Scroll untuk baca artikel
banner 728x90
MedanSorotanSumut

Warga Medan Serbu Taman Cadika untuk Olahraga & Santai, Fasilitas Kursi dan Gazebo Jadi Sorotan

486
×

Warga Medan Serbu Taman Cadika untuk Olahraga & Santai, Fasilitas Kursi dan Gazebo Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Warga Medan Serbu Taman Cadika untuk Olahraga & Santai, Fasilitas Kursi dan Gazebo Jadi Sorotan

MEDAN – Taman Hutan Kota Cadika hingga kini masih menjadi destinasi favorit warga Medan untuk menghabiskan waktu luang. Mulai dari berolahraga, bersantai, hingga menjadi spot kumpul keluarga, taman ini selalu ramai terutama saat akhir pekan.

Suasana asri dengan pepohonan rindang dan keberadaan danau buatan menjadi magnet utama bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kota.

Berdasarkan kajian terbaru dari tim dosen, kualitas lanskap Taman Cadika secara umum mendapatkan apresiasi positif. Jalur pedestrian yang rapi serta sistem penerangan yang mumpuni membuat pengunjung merasa nyaman beraktivitas.

Menariknya, taman ini juga sudah mulai mengadopsi teknologi ramah lingkungan. Beberapa titik lampu penerangan terpantau sudah menggunakan energi surya (solar cell).

Meski penataannya dinilai sudah baik, namun masih ada “PR” yang harus dibenahi pengelola. Salah satu kendala utama yang dirasakan warga adalah minimnya fasilitas tempat duduk dan gazebo.

Saat kondisi ramai atau peak season, banyak pengunjung yang kesulitan menemukan tempat untuk sekadar duduk beristirahat. Selain itu, aspek estetika pada pagar dan bangunan pendukung juga dinilai masih perlu dipercantik agar lebih kekinian.

Dosen sekaligus peneliti yang terlibat dalam kajian ini, Asri Afriliany Surbakti, S.T., M.T., menekankan pentingnya peran taman kota bagi masyarakat urban.

“Taman kota bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan ruang ekologis. Secara umum Taman Cadika sudah baik, namun penambahan fasilitas duduk, gazebo, dan variasi tanaman akan membuat pengunjung semakin nyaman,” ungkap Asri.

Ia menambahkan, keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) yang tertata rapi sangat berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan warga.

“Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi masukan bagi pengelola agar taman semakin optimal sebagai ruang publik yang nyaman, estetis, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan perbaikan yang berkelanjutan, Taman Cadika diharapkan tak sekadar jadi tempat healing, tapi juga menjadi ruang edukasi lingkungan yang representatif bagi warga Medan. (Red/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *