Blog

  • Pembangunan Merata :Tokoh Pemuda NU Batu Bara Apresiasi Kepala Desa Guntung Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara

    Pembangunan Merata :Tokoh Pemuda NU Batu Bara Apresiasi Kepala Desa Guntung Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara

    Tribunsumut – Muhammad Khairun Nizam, Tokoh Muda NU Batu Bara mengapresiasi Kerja Kepala Desa Guntung Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu bara dalam mengupayakan pembangunan merata disetiap Dsn saat ini, senin 18 September 2023

    Pembangunan di desa Guntung terus berjalan hingga masyarakat berpartisipasi aktif dalam bergotong royong demi kemajuan desa.

    Seorang tokoh Muda NU Batu bara mengapresiasi sebesar besarnya atas agenda besar yang dilakukan kepala Desa Guntung untuk kemakmuran masyarakatnya sehingga ini merupakan suatu kegembiraan yang tumbuh ditengah tengah masyarakat saat ini.

    Dalam pembangunan Tahun 2023 ini tentu menjadi sarana agenda yang sangat luar biasa dilakukan kepala Desa Guntung untuk membantu masyarakat khususnya dalam bekerja dan turut serta menikmati hasil kebijakan yang sudah di tetapkan oleh Bapak Mukis selaku kepala desa guntung, ungkap nizam

    Adapun pekerja yang saya apresiasi yaitu;
    1. Pembuatan TPT dan Penimbunan Badan jalan (M.YUSUF DUSUN GUNTUNG ARYA) Rp. 57,635,000
    2. Pembuatan TPT dan Penimbunan Badan Jalan (ZAKARIA KS DUSUN GUNTUNG BARAT) Rp. 21,006,000
    3. Pembuatan Rapat Beton (Jalan Pesantren Dusun Guntung Tengah (108, 930,000
    4. Pembuatan Rebat Beton (Jalan Mushollah AlFalah Dusun Guntung Utara) 69,875,000
    5. Penimbunan Badan Jalan Dusun Guntung Selatan Rp. 5.000.000
    6.Pembuatan Drainase Dusun Guntung Selatan Sepanjang 77 M Rp. 42,305,000

    Dalam 6 Aitem ini sudah mulai berjalan beberapa pekerjaan pada bulan ini, para pekerja langsung mengerjakan masyarakat Desa Guntung sehingga merata para kaum muda, kaum, tua, kaum remaja dirangkul kepala desa untuk mencari nafkah dipekerjaan tersebut, ungkap nizam

    “saya tetap mendukung kebijakan dan mengkawal kebijakan kepala desa Guntung karna masyarakat sudah merasakan keindahan dan kenyaman yang telah dilakukan oleh Bapak Mukis selaku kepala desa Guntung saat ini”.

    Nizam mengungkapkan, saya ini dari Desa Guntung Dsn Guntung Tengah Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu bara, tentu saya memperhatikan kepala desa saya yang begitu royal terhadap masyarakatnya, bahkan dalam pembangunan dilakukan saat ini beliau turun langsung membantu pekerjaan tersebut. Ungkap nizam

    Dikonfirmasi Via Whatsapp Kepala Desa Guntung, Mukis mengungkapkan pembangunan infrastruktur jalan desa dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, karena infrastruktur jalan merupakan salah satu kebutuhan vital yang harus dipenuhi.

    “Jalan merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat. Kami berharap dengan dibangunnya infrastruktur jalan yang memadai ini dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat,”ungkapnya

  • Sejumlah Gapoktan Tantang Pengembang Yang Akan Kuasai Lahan

    Sejumlah Gapoktan Tantang Pengembang Yang Akan Kuasai Lahan

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Sejumlah Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) di Kab Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) menantang pengembang yang akan menguasai lahan tanah adat Melayu.

    Sampai kapan pun, kami akan berjuang memperjuangkan tanah perjuangan agar tidak dikuasai paksa pengembangan atau kapitalis.

