Kategori: Peristiwa

  • Banjir Tak Surut, Satpol PP Kawal 2 Alat Berat Keruk Drainase Dan Tertibkan Bangunan Liar Di Kec Batang Kuis 

    Banjir Tak Surut, Satpol PP Kawal 2 Alat Berat Keruk Drainase Dan Tertibkan Bangunan Liar Di Kec Batang Kuis 

    Deli Serdang,

    mediatribunsumut.com

    Banjir tak surut surut di kawasan jalan Tamora pasca diterjang banjir pada ( 27/11 ) hingga kini ( 03/12 ), Satpol PP Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) kawal 2 ( dua  ) alat berat mengeruk drainase dan menertibkan bangunan liar kawasan jalan Tamora Kec Batang Kuis.

    Dua hari terakhir ini, sejak kayu besar tumbang menimpa pagar kantor PTPN, alat mesin pemotong pohon memperparah genangan banjir, sehingga 2 unit alat berat dan 2 unit truk pengangkut sampah dikerahkan dengan pengawalan ketat aparat Satpol PP.

    Sementara banjir tak juga surut, diduga pemicunya buruknya saluran drainase di seputaran tersebut, pengerukan pun dimulai.

    Saluran drainase yang tersumbat bahkan yang sempat beralih fungsi menjadi tempat lapak dan kios pedang akhirnya ditertibkan.

    Seluruh bangunan liar yang disinyalir pemicu lambannya genangan air surut, dibongkar setelah pihak Satpol PP melakukan komunikasi secara persuasif para pedagang berkenan membongkar sendiri lapak atau bangunannya.

    Pantauan mediatribunsumut.com pada ( 03/12 ) 2 unit alat berat dengan pengawalan terus aparat Satpol PP hingga pukul 20.36 Wib pengerukan masih berlangsung.

    Baravo Satpol PP dan Tim lainnya, semoga banjir ini menjadi pesan yang sangat berguna untuk semua pihak, yakni pemerintah dan masyarakat demi kenyamanan bersama.

    ( Tim ).

  • Bukit Teletubbies Terbakar Lagi, Penyebabnya Masih Misteri 

    Bukit Teletubbies Terbakar Lagi, Penyebabnya Masih Misteri 

    Padangsidimpuan,

    mediatribunsumut.com

    Bukit Teletubbies di Kel Batunadua Jare terbakar lagi, penyebabnya masih misteri.

    Pemicu terbakarnya Bukit Teletubbies beberapa lalu semakin menyisakan tanda tanya, pasalnya penjelasan Lurah Batunadua Jae sulit diterima akal sehat.

    Kepada mediatribunsumut.com saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada ( 28/05 ) penyebab terbakarnya Bukit Teletubbies  karena lahannya gambut dan suhu panas kemarau.

    Penampakan Gunung Teletubbies pasca terbakar

    Jadi pemicu yang  lain tidak ada di lokasi, jelas Lurah Batunadua Jae Ferdi  menjawab pertanyaan mediatribunsimut.com, apakah kemungkinan ada orang yang  buang puntung rokok.

    Bukankah penjelasan Lurah Batunadua Jae janggal, gegara suhu panas lantas Gunung Teletabis terbakar, seolah ada yang ditutupi.

    Terkait hal tersebut mediatribunsumut.com pun telah konfirmasi Polmas Reki Susanto melalui WhatsApp, namun hingga berita ini dikirim ke redaksi belum ada tanggapan.

    Sementara issu beredar, ada seseorang saat itu tengah membakar lahan untuk dijadikan perkebunan di sekitar Gunung Teletubbies, kabarnya dari situlah asal api hingga merembet dan meluas hingga diturunkan pihak BPBD dan mobil Damkar untuk memadamkan kobaran api yang siap menghanguskan gunung tersebut.

    Untuk itu diminta kepada Lurah, BPBD dan aparat dapat menusuri kebenaran informasi tersebut,jika memang benar asal api tersebut diharapkan ada tindakan tegas, untuk mencegah kejadian serupa, sebab hampir setiap tahun Gunung Teletubbies tersebut terbakar.

    ( Tim ).

