Kategori: Breking News

  • Gawat, Warga Aras Kabu Menjadi Korban Pungli Oleh Salah Satu Oknum Di Dinas Sosial Dan Perangkat Desa

    Gawat, Warga Aras Kabu Menjadi Korban Pungli Oleh Salah Satu Oknum Di Dinas Sosial Dan Perangkat Desa

     

    Deli Serdang | mediatribunsumut.com

    Pungutan liar atau pungli masih banyak terjadi, Banyak kegiatan sehari-hari yang tak terlepas dari pungli. Pungli adalah tindakan meminta pembayaran sejumlah uang yang tidak sesuai atau tidak berdasarkan peraturan yang berkaitan dengan pembayaran tersebut.

    Pungli termasuk kategori kejahatan jabatan. Dalam jurnal tersebut dijabarkan pungli adalah kegiatan yang dilakukan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dengan menyalahgunakan kekuasaannya untuk memaksa seseorang untuk memberikan sesuatu, untuk membayar atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, termasuk kejahatan jabatan.

    Seperti warga Aras kabu, Kecamatan beringin, Kabupaten Deli Serdang mengaku menjadi korban Pungutan yang tak resmi atau Pungutan Liar (Pungli) oleh oknum Perangkat desa aras kabu bernama agus selaku kasi pembangunan desa ARAS KABU dan Rahmat dalam pengurusan BPJS PBI.

    Pantauan beberapa awak media ke salah satu Warga desa aras kabu, yang enggan identitasnya dipublikasikan itu menuturkan kepada awak media,
    bahwa aksi Pungli itu kerap terjadi di Desa Aras kabu kecamatan beringin kabupaten Deli Serdang.

    Adapun pungutan liar tersebut ditetapkan dengan angka yg fantastis yaitu Rp 200.000/orang, Untuk satu pengurusan BPJS PBI ada 4 orang Rp 800.000/KK hingga 1.500.000/KK (Jika dlm 1 KK terdiri dari 8 anggota keluarga).

    Warga dimintai uang dengan nominal yang besar hingga mereka harus berhutang kesana kemari demi untuk mendapatkan BPJS PBI tersebut.

    Namun yg sangat di sayangkan, saat awak media datang mengkonfirmasi kepada Kepala Desa (KADES) Aras kabu Abdurrahman Efendi, seolah olah membenarkan perbuatan perangkat desa. Senin (15/06/23) sekira pukul 10.00 Wib.

    KADES juga mengatakan, “mereka perangkat desa dan petugas dari dinsos datang kan menggunakan sepeda motor, artinya mereka perlu BBM untuk sepeda motor nya, dan itu kan menjadi tambahan penghasilan mereka, karena kalau hanya berharap honor dari desa pastilah tidak cukup untuk kebutuhan sehari hari.” tegas Kades Aras kabu.

    Dan yang lebih ironisnya lagi KADES Abdurrahman Efendi seolah olah menyalahkan warga nya karena telah mengadukan perihal ini kepada awak media, Seharusnya warga cukup mengadukan kepada saya saja selaku KADES, Pungkas Abdurahman Efendi selaku Kades.

    Bahkan KADES Abdurrahman Efendi mencontohkan pengurusan BPJS PBI seperti kepengurusan dokumen kependudukan layaknya KTP yg jika ingin cepat selesai maka akan di bebankan biaya dengan nominal tertentu, kata Kades Aras Kabu Tersebut.

    Begitu tegas dan enteng nya KADES Abdurrahman Efendi menyampaikan pernyataan nya kepada awak media saat di konfirmasi di kantor kepala desa Aras kabu kecamatan beringin kabupaten Deli Serdang, seolah olah ini persoalan sepele.

    (Team)

  • Komnas PA Murka Minta Pecat Hakim PN Sidoarjo

    Komnas PA Murka Minta Pecat Hakim PN Sidoarjo

    Jakarta, mediatribunsumut.com

    Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak ( Ketum Komnas PA ) Arist Merdeka Sirait murka pasalnya Majelis ‘Hakim Pengadilan Negeri ( PN ) Sidoarjo menghukum 5 bulan subsider 1 bulan dalam perkara suami bakar istri dan anaknya.

    Karenanya, Arist Merdeka Sirait meminta kepada Ketua Mahkamah Agung ( MA ) untuk pecat Majelis Hakim Pengadilan Negeri ( PN ) Sidoarjo.

    Mana mungkin kasus pidana suami bakar istri dan anak dengan kondisi cacat seumur hidup akibat luka bakar, diputus atau dihukum hanya 5 bulan penjara dan subsider 1 bulan penjara, tegas Arist pada ( 19/01 ).

    Putusan itu jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kepada Muhammad Taufik Arifki suami atau ayah kandung korban .yang dengan sengaja melakukan tindak kekerasan dengan cara membakar istri dan anaknya hidup-hidup yang mengakibatkan istri dan anaknya luka bakar serius dan cacat seumur hidup, ujar Arist

    Tim Majelis Hakim yang memeriksa perkara yang dipimpin Hakim Ketua Irianto Priyatma Utama dan dua hakim anggota masing-masing Teguh Sarosa dan Dwiana Kusumastanti memberikan keputusan yang tidak adil dan tidak berprikemanusiaan.

    Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam surat tuntutan menuntut pelaku dengan ketentuan padal 81 UU RI No. 35 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman pidana minimal 5 dan maksimal 15 tahun penjara.

    Mengingat kekerasan fisik mengakibatkan luka dan cacat seumur hidup dan yang dilakukan oleh suami anak ayah dari korban maka hukuman dapat ditambahkan sepertiga pidana pokoknya.

    Dengan demikian hukuman 5 bulan subsider 1 bulan dan denda 50 juta adalah tak berkeadilan dan merampas keadilan hukum bagi korban.

    Oleh sebab itu hukuman yang dijatuhkan majelis hakim PN Sidoarjo terhadap pelaku harus dinyatakan batal demi hukum.

    Sudah selayaknyalah Majelis Hakim yang memeriksa dan menjatuhkan hukuman jauh lebih rendah dari tuntutan JPU yng
    Ang diatur dalam UU RI No 35 Tahun 2014 dipecat dan diberhentikan dari jabatannya, ucap Arist.

    Sekali lagi diminta kepada Ketua “Mahkamah Agung (MA) segera memecat majelis hakim yang memutuskan perkara ini.

    Majelis hakim ini tak layak menjadi hakim” tegas Arist Merdeka Sirait.

    Komnas Perlindungan Anak meminta Ketua MA segera memberhentikan Majelis Hakim PN Sidoarjo yang memeriksa dan menjatuhkan hukuman kepada Muhammad Arifki 5 bulan penjara dan subsider 1 bulan dan denda 50 juta rupiah, tegas Arist.

    Lebih jauh Arist mengatakan dalam keterangan persnya, dalam keputusan Majelis hakim PN Sidoarjo mengatakan bahwa pelaku telah terbukti secara syah dan meyakinkan telah melakukan kekerasan terhadap anak dan penganiayaan yang mengakibatkan istri dan anaknya luka berat.

    Seharusnyalah Majelis hakim menjatuhkan hukuman terhadap pelaku Muhammaf Arifki dengan pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun ditambah sepertiga dari pidana pokoknya yakni 20 tahun bukan dengan pidana 5 bulan, tegas beliau.

    Saya mendesak Ketua MA segera memecat dan memberhentikan dari jabatannya, dan meminta JPU segera banding ke PT Surabaya dan demi keadilan hukum bagi korban meminta segera Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur membatal putusan Majelis Hakim PN Sidoarjo”, kata Arist. ( Red ).

  • Dukung Program Kapolri, Anggota Samapta Polrestabes Medan Lakukan Patroli Skala Besar Antisipasi Tawuran Pelajar

    Dukung Program Kapolri, Anggota Samapta Polrestabes Medan Lakukan Patroli Skala Besar Antisipasi Tawuran Pelajar

    Medan | MediaTribunSumut.com

     

    Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda.SH.SIK melaksanakan Program Kapolri dengan menurunkan Satuan Samaptanya guna melaksanakan Patroli Skala Besar antisipasi aksi tawuran anak – anak pelajar yang berada di Kota Medan.Sabtu (26/11/2022).

    Kegiatan ini dilakukan pada saat menjelang keluarnya anak – anak pelajar, dan kegiatan ini juga sekaligus sambang guna memberikan himbauan – himbauan Kamtibmas.

    “Kegiatan itu dilakukan pada hari Sabtu 26 November 2022 mulai pukul 11.00 wib dengan diawali Apel di Mako Sat Samapta Polrestabes Medan dan berakhir sekira pukul 14.30 wib”.ujar Valentino.

    Ia juga mengatakan, kegiatan itu sebagai tindak lanjut dukung 16 Program Prioritas Kapolri PRESISI (Prediktif, Resonsipilitas dan Transparansi Berkeadilan), poin 5 tentang pemantapan kinerja pemeliharan kamtibmas dan poin nomor 11 tentang peningkatan kualitas pelayanan publik”.pungkasnya

    Kasat Samapta Kompol Pardamean Hutahaean.SH.SIK.MH, menambahkan, kami dari Satuan Samapta melakukan Patroli dan sambang Dialogis dibeberapa sekolah yang berada di Kota Medan, dan kami membentuk 2 (dua) Tim untuk menyambangi sekolah – sekolah, diantaranya SMA Panca Budi Medan, SMK Negeri 9 Medan, SMK Immanuel Jalan Gatot Subroto Medan, Sekolah MAN 2 Model Medan Jalan Wiliam Iskandar No.7 A Medan, Sekolah Perguruan Prayatna Jalan Letda Sujono No.403 Medan dan Sekolah SMA Negeri 8 Medan Jalan Sampali.

    Tim 1 (satu) Saya langsung yang memimpin, dan Tim 2 (dua) Wakasat Saya Akp.Ferymon, kegiatan ini berlangsung lancar dan mendapat respon positive dari guru – guru dan masyarakat yang melihat kegiatan yang kami lakukan.

    Terimakasih kepada guru – guru dan warga masyarakat yang sudah mendukung kerja kami, Pelajar adalah Aset Bangsa”.ucapnya

     

    (Taslim)

  • PU Media Online Ngopi Bareng Dengan Ketum DPP PWRI, Jalin Silaturahmi Wartawan

    PU Media Online Ngopi Bareng Dengan Ketum DPP PWRI, Jalin Silaturahmi Wartawan

    Percut Sei Tuan | Mediatribunsumut.com

     

    Pimpinan Umum (PU) Media Online Ngopi sore bersama Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) dan bersama para wartawan PWRI Sumut. Senin (14/11/22) sekira pukul 15.00 Wib hingga selesai.

