwa tadi malam merupakan balasan yang masih anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), ”sebutnya.

    Fhoto rumah cendela warga yang rusak akibat kejadian

    Zulpan menceritakan, pada Minggu kemarin anak SMP 1 lewat didepan rumah tersebut, mungkin anak tersebut di tendang. Kemudian datang ke Polsek namun karna masih anak anak kami sarankan ke Polres Sergai.

    Namun mungkin dirinya bercerita dengan teman temanya, lanjut Zulpan. Mungkin balas dendam mereka malam hari. Jadi Mungkin dikira korban mungkin rumah yang dilempar tersebut rumah pelaku, ternyata rumah terduga pelaku tersebut berada di belakang rumah yang dilempar tersebut.

    ”Mereka salah sasaran, kalau tersangka yang melakukan penendangan sudah kita kantongi identitasnya, bahkan Tadi malam sudah kita datangi, ternyata benar mereka salah orang, ”papar Kanit Reskrim.

    Saat disinggung awak media, bahwa geng motor tersebut antara Genk Gopla dan Genk TRK.

    ”Iya geng Gopla dan geng TRK markasnya tongkrongan rumah kosong, jadi tadi malam anak SMP semuanya. ”Tandasnya.

    (D. Marbun)

  • Emosi Umat Islam Membludak, Kecaman Atas Persekusi Rumah Tahfidz Siti Hajar

    Lubuk Pakam | Imformasirakyat. Com

    Gelombang kecaman, kemarahan dan berbagai Tudingan dari para tokoh aktivis Islam mengalir tak terbendung sehingga tokoh dan aktivis Islam Sumut dari berbagai daerah daerah turun menyampaikan kritikan dengan menghujat Pemkab Deli Serdang yang dinilai telah melindungi kepentingan pengusaha the hill.  Sabtu (08/10/22)

    Fhoto saat situasi demo para pembela rumah Thafidz Siti Hajar di Pemkab Deli serdang

    Di antara tokoh dan aktivis Islam yang mengecam dan memberikan orasinya pada aksi Bela Alquran di depan kantor bupati Deli Serdang antara lain Ustadz Alfan dari kupaz Labuhanbatu yang datang sebab panggilan jiwa

    ” dikatakannya, bahwa persekusi itu merupakan tindakan ancaman sebab mereka kini merasa pongah dengan berdiri tegak menunjukkan intoleran dan ketidakadilan, “ujar Alfan.

    The Hill itu telah mencoreng rasa keadilan dan sikap The Hill telah menyalahi aturan dan undang-undang maka wajib ditendang kita menuntut agar The Hill untuk ditutup,”tegas tokoh muda labuhan batu ini yang lantang menyuarakan keadilan demi tegaknya Izzah Islam.

    Sementara Ustadz Raudin purba dari perwakilan masyarakat Langkat dalam orasinya mengatakan bahwa mengapa pihak The Hill itu merasa resah terhadap keberadaan Rumah Tahfidz Siti Hajar, sementara Alquran adalah sebagai rahmatan lil alamin, jadi sikap The Hill lah yang telah membuat resah umat Islam sehingga kita turun aksi, ” ujarnya

    Kecaman keras juga terlontar dari Ustad Syaiful ketua presidium ormas Islam Kota Binjai, bahwa dikatakannya saat ini telah terjadi Tirani minoritas terhadap umat Islam, untuk itu umat Islam harus punya nyali untuk melawannya.

    Saat ini pilihan Pemkab Deli Serdang hanya ada dua, tegakkan hukum dengan seadil-adilnya serta menyeret semua para pelaku perusakan dan intimidasi terhadap para santri dan Rumah Tahfidz Siti Hajar, “Tegas syaiful.

    Fhoto para pembela rumah Thafidz orasi dengan membawa sepanduk

    Sementara Ustadz Ibnu Hajar, Ketua MPTW Sumut, mengungkapkan bagi siapa yang menolong Agama Allah, pasti Allah akan Menolong Hambanya, jadi kita akan bela sampai kapan pun, dikatakannya menjadi seorang Penghafal Al Quran akan memberikan syafaat bagi seluruh Alam, jadi dimana letak Keberadaan Rumah Tahfisz Alqur’an Siti Hajar itu menggangu, tanyanya penuh heran.

