Kategori: Medan

  • Permudah Serap Keluhan Masyarakat, Wakasat Samapta Polrestabes Medan Gelar Jum’at Curhat Di Masjid Baitusy Syifa Medan

    Permudah Serap Keluhan Masyarakat, Wakasat Samapta Polrestabes Medan Gelar Jum’at Curhat Di Masjid Baitusy Syifa Medan

    Medan | Mediatribunsumut.com

     

     

    Untuk mempermudah mendapatkan Informasi, aspirasi serta keluhan masyarakat yang ada di wilayah Kota Medan dan sekitarnya, Polrestabes Medan melalui Satuan Samapta Polrestabes Medan Jalan Putri Hijau Medan, Wakasat Samapta Kompol Ferimon.SH,MH beserta anggotanya menggelar Jum’at Curhat, Kegiatan Jum’at Curhat ini dilaksanakan di Masjid Baitusy Syifa Jalan Putri Hijau Medan. Jum’at (06/01/2023).

    Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda.SH.SIK, melalui Wakasat Samapta Kompol Ferimon.SH.MH mengatakan “Kegiatan Jum’at Curhat yang Kami laksanakan ini, pihaknya bisa mengetahui secara langsung keluhan, saran, kritik dan masukan dari masyarakat secara langsung, ini merupakan Program Quick Wins Polri Presisi Bapak Kapolri untuk mendengar langsung permasalahan atau keluhan yang dirasakan masyarakat.

    Melalui kegiatan ini nantinya masyarakat bisa menyampaikan berbagai persolan, keluhan atau saran, kritik dan masukan kepada Polri agar ditindaklanjuti guna mewujudkan Transformasi menuju Polri yang Presisi”.ucap Kompol Ferimon.SH.MH

    Selain itu, tak hanya secara tatap muka langsung dengan masyarakat apabila ada keluhan atau masukan bisa menghubungi Kami atau Call Center 110 yang telah di sosialisasikan

    Dalam kegiatan ini, kami juga dari Satuan Samapta Polrestabes Medan melaksanakan Jum’at Barokah yang kami laksanakan di Masjid Baitusy Syifa Medan”.pungkasnya.

     

    (Taslim)

  • Seminar Nasional Di UIN SU,  Ketua Umum KNPI Hadir Sebagai Narasumber

    Seminar Nasional Di UIN SU,  Ketua Umum KNPI Hadir Sebagai Narasumber

    Medan | mediatribunsumut.com

    Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dr. Ilyas Indra menjadi Narasumber dalam acara Seminar Nasional dan Bedah Buku “Investor Of Change” Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara. Program Studi Perbandingan Mazhab (05/01/2023).

    Acara ini diikuti 100 Peserta, baik dari kalangan Mahasiswa Program Studi Perbandingan mazhab dan lainya, Acara di Buka oleh Wakil Dekan III Fakultas Syariah Dan Hukum, Dr. Arifuddin Muda, M.Hum, Dalam Sambutanya beliau mengapresiasi panitia yang mampu menggelar acara seminar ini dengan sukses, walaupun dengan persiapan yang sangat singkat.

    “Apresiasi kita kepada Panitia yang telah menggelar acara seminar nasional ini, persiapan acara ini cukup singkat Bang Ilyas, dan biasanya kalau acara yang menghadirkan Tokoh Nasional, panitia pake jurus culik ni, semoga dengan jurus culik yang halal hari ini, Kegiatan Seminar dan bedah buku ini menjadi momentum sekaligus memacu semangat dalam mengembangkan keilmuan yang kita miliki,” Tutup beliau

    Dr. Ilyas Indra dalam materinya menyampaikan bahwa, cara terbaik Adik – Adik Mahasiswa mandiri dalam ekonomi adalah menggeluti Wisausaha atau Enterpreneurship.

    ” Mahasiswa Zaman Sekarang bukan Agen of Change, melainkan adalah Investor Of Change atau Pemilik Perubahan itu, oleh karenanya kita harus mandiri, carabterbaik bagi kita mandiri adalah dengan mulai menggeluti Wirausaha Atau enterpreneurship, dan perkuat jaringan, mental Leadership dan kemampuan memimpin yang bagus” Ujar Ketua Umum KNPI in.

    Hadir Dalam Acara Seminar dan Bedah Buku ini, Kepala Program Studi Perbandingan Mazhab, Drs. Arifin Marpaung, MA, beserta sekretarisnya Rahmat Efendi, M.Ag, Dr. Iwan Nasution, MHI, Saad Budiman Lubis, MM, (Direktur ATI Tunas Bangsa Jakarta), Wulan Srimaulani, MM, (Direktur AKPARNUS Jawa Barat), Joko Imawan, S.Pd.I,MM (Sekretaris Persatuan Wartawan RI Sumatera Utara dan tamu undangan lainya.

    (Red)

  • Di Duga Judi Dadu Samkuan Dan Kartu Tiga Merajalela Beroperasi Di Kecamatan Pancur Batu

    Di Duga Judi Dadu Samkuan Dan Kartu Tiga Merajalela Beroperasi Di Kecamatan Pancur Batu

    Pancur Batu | Mediatribunsumut.com

    Aktifitas kegiatan perjudiaan Judi Samkuang (Dadu goncang) dan kartu tiga dari bulan Agustus 2022 hingga sampai saat ini Januari 2023 yang ada kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang wilayah hukum Poltabes Medan masih saja beroperasi dan tak sentu hukum, dan lebih parah nya lagi tidak peduli masyarakat sekitar sudah resah, bagi pemain yang ingin bermain di tempat tersebut yang melalui dari berdekatan Medan Country Club titik untuk menjemput para pemain dengan mobil angkutan umum menuju turunan ke bawah lokasi tersebut yg berdalih kolam pancing, dengan jarak ke lokasi kurang lebih 2 Km dan juga apabila bagi para pemain yang membawa temannya satu orang akan di berikan uang minyak dalam persip per (3 jam) sebesar Rp 300.000 Rupiah.

    Saat di konfirmasi Awak media warga sekitar membenarkan adanya kegiatan tersebut yang masih beraktifitas, di buka mulai dari pukul 10 pagi hingga larut malam, para pemain memasang bisa dari mulai puluhan, ratusan dan jutaan rupiah pemutaran uang dalam satu hari di tempat tersebut sampai dengan ratusan juta rupiah.

    Diketahui didalam lokasi tersebut diduga dikelola oleh beberapa bandar insial Apung Botak, EDI, PekmoSen, Mrs Kadal, dan Mei Hui yang berasal dari beberapa daerah Medan, penegak hukum maupun pemerintahan setempat diduga tidak tahu atau tutup mata dengan adanya dugaan praktek perjudian dadu Samkuang (Dadu Goncang) dan Kartu tiga tersebut.

    “Kami berharap kepada aparat penegak hukum dan pemerintah setempat agar segera menutup praktik perjudian tersebut”. Cetus salah satu warga yg tidak mau nama nya di sebutkan.

    (Team)

  • Ketua DPD MAI Sumut Dedy Wahyudi SE, Diklarasikan Diri Maju di Pileg DPRD 2024 Mendatang

    Ketua DPD MAI Sumut Dedy Wahyudi SE, Diklarasikan Diri Maju di Pileg DPRD 2024 Mendatang

    MEDAN | mediatribunsumut.com

    Jeleng malam pergantian tahun Ketua Dewan Pimpinan Daerah Macan Asia Indonesia Sumatera Utara (DPD MAI Sumut), Dedy Wahyudi SE deklarasikan diri maju di Pileg DPRD Kabupaten Deli Serdang, daerah pemilihan (Dapil) 6 meliputi wilayah Percut Sei Tuan dan Batang Kuis.  Sabtu (31/12) malam.