    Kegiatan ngopi bareng bertujuan mempererat jalinan tali silaturahmi antar wartawan untuk melaksanakan dan mempercepat agenda Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

    Pimpinan Umum media Online Sugianto Marpaung S.H saat dikonfirmasi media ini mengatakan, pertemuan ini tidak ada direncanakan kebetulan Ketum DPP PWRI datang dari Jakarta ke Medan untuk menjenguk orang tua nya yang lagi sakit.

    “Pertemuan diantara kami tidak direncanakan, karena pak Ketum sedang menjenguk orang tua kandung yang lagi di rawat di RS Mitra Medika tembung, maka saya datang dan saya mengajak untuk duduk santai sambil ngopi dan berbincang kecil tentang Oraganisasi Ke Depan”, ujar S. Marpaung yang juga ketua OKK PWRI Sumut.

    Senada disampaikan Ketum DPP PWRI Dr. Suriyanto PD, SH, MH, Mkn, di hadapan awak media ini, langkah dan pertemuan dengan awak media bukan di agendakan, namun kebetulan saya ada di Medan jadi para teman – teman menemui saya.

    “Alhamdulillah saya bangga dan mengucapkan terimakasih kepada rekan dan kawan atas ke solitan dan kebersamaan ini, tadi nya di ruangan rumah sakit, namun karena tempat ruangan tidak begitu nyaman maka teman teman mengajak ngopi di Kopi Sadis yang berada di Tembung Percut Sei Tuan,”tutur Ketua Umum dan juga Dosen di salah satu Universitas ternama di Jakarta.

    Masih kata Suriyanto, saya asli orang Tembung ini, dari kecil namun setalah umur 30 tahun saya pindah ke jakarta, makanya orang tua saya masih di Tembung.

    “Deli Serdang ini tempat kelahiran saya, orang tua saya masih tetap di sini makanya ibu yang sedang sakit di rawat di RS mitra Medika Tembung, dan para temen temen pada datang mengetahui saya ada di Tembung sambil menjenguk ibu dan memberikan doa untuk kesembuhan orang tua, jadi sekali lagi terimakasih lah buat teman teman terutama kepada ketua DPD PWRI Sumut Dr Masdar Limbong M. Pd, dan Ketua OKK dan rekan lainya”. tutup nya.

    Hadir di acara NGOBAR Ketua Umum DPP PWRI Dr. Suriyanto PD, SH, MH, Mkn, Sekretaris DPD PWRI Sumut. Joko Imawan S. Pd.I., MM,
    Ketua OKK PWRI Sumut Sugianto Marpaung SH
    Wakil ketua Investigasi Harianto,
    Pimpinan Redaksi salah satu media on-line, Hasnal Nawawi.

    Dengan adanya pertemuan secara bersama sama dapat mengundang dan menjalin tali silaturahmi antar mitra dan seprofesi untuk membangun kinerja sesama jurnalistik dan bisa hadir dimasyarakat dan di instansi pemerintahan agar terjadi negara Berdaulat dan makmur.

     

    (Red)

  • Kepala Desa Sugiharjo Libatkan Warganya Untuk Normalisasi Paret,  Banjir Hampir 37 Tahun Kini Teratasi

    Kepala Desa Sugiharjo Libatkan Warganya Untuk Normalisasi Paret, Banjir Hampir 37 Tahun Kini Teratasi

    Batang Kuis | Media TribunSumut. Com –

    Kepala Desa Sugiharjo libatkan warganya untuk Normalisasi Paret, Atasi Banjir, sudah 37 Tahun masyarakat Desa Sugiarjo selalu ditakuti banjir pada saat musim penghujan tiba, banjir diduga dikarenakan parit yang tidak mengalir dengan optimal.

    ditambah lagi parit adalah tumpuan satu-satunya aliran air dari beberapa Desa, seperti aliran dari Desa Bintang Meriah,Desa Mesjid, Desa Batang kuis Pekan, Desa Paya Gambar, Desa Sidodadi kemudian semua bertumpu di Desa Sugiarjo.

    Hal ini lah yang membuat kepala Desa Sugiarjo  Hariadi yang belum lama menjabat menciptakan ide untuk menggali atau membuat aliran parit baru dengan menggajak beberapa Tokoh, para Kepala Desa yang ada di Kecamatan Batang Kuis dan pihak – pihak perkebunan untuk membantu masyarakat agar tidak lagi dihantui banjir saat musim hujan datang.

    Fhoto saat alat berat bekerja dalamkan dan lebarkan parit aliran yang sudah puluhan tahun tidak mengalir sehingga mengakibatkan banjir

    Sebelumnya pada tanggal 24 Oktober sudah dilakukan rapat Musyawarah bersama Muspika Kec.Batang Kuis beserta beberapa Kepala Desa dalam hal membahas pembuatan parit baru untuk mengalirkan air ditempat tumpuan aliran dari beberapa Desa yang ada di Kec.Batang Kuis tersebut guna tidak banjir disaat-saat musim hujan datang.