    Demikian ditegaskan Ketua Tim Panitia TPKA dan Sekretaris Gapoktan Rizal pakpahan saat memimpin rapat rekonsoliasi di desa Sampali pada ( 17/09 ).

    Rangkaian acara diawali arahan dan bimbingan al ustazd Muhammad DAHRUL YUSUF, selaku i Ketua Gapoktan.

    Dasar perjuangan kita cukup jelas dan memiliki kekuatan hukum, dimana pada masa lalu masih di jaman Belanda.

    Bahwa tanah adat ini statusnyq sebagai pinjam pakai, jadi sejak dulu tanah ini adalah tanah adat Melayu, terangnya.

    Mari kita perjuangkan, jangan sampai jatuh ketangan pengembang, lagian sudah sepatutnya kita mendapatkannya, ungkapnya.

    Terkecuali pemerintah hendak menguasainya, apa boleh buat, tetapi diyakini negara hadir untuk memberikan ksesejahteraan kepada rakyatnya, maka sudah sepantasnya perjuangan kita ini mendapat dukungan dari pemerintah, tegasnya.

    Hal ini dikuatan Tengku Rio yang menyimpan bukti bukti surat tanah Ulayat atau tanah adat Melayu.

    Hak kita sudah sepantasnya kita perjuangkan dari tangan tangan yang hendak mengambil paksa dengan menggagalkan cara, ini tidak boleh terjadi.

    Kuncinya mari kita bersatu untuk melawan kezaliman ini, kalau bukan kita siapa lagi, tutupnya. ( Marpaung  )

  • Kapoldasu Dan Jajaran 101 Jaringan Narkoba Ditangkap, Rp 21 Juta Uang Tunai

    Kapoldasu Dan Jajaran 101 Jaringan Narkoba Ditangkap, Rp 21 Juta Uang Tunai

    Medan,mediatribunsumut.com

    Kapolda Sumatera Utara ( Kapoldasu ) dan jajarannya tak main main, 101 jaringan narkoba ditangkap serta Rp 21 juta uang tunai disita. 

    Kapoldasu melalui Tim Direktorat (Dit) Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara bersama Jajaran terus bergerak mengungkap jaringan pelaku Narkotika di Sumatera Utara.

    Demikian dikatakan Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi, Sabtu (16/09 )

    “101 orang kita amankan pada ( 15/09 ) lalu, dari tangan para pelaku dan bandar Narkotika disita barang bukti berupa Sabu 587,7 gram dan Ganja 6,5 kg serta pohon ganja Sembilan ( 9 ) batang, “ujar Hadi.

    Jadi jaringan terbaru 101 orang berhasil ditangkap terdiri dari 11 orang pemakai Narkoba dan 90 orang jaringan/sindikat Narkoba, ungkapnya.

    Rp.20.119.000, disita uang tunai, 21 unit sepeda motor, 38 unit handphone,” terangnya. .

    Hadi menegaskan, penindakan terhadap jaringan peredaran Narkotika di Sumatera Utara itu sebagai wujud komitmen Polda Sumatera Utara dan Jajaran dalam menciptakan Sumatera Utara bersih dan bebas Narkoba.

    Sebab, peredaran Narkoba ini menjadi faktor utama terjadinya tindak kriminalitas, 60% pelaku kriminalitas adalah pengguna Narkoba.

    “Perintah Kapolda, bandar jaringan kita miskinkan, yang membackingi kita setrika,” tegas Hadi.

    ( Marpaung )

  • PT AR Gelar 7 Putaran Operasi Katarak Gratis Di 4 Lokasi Di Sumut

    PT AR Gelar 7 Putaran Operasi Katarak Gratis Di 4 Lokasi Di Sumut

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    PT AR gelar 7 putaran operasi Katarak gratis pada 4 lokasi di Sumatera Utara ( Sumut ).