    Pendeklarasian maju di Pileg ini setelah dirinya resmi mendaftar ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada Sabtu (31/12) siang didampingi Sekretaris MAI Sumut, Saipul Apas.

    Dalam acara penyambutan malam pergantian tahun yang digelar di kantor sekretariat di Jln Tepua (Tembung) Percut Seituan. Ketua DPD MAI Sumut ini dalam arahan menyampaikan semoga apa yang menjadi niat dan harapan bisa terkabul demi masyarakat.

    “Mohon doa bapak/ibu warga masyarakat Percut Sei Tuan dan Batang Kuis atas perjuangan ini untuk meraih kesuksesan di Pileg 2024, semoga Allah SWT meridhoi langkah kita dan apa yang kita inginkan bersama terwujud, “kata Dedy Wahyudi yang juga Ketua DPD Tipikor Indonesia Sumut.

    Dedy yang merupakan pengusaha muda dan sukses juga dermawan ini lebih jauh mengatakan, harkat dan hak masyarakat harus kita junjung tinggi.

    “Kita terus berbuat di tengah-tengah masyarakat, hadirnya saya Caleg dari partai Gerindra ini bukan sekedar ikut ikutan, akan tetapi ini merupakan panggilan hati bagaimana bisa berbuat dan bermanfaat buat orang lain, ‘kepentingan masyarakat itu yang di utamakan, “ujar pengusaha muda ini.

    Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) besutan Ketua Umum Prabowo Subianto ini merupakan partai yang di idolakan masyarakat, karena partai ini terus berbuat untuk kepentingan masyarakat.

    “Kita mengajak masyarakat untuk sama-sama bergandengan tangan menghantarkan bapak Prabowo Subianto jadi Presiden RI 2024, “paparnya lagi.

    Diakhir sambutannya, Dedy Wahyudi SE yang di dampingi Istrinya, sembari memohon doa dan dukungan warga masyarakat, tanpa dukungan perjuangan ini tidak ada apa-apanya, mari kita rangkul semua elemen masyarakat, keluarga, dan jiran tetangga, agar kita tetap kompak dan bersatu, ajak Dedy Wahyudi.

    Turut memberikan sambutan, Sekretaris DPD Tipikor Indonesia Sumut, Erdy Saputra, Tokoh Masyarakat Batang Kuis, Aktivis Senior, Hamijat.

    Dari pantauan awak mediatribunsumut.com. Acara deklarasi ini dirangkai bakar-bakar ikan sambut Tahun Baru 2023, dengan iringan musik meriah, penyanyi dari tamu undangan lainnya.

    (Red)

  • Akhir Tahun 2022 Satgas VI OCL Mabes Polri Wilkum Sumut lakukan Pengecekan Pos Pam Nataru 2023 Di Sejumlah Wilkum Jajaran Polda Sumut

    Akhir Tahun 2022 Satgas VI OCL Mabes Polri Wilkum Sumut lakukan Pengecekan Pos Pam Nataru 2023 Di Sejumlah Wilkum Jajaran Polda Sumut

    Medan | Mediatribunsumut.com

    Kasatgas VI OCL Mabes Polri Wilayah Sumatera Utara Kombes Pol Yushfi Munif Nasution S.Sos, SIK, M.Hum beserta anggotanya melakukan Pengecekan Pos Pam/Yan dan Terpadu di beberapa Polres/Ta/Tabes Wilkum Jajaran Polda Sumatera Utara.Sabtu (31/12/2022).

    “Kami tetap berkoordinasi dengan kewilayahan terkait dengan Pengecekan seluruh Pos Pam/Yan dan Terpadu di Wilayah Hukum Polda Sumatera Utara, guna mengantisipasi Gangguan Kamtibmas yang bakal terjadi.

    “Adapun yang kami lakukan pengecekan yaitu Jajaran Polrestabes Medan, Polresta Binjai, Polresta Deli Serdang, Polres Serdang Bedagai, Polres Tebing Tinggi, Polres Simalungun, Polres Pematang Siantar, Polres Samosir, Polres Dairi, Polres Tanah Karo dan Objek Wisata Mickey Holiday Berastagi serta berkoordinasi dengan Penanggung jawab Kapal Ferry ASDP Prapat dalam hal keselamatan penumpang dan kendaraan yang menyeberang, manifest dan peralatan proteksi keselamatan, serta antisipasi keadaan cuaca yang berubah – berubah berkaitan dengan keselamatan penyeberangan” ucap Kombes Pol Yushfi Nasution.

    Kami juga meninjau objek wisata di wilayah sekitar Danau Toba dan Samosir yang mulai ramai pengunjung yang akan berwisata di akhir tahun 2022 ini dan kami juga tak lupa berpesan kepada anggota Polri maupun TNI serta Instansi Pemerintah yang bertugas di Pos Pam/Yan dan Terpadu, selalu waspada dan jaga kesehatan, tetap lakukan koordinasi yang baik”.pungkasnya.

     

    (Taslim)

  • Formapera Akan Bongkar Dugaan Mafia Perekrutan Calon PPK Deli Serdang 

    Formapera Akan Bongkar Dugaan Mafia Perekrutan Calon PPK Deli Serdang 

    Medan, mediatribunsumut.com
    Forum Masyarakat Pemantau Negara (Formapera) akan membongkar dugaan mafia perekrutan calon Panitia Pemilih Kecamatan ( PPK  ) di Kab Deli Serdang.
    Formapera tidak main main mengangkap indikasi mafia permainan di balik rekrutmen calon PPK di Kabupaten Deliserdang.
    Sebelumnya DPW Formapera Sumut mengadukan kasus tersebut ke Bawaslu setempat, kini akan mengadukan KPU Deli Serdang kasus yang sama ke DKPP.
    Kami akan bongkar segala kejahatan KPU Deli Serdang ini agar pemilu di Deli Serdang, semua pelaksananya benar-benar orang yang profesional dan berintegritas sehingga hasilnya pun tanpa kecurangan,” tegas Ketua DPW Formapera Sumut Feri Afrizal pada  (30/12 ).
    Ketua Umum DPN Formapera Yudhistira mengungkap hal ini sama,  pihaknya  akan berkoordinasi dengan Gakkumdu sebagai pihak yang berwenang dalam menangani pidana pemilu.
    Karena kami menilai dari bukti yang kami himpun memiliki unsur pidana. Pada saat yang tepat akan kami serahkan semua dokumen bukti kecurangan yang sudah kami himpun,” tegasnya.
    Pria yang akrab disapa Yudis mengaku pihaknya akan turun ke jalan untuk menyuarakan menolak kinerja KPU Deliserdang karena integritasnya patut dipertanyakan.
    Yudis  menyinggung pernyataan Komisioner KPU Deli Serdang Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM, Timo Dahlia Daulay yang bicara soal integritas dan profesionalisme.
    Seharusnya sebelum berbicara, Timo Daulay berkaca dulu pada jejak digital,  karena kalau Timo itu sudah berintegritas dan profesional, tidak mungkin yang bersangkutan berulangkali diperiksa DKPP dan dicopot dari jabatan Ketua KPU Deli Serdang.
    Bahkan DKPP sudah menyatakan bahwa dia tidak layak menjadi komisioner KPU Deli Serdang, tapi mungkin karena jaringannya cukup kuat ke pusat ia tetap bertahan,” kecamnya.
    Seperti diketahui, perkara yang menjadi sorotan serius Formapera hingga akhirnya dilaporkan ke Bawaslu Deli Serdang,  menyusul adanya temuan dan laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan Penyelenggara KPU saat seleksi penerimaan calon anggota PPK.
    Sedikitnya ada temuan di 8 Kecamatan yang mana peserta melaporkan kepada LSM itu mengenai adanya pelanggaran kode etik penyelenggaraan pemilu, kode administrasi dan kode etik pidana, serta tidak transparannya sistem perekrutan calon anggota PPK.
    Diantaranya sistem perekrutan yang meliputi administratif, Ujian Computer Assited Test (CAT) dan sistem wawancara disinyalir berjalan tidak secara profesional.
    Indikasinya soal ujian CAT penyelenggara KPU justru difokuskan ujian di satu lokasi yang berujung ujian sendiri dan berakhir sampai dini hari.
    Selain itu, saat ujian CAT berlangsung terlihat penyelenggara mengetahui adanya peserta membawa handphone sebagai bahan contekan ujian namun terjadi pembiaran. Ini jelas pelanggaran yang dilakukan penyelenggara,” terangnya.
    Formapera juga menemukan adanya seorang peserta disalah satu Kecamatan memiliki ikatan perkawinan dengan penyelenggara KPU.
    “Tentu ini melanggar aturan PKPU Nomor 476 Tahun 2022, dan ironisnya peserta tersebut lolos sebagai anggota PPK. Disinilah letak pelanggaran yang dilakukan oleh KPU yang mana seharusnya penyelenggara dapat mengetahui status peserta tersebut dilakukan saat verifikasi administrasi (dokumen), namun nyata peserta tersebut lolos sebagai anggota PPK, ada apa?” ungkap Ketua DPW Formapera Sumut Feri Afrizal saat melapor ke Bawaslu.
    Pada saat verifikasi data temuan, juga adanya indikasi KKN dalam sistem perekrutan calon anggota PPK yang ada di Kabupaten Deli Serdang.
    “Indikasi ini terlihat saat kita temukan isi percakapan peserta yang mengaku tidak ada mengikuti seleksi wawancara namun dirinya lolos dalam seleksi. Atas pengakuan tersebut menjadi tanda  tanya bagi kita, kenapa tanpa mengikuti salahsatu tahapan peserta tersebut bisa lolos? Untuk memperkuat laporan kita sudah lampirkan isi rekaman tersebut ke Bawaslu,” tegasnya.
    Feri dengan  tegas meminta kepada Bawaslu agar laporan DPW Formapera Sumut segera ditindaklanjuti. ( Red  ).
  • Anggota Panwascam Tapsel Kesandung Hukum, Ketua Bawaslu Masih Bungkam

