Kategori: Sorotan

  • Sumut Tuan Hakordia 2022, Indonesia Pulih Bersatu Berantas Korupsi

    Sumut Tuan Hakordia 2022, Indonesia Pulih Bersatu Berantas Korupsi

    Medan,mediatribunsumut.com

    Sumatera Utara ( Sumut  ) menjadi tuan rumah untuk pelaksanan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia ( Hakordia  ) tahun 2022, mengusung thema Indonesia pulih bersatu berantas korupsi.

    Sumatera Utara sebagai wilayah satu ( 1 ) meliputi tujuh provinsi yakni provinsi Sumatera Utara, provinsi Kepri, provinsi Jambi, provinsi Riau, provinsi Bengkulu, provinsi Aceh, provinsi Sumatera Barat dilaksanakan pada hari ini, Selasa ( 29/11 ) di Gedung Astak sumatra Utara di desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan.

    Gubernur Sumatera Utara ( Gubsu  ) Edy Rahmayadi mengawali sambutannya di Hakordia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir.

    Saya sangat bangga  propinsi Sumatera Utara terpilih menjadi tuan rumah, tapi ada pula rasa tanda tanya mengapa Sumut yang saya pimpin dipilih menjadi tuan rumah, sebut Gubsu.

    Setelah dianalisa kemungkinan juga ini sabagai cambuk buat Sumatera Utara karena sampai saat ini Sumut masih peringkat  kedua tingkat nasional, ungkap Gubsu dihadapan undangan yakni Gubernur Jambi, Gubernur Bengkulu, Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Gebernur Riau, KPK, intansi Polri, Kapolda Sumut, TNI, Anggota MPR, anggota DPRD Sumut, serta Bupati Deli Serdang Aksari Tambunan beserta rombongan , seluruh Kepala Dinas provnsi Sumatera Utara,  dari kecamatan Percut Sei Tuan,  Sekcam Nasib Solin, Kades Medan Estate Asdat lubis serta para Kadus Medan Estate.

    Di Hakordia tahun ini seluruh  Kepala Daerah yang datang bersama sama menandatangani kesepakatan bersama untuk melawan korupsi di wilayah kerjanya  ( R.  Silalahi  ).

  • Per 1 Desember 2022, Warga Medan Berobat Di RS Tanpa Kartu BPJS, Cukup Ber- KTP Medan

    Per 1 Desember 2022, Warga Medan Berobat Di RS Tanpa Kartu BPJS, Cukup Ber- KTP Medan

    Medan, mediatribunsumut.com

    Per satu ( 1 ) Desember 2022 warga Kota Medan yang hendak berobat di rumah sakit ( RS  ) pemerintah mau pun swasta tak perlu membawa kartu BPJS, tetapi warga cukup ber- KTP Medan.

    Seluruh warga yang ber – KTP Medan dapat dilayani berobat di seluruh rumah sakit pemerintah dan swasta yang ada di Kota Medan tanpa membawa kartu BPJS.

    Warga hanya membawa dan menunjukkan KTP kepada pihak rumah sakit sudah dapat dilayani tanpa terkecuali.

    Demikian ditegaskan Wali Kota Medan Bobby Nasution yang kini hangat dibicarakan publik khususnya warga kota Medan.

    Medan sudah memenuhi standar Univesal Healt Coverage ( UHC ) itu artinya seluruh warga Medan yang ber-KTP Medan sudah dapat dilayani dengan membawa KTP saja,  ujar Wali Kota Medan.

    Lalu bila ada warga yang belum memiliki kartu BPJS, tetap dapat dilayani rumah sakit pemerintah dan swasta yang di kota Medan  dengan catatan warga tersebut ber – KTP  Medan, tegas Bobby.

    Yang perlu diingat dan dicatat ketentuan ini mulai berlaku 1 Desember 2022, jangan pula warga datang berobat besok atau sebelum tanggal  01 Desember dikatakan tidak benar syaratnya hanya ber – KTP  Medan,  jelas Wali Kota Medan. ( Red  ) 

  • Arist Merdeka Sirait, Jangan Kendor Protap Harus Jadi

    Arist Merdeka Sirait, Jangan Kendor Protap Harus Jadi

    Jakarta | Mediatribunsumut.com

     

    Untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat dengan mengedepankan nilai-nilai Pancasila dan Konstitusi Dasar Republik Indonesia, terbentuknya Provinsi Tapanuli (Protap) bukanlah suatu yang tidak mungkin. Keresidenan Tapanuli dimasa Belanda merupakan sejarah yang tak bisa terlupakan.

    Geo politik, letak geografis, luas wilayah, geo ekonomi merupakan basis pembenaran.

    Sumberdaya manusia dan Dasar hukum pembentukan PROTAP pun sudah memadai demikian juga dukungan masyarakat dan ratusan marga Batak di Indonesia juga komitmen untuk memajukan kesejahteraan umat yang tidak bisa diabaikan.

    Demikian benang merah dasar dari diskusi terbatas percepatan terbentuknya Protap dalam pepektif Hak Asasi Manusia (HAM), demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada sejumlah media dalam persiapan memperingati HAM 22 di Jakarta Senin 28/11.

    Lebih jauh Arist selaku “human right defender” dalam penegakan hak-hak dasar anak di Indonesia, menyampaikan pandangannya pada saat memimpin rapat terbatas percepatan Terbentuknya PROTAP, mengatakan bahwa aksi dukungan sosial masyarakat baik kelompok perempuan, alim ulama.

    pemimpin lintas agama dan adat serta tokoh-tokoh muda progressif lintas profesi dan agama dari berbagai daerah kota dan kabupaten, baik yang tinggal diluar daerah, tulus hati dan kerendahan gerakan sosial kemasyarakatan harus dijunjung tinggi karena hadirnya protap adalah untuk kesejahteraan umumnya dan.masa depan anak Indonesia khususnya anak Tapanuli..