  • Diduga CV SHL Tanjung Morawa Abaikan Keselamatan Kerja Karyawan, Polresta Diminta Bertindak 

    Diduga CV SHL Tanjung Morawa Abaikan Keselamatan Kerja Karyawan, Polresta Diminta Bertindak 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Diduga CV SHL Tanjung Morawa Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) mengabaikan keselamatan kerja karyawannya, sehingga nyawa melayang, Polresta Deli Serdang diminta bertindak.

    Penyebab meninggalnya ” W ” di jam kerja belum ada penjelasan resmi pihak Polresta Deli Serdang, namun dari rilis yang diterima setelah pihak intelkam Polsek Tanjung Morawa melakukan olah tempat kejadian perkara ( TKP ) ditemukan adanya instalasi kabel tidak layak pakai ( terbuka ) dan semrawut.

    Tim mediatribunsumut.com pun melakukan penelusuran ke perusahaan CV SHL pada ( 21/02 ), di luar pabrik ditemui beberapa karyawan perusahaan dan berhasil diwawancarai, kepada Tim mengatakan tidak mengetahui kejadian karena pada saat itu, mereka shift malam.

    Saat ditanya apakah mengenal ibu Nazarianti, mereka mengaku mengenal, dia adalah pengawasan, hampir setiap pagi masuk ke pabrik, sebelum ke kantor desa, jadi kalau mau gajian pun harus ada pengawas, tutur mereka.

    Lalu Tim menuju perusahaan,  scurity yang bertugas mengatakan Personalia Agus tidak ada di tempat dan hanya beliau yang berkapasitas memberikan penjelasan.

    Terpantau perusahaan tidak mendirikan papan nama perusahaan, pada menurut UU No 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, perusahaan wajib memasang papan nama perusahaan, dikhawatirkan perusahaan CV SHL belum mengantongi izin.

    Tim pun menuju kantor desa Tanjung Morawa B ( TMB ), sesampainya di kantor desa, menurut staf yang berdinas saat itu mengatakan Kades Nazarianti  tidak ada dan sedang keluar.

    Berselang beberapa detik, sang Kades keluar dari ruang kerjanya dan menjumpai Tim, lantas mengapa  kedatangan Tim sudah disambut dengan kebohongan.

    Kepada Tim Kades mengaku, sebelum membawa korban ke rumah sakit, beliau ditelpon Personalia Agus untuk meminjam mobil ambulance milik desa.

    Saya bersama dua orang staf perusahaan membawa korban ke rumah sakit, sedangkan personalia tidak ikut, ujarnya.

    Ditanya terkait menjadi pengawas di perusahaan tersebut, Kades membantah, hanya saja di tahun 2022 masih awal awal Kades membenarkan menjabat HRD.

    Berdasarkan penjelasan Kades dan sejumlah karyawan, diminta Camat Tanjung Morawa tidak tinggal diam, sebab seorang Kades sedianya tidak pantas melindungi perusahaan yang diduga mengabaikan keselamatan kerja karyawan perusahaan.

    Atau sebaliknya, jangan jangan ada kepentingan tertentu, makanya Kades begitu sigap menangani persoalan.

    Diminta kepada Polresta Deli Serdang mengucap kasus meninggalnya ” W” dan tidak melindungi perusahaan, jika benar bersalah, tegakkan hukum.

    ( Tim ).

  • Inna lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Waka Polres Pelabuhan Belawan, Ketua AMPUH Deli Serdang Turut Berkabung

    Inna lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Waka Polres Pelabuhan Belawan, Ketua AMPUH Deli Serdang Turut Berkabung

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Inna lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Waka Polres Pelabuhan Belawan Kompol Iwan Kurniawan, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Hukum ( AMPUHDeli Serdang turut berkabung.

    Beliau tutup usia lebih kurang 50 tahun, belau dipanggil Sang Pencipta pada ( 05/01 ) sekira pukul 00.30 Wib.

    Demikian dituturkan Ketua AMPUH Deli Serdang Sugianto Marpaung kepada MediaTribunSumut.com ( 05/01 ) setelah mendapat kabar duka cita itu.

    Semoga almarhum ditempatkan disebaik baik tempat disisiNya, dan  istri beliau dan ajudannya  segera dipulihkan kesehatannya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, katanya.