    Anggota Panwascam Tapsel Kesandung Hukum, Ketua Bawaslu Masih Bungkam

    Medan, mediatribunsumut.com

    Anggota Panitia Pengawas Kecamatan ( Panwascam  ) AWH  kesandung hukum namun hingga berita ini ditayangkan ( 29/12 ) Ketua Bawaslu Kab Tapanuli Selatan ( Tapsel  ) masih bungkam.

    Tindakan yang dilakukan dengan anggota Panwascam AWH diduga bertentangan dengan peraturan DKPP pasal 1 ayat 4  yakni kode Etik Penyelenggara Pemilu adalah suatu kesatuan asas moral, etika, dan filosofi yang menjadi pedoman
    perilaku bagi Penyelenggara Pemilu berupa kewajiban atau larangan, tindakan dan/atau ucapan yang patut
    atau tidak patut dilakukan oleh Penyelenggara Pemilu.

    Demikian ditegaskan Ketua DPW Pemuda NKRI Sumut Zul Efendi Gultom awak media ini pada ( 28/12 ) di Medan.

    Ini tidak bisa dianggap enteng atau remeh soal kode etik, untuk Ketua Bawaslu Tapsel tidak bisa membiarkannya, ujar Zul.

    Bila Ketua Bawaslu menjadi penonton maka akan menyeret Ketua Bawaslu dalam pusaran ini, karena awal kasus ini adanya dugaan permainan atau pelanggaran pada perekrutan Panwascam,  ungkap Ketua DPW Pemuda NKRI Sumut.

    Sepanjang Ketua Bawaslu Tapsel tidak melakukan tindakan maka tudingan akan bergulir karena ini adalah kewenagannya untuk menindaklanjuti persoalan kode etik, sebut Zul.

    Sebelumnya kasus pemukulan tersebut telah dilaporkan ke Polres P. Sidempuan dengan nomor  : STTLP /B/465/XII/2022/SPKT/Polres Padang Sidempuan / Polda Sumatera Utara  tanggal 21 Desember 2022. ( Red  ).

  • Kombes Pol Yushfi Nst Baintelkam Mabes Polri Cek Pos Pengamanan Nataru 2023 Di Jalan Kapten Muslim Medan Helvetia

    Kombes Pol Yushfi Nst Baintelkam Mabes Polri Cek Pos Pengamanan Nataru 2023 Di Jalan Kapten Muslim Medan Helvetia

    Medan | Mediatribunsumut.com

     

    Kombes Pol Yushfi Munif Nasution. S. Sos, S.I.K, Mhum Baintelkam Mabes Polri mengecek kesiapan Pos Pengamanan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di jalan Kapten Muslim Medan. Jum’at Malam (23/12/2022).

    Kedatangan Kombes Pol Yushfi Nst disambut Iptu Mulyono Kanit Intelkam Polsek Medan Helvetia sebagai Ka Pos Pam yang didampingi Panit 1 Lantas Ipda Pendi Sibarani, Panit Yanmin Unit Intelkam Ipda Nizar Nasution, Kanit Propam Aiptu Rinto Sitorus serta Personil Pos Pam lainnya.

    Dalam kesempatan itu Kombes Pol Yushfi Nst memberikan arahan “Tetap waspada dan jangan lengah, berhati – hati dalam menjalankan tugas serta menjaga kesehatan selama bertugas, lakukan koordinasi yang baik serta Sinergitas 3 Pilar antara TNI, Polri dan Pemerintah, guna mencegah hal – hal yang tidak diinginkan, terutama pada saat berlangsungnya ibadah kebaktian Misa Natal, sehingga jemaat merasa aman dan nyaman”pungkas Yushfi Nst.

    Ditambahkannya, dikarenakan Pos Pengamanan ini difungsikan untuk memberikan Pelayanan kepada masyarakat selama dilaksanakannya Operasi Lilin 2022, Saya harapkan keberadaan Pos Pengamanan ini dapat difungsikan dengan baik, layani masyarakat dengan humanis serta harus tetap tanggap dan waspada lingkungan sekitar”.tegasnya

    (Taslim)

  • Menyambut Hari Ibu, Pemberdayaan Perempuan Puja Kesuma Kota Medan Gelar Baksos Di Jalanan

    Menyambut Hari Ibu, Pemberdayaan Perempuan Puja Kesuma Kota Medan Gelar Baksos Di Jalanan

    Medan | Mediatribunsumut.com

     

    Pemberdayaan Perempuan Puja Kesuma Kota Medan dan Tingkat kecamatan, menyambut hari Ibu melaksanakan Bakti Sosial dengan membagikan Nasi Bungkus kepada Abang – abang becak, supir angkot, dan pejalan kaki.Kamis (22/12/2022)

    Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Gatot Subroto persimpangan Sei Sekambing CII dan Jalan Gatot Subroto Persimpangan Jalan Asrama Pondok kelapa hari Rabu (21/12)

    Bunda Hj.Trila Murni.SH sebagai Ketua P2P Kota Medan mengatakan “Harapannya bagi Perempuan – perempuan Indonesia supaya memahami hak dan kewajibannya, dengan tidak melepaskan diri dari kodratnya sebagai Perempuan, untuk menuju kesetaraan membutuhkan bagi Perempuan harus cerdas, trampil dan cekatan dan berani”.tegas Bunda Hj.Trila

    Kegiatan Bakti Sosial yang kami laksanakan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dan penghargaan kami terhadap para pejuang keluarga untuk ketahanan serta kesejahteraan keluarga”ujarnya

     

    (Taslim)

  • Koorti Mapancas UINSU Gelar Dialog Publik, Peran Pemuda Harus Berperan Dan Sosial Kontrol Buat Birokrasi

    Koorti Mapancas UINSU Gelar Dialog Publik, Peran Pemuda Harus Berperan Dan Sosial Kontrol Buat Birokrasi

    Medan |mediatribunsumut.com

    Koorti Mapancas  Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ( UINSU ) menggelar dialog publik, di kesempatan itu diungkapkan pemuda harus berperan dan menjadi sosial kontrol terhadap birokrasi pemerintah serta peduli terhadap Pendidikan dan UMKM.