    Oleh sebab itu Protap untuk anak Indonesia dan untuk masa depan anak. Karena mempersiapkan dan memajukan hak anak anak adalah merupakan bela negara. Oleh karenanya Protap sanggat dibutuhkan kita semua.

    Pesan moral Arist Merdeka Sirait putra Porsea kepada lara tokoh muda, tokoh pejuang protap mari kita hentikan polemik mengenai ibu kota Protap beda
    Pendapat tentang keberadaan protap adalah hal yang wajar dan patut dihargai sebagai hak demokrasi dan HAM.

    Terhadap sikap sikap pro dan kontra terhadap percepatan terbentuknya PROTAP janganlah mematahkan semangat dan komitmen kita.

    “Saya percaya bahwa kira dan semua masyarakat sangat setuju berdirinya Protap”, kata Arist.

    Namun jika ada masyarakat yang berbeda pandangan, sambung Arist, paling tidak janganlah menghambat semangat para pencetus dan pejuang gerakan Protap yang sudah banyak
    berkorban, dimasa lampau tegas Arist.

    Lebih jauh Arist mengatakan hadirnya PROTAP merupakan perjuangan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Tapanuli dan bagian dari NKRI. Masyarakat Tapanuli mempunyai hak yang sama dengan saudara-saudara kita di Papua yang baru saja melahirkan 3 pemekaran Provinsi baru dan diberbagai daerah lainnya, lepas dari kepentingan politik.

    Papua bisa mekar menjadi berbagai provinsi mengapa Protap tidak.

    “Mari kita wujudkan Provinsi Tapanuli, mari terus kita panjatkan doa agar niat dan cita-cita hadirnya Protap mendukung masyarakat luas Tapanuli”. Imbuhnya.

    Diantara yang masih punya pandangan berbeda, mari doakan panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPT), Protap harus jadi, jangan kendor, gaspol, desak Arist.

     

    (Red)

  • Abdullah Kades Sukamandi Hulu Kecamatan Pagar Merbau : ” PPAI Polresta Deli Serdang Yang Memproses Bukan Kepala Desa “

    Abdullah Kades Sukamandi Hulu Kecamatan Pagar Merbau : ” PPAI Polresta Deli Serdang Yang Memproses Bukan Kepala Desa “

    Deli Serdang | Mediatribunsumut.com

     

     

    Terkaid proses dugaan pencabulan yang dilakukan oleh ayah tiri, korban sebut saja bernama “KENANGA” (14) status pelajar di SLTA sederajat yang ada di salahsatu kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara diduga mengalami pelecehan seksual sejak masa duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga saat memasuki di SLTA masih mengalami pelecehan yang di lakukan oleh si bapak tiri tersebut.

     

    Beberapa tahun yang lalu ibu kandung Kenanga mengalami kecekcokan rumah tangganya hingga perceraianpun terjadi , singkat cerita mantan suami (bapak kandung Kenanga) telah menikah lagi dengan wanita lain namun tidak panjang masa pernikahannya selang beberapa tahun kemudian sang istri meninggal dunia , begitu juga dengan sang istri (ibu kandung Kenanga) juga mendapatkan jodoh dengan pria lain bernama HT yang hingga saat ini Nopember 2022 masih menjadi berstatus sebagai suami sang ibu kandung Kenanga.

    Abdullah kepala desa Sukamandi Hulu kecamatan Pagar Merbau, pada bulan Oktober 2022 yang lalu mendapat informasi dari seseorang yang tidak bersedia di sebutkan namanya , mengatakan “Bahwa di dalam kepemimpinannya dan di dalam wilayah desa Sukamandi Hulu , warganya yang bernama Kenanga diduga ada mengalami pelecehan seksual pelaku yaitu bapak tiri si anak ( HT ) , dengan segera kades koordinasi dengan Babhinkamtibmas desa guna untuk mempertemukan antara kedua belah pihak untuk dilakukan konfirmasi guna untuk mengetahui apa yang terjadi , Selaku kepala desa Abdullah berusaha melakukan mediasi , meminta kepada kedua belahpihak untuk bercerita 6ang sejujurnya tentang tragedi yang dialami sang gadis kecil yang tumbuh dewasa ini ( Kenanga ) ,ataupun kronologi mengapa hal tersebut bisa terjadi dan dialaminya ” jelas Abdullah Kades Sukamandi Hulu.

    Dalam mediasi yang di lakukan kepala desa yang di dampingi Babhinkamtibmas desa serta kedua orang tua kandung kenanga , dan guru sekolah tempat Kenanga mencari ilmu pendidikan dengan tujuan mendapatkan solusi atau mendapatkan penyelesaian seperti yang di harapkan namun yang di dapatkan dalam mediasi tersebut tidak menemukan titik terang , hingga selesai mediasi di lakukan tetap tidak mendapatkan hasilnya bahkan pihak keluarga Kenanga (bapak anak kandung ) berniat melakukan pelaporan ke PPAI Polresta Deli Serdang untuk di proses sesuai hukum yang berlaku di NKRI, menginginkan agar permasalahan pelecehan ini segera di proses dan diselesaikan bila terbukti benar HT bapak tiri korban benar-benar melakukan perbuatan keji ini hendaknya pihak penegak hukum PPAI kepolisian Polresta Deli Serdang memberikan hukuman seberat-beratnya karena permasalah yang dialami anak di bawah umur ini seharusnya jangan terjadi, karena dapat negatife yang terjadi sangat mengganggu Phisikis atau kejiwaan anak akan layu sebelum berkembang alias menjadi minder dan menahan malu yang berkepanjangan di dalam lingkungan sekolah, masyarakat dan keluarga ” pungkasnya.