    Allah memanggilnya dalam insiden kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Belmera, Belawan, sebutnya.

    Almarhum di semayamkan di rumah duka di Komplek Perumahan Bekangdam I/BB Jalan Dodik, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara.

    Selamat jalan bapak Kompol Iwan Kurniawan, karya baktimu akan selalu terkenang.

    Semasa beliau menjalankan tugas, sangat getol memerangi narkoba, kerab melaksanakan penggrebekan, dimata teman teman control sosial beliau sudah tidak asing, tutup Marpaung sapaan akrabnya.

    ( Tim )

  • Ketua DPD PWRI Sumut  Turut Berduka, Alm Sempurna Pasaribu, Istri, Anak, Cucunya Tewas Terpanggang 

    Ketua DPD PWRI Sumut  Turut Berduka, Alm Sempurna Pasaribu, Istri, Anak, Cucunya Tewas Terpanggang 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia Sumatera Utara (DPP PWRI Sumut) Dr Masdar Limbong, M. Pd melalui Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan ( OKK  ) Sugianto Marpaung,  turut berduka cita atas musibah yang menimpa wartawan alm Sempurna Pasaribu, istri, anaknya dan cucunya tewas terpanggang.

    Mereka berempat dikabarkan tewas di dalam rumahnya dalam peristiwa kebakaran yang melanda rumah beliau pada ( 27/06 ) sekira pukul 04.00 Wib.

    “Saya mewakili  wartawan / wartawati turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa rekan kita Alm Sempurna Pasaribu ( 47 ), di jalan Nabung Surbakti Kec Kabanjahe Kab Karo provinsi Sumatera Utara ( Sumut ), semoga keluarga kuat dan tabah menerima musibah ini, tutur Marpaung sapaan akrabnya selaku pemilik salah satu media online di Sumatera Utara ( Sumut ).

    Selamat jalan pejuang tinta, bersama istri, anak dan cucumu, kepergianmu menyisakan duka mendalam buat kami wartawan khususnya di Sumatera Utara ( Sumut ).

    Karya tulis terakhirmu di tribratatv.com , yang kabarnya menyoroti sejumlah kasus, semakin  membakar semangat kami untuk melanjutkan perjuanganmu, mengungkap kebenaran, sebut Marpaung lirih.

    Buat rekan rekan wartawan dimana pun berada, jangan menyurutkan semangat untuk mengungkap kebenaran, brapo dan semangat terus, karya tulis jurnalistik dinanti publik, tutup Marpaung.

      ( PU / Red ).

  • Harga Pupuk Subsidi Di Desa Sidoarjo Rumania 2 Dijual Diatas HET 

    Harga Pupuk Subsidi Di Desa Sidoarjo Rumania 2 Dijual Diatas HET 

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Harga pupuk subsidi di desa Sidoarjo Rumania 2 Kec Pantai Labu Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) dijual diatas harga eceran tertinggi ( HET ).

    Ini terungkap setelah:Tim mediatribunsumut.com melakukan penelusuran ke kios penjual pupuk subsidi pada ( 18/ 05 ) lalu.

    Pupuk subsidi di jual Rp 150.000 per sak pada hal Untuk harga pupuk subsidi telah ditetapkan ketentuannya.

    Beban petani makin berat, tidak cukup harga pupuk subsidi yang melebihi harga ketentuan, kesusahan petani ditambah lagi,  kios pupuk malah mempraktekan pupuk subsidi dengan jenis pupuk lain.

    Tidak ada pilihan buat petani, walau pupuk tidak dibutuhkan, tapi terpaksa harus membeli karena pupuk subsidi dipaketkan.

    Sementara Kabid Perdagangan Dinas Perindag Deli Serdang saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada ( 20/05  ) dengan enteng mengatakan tugas dan wewenang Perindag hanya mengawasi dari distributor ke pengecer.

    Masalah harga adalah tanggung jawab Dinas Pertanian sedangkan pencabutan ijin wewenang pupuk Indonesia, ujarnya.

    Disinyalir akar masalahnya lantaran pengawasan mandul sehingga pihak kios merajalela menjual diatas HET.