    Dalam Rapat Musyawarah tersebut dihadiri Kepala Desa Sei tuan Kecamatan pantai Labu, yang merupakan akses utama pengorekan parit baru tersebut, kemudian dihadiri Kepala Desa Sugiarjo, Desa Bintang Meriah, Desa Bakaran Batu, Desa Mesjid, Desa Batang kuis Pekan, Desa Paya Gambar dan Desa Sidodadi.

    Diketahui lahan parit yang akan di gali tersebut berada di lahan PUS KOPAD tepatnya di Dusun I Desa Seituan Kecamatan Pantai Labu maka pemerintahan yang tergabung dari beberapa Desa di Kecamatan Batang Kuis dan Kecamatan Pantai Labu.

    Mengundang Kepala Kodam I/BB CQ, Puskopkar A BB agar mau membantu memberikan ijin membuat parit baru tersebut.

    Setelah mendapatkan izin dari PUS KOPAD berhubung juga musim penghujan maka dengan atas Ijin Ketua Kodam 1/ BB kemudian di galilah lahan tersebut untuk pembuatan parit, adapun ukuran parit sekitar panjang 500 meter dan memiliki lebar berkisar 3 meter dan dengan kedalaman sekitar 3 meter.

    Salah satu mantan Kades termasuk Tokoh Masyarakat di Desa Sugiarjo yaitu Sunyoto(76) mengatakan, sangat senang dan bangga atas kinerja pemerintah Desa. Minggu (12/10/22)

    Foto kades Sugiharjo bersama tokoh masyarakat bersama pengawas Pus Copad BB

    ” Sudah sekitar 37 tahun perencanaan pembuatan parit ini di inginkan Masyarakat disini,tentunya sudah pergantian beberapa Kepala Desa, akhirnya setelah dijabat Kepala Desa Hariadi Putra ini,barulah tercapai dan terlaksana,tentunya saya selaku mantan Kades yang pernah menjabat selama 25 Tahun di Desa Sugiarjo ini sangat berterima kasih sekali kepada beliau, “ucap mantan Kepala Desa ini dengan wajah senang

    Disamping itu Kepala Desa Sugiarjo yaitu Hariadi Putra mengucapkan banyak berterima kasih atas kerja sama yang terjalin antara pemerintah desa dan masyarakat.

    “Ucapan terimakasih saya kepada PUS KOPAD beserta rekan-rekan Kepala Desa se Kecamatan Batang Kuis,kepada BPD dan LPM beserta jajaran dan kepada para Tokoh Masyarakat dan para Pengusaha-pengusaha yang turut berpartisipasi mendonaturi kegiatan pengorekan parit tersebut, “Ucap kades.

    Masih Kades,  semoga dengan adanya parit baru ini yang sudah terlaksanakan saat ini kita berharap tidak ada lagi rumah-rumah Warga yang kebanjiran.

    “Terutama di Desa yang kami cintai ini dan juga Desa-Desa sekitar Kecamatan Batang Kuis,Kabupaten Deli Serdang ini karena 37 tahun Warga Desa Sugiarjo tentunya sudah merasakan dampak banjir disaat musim Hujan,”Pungkasnya.

    (red)

  • Pertama Di Sumatra Utara, LSS Hadir Untuk Kehidupan Mayarakat Lebih Baik

    Pertama Di Sumatra Utara, LSS Hadir Untuk Kehidupan Mayarakat Lebih Baik

    P. Sidempuan, mediatribunsumut.com

    Pertama di Sumatera Utara berdiri satu lembaga survey yang diberinama Lembaga Survey Sumut ( LSS  ), hadir untuk kehidupan masyarakat lebih baik ke depan.

    LSS memang yang pertama dengan cakupan atau skop di 33 kab / Kota di Sumut, dengan sumber daya manusia (  SDM  ) yang dimiliki akan mengantarkan masyarakat Kota P. Sidempuan khususnya dan masyarakat Sumatera Utara ( Sumut  ) umumnya kepada kehidupan yang lebih berkeadilan di tengah program dan kegiatan yang dilaksabakan pemerintah daerah dan pemerintah.

    Demikian ditegaskan Ketua LSS Irham Kurnia Agusta, SKM, M. Kes didampingi Sekretaris Ananda Aziz Muslim Nasution  S. Pd bersama pengurus lainnya saat jumpa pers usai deklarasi di P. Sidempuan ( 13/11 ) sore tadi.

    Personel yang ada di lembaga ini telah teruji sesuai bidang masing masing, mampu bekerja untuk mengantarkan dan menyajikan data sesuai riil lapangan, ujar Ihram.

    Telah dilakukan proses demi proses hingga legalitas dikantongi, tentu kehadiran LSS akan menciptakan dinamika yang berbeda karena lembaga ini bergerak di beberapa bidang salah satunya survey bakal calon kepala daerah yang akan bertarung pada 2024 nanti,  tutur Ihram.

    Lembaga mempersiapkan anggota melakukan survey langsung kepada masyarakat dengan metode yang dimiliki LSS, yang pada akhirnya menghasilkan apa yang diinginkan masyarakat, terang Ketua LSS.

    Perinsifnya LSS langsung turun kelapangan door to door melakukan wawancara untuk mengetahui kondisi riil masyarakat yang selanjutnya data tersebutlah yang disajikan.

    Ditangan surveyor, para editing data seluruh informasi di input sesuai riil lapangan dan intinya LSS bekerja untuk menampilkan yang dimau masyarakat secara umum, karena kepercayaan publik buat LSS tidak bisa ditawar tawar, integritas harga mati, ungkap Ihram.

