MEDAN, TRIBUNSUMUT – Ratusan mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara (UINSU) tampak memadati Aula Fakultas di kampus tersebut, Rabu (13/5/2026). Kedatangan mereka tak lain untuk mengikuti Stadium General yang menghadirkan narasumber istimewa, Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh.
Pantauan di lokasi, para mahasiswa terlihat antusias menyimak setiap paparan yang disampaikan oleh Senator senior tersebut. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Penyelenggara, Dr. Khalid, SH., M.Hum, yang menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran KH Muhammad Nuh di tengah padatnya jadwal di Senayan.
Kegiatan akademik bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Prof. Dr. Syafrudin Syam, M.Ag. Dalam sambutannya, Prof Syafrudin menekankan betapa pentingnya bagi calon praktisi hukum untuk memahami seluk-beluk ketatanegaraan secara riil, bukan sekadar teori di atas kertas.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana sistem legislasi kita bekerja, terutama peran DPD RI sebagai penyeimbang dalam memperjuangkan hak-hak daerah,” ujar Prof Syafrudin.
Dalam orasinya, KH Muhammad Nuh mengupas tuntas eksistensi DPD RI. Sosok yang dikenal santun ini menjelaskan bahwa DPD RI mengemban tanggung jawab besar sebagai representasi daerah di tingkat pusat. Ia memastikan bahwa suara-suara dari Sumatera Utara harus terdengar nyaring dalam setiap pengambilan kebijakan nasional.
“DPD RI ada untuk memastikan bahwa kepentingan daerah tidak ditinggalkan dalam pembangunan nasional. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus menguasai sistem ini agar ke depan bisa ikut menjaga marwah konstitusi kita,” kata KH Muhammad Nuh yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Tak hanya soal hukum, sang Senator juga menyelipkan pesan inspiratif. Ia mengajak para mahasiswa untuk menjaga integritas dan tetap kritis namun santun dalam menyikapi dinamika politik dan hukum di Indonesia yang kian kompleks.
Sesi diskusi pun menjadi momen yang paling ditunggu. Sejumlah mahasiswa tak ragu melayangkan pertanyaan kritis mulai dari efektivitas fungsi DPD, dinamika politik nasional, hingga isu penegakan hukum terkini. Semua dijawab dengan lugas dan penuh kehangatan oleh KH Muhammad Nuh.
Hingga acara berakhir, suasana diskusi tetap berlangsung hangat dan interaktif. Pihak UINSU berharap sinergi dengan pemangku kebijakan seperti ini dapat terus terjalin guna melahirkan lulusan hukum yang kompeten dan berintegritas.
Selain memberikan materi pokok, KH Muhammad Nuh juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai pengawas kebijakan publik. Menurutnya, pemikiran kritis mahasiswa adalah instrumen penting untuk memastikan pemerintah tetap berada di koridor kepentingan rakyat.
Pihak fakultas juga merencanakan kegiatan serupa secara rutin dengan melibatkan praktisi hukum lainnya. Hal ini dilakukan agar kurikulum yang diajarkan tetap relevan dengan tantangan zaman dan kebutuhan pasar kerja di bidang hukum tata negara yang semakin dinamis.