    ( HD ).

  • Pj Desa Tabuyung Damaikan Warganya Di Balai Desa

    Pj Desa Tabuyung Damaikan Warganya Di Balai Desa

    Madina, mediatribunsumut.com

     

    Pj desa Tabuyung damaikan warganya di Balai Desa terkait penganiayaan yang terhadap Neta Sopia pada ( 11/05 ).

    Pj Kepala Desa Tabuyung Iskandar Muda berhasil memediasi korban bersama keluarga dengan para pelaku.

    Selaku orang nomor satu di pemerintahan Desa, Iskandar Muda berupaya membangun komunikasi dengan kedua belah pihak.

    Akhirnya korban bersama keluarga akhirnya menerima saran Pj Kepala Desa Tabuyung menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

    Tentu pertimbangan yang diberikan Pj seperti satu desa bahkan bertetangga memberikan masukan, persoalan yang besar dikecilkan dan persoalan kecil dihapuskan, katanya.

    Selaku umat beragama, saling memaafkan, jauh lebih baik artinya damai itu indah, inilah yang akan diciptakan pada sesama warga desa Tabuyung, ujar Iskandar.

    Kedua belah pihak dipertemukan di kantor Balai Desa dihadiri atau disaksikan tokoh agama, tokoh masyarakat H Wardan Batubara serta para kepala dusun ( Kadus. ) desa Tabuyung, terang Iskandar.

    Dengan dipertemukan kedua belah pihak secara kekeluargaan diyakini lebih kuat dari selembar kertas bermeterai, karena hakikat kekeluargaan jauh lebih kuat, tutupnya.

    ( Tim ).

  • Diduga Dililit Hutang, Pria 49 Tahun Di Desa Bintang Meriah Gantung Diri

    Diduga Dililit Hutang, Pria 49 Tahun Di Desa Bintang Meriah Gantung Diri

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Diduga dililit hutang, pria ( 49 ) tahun inisial AYG di desa Bintang Meriah Kec Batang Kuis kab Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) mengakhiri hidupnya dengan gantungan diri.

    AYG menggantung dirinya di sebatang pohon di area pemakaman Tionghoa di jalan Laksana desa Bintang Meriah atau tidak jauh dari kantor desa Bintang Meriah.

    Terkait hal tersebut Mediatribunsumut.com konfirmasi Kades Bintang Meriah H Kasiman melalui WhatsApp pada ( 05/03 ) membenarkan kejadian tersebut.

    Benar kejadian itu, AYG warga dusun 3 gang H. Sirat desa Bintang Meriah, kabarnya yang bersangkutan melakukan itu gegara persoalan hutang,ujar Kades Bintang Meriah.

    Kejadian diketahui sekira pukul 07.00 Wib dari petugas kebersihan, lantas kejadian itu disampaikan hingga warga desa berdatangan, ungkapnya.

    Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Batang Kuis saat dikonfirmasi Mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 05/03 ).

    ( Tim ).

  • 1 Rumah Di Simangambat Ludes Dilalap Sijago Merah

    1 Rumah Di Simangambat Ludes Dilalap Sijago Merah

    Madina, mediatribunsumut.com

    Satu ( 1 ) unit rumah di
    Lingkungan 3, Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu
    Kab Mandailing Natal ( Madina ) ludes dilalap sijago merah sekira pukul 12.00 Wib pada ( 01/09 ).

    Empat ( 4 ) rumah terdampak lainnya mengalami kerusakan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

    Belum diketahui penyebabnya, api berasal dari rumah Asmar ( 32 ) dan kerugian juga belum dapat diketahui, api dapat dijinakkan sekira pukul 13.00 Wib.

    Penjelasan Asmar, saat itu dia berada di ruang depan sedangkan Seri Dewi Istrinya lagi memasak di dapur.

    Tiba tiba tercium bau yang menyengat dari dalam kamar, saya langsung menuju kamar, ternyata api sudah berkobar di kamar, tuturnya dengan nada terbata bata.

    Menurutnya di dalam kamar itu, listrik tidak ada yang nyala atau sedang mencas ataupun lainnya, namun api berasal dari kamar itu.

