Scroll untuk baca artikel
banner 728x90
Breaking NewsKeluhan WargaSorotanSumutTapanuli Selatan

Diduga HS Dan 4 Warga Lain Dapat Bantuan Walau Tidak Terdampak Banjir Tahun 2025 Di Tapsel 

514
×

Diduga HS Dan 4 Warga Lain Dapat Bantuan Walau Tidak Terdampak Banjir Tahun 2025 Di Tapsel 

Sebarkan artikel ini

Tapsel,

mediatribunsumut.com

Diduga HS dan 4 warga lainnya masing masing MS, AP, SS WP mendapat bantuan walau tidak terdampak banjir tahun 2025 di dusun Pengkolan desa Luat Lombang Kec Sipirok Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ).

Masing masing mereka mendapat bantuan dana isi hunian, bantuan stimulan ekonomi dan bantuan bencana jaminan hidup ( jadup ) 

Pada hal mereka bukan warga terdampak, HS bukan warga dusun Pengkolan desa Luat Lombang, yang bersangkutan memiliki rumah kontrakan di dusun tersebut, namun tidak terdampak banjir, HS  memiliki rumah pribadi di desa Bulu Payung dan di pasar Sipirok.

HS dan putrinya termasuk pengurus Yayasan Asar Humanity, karena jabatannya tersebut bicaranya arogan kepada warga terdampak banjir yang ada di hunian sementara ( Huntara ).

Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada (  18/06 ).

MS warga Kec Batang Toru yang tidak terdampak banjir lalu pindah ke dusun Pengkolan, ungkap Tohong.

AP warga desa Sialagundi, SS sebelumnya warga Luat Lombang namun sebelum bencana banjir sudah pindah ke dusun Aek Latong desa Marsada dan WP pernah berdomisili di dusun Pengkolan namun sebelum bencana banjir sudah pindah ke Darul Mursyid, terangnya.

Jadi SH, MS, AP, SS dan WP terdaftar sebagai penghuni huntara namun mereka tidak pernah pernah menempati  huntara, dan mereka dikabarkan telah terdaftar sebagai penerima hunian tetap ( Huntap ), ungkapnya.

Bukankah ini sangat janggal, gawe siapa ini, benarkah ini ulah Badan Penanggulangan Bencana Nasional ( BNPB ), atau pihak terkait di tingkat daerah, sebut Tohong.

Yang paling menyedihkan lagi ibu kandung HP warga dusun Pengkolan korban bencana banjir, hingga saat jasad ibunya belum ditemukan, keluarga korban belum mendapat santunan, sedangkan warga lainnya mendapat santunan sosial Rp 13 juta dari Dinas Sosial, tegasnya.

Seolah bencana ini menjadi ” ajang” ajas manfaat, disaat warga lain membutuhkan pertolongan, sebaliknya yang dibantu warga yang tidak patut dibantu, katanya

Diminta kepada Bupati Tapsel tidak tinggal diam, warga membutuhkan pertolongan, bukan omong omong saja, tandasnya.

( SL ).