    Kegiatan perdana LSS akan mengadakan survey pengaruh profil calon kepala daerah.

    Dan pada Pebruari 2023 dilaksanakan survey lapangan langsung ke. 29.800 orang pemilih sebagai sampleng yang tersebar di enam kecamatan se Kota ini dari data 149 ribu  pemilih di P. Sidempuan.

    Untuk melakukan survey tersebut, LSS menurunkan 60 orang petugas,  untuk masa kerja 50 hari dengan estimasi 1 orang petugas mewawancarai 10 pelimilih per hari,  tandasnya.

    Dan untuk memaksimalkan data maka dilaksanakan metode kuasi experimen sebagai pretes servey pertama,  yang selanjutnya dilaksanaka  survey ke dua kali, tutup beliau.  ( SL  ).

  • Aset Meliaran Bos Judi Online Terbesar di Sumut Sita

         Medan | MediaTribunSumut.com

    Aset Meliaran Bos judi online terbesar di Sumut disita.  Polda Sumut kembali menyita aset milik bos judi online di kompleks Cemara Asri, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Senin (17/10/22).

    Kali ini aset yang disita merupakan rumah toko (ruko) milik A alias J di Kompleks Cemara Asri.

    Penyitaan sesuai surat penetapan dari pengadilan Negeri Lubuk Pakam
    tanggal 14 Oktober 2022.

    Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Herwansyah mengatakan, ruko ini merupakan hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil judi.

    Fhoto saat tim kejaksaan bersama poldasu lakukan penyegelan aset bos judi

    “Iya, dugaan hasil pencucian uang dari bisnis judi online,”kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Herwansyah, Senin (17/10/22).

    Dari pantauan InformasiRakyat.com  di lokasi, jumlah ruko yang disita berjumlah lima bangunan bertingkat.

    Penyitaan pertama terhadap tiga bangunan yang sebelumnya disewakan menjadi minimarket.

    Kemudian berlanjut ke aset yang sebelumnya dijadikan showroom mobil.

    Polisi menyebut taksiran harga lima ruko tingkat tiga bangunan yang disita hari ini mencapai Rp 20 Miliar.

    “Hari ini kegiatan kita di 2 lokasi dengan nilai 20 Miliar.” Herwansyah

    Ini merupakan penyitaan aset yang ketiga kalinya. Sebelumnya, pada 23 September polisi juga telah menyita tujuh aset yang ditaksir mencapai Rp 27,2 Miliar di kompleks Cemara Asri.

    Kemudian penyitaan berlanjut ke lima aset lainnya di beberapa lokasi berbeda dengan kisaran harga Rp 21,6 Miliar.

    Herwansyah merinci total aset yang disita dari bos judi online mencapai Rp 68 Miliar.

    Rencananya penyitaan akan terus berlanjut karena masih ada beberapa aset yang surat penetapannya belum keluar dari pengadilan negeri Lubuk Pakam.

    Kita menunggu daripada keputusan PN Lubukpakam, nanti setelah keluar putusan PN akan dilanjutkan penyitaan ini,”ucapnya.

  • Bos Judi Online Apin BK Tiba Di Bandara Kuala Namu

     

     

     

    Medan| MediaTribunSumut.com

    Bos judi online, Apin BK tiba di Bandara KNIA langsung digelandang ke Mapolda Sumut, Senin (17/10/22) sekira pukul 18.00 WIB.
    Pantauan awak media InformasiRakyat.com di lokasi, Apin BK tiba di Bandara KNIA menggunakan pesawat Batik yang berangkat dari Jakarta sekira pukul 15.00 WIB.

    Apin BK dibawa keluar melalui pintu B Bandara KNIA yang diapit personel Polda Sumut yang bersenjata lengkap. Tersangka bos judi online tersebut langsung dimasukkan ke dalam mobil tahanan Polda Sumut yang sebelumnya sudah dipersiapkan.

    Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi yang turut serta menjemput tersangka judi online, Apin BK menyatakan ada dua hal penting yang disampaikan terkait tersangka dibawa ke Medan.

     

     

    “Ada dua hal yang perlu saya sampaikan dengan kasus judi online Apin BK, yang pertama yaitu sekira pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB hari ini (Senin-red) telah dilakukan rangkaian pemeriksaan terhadap Apin BK,” ujar Hadi.
    Pemeriksaan yang dilakukan terhadap Apin BK hampir lima jam sebelum diberangkatkan ke Medan sekira pukul 15.00 WIB dari Jakarta.

    Selanjutnya Hadi mengatakan bahwa Apin BK akan dibawa ke Mapolda Sumut untuk diperiksa lebih lanjut.

     

     

    Tersangka Apin BK akan dibawa ke Mapolda Sumut untuk menjalani rangkaian proses pemeriksaan terkait kasus judi online,” jelas Hadi.

    Hadi kemudian melanjutkan hal kedua terkait penyitaan kembali lima aset bos judi online, Apin BK berupa ruko di komplek Cemara Asri.

    “Hal yang kedua yaitu sekira pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB kembali dilakukan penyitaan lima aset berupa ruko milik Apin BK di Komplek Cemara Asri,” sebut Hadi.