    Jadi pemuda harus terus berperan dan menjadi sosial kontrol terhadap birokrasi pemerintah, serta peduli terhadap Pendidikan dan UMKM.

    Demikian disampaikan Sekretaris DPD PWRI Sumut Joko Imawan S,Pd.I,MM pada dialog publik yang berthemakan peran pemuda terhadap pendidikan, birokrasi dan UMKM SufiS Kopiwork Jalan William Iskandar MMTC Pancing Kecamatan Medan Tembung pada ( 17 /12 ).

    Pengurus Koorti Mapancas  UIN SU, jangan pernah menyerah dengan keadaan, tetap semangat dalam membangun Organisasi, sinergikan program dengan berbagai pihak, sehingga  itu akan menjadi kekuatan besar, imbuh Joko Imawan yang juga aktif sebagai Ketua Pemuda Persatuan Islam Sumut tersebut

    Sumbangsih pemikiran mahasiswa sangat dibutuhkan dalam membangunan karakter bangsa dalam menciptakan generasi penerus yang optimis, berkarakter, inovatif, dan religus bagi negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ujarnya.

    Ketua Mapancas UINSU Surya Rudini Nasution menyampaikan seluruh pengurus Koorti Mapancas UINSU harus solid, menjadi sosial kontrol para birokrat serta peduli terhadap Pendidikan Dan UMKM.

    ” Saya selaku Ketua Koorti Mapancas UINSU mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan telah hadir di acara dialog publik Koorti Mapancas UINSU bersama narasumber , bapak H Syaiful Bahri S,sos M,SP sebagai sekretaris Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan tata ruang, sekretaris DPD PWRI SUMUT, Abanganda Joko Imawan S,Pd.I.,MM Sekretaris DPD Mapancas Kota Medan M Fajrin Permana SH,  bendahara DPD Mapancas kota Medan M Franz Nanda, Ketua Umum HM IKLAB Raya Irham Sadani Rambe,SH serta tamu undangan lain, atas kehadiran dab supportnya” ucapnya.

    Sementara H. Syaiful Bahri S,sos M,SP menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah merebaknya radikalisme dan terorisme.

    “Untuk pemuda dan mahasiswa juga harus terus mengembangkan diri dengan menggali potensi yang dimiliki serta memanfaatkan waktu sebagai mahasiswa untuk belajar”

    ” Sehingga menjadi mahasiswa yang cerdas, pemberani, berkarakter dan mampu memanfaatkan teknologi informasi yang bermanfaat untuk negara, sumatera utara dan masyarakat daerah,” pungkasnya.

    Acara berjalan dengan lancar, ditutup dengan doa, memberikan piagam penghargaan kepada narasumber yang hadir serta photo bersama. ( Red  ).

  • Institut Sains dan Teknologi TD Pardede Sukses Gelar Wisuda di Pardede Hall

    Institut Sains dan Teknologi TD Pardede Sukses Gelar Wisuda di Pardede Hall

    Medan | Mediatribunsumut.com

     

    Institus Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP) yang merupakan bagian dari Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA), menggelar kegiatan prosesi wisuda 194 orang mahasiswa yang berlangsung di Pardede Hall, Medan, Rabu (14/12/2022).

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum YPDA Partahi Siregar, SH yang diwakili Sekretaris Yayasan Robert Sihotang SH, MH, Kepala LL Dikti Wilayah I Sumut Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, unsur Forkopimda Propinsi Sumatera Utara, unsur Forkopimda Kota Medan, Pejabat TNI Polri, Rektor ISTP Semangat Marudut Tua Debataraja, ST, MT, Ketua dan anggota Senat ISTP, Rektor Universitas Darma Agung Dr Irene Silviani. MSP dan lainnya.

    Ketua Umum YPDA Partahi Siregar, SH dalam kata sambutan tertulianya yang dibacakan Sekretaris Yayasan Robert Sihotang SH, MH mengatakan, wisuda ini menunjukkan bahwa Institut Sains Dan Teknologi TD.Pardede masih mampu melahirkan lulusan yang diharapkan akan memberikan sumbangsih dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta perkembangan Ilmu dan Teknologi (IPTEK).

    “Salah satu sasaran dalam rangka pengembangan pendidikan tinggi adalah mengembangkan pola pendekatan baru dalam manajemen pendidikan tinggi yang berwawasan ke depan serta berinovasi agar mampu menjawab tantangan pembangunan nasional, perubahan masyarakat dan globalisasi secara efektif,” ujarnya.

    Seperti yang kita ketahui bersama, lanjutnya, bahwasanya perkembangan dunia global tidak menampakkan sesuatu yang pasti dan agak sulit untuk diprediksi, namun satu hal dapat dipastikan bahwa perubahan adalah hal yang mutlak.

    “Sejalan dengan perubahan tersebut maka manajemen pengelolaan perguruan tinggi harus dapat dilakukan dengan baik sehingga dapat berperan secara efektif dalam peningkatan produktifitas perguruan tinggi dan tetap memperhatikan kualitas lulusan. Untuk itu modal penggeraknya adalah sumber daya manusia yang handal, produktif dan kreatif serta memiliki dana yang memadai dan penguasaan teknologi,” sebutnya.

    Karena itu, lanjut Partahi, pengembangan ISTP sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengacu pada Tri Darma Perguruan Tinggi akan terus diupayakan untuk dapat menjawab tantangan tersebut dan dapat memenuhi unsur pengajaran, unsur penelitian, dan unsur pengabdian pada masyarakat yang memadai. Karena itu, kita harus menyiapkan alumni yang mampu menerobos pasar kerja di dalam maupun di luar negeri serta mampu mengharumkan nama Institut Sains Dan Teknologi TD.Pardede,” tukasnya.

    Sedangkan Kepala Lembaga Layanan DIKTI Wilayah I, Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si dalam kata sambutannya yang disampaikan secara daring turut mengucapkan selamat kepada para wisudawan/ti yang telah berhasil menuntaskan pendidikannya di tiap ISTP.

    “Begitu juga saya ucapkan selamat kepada YPSA dan ISTP. Semoga institusi ini terus maju berkembang,” ujar Ibnu Hajar seraya meminta maaf karema tak bisa hadir secara langsung karena pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.

    Sementara, Rektor ISTP Semangat Marudut Tua Debataraja, ST, MT menjelaskan bahwa acaea tunggal Wisuda Sarjana dan Ahli Madya ke XXXI ini membuktikan bahwa jerih payah orangtua pada hari ini telah membuatkan hasil yang indah dan membanggakan atas keberhasilan menamatkan anaknya sampai sarjana.