    Kepala desa Sukamandi Hulu ABDULLAH kepada awak media Minggu (27-11-2022) mengatakan “Saya berpesan untuk teman-teman wartawan dan kepada seluruh masyarakat khususnya warga desa Sukamandi Hulu dan pada umumnya masyarakat kecamatan Pagar Merbau Deli Serdang dapat saya jelaskan tentang prihal permasalahan yang dialami oleh si Kenanga , selaku Kepala Desa beserta Babhinkamtibmas kepolisian desa sudah melakukan yang terbaik, mengadakan pendekatan dan mempertemukan mereka (ke dua belah pihak) dan orang tua kandung korban untuk memediasikan permasalahan yang sesungguhnya,dan tidak mendapat titik terang sehingga bapak kandung korban membawa permasalahan ke jalur hukum yaitu unit PPAI Polresta Deli Serdang guna diproses lebih lanjut sesuai Undang-undang yang di Negara Kesatuan Republik Indonesia” jelasnya.

    Karena hal ini sudah di serahkan ke pihak hukum maka Kepolisian Polresta Deli Serdang unit PPAI tersebut yang berhak memproses permasalahan dugaan pelecehan seksual ini, bukan kepala desa tentang informasi dan pemberitaan yang ada di salahsatu media online atau cetak terbitan Sumatera Utara maupun beberapa media lain yang mengatakan saya berbohong ataupun saya berat sebelah dalam mediasi permasalahan dugaan pelecehan seksual , saya nyatakan itu TIDAK BENAR-HOAX tidak ada saya berpihak kepada sebelah pihak hanya saya mengatakan YANG BENAR TETAP BENAR DAN YANG SALAH BIAR KEPOLISIAN YANG MEMPROSES BUKAN KEPALA DESA” pungkasnya.

     

     

    (Taslim)

  • Dini Hari, Personil Sat Samapta Polrestabes Dan BKO Poldasu Sisir Kota Medan

    Dini Hari, Personil Sat Samapta Polrestabes Dan BKO Poldasu Sisir Kota Medan

    Medan, mediatribunsumut.com

    Pada dini hari, personil Sat Samapta Polrestabes Medan dan BKO Samapta PoldaSu menyisir Kota Medan.

    Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas dan tindak kriminal lainnya yang terjadi di wilayah Kota Medan, Sat Samapta Polrestabes Medan dan BKO Samapta Poldasu Gelar Patroli dini hari guna menciptakan Kondisi aman dan nyaman (25/11 ).

    Pelaksanaan patroli ini dipimpin Aiptu Dede Irawan dan dilaksanakan di sejumlah titik – titik yang dianggap rawan, yang sering terjadinya tindak kejahatan jalanan maupun tindak kriminal lainnya, aksi tawuran, begal, curan, curas, curat.

    Saat Personil Sat Samapta Polrestabes Medan dan BKO Samapta Poldasu  melaksanakan patroli ini, apabila menemukan sekelompok anak muda/i yang masih melakukan aktivitas, secara humanis menghimbau untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing – masing guna menjaga hal – hal yang tidak diinginkan.

    Kami akan menyambangi dan memberikan himbauan – himbauan secara humanis, apabila menemukan anak muda/i sedang nongkrong, untuk segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing – masing.

    Pada saat petugas melaksanakan Mobile dan menemukan pengendara serta kendaraan yang mencurigakan, kami langsung melakukan pemerikasaan badan terhadap pengendara dan melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan serta surat kendaraan.

    Apa bila petugas temukan ketidak lengkapan terkait surat kendaraan tersebut, seperti STNK, maka kami dari Sat Samapta Polrestabes Medan dan BKO Samapta Poldasu untuk sementara mengamankan kendaraan tersebut di Mako Sat Samapta Jalan Putri Hijau Medan dan silahkan datang ke Kantor Kami Sat Samapta Polrestabes Medan di jalan Putri Hijau Medan, ujar Aiptu Dede.

    Ditempat terpisah Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda.SH.SIK melalui Kasat Samapta Polrestabes Medan Kompol Pardamean Hutahaean.SH.SIK.MH, menyampaikan kegiatan yang dilakukan sesuai arahan Kapolrestabes Medan dan rutin petugas laksanakan, yang mana setiap melakukan pemerikasaan kendaraan dan badan, lakukan secara humanis dan jangan sampai menyinggung perasaan hati masyarakat.

    Memberikan pemahaman dan penjelasan terkait pelaksanaan tugas yang dilakukan, arahkan kepada masyarakat, apabila kendaraan yang dikendarainya untuk sementara dilakukan penahanan dimana untuk pengurusannya jangan sampai terkesan liar”.tegas Pardamean Hutahaean.

    Kami tetap berupaya dan berusaha, Kota Medan ini menjadi kota yang aman dan kondusif, ayo kita jaga Kota Medan ini bersama, pungkasnya. ( Taslim  ).

  • Soal Pelaksanaan Tes Urin, Kaban Kesbang Tapsel Masih Bungkam

    Soal Pelaksanaan Tes Urin, Kaban Kesbang Tapsel Masih Bungkam

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Soal pelaksanaan tes urin kepada tenaga harian lepas ( THL  ) dan tenaga honorer guru tahun 2022, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kaban Kesbangpol ) Kab Tapanuli Selatan prov Sumatera Utara ( Tapsel – Sumut  ) hingga berita ini dikirim ( 24/11 ) masih bungkam.

    Beberapa bulan lalu telah berupaya dikonfirmasi langsung, namun kerab tak ada di kantornya, belakangan disampaikan konfirmasi tertulis sayang sampai berita ini belum ada penjelasan.

    Belum diketahui pasti mengapa Kaban Kesbangpol menghindar memberikan penjelasan, yang pasti sepanjang tidak berkenan memberikan penjelasan dugaan kuat banyak pelanggaran.