    Dengan asap yang membubung dan kobaran api, sontak mengundang perhatian warga sekitar, seketika itu dengan sigap warga berjuang memadamkan api.

    Warga lainnya turut menyelamatkan harta benda dari rumah sekitar rumah yang terbakar

    Polsek Siabu, Bhabinsa Koramil 12 Siabu,Lurah Simangambat Iswadi Idris Situmorang S.Sos Petugas PLN, Bhabinsa Koramil 12 Siabu berada di lokasi. ( Tim ).

  • Sijago Merah Lalap Toko Elektronik Di Titi Papan Medan

    Sijago Merah Lalap Toko Elektronik Di Titi Papan Medan

    Medan, mediatribunsumut.com

    Sijago merah melalap ludes toko elektronik di Titi Papan Medan.

    Tepatnya di Jalan Platina Raya, Lingkungan 3, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Jumat (21/07 ).

    Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut,
    namun hampir seluruh barang elektronik yang berada di lantai satu ruko musnah terbakar.

    Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran belum diketahui pasti, apakah akibat korsleting listrik atau penyebab lain dan masih penyelidikan pihak berwajib.

    “Penyebabnya belum tahu, tapi api berasal dari ruang belakang lantai satu, diketahui ketika pekerja membuka pintu depan pagi tadi,” ujar Kepala Lingkungan 3, Kelurahan Titipapan, Medan Deli, Agus Salim.

    Sedikitnya, tiga unit armada pemadam kebakaran Pemko Medan dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan kobaran api, agar tidak merembet ke ruko lain yang berada pada sisi kiri dan kanan toko elektronik yang terbakar.

    ( Faisal )

  • 5 Rumah Dilalap Sijago Merah, 1 Meninggal Dunia

    5 Rumah Dilalap Sijago Merah, 1 Meninggal Dunia

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    5 unit rumah ludes dilalap sijago merah dan 1 meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran tersebut.

    Lokasi kebakaran berada di jalan Kantor Desa Pekan dan di jalan Ampera dusun I Desa Sidodadi Kecamatan Batang Kuis Kab. Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara ( Sumut ).

    Peristiwa ini terjadi pada ( 27/06 ) sekira pukul 02.00 Wib atau dini hari disaat warga sedang beristirahat.

    Naas pun terjadi hingga merenggut menewaskan Daulat Sinulingga ( 48 ) tahun.

    Begini kronologinya berdasarkan keterangan Kapolsek Batang Kuis kepada awak media ini.

    Begitu Piket SPKT
    bersama piket Fungsi Polsek Batang Kuis menerima laporan terjadinya kebakaran lantas Kapolsek Batang Kuis AKP Syahruzal beserta personil langsung menuju lokasi.

    Sesampainya di lokasi Camat dan Kades Sidodadi serta Dinas Damkar sudah berada di lokasi.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun diduga api berasal dari dalam rumah Daulat Sinulingga.

    Para Personil Polsek Batang Kuis bersama Dinas Damkar dan warga masyarakat terus berjuang memadamkan api.

    Namun api terus membesar sehingga merembet ke rumah lainya.

    Akibatnya 5 (lima) unit rumah warga ikut terbakar dan setelah api dapat di padamkan personil Polsek Batang Kuis melakukan pengecekan ke lokasi.

    Personal menemukan 1 (satu) orang meninggal dunia yang diketahui identitas korban An. Daulat Sinulingga.

    Lalu saya, menghubungi team Inafis Polresta Deli Serdang, ujar Kapolsek Batang Kuis.

    Atas kejadian tersebut ditaksir kerugian mencapai Ratusan Juta Rupiah, sedangkan penyebab terjadinya kebakaran hingga saat sekarang ini belum diketahui dan masih dalam penyelidikan, ungkap Kapolsek.

    Polsek Batang Kuis telah memasang police line untuk mengamankan lokasi kejadian.

    Sementara korban meninggal dunia Daulat Sinulingga telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan otopsi, kata beliau.