    Ia juga menjelaskan, acara wisuda tahun 2022 ISTP menghasilkan lulusan sebanyak 194 orang wisudawan. Wisudawan dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) 85 orang, Program  Studi Teknik Industri 40 Orang, Teknik Informatika 30 orang, Teknik Elektro 15 Orang, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) 37 orang, Program Studi Arsitektur 30 orang, Perencanaan Wilayah dan Kota 7 orang, dan Fakultas Teknologi Mineral (FTM) 72 Orang, Program Studi Teknik Pertambangan 72 orang.

    Disamping itu, Marudut Tua juga menyampaikan nama-nama wisudawan terbaik dari program studi Tahun Akademik 2021/2022 adalah.

    1. Putra Tama Ignasius Manik Teknik Industri IPK.3,63
    2 Adinotral Gari Teknik Informatika IPK  3.68
    3 Candy Thianda Teknik Elektro IPK 3,85
    4 Micheal Liong Arsitektur IPK 3,55
    5 Steven Lukas Lase Perencanaan Wilayah Kota IPL 3,43, dan
    6 Arby Simanjuntak, Teknik Pertambangan 3,43

    Di samping itu, kata Marudut, ISTP juga telah menetapkan wisudawan terbaik Tahun Akademik 2021/2022  atas nama Candy Thianda, fakultas Teknologi Elektro dengan IPK 3,85.

    Perlu juga kami sampaikan, sambungnya,untuk percepatan peningkatan mutu lulusan, ISTP bersinergi bersama Ketua Yayasan Perguruan Darma Agung, juga telah melaksanakan terobosan baru dengan merekrut Dosen baru tamat S2 dan Dosen senior dari lingkungan LL DIKTI Wilayah – 1 berjumlah 12 Dosen, yang di tempatkan di Prodi Teknik Tambang 4 orang, Prodi Geologi 2 orang, Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota 4 orang, Prodi Arsitektur 1 orang dan Prodi Teknik Industri 1 orang.

    “Selain penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) Dosen di ISTP dalam tahun 2022 ini, juga telah menjalin kerja sama (MOU) dengan Akademiz Universitesi dan Isparta University Of Applied Sciences – Negara Turkey, Universitas HKBP Nomensen (UHN) Medan, Universitas Gunung Leuser – Aceh, Ikatan Konsultan Indonesia (INKINDO),
    Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultasi Indonesia (INTAKINDO) dan Ikatan Arsitek
    Indonesia (IAI),” tandasnya.

    Sementara pada kesempatan itu, Michael Liong yang tercatat sebagai wisudawan terbaik di momen itu mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua, Ayah, Ibu, Papa, Mama dan seluruh keluarga yang hadir di ruangan ini maupun yang sedang menanti di rumah yang senantiasa memberikan dukungan penuh.

    Segala sesuatu yang diperoleh wisudawan, sambungnya, hari ini tidak terlepas dari kerja keras, keringat, kesabaran, kasih sayang dan doa-doa yang Ayah dan Ibu berikan. Untuk ayah dan ibu yang selalu menyembunyikan air matanya, untuk ayah dan ibu yang tak pernah
    mengeluh, untuk ayah dan ibu yang tak luputnya namanya kami sebut di dalam doa, Terima kasih. Kami juga ucapkan terima kasih dan apresiasi kami ucapkan kepada Bapak/Ibu Rektorat, Dekan Fakultas, Ketua Program Studi, Dosen serta Bapak/Ibu Staf dan Civitas Akademik
    maupun non-akademik yang membantu dan mefasilitasi kami dalam mengemban ilmu dan potensi di ISTP.

    “Akhir kata ingat kata Bapak Erick Thorir “IPK tinggi tapi karakternya buruk, untuk apa?, seseorang yang kurang pintar bisa
    belajar, kurang mahir bisa berlatih. Namun, kurang ber-Akhlak, tidak akan cukup diatasi dengan belajar dan berlatih”
    Pertanyaan yang muncul setelah ini adalah “Apa yang akan saya lakukan selanjutnya?”. Tetaplah berjuang teman-teman, lakukan apa yang bisa kita lakukan. Banyak jalan menuju Roma, dan untuk
    mendapat sepuluh tidak harus dari lima tambah lima saja. Do all the good you can, for all the people you can, in all the ways you can, as long as you can. Lakukan semua kebaikan yang kamu bisa,
    untuk semua orang yang kamu bisa, dengan semua cara yang kamu bisa, selama kamu bisa. Memang tidaklah mudah, namun Nana Korobi Ya Oki , jatuh tujuh kali bangkit delapan kali. Artinya
    sebesar/ sekeras apapun rintangan yang kita hadapi tetaplah semangat, jangan pernah menyerah. Karena Ku Wa Raku No Tane, kegagalan adalah bibit dari kesuksesan, tidak ada sukses yang dicapai
    tanpa adanya bumbu-bumbu kegagalan,” pungkasnya.

    Kegiatan wisuda ini akhirnya ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada wisudawan terbaik dan berfoto bersama. (Eka)

  • Pancasila Perekat Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

    Pancasila Perekat Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

    Medan, mediatribunsumut.com

    Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia ( Ketum PWRI  ) Dr. Suriyanto PD, SH, MH, M.Kn menegaskan Pancasila perekat kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Pada masa sebelum dikumandangkan nya kemerdekaan Indonesia, lewat satu kelompok yang bernama Panitia Persiapan Kemerdekaa Indonesia ( PPKI ) ada tiga anak bangsa yang cerdas dan menjadi tokoh bangsa Indonesia hingga kini yaitu ; Ir. Soekarno, M Yamin dan Soepomo.

    Terbentuklah Lima Sila sebagai dasar acuan berbangsa dan bernegara yang hingga detik ini, yaitu PANCASILA.

    Pancasila menjadi satu prasasti dan tolok ukur peradaban Bangsa Indonesia yang selalu harus ditanamkan di semua lapisan rakyat Indonesia dimasa kini, masa yang akan datang dan hingga dunia ini berakhir, ungkapnya.

    Nusantara memiliki kekayaan budaya yang berbudi pekerti luhur serta memiliki nilai – nilai kehidupan yang tinggi dan menjadi dasar berdirinya bangsa Indonesia serta sebagai dasar kemajuan Bangsa ini dimasa – masa yang akan datang.

    Ketum PWRI Dr SurIyanto

    Merekonstruksi sebuah konstruksi pemikiran dari perjalanan sejarah sebuah bangsa, adalah sesuatu yang sangat menarik dan menantang, ujarnya.

    Kita akan terprovokasi dengan gagasan-gagasan baru, bagaimana membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.

    Kekuatan gagasan, yang kerapkali sebenarnya sederhana saja sepanjang mengikuti garis logika – membuka pikiran, membuka pintu bagi trouble shooting. Pemecahan masalah, seringkali terjadi dengan cara dan pikiran sederhana, terang Ketum PWRI.

    Ada kalanya sebuah pemikiran tidak terformulasi secara sekaligus dalam satu masa, melainkan terkadang terserak-serak dalam moment-moment yang tidak beraturan dan sering kali, bahkan muncul secara sporadic, tidak terencana.

    Kembali pada tujuan kita dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, disadari atau tidak, kita telah abai terhadap perjuangan para leluhur pendahulu kita, pendiri republik ini. Ruh dalam hidup berbangsa dan bernegara nyaris hilang, hanya tinggal sisa-sisa bayangan tanpa makna.

    Manakala kita abai dan melupakan sejarah, maka kita akan kehilangan kompas hendak kemana kita menuju. Ini berlaku tidak hanya pada diri kita selaku individu, namun apalagi sebagai bangsa, aspek sejarah dan kesejarahan menjadi sangat penting dan mutlak dibutuhkan dalam mencari sandaran dan pegangan di kala kita merasa telah kehilangan pegangan atau kehilangan orientasi ketika kita menghadapi berbagai masalah yang menyentuh dan mengoyak kesadaran kita sebagai bangsa.