    Informasi beredar beberapa waktu lalu, kegiatan tes urin sempat terhenti karena atoms kejanggalan sangat kental.

    Ditambah lagi penegasan Kabid Poldagri yang mengatakan biaya untuk tes urin hanya dikenakan Rp 150 ribu / orang sebagai pengganti alat.

    Misteri pengadaan alat pun hingga kini belum terkuak seperti dirahasiakan pada hal yang dikelola Kesbangpol Tapsel bersumber dari tenaga harian lepas dan tenaga honorer guru.  ( SL  ).

  • Razia Premanisme Dipimpin Kasat Samapta Polrestabes Medan

    Razia Premanisme Dipimpin Kasat Samapta Polrestabes Medan

    Medan, mediatribunsumut.com

    Razia premanisme yang dilaksanakan pada ( 23/11 ) dipimpin langsung Kasat Samapta Polrestabes Medan.

    Guna menciptakan Kamtibmas yang senantiasa kondusif di wilayah Hukum Polrestabes Medan, Kasat Samapta Polrestabes Medan langsung terjun ke Lapangan guna melakukan razia premanisme dan pelaku pungli.

    Kegiatan yang langsung dipimpin Kasat Samapta Polrestabes Medan Kompol Paedamean Hutahaean.SH.SIK.MH bersama beberapa anggotanya menyisir ke beberapa tempat yang biasa dijadikan tempat tongkrongan para premanisme dan pelaku pungutan liar ( pungli ).

    Disampaikan beliau, razia premanisme dan kejahatan jalanan ini merupakan tindak lanjut dari Intruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam upaya menekan kejahatan di jalanan, pungkasnya.

    Kegiatan penertiban ini Sat Samapta Polrestabes Medan akan memberikan pembinaan bagi yang tertangkap  petugas, dan diperiksa serta didata identitasnya, usai didata identitasnya, petugas memberikan susu coklat cair dalam kemasan kotak”ujarnya .

    Lanjut Kasat Samapta kegiatan razia ini akan terus dilakukan dan apabila ada unsur tindak pidananya akan serahkan ke Sat Reskrim Polrestabes Medan, dan kedepannya akan melibatkan Tim Kesehatan Polrestabes Medan (Dokes) untuk Tes Urine, bagi yang Positive mengandung Narkoba (Amfetamin) akan kami serahkan ke Sat Narkoba Polrestabes Medan guna penyidikan selanjutnya.

    Dan dalam kegiatan Ops Premanisme ini petugas tidak hanya turun di jalanan,  juga akan melakukan Patroli Dialogis di kawasan – kawasan keramaian dan rawan tindak kejahatan”.tutupnya.  ( Taslim  ).

  • Diduga Pelaksanaan Tes Urin Di Pemkab Tapsel Tak Sesuai Aturan

    Diduga Pelaksanaan Tes Urin Di Pemkab Tapsel Tak Sesuai Aturan

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Diduga pelaksanaan tes urin di pemerintah kab Tapanuli Selatan ( pemkab Tapsel  ) tak sesuai aturan yang berlaku.

    Kepala Badan Kesbang Tapsel selaku pelaksana tes urin tahun 2021 dilanjutkan tahun 2022 untuk tenaga harian lepas dan tenaga honorer guru se Tapsel terindikasi menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya.

    Sesuai aturan yang berlaku untuk pelaksanaan tes urin sedianya berdasarkan peraturan pemerintah tahun 2020 tentang jenis tarif dan penerimaan negara bukan pajak yang berlaku di BNN dan berdasarkan surat Bupati Tapsel tahun 2021 tentang persyaratan perpanjangan tenaga harian lepas dan tenaga honorer sekolah tahun 2022.

    Ke dua aturan tersebut sangat terang benderang, tetapi Kaban Kesbang sepertinya mengabaikannya, hal ini sangat tidak patut dibiarkan.

    Selaku negara hukum sudah sepatutnya pejabat menjadi contoh yang tunduk pada aturan yang berlaku di negara Indonesia.

    Jabatan sedianya adalah amanah, bukan sebaliknya amanah yang diberikan justru disalahgunakan untuk kepentingan pihak tertentu.

    Sebagaimana dikatakan Kabag Poldagri dengan gayanya mengatakan kami bekerja sesuai peraturan yang berlaku di negara ini.

    Tapi kenyataannya disinyalir pelaksanaan tes urin tersebut di luar aturan, ( SL  ).

  • Penanganan Terdampak Banjir, Ketua OKK DPD PWRI Sumut Apresiasi Kinerja Kaporlesta Deli Serdang

    Penanganan Terdampak Banjir, Ketua OKK DPD PWRI Sumut Apresiasi Kinerja Kaporlesta Deli Serdang

    Tanjung Morawa, mediatribunsumut.com

    Terkait penanganan warga terdampak banjir, Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia ( OKK DPD PWRI ) Sumut mengapresiasi kinerja Kapolresta Deli Serdang ( DS  ).

    Tanggap dan kesigapan Kapolres Deli Serdang bersama jajarannya terhadap kesulitan dan kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir dengan mendirikan dapur umum dan bantuan lainnya,wujud nyata kinerja Kapolresta ( DS  ).

    Demikian diungkapkan Ketua OKK DPD PWRI Sumut Sugianto Marpaung, SH kepada awak media ini ( 19/11 ) setelah melihat kondisi warga terdampak banjir pasca beberapa hari terakhir ini mengguyur Deli Serdang dan sekitarnya.

    Rumah penduduk di sejumlah desa banyak terendam banjir sejak Sabtu malam.

    Informasi yang dihimpun dari masyarakat di seputaran wilayah Deli Serdang terdapat beberapa titik rawan banjir.