    Senada, Chairil Amri dari Front Anti Komunis (FAK.PP) mengutarakan, hanya ada tiga golongan yang resah terhadap Alquran, yang pertama adalah para kafir yang kedua setan dan yang ketiga adalah PKI, yang membenci Alquran

    Kecaman dan kemarahan besar juga terlontar dari singa-singa Allah oleh Ustaz muslim Chaniago dikatakannya, siapa yang membela The Hill kita doa kan bersama dilaknat oleh Allah subhanahu wa ta’ala kalian dan keluarga, kalian punya makar maka makar Allah jauh lebih besar dan dahsyat “ujarnya dengan nada berapi api. (red)

  • Aliansi Pembela Rumah Tahfidz Siti Hajar Minta Keadilan, DPRD Deli Serdang Gelar RDP

    Lubuk Pakam | TribunSumut

    BREAKING NEWS

    Guna Menindak lanjuti pasca Peristiwa adanya kasus Persekusi dan Intimidasi terhadap Rumah Tahfidz Siti Hajar di Desa Bandar Baru Kecamatan Sibolangit yang terjadi pada hari  kamis (15/09/2022) lalu.

    Peristiwa tersebut diduga dilakukan segerombolan Oknum suruhan The Hill, atas Laporan dari Aliansi Pembela Rumah Tahfidz Siti Hajar dan Tim Kuasa Hukum.

    Melalui Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), merespon cepat Aspirasi berkembang yang masuk dan disampaikan dengan Menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi I DPRD. Selasa (04/10/22) sekira pukul 10:30, Wib hingga selesai.

    Fhoto saat rapat RDP Berlangsung

    Kasus yang kini Viral dan telah menjadi Issu Nasioanal serta banyak menuai Protes keras dari Element Ummat Islam, para Tokoh serta para Aktifis Islam khususnya yang ada di Sumatera Utara.

    RDP di prakarsai oleh Komisi I DPRD Deli Serdang dan di Pimpin langsung Ketua DPRD Deli Serdang, Zakky Shahri, didamping Sekretaris Komisi I, Rakhmadsyah, PKB dan dihadiri Anggota Komisi I, H.Syaiful Tanjung, S.Sos PKS, Drs.H.Abdul Rahman, MPd, Mhd Adami Sulaeman, SH, MAg. PPP, Timur Sitepu, PDI P, dan Joni Hendri, SP, PDI P.

    Hadir dalam RDP tersebut, Ka.kemenag Deli Serdang, Drs.Abdl Aris, Ketua MUI DS, Amir Patagama, SPdi, dan FKUB DS, Ustadz Waluyo, pihak Muspika Kecamatan Sibolangit, serta dari Lembaga Perlindungan Anak Deli Serdang.

    Di awal dibukanya RDP, Ketua DPRD DS, langsung memaparkan Peristiwa yang di alami Rumah Tahfidz Siti Hajar, rasa kecewa tampak muncul setelah diketahui yang Hadir dari Pemkab Deli Serdang hanya menghunjuk perwakilannya saja.

    “Pemkab Deli Serdang, hanya diwakili oleh Kabag Tapem, yang kita harapkan datang Sekda atau Asisten I Pembangunan dan Pemerintahan, kemudian Kapolsek Pancur Batu, namun yang hadir diwakili Panit, dan dari Aparat Desa serta masyarakat seharusnya juga dapat hadir dan di Undang,ucap Zakky.

    Zakky, langsung menyoroti peran Pemkab, dimana Pemkab Deli Serdang, seharusnya dapat Care dan bersikap Tegas atas Peristiwa yang dialami Rumah Tahfidz Siti Hajar,

    Situasi RDP tanya jawab seru

    sebab menurutnya, mengapa izin yang telah dimohonkan itu di tolak tahun 2020 dan tidak bisa di keluarkan dengan berbagai macam alasan, sehingga hal itulah kini yang menjadi awal dari Peristiwa Persekusi dan Perbuatan Intimidasi terhadap pengelola dan para Santri Rumah Tahfidz Siti Hajar ini, ” ujarnya tegas.

    Disebutkan shahri, pada tahun 2020, saya pernah mengawal permohonan izin yang dimaksud, namun terganjal oleh aturan yang menyatakan bahwa harus ada surat Rekomensadi dari Camat Kecamatan Sibolangit, tapi Camat yang di jabat Amos saat itu tidak mau mengeluarkan surat Rekomendasi tersebut, dengan alasan harus ada persetujuan dan tanda tangan dari pihak sekitar lokasi, yang di maksud salah satu pihak The Hill.

    ” Nah itu yang jadi sumber masalah dan masalahnya itu terkesan dibuat buat, sehingga melalui dugaan kaki tangan dan suruhan pihak The Hill, terjadilah Aksi oleh segerombolan oknum yang menolak Keberadaan Rumah Tahfid Siti Hajar, yang menurut mereka tidak memiliki izin namun apa hak mereka, “pungkas shahri.

    Sementara Rakhmadsyah, mengatakan dengan tegas, kita tidak sependapat bahwa persoalan yang dialami oleh Rumah Tahfidz Siti Hajar ini adalah biasa biasa saja dan persoalan dianggap masalah api yang kecil.

    “kita tidak mau peristiwa 15 september 2022 kelabu itu, seperti peristiwa 30 September 65 yang akan menjadi tontonan, jika kita tidak memadamkan api ini, ‘ tegasnya.

    Hal Senada, ditegaskkan H.Adami Sulaiman, dengan mengatakan bahwa kita akan kawal Kasus ini hingga selesai dan Tuntas.

    ” kita minta.kepada Polrestabes Medan agar para Tersangka yang telah ditangkap, jangan dikeluarkan sebelum kasus ini Tuntas,” tegasnya.

    Sementara, Timur sitepu, Anggota Komisi I dengan semangat mengatakan bahwa, Yayasan Siti Hajar itu sudah ada dari sejak dulu tahun 1978, jadi semasa saya masih anak anak, bermain dan mandi mandi saya disana.

    “jadi sebelum The Hill ada, dari dulu keberadaann Yayasan Siti Hajar tidak ada dipermasalahkan, jadi kita bela dan berdiri didepan sebab masalah ini bukan Masalah SARA, tapi unsur kepentingan Bisnis, ” ujar sitepu putra asli kelahiram Bandar baru.

    Kordinator, Aliansi Peduli Rumah Tahfid Siti Hajar, Ustdz.H.Azanul Sauty, pada RDP menegaskan bahwa apa korelasinya Pemkab Deli Serdang memasang Badan untuk memperbaiki Fasilitas Rumah Tahfidz yang telah di rusak oleh segerombolan Oknum suruhan The Hill, ada kasus Pidana disana, yang menjadi pertanyaan kita adalah, dari mana Dana tersebut,

    “apa perbaikan itu memakai uang Rakyat,” tanyanya heran,
    Untuk itu akan kita kawal dan perjuangkan Kasus ini hingga tuntas, ” Tegas shauty.

    Senada hal tersebut, Ketua Tim Hukum Pembela Rumah Tahfidz Siti Hajar, Raja Makayasa Harahap, SH, yang didamping Ade Lesmana, dan kawan kawan, pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa.

    Tim ini berasal dari Gabungan Tim Pembela, ICMI Muda, LADUI, TPUA dan PAHAM, yang telah diamanahkan oleh Yayasan Rizal Azalibaki Indonesia, sebagai Tim Kuasa Hukum dan telah memiliki Legal Standing yang Sah,‘ kata Raja.

    Selanjutnya, dikatakan Raja, bahwa kami selaku Tim Kuasa Hukum sepenuhnya akan mengawal Kasus ini hingga Tuntas sampai ke Akar akar nya, bukan hanya terhadap 2 orang Tersangka yang telah ditangkap namun mendesak pihak Aparat Kepolisian Polrestabes Medan sesuai janji Kasat Reskrim, Kompol T.Fathir Mustafa, jum’at lalu.

    “untuk segera menangkap semua Oknum oknum segerombolan yang terlibat dalam Aksi Persekusi dan Intimidasi terhadap Pengelola dan para Santri Tahfidz Siti Hajar, ‘
    “Tegasnya Raja meminta.

    Sebelum RDP ditutup, Ketua DPRD, Zakky membacakan Point Hasil Rekomendasi DPRD Deli Serdang adalah akan Mengawal Kasus Rumah Tahfidz Siti Hajar hingga Tuntas serta meminta Tutup The Hill jika Terbukti Aksi Demo oleh Segerombolan di Rumah Tahfidz Siti Hajar, yang menjadi Otak  adalah The Hill.

    Cuplikan Video RDP Sorotan TribunSumut.net

     

     

    PEWARTA. (red)