    Hadi mengatakan bahwa penyitaan tersebut berdasar surat penetapan dari pengadilan Negeri Lubuk Pakam tanggal 14 Oktober 2022 untuk kasus pencucian uang (money loundering) yang dilakukan tersangka Apin BK.

    “Penyitaan kelima aset tersebut sesuai surat penetapan dari pengadilan Negeri Lubuk Pakam tanggal 14 Oktober 2022,” pungkasnya.
    Sebelumnya kedatangan bos judi online, Apin BK sempat tertunda. Direncakan sebelumnya Apin BK tiba di Medan, Minggu (16/10/22).

    “Rencana Apin BK berangkat ke Medan Minggu (16/10/2022) namun jadi hari ini, Senin (17/10/2022) dari Jakarta menggunakan Pesawat Batik sekira pukul 15.00 WIB dan akan tiba pukul 17.20 WIB,” ujar Hadi. (red)

     

     

  • Puluhan Orang Tua Geruduk SMPN-I, Dugaan Pungli Resahkan Wali Murid

     

     Deli Serdang | MediaTribunSumut.com

    Para Orang Tua Geruduk SMPN-I, Dugaan Pungli Resahkan Wali Murid. Berdasarkan pemberitaan media online yang beredar di masyarakat mengenai SMPN-1 Lubuk Pakam Melakukan Pengutipan Liar (Pungli) Ke Siswa-Siswi, menuai dukungan dari berbagai pihak masyarakat mulai dari orang tua wali murid, praktisi hukum,pemerhati pendidikan dan sampai anggota Dewan

    Berketepan hari ini sabtu (15/10/22) para orang tua wali murid hadir di sekolah tersebut dalam rangka mengambil hasil ujian bulanan anak- anak mereka

    Saat kegiatan ini berlangsung para orang tua wali murid saling berbisik-bisik sesama mereka dengan mengatakan.

    ” cocok nya itu di beritakan biar kapok Kepala Sekolah itu, ada juga diantara mereka mengatakan mengenai soal uang paguyuban itu, ” jujur sebenarnya saya kurang setuju tapi selaku orang tua/wali murid terpaksa kita setujui. ” ujar salah satu orang tua murid dengan rasa kecewa.

    Salah satu orang tua murid inisial AS, bertanya kepada salah satu guru kelas (identitas dirahasiakan),soal kemana sih uang dana BOS, dipergunakan sampai-sampai dari paguyuban membeli sapu,gorden, taplak meja, pot bunga, mengecat ruangan kelas.? 

    Guru kelas tersebut mengatakan.

    Kami tidak tahu menahu kemana Kepala Sekolah pergunakan dana BOS, karena kami para guru tidak dilibatkan soal penggunaan dana BOS. “jalasnya

    Berdasarkan keterangan para orang tua wali murid dan keterangan guru kelas dapat disimpulkan. Bahwa kuat dugaan Kepala Sekolah SMPN -1 Lubuk Pakam Elfian Lubis.S.Pd,M.Si telah menyalahi aturan kewenangan jabatan dan frofesi serta di duga telah melakukan korupsi dana BOS

    Menurut orang tua murid JTL mengatakan.

    “guru inisial MTG yang telah berkata kepada anak saya tidak tahu diri akan kita adukan ke Dinas Pendidikan, Dinas Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia dan Komisi Perlindungan Anak (KPAI), sebab guru tersebut telah menghina, membuli, dan melecehkan harkat dan martabat anak saya

    Ditambahkannya, ” akibat penghinaan itu,anak saya jadi tertekan, malu dan secara pisikologi jadi trauma.

    Dan mengenai penggunaan dana BOS akan kita adukan ke Inspektorat, Kepolisian serta Kejaksaan.” jelasnya dengan nada kesal. (Tim)

  • Emosi Umat Islam Membludak, Kecaman Atas Persekusi Rumah Tahfidz Siti Hajar

    Lubuk Pakam | Imformasirakyat. Com

    Gelombang kecaman, kemarahan dan berbagai Tudingan dari para tokoh aktivis Islam mengalir tak terbendung sehingga tokoh dan aktivis Islam Sumut dari berbagai daerah daerah turun menyampaikan kritikan dengan menghujat Pemkab Deli Serdang yang dinilai telah melindungi kepentingan pengusaha the hill.  Sabtu (08/10/22)

    Fhoto saat situasi demo para pembela rumah Thafidz Siti Hajar di Pemkab Deli serdang

    Di antara tokoh dan aktivis Islam yang mengecam dan memberikan orasinya pada aksi Bela Alquran di depan kantor bupati Deli Serdang antara lain Ustadz Alfan dari kupaz Labuhanbatu yang datang sebab panggilan jiwa

    ” dikatakannya, bahwa persekusi itu merupakan tindakan ancaman sebab mereka kini merasa pongah dengan berdiri tegak menunjukkan intoleran dan ketidakadilan, “ujar Alfan.

    The Hill itu telah mencoreng rasa keadilan dan sikap The Hill telah menyalahi aturan dan undang-undang maka wajib ditendang kita menuntut agar The Hill untuk ditutup,”tegas tokoh muda labuhan batu ini yang lantang menyuarakan keadilan demi tegaknya Izzah Islam.