    Terpantau Kapolresta Kombes Pol Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Tanjung Morawa AKP Firdaus Kemit SH, bersama Kasi Propam AKP Natanail Sitepu SH, langsung sigap dan tanggap untuk turun dan meninjau langsung dengan membawa peralatan dan bantuan sembako bagi warga yang terdapak banjir, ujar Sugianto Marpaung.

    Kapolresta bersama rombongan  membawa peralatan perahu karet lengkap, sembako, peralatan persiapan mendirikan dapur umum yang diperuntukan bagi warga yang terdampak banjir, sebutnya.

    Cepat, sigap dan tanggap adalah kinerja Kapolresta Deli Serdang yang patut diacungi jempol, mengalir pujian  dan apresiasi atas kebijakan yang dilakukan beliau.

    Pujian atau penghargaan itu sudah selayaknya diberikan, tegas Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumatera Utara, Sugianto Marpaung SH.

    Sugianto berujar,  saat melihat langsung Kapolresta dan rombongan turun kelokasi rawan banjir di Desa Tanjung Morawa A, Desa Ujung Serdang, Desa Bangun Sari Baru, Desa Punden Rejo dan Desa Lengau Seorang.

    “Saya benar benar bangga dan sangat senang sekali, bahwa kinerja Kapolresta Deli Serdang wajib saya acungkan  jempol dan betul betul luar biasa, dengan cepatnya beliau merespon, begitu pedulinya dengan warga, masyarakat yang terdampak banjir di beberapa Kecamatan yang ada di Deli Serdang ini, paparnya.

    Masih penjelasan Ketua OKK apa yang dilakukan, Pak Kapolresta kiranya dapat menjadi contoh bagi Kapolres lain khususnya di jajaran Polri.

    Sekali lagi terima kasih, saya mewakili pengurus DPD PWRI Sumatera Utara menyampaikan terima kasih Kepada Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji, atas kepedulianya beban atau kesedihan dan penderitaan warga dan masyarakat yang rumahnya tergenang air akibat banjir dapat berkurang, tutup Marpaung yang juga salah satu Pimpinan Umum Media Onli-ne.

    Pantauan awak media ini hingga berita ini dikirim rumah warga di beberapa titik rawan banjir masih tergenang air dan air mulai surut namun sebahigan titik posko masih berjaga jaga. ( Hasnal  ).

  • Dugaan Penembakan Bandar Narkoba, AMPPK Minta Copot Kapolres Pelabuhan Belawan

    Dugaan Penembakan Bandar Narkoba, AMPPK Minta Copot Kapolres Pelabuhan Belawan

    Medan, mediatribunsumut.com

    Terkait dugaan penembakan bandar Narkoba Iwan alias Nasib   ( 49 ) di Gang Mapo kelurahan Pekan Pelabuhan Kec Medan Labuhan mendapat kecaman keras dari
    Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan ( AMPPK)  dan meminta  Kapolres Pelabuhan Belawan dicopot.

    Paparan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Faisal Rahmad Husein Simatupang terkait penembakan yang diduga bandar narkoba Iwan alias N(49) di Gang Mapo, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan menuai kecaman keras dari  AMPPK pada (19/11 ).

    Apa benar ? pernyataaan Kapolres mengatakan terduga bandar sabu Iwan mempunyai barang bukti sabu dan senjata tajam ( sajam  ) saat penangkapan.

    Demikian dikatakan Ketua Umum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan Ilham Munthe diamini Astrada Mulia S.Sos serta Sulais Taufik S.Sos, pada (18/11 ).

    Kapolres Pelabuhan Belawan selaku pucuk pimpinan tentunya mempunyai wawasan pendidikan terbaik serta pengalaman mumpuni, sehingga dalam mengambil keputusan atau tindakan berdasarkan bukti yang berlandaskan hukum

    “Kita menduga pernyataan Kapolres terlalu gegabah, karena keterangan orang nomor satu di Polres Pelabuhan Belawan saat paparan kepada awak media 360 derajat berbeda dengan cerita keluarga korban yang berada di lokasi kejadian, tegas Ilham Munthe.

    Malahan diketahui kedua anak korban penembakan, Yoni serta Riansyah berani mengangkat sumpah kalau orangtuanya tak ada membawa senjata tajam serta narkoba saat kejadian.

    “Kedua anak Almarhum, Yoni dan Riansyah rela mati Kafir kalau saja ayah mereka ada mengantongi pisau dan sabu waktu peristiwa terjadi, tutur Aktifis Peduli Keadilan itu menirukan omongan anak almarhum.

    Hal senada diucapkan Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kota Medan Astrada Mulia S.Sos, masyarakat mendukung penuh kegiatan dan segala bentuk tindakan POLRI PRESISI (prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan) terkhusus Polres Pelabuhan Belawan untuk memerangi peredaran narkotika. Namun saja perang itu bukan berarti dapat menghalalkan segala cara untuk menghilangkan nyawa orang lain.

    “Kita semua menghormati hak asasi manusia. Dan tidak dapat dibemarkan bertindak semena-mena sehingga dalam hal ini diduga Kapolres merekayasa cerita atau membohongi publik, karena keterangannya berbeda dengan anak dan abang korban, “beber Astrada Mulia S.Sos.

    Dan patut disayangkan lanjut Astrada, pada saat penangkapan yang dilakukan 3 oknum personil Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan RS dan 2 rekannya diduga tak menerapkan SOP (standar operasional prosedur) sehingga tindakan mereka dianggap melawan hukum.

    “Katanya petugas Kepolisian. Tapi setelah menembak, kok korban ditinggalkan. Apa dibenarkan itu?,” ungkap Astrada.

    Kembali Astrada mengomentari, Kapolres Pelabuhan Belawan mengatakan kalau ketiga anggotanya dikejar warga ketika penggerebekan, padahal dalam rekaman CCTV (closed circuit television) yang beredar, terlihat yang mengejar oknum polisi RS dan 2 rekannya hanya anak korban Riansyah bersama abang korban bernama Hasbullah.

    “Kami Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Keadilan meminta Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak MSi segera mencopot Kapolres Pelabuhan Belawan dan memproses oknum polisi pelaku penembakan warga RS serta 2 rekannya,” tegas Astrada Mulia S.Sos.

    Pengakuan salah seorang warga yang namanya tak mau disebutkan dalam pemberitaan ini, korban dalam keadaan sempoyongan memasuki rumahnya dengan keadaan telanjang bulat.

    “Iwan dengan tak memakai celana dan berlumuran darah masuk ke dalam rumah saya,” jelas pria berumur lima puluh tahunan.

    Keterangan Versi Keluarga Korban

    Korban Iwan ditembak dibagian leher di Gang Mapo, Kelurahan Pekan Labuhan, Medan Labuhan, pada Senin (14/11). Lantas anak korban, Riansyah melarikan ayahnya ke RS Wulan Windi dan dirujuk ke RS Bhayangkara hingga meninggal dunia.

    Cerita abang korban Hasbullah, adiknya ditembak saat lehernya telah dipiting dan seorang polisi berinisial RS dan polisi lain mengelilingi adiknya itu.

    “Adik saya dipiting oleh oknum polisi RS. Lalu saya mendengar suara tembakan. Lalu saya mendatangi adik saya. Polisi lari namun dikejar dan direkam menggunakan HP anak korban,” katanya.

    Versi Polisi

    Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Faisal Rahmat kepada wartawan, Selasa (15/11) membenarkan warga bernama Iwan tewas ditembak. Faisal mengatakan Iwan berusaha kabur saat penangkapan.

    “Pada saat itu tersangka ada di rumahnya kemudian Sat Narkoba melakukan penggerebekan untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka, namun tersangka melarikan diri, saat tersangka melarikan diri terlihat oleh anggota karena jaraknya tidak jauh, tersangka melemparkan bungkusan ke tanah sehingga sebagian anggota mengamankan bungkusan, sebagian melakukan pengejaran terhadap tersangka, setelah diperiksa ternyata bungkusan itu berisi barang berbentuk kristal putih yang diduga sabu-sabu dengan berat kotor 20,91 gram,” katanya.

    Dia berdalih, saat anggota melakukan pengejaran, ketika sudah berdekatan, tersangka melakukan perlawanan dengan menggunakan sebilah pisau.

    Kemudian terjadi pergumulan antara tersangka dengan anggota. Pada saat bergumul, tersangka berusaha untuk meraih senjata api yang terselip di pinggang anggota sehingga terjadi tarik-menarik antara anggota dengan tersangka, sehingga pada saat tarik-menarik senjata itu meletus, yang letusan tersebut ternyata mengenai bagian leher tersangka. ( Faisal  )

  • Peduli Sesama, Gereja HKBP Sidorejo Salurkan Bantuan Kepada Warga Lansia

    Peduli Sesama, Gereja HKBP Sidorejo Salurkan Bantuan Kepada Warga Lansia

    MEDAN | MediaTribunSumut. Com

    Jama’at Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) berikan bantuan sosial kepada warga kurang mampu yang berada di dusun VIII dan dusun IV Desa Medan Estate Kecamatan Percut Seituan Kab Deli Serdang Sumatera Utara. Kamis (17/11/22) sekira pukul 13.30 Wib hingga selesai.

    Kegitan peduli sesama dari Gereja HKBP Sidorejo sebagai bentuk peduli kepada warga yang sudah lansia yang tak bisa berjalan lagi karna uda tua maka dari seksi Dikonia HKBP Sidorejo yang di Wakili oleh Pendeta ( Pdt), L. Br. Simanjutak, Sth dan F.br.Batu bara, menberikan bantuan berupa Beras, Telur, Tilam, dan makanan.

    Fhoto kebersamaan, jama,at gereja saat Kunjunggi warga kurang mampu

    Ny. Hutajulu br. Silalahi yang mendapatkan bantuan sangat berterima kasih kepada pihak Gereja dan kepada tim Media TribunSumut. Com.

    “Tuhan memberkati, semoga para jema,at Gereja HKBP selalu diberi kelapangan rejeki, kesehatan yang cukup, dan apa yang diberikan kepada kami menjadi darah daging buat kami semua dirumah ini, “ucapnya penuh haru karena senag hati.

    Turut hadir dalam kegiatan ini, Pdt, L. Boru Simanjuntak, F. Boru Batu bara. St. J. Sitompul sebagai bendahara Gereja HKBP Sidorejo. Casin. Br. Situmorang. beserta warga sekitar.

    Pdt, L. Boru Simanjuntak mengatakan, hari ini yang masih bisa di santuni masih dua keluarga, semoga apa yang di berikan bisa bermanfaat.

    “Kami dari Jema,at Gereja HKBP Sidorejo hanya sedikit membantu beban warga yang Kurang mampu, yaitu, Ny. Hutajulu br. Silalahi dan keluarga Ny.Pasaribu br. Sihotang, “jelas Pdt Gereja.

    Lanjut L. Br. Simanjuntak lagi, saya mewakili dalam pelaksanaan berbagi hanya berharap dan mengajak bagi mereka yang masih mampu agar bisa membagikan rejekinya kepada warga sekitar yang benar benar membutuhkan uluran tangan kita bersama.

    ” Kiranya kedepan nya dari tim Diakonia Sosial Gereja makin bergerak untuk masyarakat khusus di Desa Medan Estate, karna Gereja HKBP Sidorejo berada di Desa Medan Estate yang terletak di dusun 1 Medan Estate,”tutupnya

    Pantauan dari tim Media TribunSumut, kelurga kurang mampu ini juga menyampaikan kata kata (berbincang bicang) di waktu Covid – 19 dimana keluarga pun perna menerima bantuan dari pihak Desa .