    Berikut nama pemilik yang rumahnya terbakar
    Daulat Sinulingga ( 48 ) berprofesi sebagai pedagang, Khairani ( 70 ) tahun berprofesi jualan Pecal, Amat ( 60 ) tahun,
    Randi Wijaya ( 20 ) tahun karyawan Swasta, tutup Kapolsek. ( Tim  )

  • Puluhan Oknum TNI AD Terlibat Adujotos Dengan Warga Di Desa Sei Rotan

    Puluhan Oknum TNI AD Terlibat Adujotos Dengan Warga Di Desa Sei Rotan

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Puluhan oknum TNI AD berseragam lengkap terlibat adujotos dengan warga desa Sei Rotan dusun XII Kecamatan Percut Sei Tuan Kab Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) pada ( 16/06 ) sejak pukul 10.00 Wib.

    Keributan yang berujung pada bakuhantam tidak dapat dihindari, apa lagi oknum TNI AD berseragam lengkap dan security berseragam lengkap datang dengan jumlah banyak.

    Diperkirakan hampir seratusan jumlah oknum TNI AD berseragam ditambah security sehingga masyarakat dengan jumlah yang lebih sedikit menjadi babak belur, mengakibatkan sejumlah warga luka luka.

    Jumlah oknum TNI AD ditambah scurity VS masyarakat tidak berimbang bahkan oknum yang datang terkesan hendak mengganyang masyarakat, sebab jumlahnya tidak berimbang.

    Demikian penjelasan yang dihimpun Tim awak media ini dari sejumlah warga terluka akibat kejadian tersebut.

    Pada hal masyarakat mendirikan tempat hunian di atas tanah perjuangan.

    Aksi serang menyerang antara oknum TNI AD dengan masyarakat menggunakan pentung pentung.

    Masih penjelasan masyarakat yang tidak disebutkan jati dirinya dalam pemberitaan ini, bahwa diduga oknum TNI AD dan security adalah suruhan pihak PTPN II.

    Bahwa sebelumnya rumah yang dibangun warga diduga dirobohkan pihak PTPN II, itulah yang memicu amarah karena tidak ada pemberitahuan.

    Sehingga bakuhantam pun terjadi, pada hal harapan warga sebelumnya kepada oknum TNI AD mengayomi dan mencari solusi, ternyat tidak demikian, ujarnya.

    Kejadian tersebut telah resmi dilaporkan ke Polrestabes Medan pada ( 17/06 ) sekira pukul 01.00 Wib atau dini hari.

    Sementara Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Ummat Islam Sumatera Utara ( DPD FUISU ) kab Deli Serdang M Indra Pili didampingi Ketua Bidang Organisasi DPD FUISU Deli Serdang S Marpaung, SH mengecam tindakan oknum TNI AD dimaksud.

    Kita mengutuk tindakan yang tidak manusiawi yang diduga dilakukan oknum TNI AD berseragam lengkap, ujar Ketua Indra yang diaminkan S Marpaung yang merupakan salah satu pemilik media online di Sumut.

    Usai mendampingi warga membuat laporan ke Polrestabes Medan, beliau menegaskan kepada Pimpinan onkum TNI AD dimaksud dapat mengambil tindakan tegas dan menegakkan aturan yang berlaku terhadap anggota yang terlibat dalam kasus ini, pinta Indra.

    Apa lagi terbukti bersalah, untuk tidak ragu memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku, harapnya.  ( Tim / Red  )

  • Aksi Damai, Ribuan Pemuda Batak Bersatu Demo Menolak Radikalisme Di Provinsi Sumatera Utara

    Aksi Damai, Ribuan Pemuda Batak Bersatu Demo Menolak Radikalisme Di Provinsi Sumatera Utara

    MEDAN | mediatribunsumut.com

    Aksi demo yang dilakukan Pemuda Batak Bersatu (PBB) Se- Provinsi Sumatera Utara menolak ‘RADIKALISME‘ yang terjadi di Indonesia khususnya di Kota Medan dan di Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.

    Di mana Pemuda Batak Bersatu sempat menyampaikan pesan secara terbuka di depan publik saat di lakukannya aksi demonstrasi yang di hadiri oleh ribuan massa dari kader dan simpatisan Pemuda Batak Bersatu se-Provinsi Sumatera Utara. Kamis  (08/06/2023) sekira pukul 10.00 WIB.

    Aksi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara lanjut di Kantor Wali Kota Medan.