    Sementara Ustadz Raudin purba dari perwakilan masyarakat Langkat dalam orasinya mengatakan bahwa mengapa pihak The Hill itu merasa resah terhadap keberadaan Rumah Tahfidz Siti Hajar, sementara Alquran adalah sebagai rahmatan lil alamin, jadi sikap The Hill lah yang telah membuat resah umat Islam sehingga kita turun aksi, ” ujarnya

    Kecaman keras juga terlontar dari Ustad Syaiful ketua presidium ormas Islam Kota Binjai, bahwa dikatakannya saat ini telah terjadi Tirani minoritas terhadap umat Islam, untuk itu umat Islam harus punya nyali untuk melawannya.

    Saat ini pilihan Pemkab Deli Serdang hanya ada dua, tegakkan hukum dengan seadil-adilnya serta menyeret semua para pelaku perusakan dan intimidasi terhadap para santri dan Rumah Tahfidz Siti Hajar, “Tegas syaiful.

    Fhoto para pembela rumah Thafidz orasi dengan membawa sepanduk

    Sementara Ustadz Ibnu Hajar, Ketua MPTW Sumut, mengungkapkan bagi siapa yang menolong Agama Allah, pasti Allah akan Menolong Hambanya, jadi kita akan bela sampai kapan pun, dikatakannya menjadi seorang Penghafal Al Quran akan memberikan syafaat bagi seluruh Alam, jadi dimana letak Keberadaan Rumah Tahfisz Alqur’an Siti Hajar itu menggangu, tanyanya penuh heran.

    Senada, Chairil Amri dari Front Anti Komunis (FAK.PP) mengutarakan, hanya ada tiga golongan yang resah terhadap Alquran, yang pertama adalah para kafir yang kedua setan dan yang ketiga adalah PKI, yang membenci Alquran

    Kecaman dan kemarahan besar juga terlontar dari singa-singa Allah oleh Ustaz muslim Chaniago dikatakannya, siapa yang membela The Hill kita doa kan bersama dilaknat oleh Allah subhanahu wa ta’ala kalian dan keluarga, kalian punya makar maka makar Allah jauh lebih besar dan dahsyat “ujarnya dengan nada berapi api. (red)

  • Kapolri Mutasi 3 Kapolda dan Kapolres, Berikut Nama-namanya

    Jakarta | Tribunsumut – Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sebagai Kapolri memutasi sejumlah kapolda, pati, pejabat utama, dan kapolres dan lainnya.

    Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing dimutasi menjadi Wairwasum Polri, Jabatan tersebut ditempati oleh Irjen Pol Daniel Tahi Silitonga.

    Kapolda Gorontalo Irjen Pol Akhmad Wijagus dimutasi menjadi Kapolda Lampung, Sedangkan Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno bakal ditempatkan keluar struktur di Kementerian Perhubungan.

    “Koorsahli Kapolri Irjen Pol Helmy Santika bakal menempati posisi baru sebagai Kapolda Gorontalo,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, melansir Antara, Selasa (21/6).

    Ia mengatakan ada tujuh surat telegram mutasi tersebut, Dalam surat telegram Polri juga menempatkan perwira menengah (pamen) dari kalangan polwan.

    Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko mendapat promosi menjadi perwira tinggi jenderal bintang satu (brigjen pol), Ia menjabat sebagai Kepala Biro Multimedia (Mulmet) Divisi Humas Polri.

    Posisi Gatot digantikan oleh Kombes Pol Nurul Azizah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Prodi S3 Ditprog Pascasarjana STIK Lemdiklat Polri.

    “Untuk jabatan Kabag Penum adalah Pak Kapolri mempercayakan seorang polwan, jadi polwan berpromosi menjadi Kabag Penum,” kata Dedi.

    (Red)

  • Viral !! Jeritan Sang Ibu, Wisata Kolam Watrerland Tamora Makan Korban

        Tanjung Morawa | TribunSumut

    Jeritan dan suara rintihan seorang ibu hinga mengemparkan pengunjung wisata waterland Tamora yang berada di Kompleks Perumahan Sunlike City tepatnya di Desa Bandar Labuhan, Dusun V , Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Kamis (22/09/22).

    Diduga akibat kelalaian dari penjaga (pengawas) kolam renang waterland, satu Anak berusia 5 tahun tewas tenggelam dikolam berkedalaman 1,4. Meter pada hari Rabu 21 – 09 – 22, sekira pukul 14. 30. Wib sore kemarin.

    Fhoto persinil polsek Tanjung morawa saat lakukan olah TKP di lokasi Kolam pemandian wisata waterland tanjung morawa

    Dari hasil Tempat Kejadian Perkara (TKP) Polsek Tanjung Morawa dan penyidikan di lokasi tewasnya DH (5), Siswa disalah satu TK di Kecamatan Galang, diduga akibat tenggelam saat mandi.

    Unit Polsek Tanjung Morawa meminta sejumlah keterangan dari saksi dan juga pada pengelola objek wisata kolam renang tersebut, serta memasang Police Line di tepi kolam tempat dimana korban tenggelam sehingga menyebabkan meninggal dunia.

    Dari Informasi yang didapat,korban berinisial DH berusia 5 Tahun,Warga Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang,anak dari pasangan suami istri berinisial AH. (34) dan ibunya IN(30), datang berwisata bersama rombongan TK Pesantren.

    Pada saat di lokasi wisata, korban bersama ibunya pergi ke salah satu kolam renang anak dan duduk di tepi kolam sambil makan pop mie, kemudian ibunya pergi sebentar meninggalkan korban ditepi kolam untuk mengambil air minum.