    ( R. Silalahi).

  • Tekait H2S PT SMGP, 5 Nyawa Melayang, 220 Dirawat, PoldaSu Belum Bertindak 

    Tekait H2S PT SMGP, 5 Nyawa Melayang, 220 Dirawat, PoldaSu Belum Bertindak 

    Madina, mediatribunsumut.com

    Tekait kasus H2S PT SMGP, telah menelan korban, 5 nyawa orang melayang sia sia, 220 orang terpaksa di rawat di rumah sakit ( RS  ), celakanya PoldaSu belum bertindak hingga kini.

    Inilah yang memicu kekecewaan banyak pihak, khususnya Ikatan Mahasisiswa Tapanuli Bagian Selatan (Ima Tabagsel Medan).

    Dewan Pimpinan Pusat Ikatatan Mahasisiswa Tapanuli Bagian Selatan (Ima Tabagsel Medan) meminta aparat hukum untuk segara menetapkan tersangka dalam dugaan kebocoran dan  kejahatan lingkungan yang dilakukan pihak PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) terus berlanjut tanpa ada tindakan signifikan.

    Demikian disampaikan Ketua DPP Ima Tabagsel Andrew Amanah Carnegie Hasibuan melalui Bendahara Umum DPP Ima Tabagsel Medan Canra Muda Pulungan menanggapi insiden dugaan kebocoran gas beracun berulang di wilayah kerja perusahaan panas bumi yang beroperasi di lereng Gunung Sorik Marapi, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), provinsi Sumut.

    Pada hal sebelumnya dalam rapat pada tanggal 25 Oktober lalu kita sudah menyampaikan ke aparat kepolisian untuk segera menetapkan tersangka dimanejemen PT SMGP dan mendesak Kementerian ESDM untuk mencabut izinnya, jika pernyataan yang telah kita sampaikan dalam tersebut tidak dipenuhi maka kita akan melanjutkan aksi yang lebih besar dikantor Gubernur Sumatera Utara dan Polda Sumatera Utara, katanya pada (15 /11/ 2022 ).

    Dalam rapat tersebut diketahui hadir Forkompinda Sumatera Utara, Forkompinda Mandailing Natal, Dirjen kementrian ESDM,Dirjen Kementerian BMKG dan DPP Ima Tabagsel Medan,
    Gubernur, Diskrimsus, DPRD Sumut, Kejaksaan Sumut, Pemda Madina & Dirjen EBTKE untuk membahas keberlanjutan PT SMGP di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara.

    Sudah disampaikan beberapa poin-poin penting terhadap keberlanjutan PT. SMGP,  yakni tak ada nyawa manusia seharga investasi dan kita juga sudah menyampaikan kepada aparat hukum untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus ini,ungkap Canra Pulungan  Mahasiswa yang berasal dari Mandailing Natal yang Sedang menempuh pendidikan saat di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ( UMSU  ).

    Canra Pulungan menilai rentetan kejadian yang telah menyebabkan ratusan warga menjadi korban ini menunjukkan ketidakseriusan Pemerintah Pusat dan pemerintah Daerah dalam menjamin keselamatan setiap warga negara, khususnya terhadap masyarakat di Desa Sibanggor Julu dan sekitarnya.

    Oleh karenanya kata Canra Muda Pulungan meminta kepada Presiden Republik Indonesia melalui Gubernur Sumatera Utara untuk segera mencabut izin dan menutup PT SMGP serta bertanggungjawab atas kebocoran gas yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

    Canra Muda Pulungan juga  meminta Kapolda Sumut untuk mengusut dugaan kejahatan lingkungan yang terjadi demi keberlangsungan lingkungan hidup dan perlindungan Hak Asasi Manusia.

    Sekali lagi diketahui sebelumnya rentetan peristiwa sudah cukup menyoroti terhadap kinerja pemerintah dan aparat kepolisian terkait dugaan kebocoran gas H2S yang terus berulang di wilayah kerja PT SMGP yang sudah beberapa kali yang mengkorbankan 220 orang jiwa masuk rumah sakit dan 5 meninggal dunia bahkan pernah juga meninggalnya 2 orang Santri Musthopawiyah Purba Baru masuk akibat kelalain masuk kolam perusahaan yang sampai saat ini belum pernah ada penetepan tersangka oleh pihak aparat hukum, tegas Canra. ( SL  ).

  • Diduga Kesbang Tapsel Gelembungkan Biaya Tes Urin Pada THL Dan Honorer Sekolah

    Diduga Kesbang Tapsel Gelembungkan Biaya Tes Urin Pada THL Dan Honorer Sekolah

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Diduga Kesbang Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( prov Sumut  ) menggelembungkan biaya tes urin kepada tenaga harian lepas ( THL  ) dan tenaga honorer sekolah sebagai syarat perpanjangan SK.

    Tes urin tersebut dilaksanakan di aula Sarasi lantai III kantor Bupati, sejak akhir 2021 dan silanjutkan pada awal Januari 2022 atau awal masuk kerja usai libur Natal dan tahun baru.

    Pada ( 04/01/2022 ) lalu awak media ini konfirmasi kepada Kabid Poldagri Sahrial Pahmi tentang pelaksanaan tes urin kepada seluruh THL dan tenaga honorer sekolah se kab Tapsel yang berjumlah ribuan.

    Menurut Kabid pelaksanaan tes urin tersebut sesuai aturan yakni surat Bupati Tapsel tanggal 27 Desember 2021 tentang perpanjangan THL dan Tenaga Honorer sekolah tahun 2022.

    Masih keterangan Kabid, Kesbang Tapsel selaku penyelenggara memungut Rp 150 ribu / orang sebagai biaya tes urin atau sebagai biaya pembelian alat tes urin.