    ” Kita Pemuda Batak Bersatu (PBB) menolak Radikalisme yang terjadi di Kota Medan saat ini,dan kami sebagai perwakilan dari masyarakat Umat Kristiani yang sangat cinta dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menolak kaum intoleran dalam beribadah khususnya di sini,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Batak Bersatu  Provinsi Sumatera Utara,DR.Gomar Purba.

    Fhoto saat Massa Pemuda Batak Bersatu lakukan Aksi damai

     

     

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Utara, DR.Gomar Purba juga mengatakan.

    ” Bahwa Pemuda Batak Bersatu (PBB) itu telah membangun di tengah-tengah masyarakat yang majemuk, api sayangnya,menurutnya lagi, masyarakat saat ini seolah-olah sudah terpengaruh oleh pandangan yang negatif,sehingga saat itu PBB melakukan unjuk rasa atas hal tersebut dan meminta kepada Gubernur Sumatera Utara,H.Edy Rahmayadi untuk dapat bertemu langsung bersama kami karena sudah 5 bulan lamanya tidak ada penyelesaian tersebut, “tandas Ketua DPD.

    Pemuda Batak Bersatu (PBB) menuntut dalam hal ini di antaranya di katakan tegas bahwa,Negara menjamin kebebasan Umat beragama dalam beribadah dan membina dalam kehidupan yang bermakna bagi masyarakat yang majemuk,dan dalam hal ini pula Pemerintah harus menjadi fasilitator terkait permasalahan yang terjadi saat ini terkait kebebasan dalam beribadah.

    ” Kami merupakan Organisasi kumpulan yang akan tetap berdiri di depan dalam konteks bela kepentingan masyarakat lokal Kota Medan yang terzolimi,dan wilayah Provinsi Sumatera Utara dan kami telah bersinergi dengan beberapa stakeholder dalam upaya-upaya yang di maksud.Semoga apa yang kami lakukan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan Pemerintah Pusat mau pun Daerah lainnya”, tutupnya.

    Salah seorang Anggota Pemuda Batak Bersatu (PBB) saat dikonfirmasi awak media ini, berpesan kepada Gubernur Sumatera Utara,H.Edy Rahmayadi bahwa.

    Suasana saat aksi demo

    ” Tak main si Edy ini memang,massa tak berani menghadapi kami dari Pemuda Batak Bersatu (PBB) untuk menyuarakan kepentingan Rakyat,” ungkapnya tegas.

    Saat setelah Gubernur Sumatera Utara. H.Edy Rahmayadi enggan untuk bertemu para pendemo di Kantornya, aksi pun berlanjut ke depan Kantor Wali Kota Medan, tampak iring-iringan rombongan para pendemo berkisar ribuan massa yang membuat kemacetan sangat padat di sekitar lokasi.

    Setiba di Depan Kantor Wali Kota Medan,bersama Ribuan massa kader dan simpatisan Pemuda Batak Bersatu se-Provinsi Sumatera Utara

     Wali Kota Medan

    Muhammad Bobby Afif Nasution langsung menjumpai para pengunjuk rasa sebagai bentuk apresiasinya terhadap perhatian Pemuda Batak Bersatu (PBB) terkait permasalahan yang ada.

    Wali Kota Medan Muhamnad Bobby Afif Nasution juga mengucapkan terima kasih atas informasinya dari teman-teman Pemuda Batak Bersatu (PBB) dan mari kita duduk bersama-sama berdiskusi dengan Ketua dan jajarannya di Kantor Wali Kota Medan sebagaimana juga Kantor ini milik warga Kota Medan di katakannya lagi.

    (red)

  • Diduga Oknum Brimob, Kades Pelaku Serangan  Seksual Massal Pada Anak

    Diduga Oknum Brimob, Kades Pelaku Serangan Seksual Massal Pada Anak

    Bali, mediatribunsumut.com

    Diduga oknum Brimob dan Kepala Desa ( Kades ) pelaku serangan seksual pada anak di Parimo Provinsi Sulawesi Tengah, terancam 20 tahun penjara.