    Indonesia, adalah sebuah bangsa dan Negara yang besar yang telah melalui perjalanan sejarah yang sangat panjang, bahkan ribuan tahun yang lalu, eksistensi manusia yang menempati gugusan pulau di antara ( Nusa – antara, Nusantara ) dan benua ( Asia dan Australia ) dan dua Samudera ( Hindia dan Pasifik ), sudah eksis dan telah melahirkan peradaban yang sangat besar.

    Kebesaran kita, sebagai sebuah bangsa, kini mulai dipertanyakan kembali. Hal ini terlihat, dengan mulai lunturnya nasionalisme kita, memudarnya komitmen kebangsaan kita. Dan rasa senasib, sepenanggungan kita dalam rumah besar Indonesia, mulai terkoyak. Sebagai anak bangsa, kita nyaris tidak percaya kepada kekuatan diri sebagai suatua bangsa, kita seakan tidak dapat berdiri sebagai bangsa yang merdeka.

    Kita seperti berada dalam sebuah ruang yang gelap gulita. Berada dalam sebuah ruang gelap, cenderung menghadirkan rasa bingung, bahkan kepanikan. Tanpa pengenalan ruang, orang sulit, bahkan mungkin tak kan tahu apa yang harus dilakukan di dalam kegelapan itu.

    Namun, begitu ada  yang menemukan tombol penerangan, menyalakan lampu, efek cahaya akan memicu pemikiran, inspirasi dan kreatifitas mengenai apa yang harus dilakukan.

    Analoginya, bila di atengah kekalutan situasi dalam kehidupan, tiba-tiba ada yang berfikir jernih dan menyampaikan gagasan-gagasan, pintu solusi akan terbuka.

    Inilah the power of idea.Gagasan adalah cahaya yang akan menembus kegelapan.

    Pentingnya kita merekonstruksi kembali komitmen kebangsaan kita, jangan larut menjadi generasi yang durhaka. Negeri ini, diamanahkan oleh Tuhan, melalui leluhur kita pendiri bangsa ini, untuk kita, untuk anak cucu kita, dan generasi-generasi setelahnya.

    Oleh karena itu kita perlu merawat kebangsaan ini. Kita adalah negara yang sangat unik, terdiri dari keberagaman dan keberagaman itu merupakan satu kekayaan bagi kita.

    Indonesia memiliki banyak keragaman, di antaranya ratusan suku, agama, dan bahasa lokal. Keragaman itu bisa tetap membuat Indonesia bersatu sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kendati demikian, bangsa Indonesia tetap perlu waspada karena perbedaan itu juga mengandung potensi konflik, yang dapat berujung pada perpecahan.

    Oleh karena itu,  pentingnya masyarakat mengedepankan nilai-nilai dan kepentingan bersama menjalani hidup dalam satu bangsa.

    Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, budaya, dan bahasa sudah sejak dulu memiliki sikap saling menghormati. Hal itu telah terbukti dengan kelahiran Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

    Namun saat ini bangsa Indonesia sedang diuji kedewasaan dan keragamannya dengan maraknya kasus intoleransi dan berbagai kasus SARA.

    Salah satu perekat nasionalisme adalah kebhinekaan. Sayang semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang diagungkan dan digaungkan sejak dahulu oleh para pendiri bangsa, tampaknya mulai tidak dipahami dan hanya sebatas ucapan.

    Dalam konteks Indonesia, sebagai salah satu representasi keberagaman mayarakat dapat dilihat pada proses dan dampak dari berbagai gejolak sosiokultural dan politik yang terjadi.
    Adanya konflik sektoral dan horizontal mengancam cita-cita kebhinekaan, dan keberagaman bangsa Indonesia.

    Bangsa Indonesia harus memahami keberagaman yang ada dan harus merawatnya, yaitu dengan mempunyai sikap egaliter dan toleran. Karena negara Indonesia adalah negara yang plural, sudah sepantasnya masyarakat Indonesia menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).

    Adapun upaya menyelesaikan permasalahan keberagaman dapat dilakukan dengan menjunjung tinggi Pancasila dan merealisasikan nilai-nilainya. Dengan demikian, sikap saling menghargai, egaliter, dan toleran harus dimiliki seluruh warga Indonesia.

    Pancasila sebagai dasar negara memiliki kedudukan tertinggi. Pancasila dibuat oleh pendiri bangsa Indonesia dengan penuh kehati-hatian memperhatikan baik buruknya. Para pendiri bangsa Indonesia tentunya tidak sembarang dalam membuat dasar negara.

    Negara ini, Republik Indonesia, bukan milik kelompok mana pun, tidak juga milik agama apa pun, ataupun kelompok etnis, bukan milik kelompokmu dengan budaya atau tradisi, tetapi milik kita dari Sabang sampai Merauke.

    Manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan.

    Kalau bangsa kita, Indonesia walaupun bambu runcing, saudara-saudara, semua siap sedia mati mempertahankan tanah air Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia masak untuk merdeka, tutup Ketum PWRI. ( Red  ).

  • 1.244 Mahasiswa Berhasil Menuntaskan Pendidikan Di UDA Dan APP Darma Agung

    1.244 Mahasiswa Berhasil Menuntaskan Pendidikan Di UDA Dan APP Darma Agung

    Medan, mediatribunsumut.com

    1.244 mahasiswa berhasil menuntaskan pendidikan di Universitas Darma Agung ( UDA  ) dan  Akademi Pariwisata dan Perhotelan (APP) Darma Agung, yang diwisuda pada (10/12 ) di Aula Pardede Hall, Jl. TD Pardede, Medan.

    Berikut rincian calon wisudawan dan wisudawati, 1.185 untuk mahasiswa UDA dan 59 mahasiswa APP Darma Agung.

    Kegiatan yang dibuka langsung Ketua Umum Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) Partahi Siregar, SH tersebut, Perwakilan Gubernur, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Zumri Sulthony S.Sos, M.Si, CHE, perwakilan Kapoldasu, perwakilan Pangdam I/BB, Rektor UDA Dr Irene Silviani, MSP, Direktris APP Darma Agung Nirwaty Tarigan, SE, MM, orangtua wisudawan, para tamu undangan serta Kepala Lembaga Layanan DIKTI Wilayah I Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si hadir secara dalam jaringan ( daring ).

    Ketua Umum YPDA Partahi Siregar, SH mengawali sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh orang tua dari wisudawan karena telah berhasil menuntaskan satu fase yang membanggakan.

    Hari ini  menjadi satu hari yang menjadi catatan dalam sejarah kehidupan wisudawan/ti yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan pada program Diploma, Sarjana dan Magister di Universitas Darma Agung dan APP Darma Agung ini. Saya hendak mengingatkan bahwasanya keberhasilan ini merupakan langkah awal bagi para wisudawan/ti untuk terus dapat mengembangkan diri sekalipun tidak lagi berada di dalam lingkungan kampus,” ungkapnya.

    Selain menyadari banyaknya kekurangan pihak kampus, Partahi mengaku akan menjadikan setiap pendapat menjadi masukan demi perbaikan di masa yang akan datang.

    Tak lupa pula ia berterima kasih Kepada LL-DIKTI wilayah I yang tak henti-hentinya memberikan pembinaan dan pengawasan bagi institusi YPDA selama ini.

    Dengan harapan di masa yang akan datang pembinaan ini terus dapat diberikan guna menjadikan institusi kami menjadi lebih kredibel dan berdaya saing. Melalui kesempatan ini juga kami pengurus Yayasan Perguruan Darma Agung berterimakasih kepada seluruh komponen steakholder yang telah terlibat baik pemerintah ataupun swasta dalam upaya pembangunan dan kemajuan bagi kedua institusi yang menyelenggarakan wisuda pada hari ini,” ucapnya

    Kepala Lembaga Layanan DIKTI Wilayah I, Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si dalam kata sambutannya yang disampaikan secara daring juga mengucapkan selamat kepada para wisudawan/ti yang telah berhasil menuntaskan pendidikannya di tiap strata dan akhirnya bisa mengikuti acara wisuda sebagai hari yang istimewa.

    Hal senada, ” Ibnu Hajar ” menyapaiakn selamat kepada UDA dan APP Darma Agung. Semoga institusi ini terus maju berkembang.

    Rektor UDA Dr Irene Silviani, MSP mengaku bangga karena momen sakral ini diikuti oleh ribuan mahasiswa dari seluruh jenjang pendidikan.

    Wsuda kali ini Universitas Darma Agung menghasilkan lulusan sebanyak 1.185 orang (Program Pasca Sarjana, Sarjana, dan Ahli Madya) setelah berhasil menyelesaikan studinya dan telah memenuhi semua persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

    Kepada para Wisudawan/ti, rektor atas nama Civitas Akademika UDA, turut mengucapkan selamat atas berhasilnya menyelesaikan pendidikan di kampus Universitas Darma Agung.

    Diuraikannya, dalam wisuda kali ini ada 8 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana menghasilkan lulusan sebanyak 1.064 orang Strata 1 dan 3 orang Diploma III serta, program Pascasarjana.

    Total wisudawan Pasca Sarjana sebanyak 118 orang, rinciannya ; Magister Ilmu Hukum 55 orang, Magister Ilmu Pemerintahan 20 orang, Magister Manajemen 41 orang dan Magister Agribisnis 2 orang.

    Sedangkan untuk S1 dan D-3 meliputi :
    Ilmu Sosial & Ilmu Politik  sebanyak 83 orang. Rinciannya Ilmu Pemerintahan 61 orang dan Ilmu Komunikasi 22 orang
    Ilmu Hukum 313 orang.Ilmu Ekonomi Akuntansi dan Manajemen S1 sebanyak 143 orang dan D-3 Akuntansi sebanyak 3 orang. Teknik sebanyak 317 wisudawan meliputi Teknik Sipil sebanyak 145 orang, Teknik Elektro 33 orang dan Teknik Mesin 139 orang.

    Untuk FKIP PPKN dan Pendidikan Fisika sebanyak 49 orang. Pertanian untuk jurusan Agroteknologi 41 orang dan Agribisnis 28 orang. Sastra Inggris 34 orang. Ilmu Keperawatan total 56 wisudawan, rinciannya Ilmu Keperawatan  29 orang dan Profesi Ners 27 orang.

    “Pada kesempatan ini, di antara lulusan yang diwisuda pada hari ini, akan saya perkenalkan 14 orang lulusan terbaik atau berprestasi, yaitu 1 wisudawan tingkat Universitas dan 9 wisudawan tingkat Fakultas serta 4 orang wisudawan tingkat Magister sehingga ditetapkan sebagai wisudawan terbaik pada wisuda Tahun 2022,” ujar Irene.

    14 wisudawan/wisudawati terbaik tersebut adalah sebagai berikut:
    1. Budi Dharma Magister Ilmu Pemerintahan NPM 20013121002 dengan IPK 3,91
    2. Arjun Nainggolan Magister Hukum NPM 20021121033 dengan IPK 4,00
    3. Venny Fraya Hartin Nasution Magister Manajemen NPM 20033120013 dengan IPK 4,00
    4. Leonardus H. Manao Magister Agribisnis NPM 19061121003 dengan IPK 4,00

    Wisudawan Terbaik Tingkat Fakultas
    1. Sylvia Haryanti Fisip Ilmu Komunikasi NPM 18012111014 dengan IPK 3,79
    2. Nita Safira Panjaitan Hukum Ilmu Hukum NPM 18021111149 dengan IPK 3,77
    3. Kristina Panjaitan Ekonomi Akuntansi (S1) NPM 18031111013 dengan IPK 3,86
    4. Buriani Paulina Sinambela Ekonomi Akuntansi (D3) NPM 19031161005 dengan IPK 3,48
    5. Ojak L. Sihotang Teknik Teknik Sipil NLM 18041111009 dengan IPK 3,44
    6. Tuwinda Service Laia FKIP Pendidikan Fisika NPM 18053111013 dengan IPK 3,77
    7. Sozanolo Laia Pertanian Agroteknologi NPM 18061111010 dengan IPK 3,63
    8. Hanna Putri Halawa Sastra Inggris NPM 18071111005 dengan IPK 3,60
    9. Angelin Gulo FIK Ilmu Keperawatan NPM 18081111002 dengan IPK 3,86

    Wisudawan Terbaik Tingkat Universitas
    1. Kristina Panjaitan Ekonomi Akuntansi NPM 1803111013 dengan IPK 3,86

    Irene Silviani juga menjelaskan bahwa lulusan UDA telah banyak yang berhasil, baik di bidang pemerintahan, politik maupun wirausahawan. Hubungan Universitas Darma Agung dengan Alumni selalu harmonis dan bahkan setiap Fakultas telah membentuk Ikatan Alumni masing-masing dan setiap tahun aktif mengadakan berbagai kegiatan yang dapat mengeratkan hubungan antara alumni dan Fakultas.

    “Oleh karena itu kami berharap lulusan yang diwisuda hari ini tidak akan melupakan almamaternya, tetapi harus bisa menjadi mitra kami untuk memajukan Universitas Darma Agung yang kita cintai ini. Pada tahun 2022 ini, jumlah mahasiswa Universitas Darma Agung semakin bertambah, oleh karena itu, kita telah menambah tenaga administrasi, dan dosen agar dapat memenuhi tuntutan pelayanan yang maksimal. Selain penambahan dosen dan pegawai, Universitas Darma Agung kini sedang menugas belajarkan 18 orang dosen untuk mengikuti pendidikan di program S3 dan direncakan akan terus ditingkatkan di tahun yang akan datang,” urainya.

    Dalam menghadapi era industri 4.0, lanjut Irene, Universitas Darma Agung menunjukkan eksistensinya dengan melakukan perubahan yang signifikan secara keberlanjutan dan berkesinambungan.

    “Sebagai wujud nyata untuk merealisasikan visinya, Universitas Darma Agung juga akan memulai sistem pembelajaran yang lebih maksimal lagi melalui ketersediaan Learning Management System (LMS) yang pada tahun ajaran ini akan diberlakukan. Ini menunjukkan kesungguhan Universitas Darma Agung dalam meningkatkan mutu melalui layanan Pendidikan terbaik bagi seluruh sivitas akademika-nya,” pungkas Irene seraya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum YPDA dan orangtua wisudawan.

    Senada juga diungkapkan Direktris APP Darma Agung Nirwaty Tarigan, SE, MM yang mengaku bangga hari ini anak didiknya sebanyak 59 orang tercatat sebagai wisudawan. Mereka terdiri dari 50 orang wisudawan Program Studi Perhotelan dan 9 orang wisudawan Program Studi Usaha Perjalanan Wisata.

    “Wisuda merupakan dua peristiwa penting dalam kehidupan para wisudawan. Peristiwa penting pertama adalah bahwa wisuda merupakan akhir dari perjuangan saudara di kampus, dan kedua adalah merupakan awal memasuki perjuangan baru di tengah-tengah masyarakat atau menciptakan lapangan kerja di masyarakat. Saudara harus bekerja keras karena cepatnya pertumbuhan lulusan pendidikan tinggi, tidak selalu diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja,” tandasnya.