    Biaya yang dikenakan murah tidak begitu membebani THL dan tenaga honorer karena kalau mengikuti ketentuan biayanya Rp 290 ribu / orang,  tegas Pahmi

    Sementara penjelasan narasumber awak media ini yang tak berkenan disebutkan jati dirinya dalam pemberitaan ini menduga terjadi penggelembungan harga.

    Sebab biaya alat untuk tes urin tidak mencapai Rp 150 ribu / unit selain itu, pelaksanaan tes urin teesebut bertentangan atau tidak sesuai dengan surat Bupati Tapsel,  terangnya.

    Untuk diminta kepada Kaban Kesbang Tapsel berkenan memberikan penjelasan karena menyangkut pertanggung jawaban dana yang dipungut dan pelaksanaan kegiatan dimaksud.   ( SL  ).

  • Tekait Proyek Sandes Ta 2021, Pemko P. SidempuanTak Pantas Cuci Tangan

    Tekait Proyek Sandes Ta 2021, Pemko P. SidempuanTak Pantas Cuci Tangan

    P. Sidempuan, mediatribunsumut.com

    Terkait pelaksanaan proyek Sandes Ta 2021 yang ada di Kota P. Sidempuan, pemko P. Sidempuan tak pantas cuci tangan, pasalnya sesuai juknis organisasi pelaksana tingkat Kab adalah kepala daerah sebagai penanggung jawab pelaksana program di tingkat Kab/kota dalam hal ini OPD yang terkait.

    Ini adalah perintah peraturan, jadi sangat riskan dan disayangkan saat Kadis Perkim P. Sidempuan mengatakan proyek Sandes gawean Balai Perkim provinsi pada awak media ini ( 15/11 ) di gedung Paripurna DPRD P. Sidempuan.

    Di dalam juknis, tugas pelaksana tingkat kab ayat 3 yakni membentuk tim teknis tingkat Kab /kota.

    Pada ayat 4  yakni membina dan mengendalikan penyelenggaraan program sandes di wilayah kerjanya, khususnya kepada KSM dan keberfungsian sarana sanitasi yang telah terbangun.

    Dengan demikian bila Dinas Perkim P. Sidempuan buang badan atas dugaan permainan dalam pelaksanaan proyek sandes di KSM Bincar Bersinar patut dicurigai.

    Kepada awak media ini penerima bantuan sandes membeberkan kekecewaan dan kejanggalan pelaksanaan sandes Ta 2021 di KSM Bincar Bersinar.

    Bayangkan salah septik tank terbuat dari kaleng plastik cat bekas, bukan dicor ujar bapak yang tak disebutkan jati dirinya dalam pemberitaan ini.

    Sejumlah kejanggalan lainnya yakni proyek sandes tersebut terkesan tidak ada sosialisasi pada hal anggaran untuk sosialisasi dialokasikan dari pagu anggaran.

    Tidak hanya itu saja sasaran program sandes yang ada di Kota ini melenceng dari juknis, pada juknis sasarannya desa yang memiliki angka stunting tinggi, memiliki angka BABS tinggi, mayoritas penduduk MBR dan desa tertinggal dan berkembang.

    Sekali lagi diminta Dinas teknis tidak tinggal diam karena diyakni pengelola kegiatan seperti KSM pernah berkomunikasi dengan pihak Dinas Perkim P. Sidempuan. ( SL  ).

  • Kapolda Sumut, Jangan Coba Coba Bela Bandar Narkoba

    Kapolda Sumut, Jangan Coba Coba Bela Bandar Narkoba

    MEDAN | Mediatribundumut.com

    Polda Sumatera Utara menegaskan agar jangan mencoba-coba untuk membela bandar narkoba yang keberadaanya sangat meresahkan.

    Demikian penegasan itu di sampaikan Kapolda Sumut,Irjen Pol.Drs.RZ.Panca Putra Simanjuntak, MSi melalui Kabid Humas Polda Sumut,Kombes Pol.Hadi Wahyudi, Selasa (15/11/22).

    Hadi mengungkapkan, Polda Sumut beserta jajaran terus meningkatkan upaya pemberantasan tindak pidana peredaran narkoba di Sumatera Utara.

    “Tentunya kita menegaskan agar semua pihak tidak menghalangi tugas kepolisian dalam menindak peredaran narkoba,” ungkapnya.

    Fhoto Kapolres Belawan bersama para tokoh Agama saat gelar konprensi pers

    Sebelumnya, Nasib (40) warga Jalan Kl Yos Sudarso, Gang Mapo, Lingkungan 14, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, tewas tertembak.

    Hadi Wahyudi, menuturkan Nasib merupakan bandar narkoba yang telah lama menjadi target operasi Polres Pelabuhan Belawan.

    “Saat diamankan yang bersangkutan (Nasib) melakukan perlawanan dan mencoba merebut senpi personel sehingga tewas tertembak,” tuturnya.

    Juru bicara Polda Sumut itu menerangkan, Tim Sat Res Narkoba Polrestabes Medan sudah melakukan penangkapan terhadap empat bandar narkoba di Gang Mapo hasil pengembangan penyidik.

    “Nah, tersangka Nasib ini merupakan target kelima yang akan ditangkap karena menjadi bandar narkoba di Gang Mapo, Belawan,” terangnya.

    Hadi menyebutkan, sebelum dilakukan penangkapan terhadap Nasib terlebih dahulu personel Sat Res Narkoba Polres Pelabuhan Belawan telah mengamankan Muhammad Daud dan Safia.

    “Keduanya Daud (residivis) dan Safia merupakan bandar narkoba dan adik dari Nasib. Kasusnya pun sudah dilimpahkan tahap II ke JPU,” sebutnya dalam penangkapan terhadap tersangka Nasib menyebabkan seorang personel terluka terkena pisau.

    (Gitok)