Paluta,
mediatribunsumut.com
Diduga puluhan miliar dana desa ( DD ) di Kab Padang Lawas Utara ( Paluta ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) tidak jelas penggunaannya.
Diperkirakan sejak Ta 2023, 2024 dan 2025 puluhan miliar tiap tahun tidak dapat dipertanggung jawabkan penggunaan DD di Kab Paluta.
Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapanuli Selatan ( Tapsel ) Ali Tohong Siregarkepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 13/04 ).
Indikasi ini terungkap setelah Tim LSM PAKAR melakukan penelusuran ke sejumlah desa, terkait informasi kegiatan ” siluman” DD dari Ta 2023 sampai 2025, ujarnya.
Kegiatan dimaksud, yakni peningkatan kapasitas perangkat desa dan peningkatan kapasitas kepala desa yang tidak pernah dibahas di musyawarah desa ( musdes ) namun setelah APBDesa sampai di tingkat kabupaten maka kegiatan itu tercantum pada APBDesa, tutur Tohong menirukan bahasa perangkat desa yang tidak berkenan disebutkan jati dirinya dalam pemberitaan ini.
Anggaran untuk ke dua kegiatan itu tergolong pantastis, tiap tahun rata rata hampir Rp 200 juta, tandasnya.
Penjelasan yang diperoleh Tim LSM PAKAR, bahwa kegiatan peningkatan kapasitas perangkat desa adalah kegiatan bimtek, jadi seluruh perangkat desa dan kepala desa se Kab Paluta yang berjumlah 386 melaksanakan bimtek.
Dana bimtek tersebut sedianya untuk kegiatan prioritas desa, namun pihak Kades tidak berdaya menentang, kendati mengalami kesulitan untuk membuat laporan pertanggung jawaban kegiatan itu, sebut Tohong masih menirukan bahasa narasumbernya.
Terkait hal tersebut Ketua LSM PAKAR telah konfirmasi Sekretaris Dinas PMD Paluta Mora Gunung Siregar, beliau menjelaskan singkat, kata Tohong.
Permendes tahun berapa yang melarang bimtek, tahun ini atau tahun sebelumnya, setahu saya, tahun ini ada larangan, sedangkan tahun tahun sebelumnya daerah lain juga mengadakan bimtek dan kita tidak pernah mengarahkan itu.
Lantas jika Dinas PMD tidak pernah mengarahkan, lalu mengapa APBDesa bisa berubah setelah sampai di dinas, misteri ini harus diungkapkan, tegas Tohong.
( Tim ).