    Sungguh biadab, 11 orang pelaku serangan seksual dan salah seorang diantaranya anggota Brimob inisial HST dan seorang lagi berprofesi sebagai Kepala Desa inisial HS.

    Korbannya seorang remaja ( 15 ) tahun di Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah .

    Kasus ini mendapat atensi atau perhatian serius dari Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait.

    Pelaku GengRAPE atau kekerasan Seksual masal
    Adalah manusia bejat yang tidak manusiawi, menyebabkan korban mengalami gangguan reproduksi hingga terancam menjalani operasi angkat rahim, ujar Arist ( 29/05 ).

    Korban saat ini mengalami insersasi akut di rahim dan ada tumor dan ada kemungkinan diangkat rahim

    Sementara UPT DP3A Parigi Moutong, dan hasil investigasi serta litigasi Komnas Perlindungan Anak di Sulawesi Tengah di Palu korban mengelukan rasa sakit dibagian perut dan kemaluan korban menyebabkan korban harus mendapat perawatan intensip di Rumah Sakit di Palu.

    Perkembangan terakhir korban harus mendapatkan perawatan serius.

    Akibat kekerasan seksual masal tersebut, kesehatan korban cukup serius karena kekerasan seksual berlangsung lama.

    Kejadian kekerasan seksual berupa perbudakan seksual yang dilakukan 11 orang itu telah mengakibatkan gangguan reproduksi korban dan terancam diangkatnya rahim korban.

    Atas perbudakan seksual masal ini, Komisi Nasional Perlindungan Anak mendesak Polres Parimo menangkap dan menetapkan pelaku sebagai tersangka dan menjerat pelaku dengan UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang Penerapan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perpu) tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, junto UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor : 23 Tahun 3002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun tahun bahkan dapat dihukum semur hidup.

    Jika oknum Brimob dan Kepala Desa Parigi terbukti bersalah melakukan serangan seksual secara masal terhadap anak, pelaku dapat dicopot dari jabatannya sebagai Polisi dan dapat pula dikenakan hukuman penjara seumur hidup bahkan hukuman maksimal yakni hukuman mati, tegas Arist Merdeka Sirait.

    Sebagai anggota Brimob seyogianya melakukan perlindungan terhadap anak, ini malah sebaliknya, terkait hal itu, Komnas Perlindungan Anak mendesak Kapolda Sulawesi Tengah untuk memeriksa pelaku di Polda Sulawesi Tengah, tutup Arist Merdeka. ( Red  ).

  • Mayat Mrs X Gegerkan Warga Batang Kuis >>>Keluarga Siapakah Ini?

    Mayat Mrs X Gegerkan Warga Batang Kuis >>>Keluarga Siapakah Ini?

    DELI SERDANG | mediatribunsumut.com

     

     

    Warga Dusun VI, Desa Sidodadi, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan tanpa identitas, Minggu siang (7/5/2023), pukul 12.45 WIB.

    Kondisi mayat yang sudah tinggal tengkorak ini awalnya ditemukan warga sekitar di area PTPN II Bandar Khalifah, Dusun VI, Desa Sidodadi, Kecamatan Batang Kuis. Sontak saja, temuan itu memancing perhatian warga yang berbondong-bondong datang ke lokasi.

    Penemuan mayat itupun dilaporkan warga ke aparat pemerintahan desa setempat.

    Foto, Kapolsek Batang Kuis AKP Syahrizal ( Baju Hijau Pakai Topi ) terjun langsung ke lokasi penemuan mayat di desa sidodadi

    Sugiman (43), Kepala Dusun (Kadus) IV, Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Kapolsek Batang Kuis, AKP Syahrizal.

    Tak lama, Syahrizal bersama Wakapolsek Batang Kuis, Iptu Irwan dan Kanit Reskrim, Iptu Rahmad R Hutagaol dan personel lainnya tiba di lokasi. Disusul dengan Tim Inafis Polresta Deli Serdang.

    AKP Syahrizal kepada wartawan, menyampaikan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas temuan mayat tersebut.

    “Untuk ciri-cirinya, berjenis kelamin perempuan, warna kulit sawo matang, tinggi badan sekitar 150 sentimeter, rambut ikal dan mengenakan pakaian warna kuning,” sebut Syahrizal. (Eka)