Lubuk Pakam – Danrem 022/Pantai Timur, Brigjen TNI Luqman Arief, SIP, melakukan kunjungan kerja ke Kodim 0204/Deli Serdang di Jln Galang Km 2, Kecamatan Lubuk Pakam, KabupatenDeli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (6/9/2023).
Dalam kunjungan ini, Danrem didampingi Ketua Persit KCK Koorcabrem 022 PD I/BB, Ny Mia Luqman Arief, Kasi Intel, Letkol Cpl Bomen Situmorang, Kasi Ops, Letkol Arm Denny, serta Dantim Intel, Kapten Inf Ongku Siregar.
Setelah menerima paparan Dandim 0204/DS, Letkol Czi Yoga Febrianto, SH, MSi, Danrem kemudian memberi pengarahan kepada Prajurit, PNS dan Ibu-ibu Persit KCK Cabang XXXIII Kodim 0204/DS.
Dalam pengarahannya di Aula Pandawa Sakti Kodim 0204/DS itu, Danrem menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Kodim 0204/DS atas kerja keras dan dedikasi selama ini dalam mendukung tugas pokok TNI AD khususnya Kodam I/BB.
“Pesan saya kepada seluruh personil, jangan lupa bersyukur atas apa yang diterima saat ini,” ucap Danrem.
Tak kalah pentingnya, Danrem juga mengingatkan agar berprasangka baik kepada Allah SWT/Tuhan Yang Maha Esa, serta selalu berbuat kebaikan di lingkungan sekitar.
“Selalu ingat, apabila kamu berbuat pelanggaran, yang pasti dirugikan paling banyak adalah keluarga dan jangan lari dari masalah, hadapi masalah tersebut,” tegasnya.
Pasca kejadian tragis yang terjadi di sepak Bolaan, ditemukan 17 orang anak meninggal dan 3 luka berat dan dikabarkan masih banyak lagi anak korban yang belum terdeksi.
Komisi Nasional Perlindungan Anak organisasi yang memberikan pembelaan dan perlindungan anak Indonesia menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas tragedi kerusuhan pertandingan bola antara Arema FC, 02 Ok dan Persebaya di Stadiom, Sabtu (01/10/22)
Atas kejadian tragis itu mengakibat 129 orang meninggal dunia diantaranya terdapat 17 anak meninggal dunia dan 184 luka berat dan didapat informasi ada dua anak remaja dan satu anak usia 6 tahun menjadi korban.
Disinyalir masih banyak anak-anak korban yang belum terdeteksi menjadi korban kerusuhan itu, demikian disampaikan Arist Merdeka Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada sejumlah media yang mengkerumuninya untuk dimintai pendapatnya tentang hari Gelap persepak bolaan yang terjadi di stadion Malang, Minggu (02/10/22)
Lebih lanjut Arist Merdeka Sirait, atas kerusuhan ini meminta KapolriJenderal Pol. Sulytio Sigit Prabowo untuk segera membentuk tim investigasi khusus dengan melibatkan, Bareskrimum, Inafis, Irwasum, Dokkes Mabes Polri dam Polda Jawa Timur.
Untuk mengumpulkan data-data dan mencari tahu dan memastikan faktor-faktor yang menjadi penyebab tragedi dan hari kelam persepakbolaan di Indonesia, termasuk apakah ada kesalahan prosedur atas penyelenggaraan laga antara Arema FC dan Persebaya yang terjadi di Di stadion Ganjaran di Malang Sabtu malam.
Demikian juga Komnas Perlindungan Anak mendesak Gubernur Jatim,Walikota dan Bupati Malang patut segera memberikan santunan kematian kepada wali korban dan terhadap luka-luka berat jelas Arist.
Dikabarkan Organisasi Persepakbolaan di dunia juga menyampaikan turut berdukacita menyusul 129 meninggal dunia dan 184 orang luka diantaranyag dikabarkan terhadap anak-anak korban tragedi kemanusiaan di Stadion Kangajaran Malang..
Sejarah terburuk persepakbolaan di Indonesia ini yang memakan 129 korban jiwa dan terluka mendapat atensi serius dari organisasian persepakbolaan dunia FIFA dengan segera mengirim tim investigasi untuk melakukan penyelidikan hari gelap persepakbolaan yang terjadi di Jawa Timur ksrena membuat sok karena diluar nalar.
Secara khusus, Komnas Perlindungan Anak segera mengirimkan Tim Investigasi dan Litigasi Komnas Perlindungan Anak untuk memeriksa dan melakukan investigasi untuk mengetahui berapa sesunggujnya jumlah anak dan balita yang meninggal dan luka berat dalam kerusuhan di Stadium Malang tersebut.
Didapat informasi ada sejumlah ibu menjadi penonton dengan membawa anak yang masih berusia dibawah lima tahun dalam pertandingan bola di stadion Malang..
Dari tragedi kerusuhan itu dikabarkan ada seorang ibu tewas terinjak-injak dan tiga anak 2 remaja dan satu anak usia 6 tahun selamat untuk mendapat perawatan medis secara maksimal dari Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit.jelss Arist.
Atas tragedi kemanusiaan ini, Kommas Perlindungan Anak juga segera mendedak PSSI dan organisasi persepakbolaan melakukan evaluasi mendalam atas peristiwa ini dan segera menghentikan untuk sementara liga satu PSSI dan mengevalusi terhadap pelaksaan dan dan aturan’-aturan secara total semua komponen persepakbolaan.yang terlibat dan meminta Menpora, PSSI dan organidasi persepakbolaan mengevaluasi menyeluruh prosedur penyelenggaraan pertandingan..
Komnas Perlindungan Amak juga mendesak Kapolda Jawa TimurIrjen Pol Niko Afinta Karo Karo untuk segera memeriksa apakah Prosedur pengamanan Pertandingan bola antara Arema GC yang salah, tambah Arist.
Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, 40 Ribu Penonton, 3 Ribu Aremania masuk lapangan, 127 orang tewas. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur,Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, saat ini sudah ada 127 orang dilaporkan meninggal dunia akibat tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Selain itu, ada dua orang Anggota Polri juga meninggal dunia pada saat bertugas pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam 01-10- 2022
Fhoto sebahagian para korban yang meningal
Kekalahan itu merupakan yang pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir.
Hal itu diungkapkan Kapolda Jawa TimurIrjen Pol Nico Afinta pada saat jumpa pers di Kabupaten Malang, Minggu (02/10/22)
“Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri,” kata Nico, seperti dikutip TribunSumut.net dari laman Antara.
Menurut Kapolda, sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan medis di sejumlah rumah sakit setempat di Malang.
Selain itu, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit terdekat di Malang.
Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan milik Polri.
Fhoto saat Kapolda konferensi Pers
“Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan,” tambahnya.
Sesungguhnya, lanjutnya, pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar.
Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.
Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain.
Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.
Penembakan gas air mata tersebut, dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.
“Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen,” katanya.
Sementara itu, Bupati MalangM. Sanusi menyatakan seluruh biaya pengobatan para suporter yang saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh PemerintahKabupaten Malang.
“Kami mengerahkan seluruh ambulans untuk proses evakuasi dari Stadion Kanjuruhan. Untuk yang sehat dan dirawat, biaya semua yang menanggung Kabupaten Malang,” kata Sanusi.