    Suasana lokasih saat kejadian korban meninggal

    Namun beberapa saat kembali, terdengar para pengunjung berteriak ada anak tenggelam di kolam sedalam 1,4 meter

    Dari informasi yang dikumpulkan, Keluarga korban saat di mintai keterangan oleh pihak kepolisian di rumah duka, di daerah Kecamatan Galang, begitu melihat ternyata DH yang tenggelam ,Sempat DH. diberikan upaya pertolongan bantuan nafas dilokasi kejadian, lalu bersama petugas penjaga kolam renang korban dibawa ke klinik Salshabilla dan dikeranakan tidak sanggup lalu di rujuk ke RS Mitra Sehat di Desa Dagang Kerawan, namun sangat disayangkan nyawa korban sudah tak tertolong lagi.

    Tentunya kejadian ini sangat membuat keluarga korban sangat terpukul, penyesalan tampak dirasakan oleh keuarga dan pihak Sekolah yang melakukan kegiatan itu.

    Meski sudah sering kejadian anak-anak tewas tenggelam di kolam renang karena kurangnya pengawasan orang tua dan Pembimbing ataupun Pengelola Wisata namun kejadian ini terus berulang.

    Kapolsek Tanjung Morawa AKP Firdaus Kemit S.H saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Pihaknya sudah melakukan olah TKP meminta keterangan saksi dan pengelola wisata terkait penyebab kejadian.

    ” Korban anak TK meninggal akibat tenggelam di Kolam renang. Jenazah korban sudah dibawa pulang oleh keluarganya dan Kami akan panggil pengelola untuk di ambil keterangan nya , “pungkas Kemit.

    PEWARTA.

  • Komnas PA Deli Serdang : Water land Tamora Belum Ramah Anak Dan Harus Bertanggung Jawab

    Deli Serdang | Tribunsumut – Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Polsek Tanjung Morawa dan penyidikan di lokasi tewasnya DH(5), Siswa disalah satu TK di Kecamatan Galang, diduga akibat tenggelam saat mandi dikolam renang Water Land Tamora yang berada di komplek perumahan Sunlike City Desa Bandar Labuhan, Dusun V , Kecamatan Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara,Rabu 21/09/2022 sekitar pukul 14.30 wib sore tadi.

    Unit Polsek Tanjung Morawa meminta sejumlah keterangan dari saksi dan juga pada pengelola objek wisata kolam renang tersebut, serta memasang Police Line di tepi kolam tempat dimana korban tenggelam sehingga menyebabkan meninggal dunia

    Dari Informasi yang didapat,korban berinisial DAH berusia 5 Tahun,Warga Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang,anak dari inisial AH(34) dan ibunya IN(30), datang berwisata bersama rombongan TK Pesantren.

    Pada saat di lokasi wisata, korban bersama ibunya pergi ke salah satu kolam renang anak dan duduk di tepi kolam sambil makan pop mie, diduga kemudian ibunya pergi sebentar meninggalkan korban ditepi kolam anak tersebut untuk mengambil air minum. Namun beberapa saat kembali, terdengar para pengunjung berteriak ada anak tenggelam di kolam sedalam 1,4 meter.

    Dari informasi yang dikumpulkan, Keluarga korban saat di mintai keterangan oleh pihak kepolisian di rumah duka, di daerah Kecamatan Galang, Begitu melihat ternyata DF yang tenggelam di kolam sedalam 1,4 meter ,Sempat DF diberikan upaya pertolongan bantuan nafas di lokasi kejadian, lalu bersama petugas penjaga kolam renang korban dibawa ke klinik Salshabilla dan dikarenakan tidak sanggup lalu di rujuk ke RS Mitra Sehat di Desa Dagang Kerawan, namun sangat disayangkan nyawa korban sudah tak tertolong lagi.

    Tentunya kejadian ini sangat membuat keluarga korban sangat terpukul, penyesalan tampak dirasakan oleh keluarga dan pihak sekolah yang melakukan kegiatan itu. Meski sudah sering kejadian anak-anak tewas tenggelam di kolam renang karena kurangnya pengawasan orang tua dan Pembimbing ataupun Pengelola Wisata namun kejadian ini terus berulang.

    Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Deli Serdang, Junaidi Malik sangat mengesalkan pihak pengelola Kolam Renang Waterland Tamora yang diduga telah melakukan kelalaian sehingga mengakibat satu anak berusia 5 tahun meninggal dunia akibat diduga tenggelam.

    “Water land tanjung Morawa belum ramah anak dan harus bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi hari ini, Komnas PA meminta pihak pengelola harus diberikan sangsi sesuai dengan UU yang berlaku dan meminta pihak Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang dapat memberikan kepastian hukum kepada keluarga korban,terang Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Deli Serdang Junaidi Malik dengan tegas.

    Kapolsek Tanjung Morawa AKP Firdaus Kemit S.H saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Pihaknya sudah melakukan olah TKP meminta keterangan saksi dan pengelola wisata terkait penyebab kejadian.

    “Korban anak TK meninggal akibat tenggelam di Kolam renang, Jenazah korban sudah dibawa pulang oleh keluarganya dan Kami akan panggil pengelola untuk di ambil keterangan nya”, pungkas Kemit.

     

    (Faisal)