    Dijelaskan Nirwaty, dari 59 orang wisudawan ada 2 orang wisudawan terbaik.
    1. Nama : Melani br Silalahi
    Program Studi : Perhotelan
    NPM : 19014080540006
    IPK : 3,75

    2. Nama : Setia Wati
    Program Studi : Usaha Perjalanan Wisata
    NPM : 19014080530002
    IPK : 3,77

    Usai kata sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan dan penyerahan piagam penghargaan kepada wisudawan/i terbaik fakultas UDA yang dilakukan Wakil Rektor UDA Dr Mhd. Ansori Lubis, SH, M.Hum, pemberian piagam penghargaan kepada wisudawan terbaik oleh Rektor UDA Dr Irene Silviani, MSP dan pemberian piagam penghargaan kepada wisudawan/i terbaik yang diserahkan Direktur APP Darma Agung Nirwaty Tarigan, SE, MM. ( Red  )

  • Ketua DPD PWRI Sumut, Apresiasi Unit PPA , LS Guru SMP Pelaku Pelecehan Seksual Belasan Muridnya Ditangkap

    Ketua DPD PWRI Sumut, Apresiasi Unit PPA , LS Guru SMP Pelaku Pelecehan Seksual Belasan Muridnya Ditangkap

    Medan,mediatribunsumut.com

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia Sumatera Utara ( DPD PWRI Sumut  ) Dr. Masdar Limbong, M.Pd mengapresiasi kinerja Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA  ) Poltabes Medan, bahwa LS seorang guru SMP pelaku pelecehan seksual terhadap belasan muridnya sendiri di saat jam belajar ditangkap.

    LS guru Olahraga di salah satu SMP di Medan adalah pelaku pelecehan seksual pada 14 orang siswanya sendiri akhirnya ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, tegas Ketua DPD PWRI Sumut pada awak media ini ( 07/12 ) malam di Medan saat diminta tanggapannya.

    Perlakuan biadab itu dilakukan seorang guru pada saat jam belajar berlangsung, membuat mental anak didiknya rusak bahkan trouma, jadi hukuman berlapis pantas diberikan karena yang bersangkutan adalah seorang guru, tegas Masdar Limbong.

    Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda SH .,SIK ,melalui Kasat Reskrim Kompol Teuku Fathir Mustafa SIK MH  mengatakan pelaku diamankan pada hari Senin ( 05 /12 ) di daerah Padang Bulan.

    LS diamankan karena telah melakukan percabulan dengan cara menyentuh di daerah sensitif para korban korbannya, tegasnya

    14 orang siswa yang menjadi korban perbuatan pelaku, demikian hasil penyelidikan di lapangan.

    Kemudian kita juga telah sampaikan kepada keluarga apabila ada korban lain agar dapat menyampaikan kepada kami untuk dilakukan pemeriksaan dan kami akan mengupayakan untuk penanganan secara baik untuk menghilangkan trauma  pada korban,”Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

    ” Kasat Reskrim Polrestabes Medan menyebutkan,” pelaku melakukan aksinya itu di saat jam berlajar, olahraga, serta ketika kegiatan membaca.

    Masih penjelasan Kasat Reskrim Polrestabes Medan,  bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku sudah bertugas di sekolah tersebut kurang lebih 5 (lima) tahun.

    Terhadap pelaku di jerat dengan Pasal 82 ayat 1 dan 2 dengan ancaman pidana 15 Tahun Penjara ditambah sepertiga karena yang bersangkutan berprofesi sebagai guru dan yang menjadi korban anak didiknya, tegas beliau.

    Pelaku dijerat dengan Pasal 6 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman pidana 12 Tahun Penjara, tutupnya.  ( Red  ).

  • Pancasila Bukan Hanya Untuk Sekedar Didengungkan

    Pancasila Bukan Hanya Untuk Sekedar Didengungkan

    Medan, mediatribunsumut.com

    Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI  ) memiliki arti sangat penting sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara serta menjaga prilaku dalam kehidupan masyarakatnya.

    Pancasila dilahirkan oleh para pendiri Bangsa Indonesia juga sebagai dasar atas seluruh isi pasal pada UUD 1945.

    Demikian ditegaskan Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia  (  Ketum PWRI  ) Dr Suriyanto PD, SH, MH, M. Kn pada awak media ini pada ( 06/12 ).

    Pancasila dianggap sebagai sesuatu yang sakral yang setiap warganya harus hafal dan mematuhi segala isi dalam pancasila tersebut. Namun sebagian besar warga negara Indonesia hanya menganggap pancasila sebagai dasar negara/ideologi semata tanpa memperdulikan makna dan manfaatnya dalam kehidupan,ujar Ketum PWRI.

    Tanpa manusia sadari nilai-nilai makna yang terkandung dalam pancasila sangat berguna dan bermanfaat,
    Indonesia saat ini tengah masuki era globalisasi dengan high teknologi tinggi dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi dari kota besar hingga ke pelosok negeri, hal ini sangat besar pengaruhnya dalam perubahan pada tatanan kehidupan masyarakat itu sendiri di semua golongan, ungkap beliau.

    Ada hal yang terlupakan atau ada unsur melupakan oleh negara dan pemerintah di era reformasi globalisasi yang sangat merubah cara pikir dan pandang generasi muda yang tergolong pada generasi Z yang tidak lagi mengenyam pendidikan pelajaran Moral Pancasila serta Pedoman dan Pengamalan Pancasila sebagai benteng kehidupan generasi tersebut untuk masa depan Bangsa sebagai generasi penerus Pemimpin Bangsa Indonesia yang beradap, sebut beliau.

    Banyaknya terjadi penyimpangan /kesalahan tertentu sebenarnya berakar dari tidak mengamalkannya nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri.

    Maka dari itu,  pentingnya memahami pancasila tidak hanya mengerti namun juga mengamalkan dan melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai pendidikan karakter, tandasnya.

    Pendidikan karakter yang merupakan upaya mewujudkan amanat pacasila dan Pembukaan UUD 1945 dilatar belakangi oleh realita yang berkembang saat ini di lembaga pendidikan dengan prilaku-prilaku yang tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia saat ini.

    Membina dan mendidik karakter, dalam arti untuk membentuk “positive character” generasi muda bangsa ini. Agar positive character terbentuk, maka perlu pembiasaan “mandiri, sopan santun, kreatif dan tangkas, rajin bekerja, dan punya tanggung jawab”, katanya.

    Saat ini sama-sama kita ketahui betapa banyaknya anak – anak yang berkelakuan tidak baik, tidak santun terhadap orang tua bahkan sesamanya serta ada yang menjadi pembunuh orang tua kandungnya sendiri dan hal tersebut terjadi baik di perkotaan dan di pedesaan, jelasnya.

    Negara dan Pemerintah serta semua Lembaga harus hadir, harus sadar betapa pentingnya Pancasila untuk dipelajari secara mendalam oleh para generasi dari tingkat sekolah dasar hingga pada strata satu di perguruan tinggi, bila hal ini tidak juga disadari oleh Pemimpin sekarang dan Pemimpin masa yang akan datang maka tunggulah kehancuran mental generasi bangsa Indonesia kedepannya.

    Pancasila bukan hanya isapan jempol yang hanya cuma didengung dengungkan tetapi harus tanamkan di hati sanubari generasi muda lewat pendidikan.

    Pendidikan pancasila dalam kehidupan sehari hari dapat memberikan dampak yang baik untuk masyarakat agar masyarakat mematuhi dan menganut nilai nilai dalam pancasila karena nilai yang terkandung dalam Pancasila mempunyai banyak makna untuk kehidupan sehari hari dalam beragama, memberikan pendapat, cara menghargai orang lain, dan lain-lain, tutup Suriyanto.
    (  Red  )