    Dengan semangat menuntaskan buta katarak di Indonesia, PT
    Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, secara resmi membuka rangkaian
    pemeriksaan dan operasi Katarak gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” di Rumah Sakit
    Bhayangkara, Batangtoru, Tapanuli Selatan, pada ( 14 /09 ) .

    Pada tahun ke Sembilan gelaran operasi katarak gratis ini, PT Agincourt Resources (PT AR) menetapkan kuota 1.000 mata.

    Dengan menggandeng para dokter spesialis mata dari Rumah Sakit (RS) Mata Mencirim 77 Medan, operasi katarak akan digelar secara intensif sebanyak tujuh putaran, yang tersebar di Batangtoru,
    Sipirok, Siantar, dan Medan.

    Direktur & CFO PT Agincourt Resources, Noviandri Hakim, mengatakan operasi katarak gratis yang
    secara konsisten diadakan setiap tahunnya ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam menekan
    prevalensi buta katarak di Indonesia yang cukup serius.

    “Melalui rangkaian operasi katarak ini, kami ingin berkontribusi dalam mempercepat penanggulangan
    katarak dengan mendorong sebanyak mungkin orang menjalani operasi katarak, karena satu-satunya
    cara memulihkan katarak hanyalah dengan operasi.

    Harapan kami, setiap orang dapat memiliki
    penglihatan optimal serta bisa mengembangkan potensi dirinya. Ketika itu terjadi, kualitas hidup mantan
    penderita katarak, keluarganya, rekan-rekan di sekelilingnya dapat meningkat dan lebih sejahtera,” kata
    Noviandri.

    Berdasarkan hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) di 15 provinsi pada periode 2014-2016, angka kebutaan di Indonesia mencapai 3%. Dari angka itu, sekitar 81% disebabkan
    oleh katarak.

    Harapan serupa juga disampaikan Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Imam Zamroni, yang turut hadir
    dalam pembukaan Rangkaian Operasi Katarak Gratis 2023 Tambang Emas Martabe. Menurutnya,
    peningkatan kualitas sumber daya manusia dipengaruhi oleh keberhasilan pembangunan kesehatan
    melalui berbagai upaya preventif dan kuratif.
    “Supaya pembangunan kesehatan berhasil, upaya-upaya kesehatan harus dilakukan bersama, antara
    pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Penyelenggaraan operasi katarak ini adalah bukti dari
    komitmen pelaku usaha yaitu PT Agincourt Resources dalam mewujudkan pembangunan kesehatan
    yang merupakan bagian dari pembangunan nasional,” ujar Imam.

    Menurutnya, kerja sama antara Polri melalui RS Bhayangkara dan PTAR merupakan bukti sinergi yang baik antara badan negara dengan pelaku usaha dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
    Masyarakat di Tapanuli Selatan – lokasi operasional Tambang Emas Martabe – sangat terbantu atas
    penyelenggaraan operasi katarak gratis yang diadakan PT AR.

    Melalui monitoring awal, terjaring ratusan
    penderita katarak di Tapanuli Selatan yang berdiam di area terpencil.

    Salah satunya Halomoan Simanjuntak, warga Desa Sihuik-huik, Angkola Selatan, yang mengikuti
    operasi katarak Tambang Emas Martabe pada 2022. Pria berusia 43 tahun ini didera katarak kedua.  ( SL  )

  • Ketua PW IWO Sumut Tertantang Soal Masukan Keras Kapoldasu

    Ketua PW IWO Sumut Tertantang Soal Masukan Keras Kapoldasu

    Medan, mediatribunsumut.com

    Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online Sumut merasa tertantang soal masukan keras Kapoldasu atas kinerja wartawan.

    Tidak tanggung tanggung kritikan yang disampaikan Kapoldasu terkait karya tulis jurnalistik yang belakangan ini mengarah kepada apatis dan sains.

    Demikian dibeberkan Ketua PW IWO Sumut Sumut Teuki Yudhistira Adi Nugraha usai bertemu Kapoldasu Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi didampingi Sekretaris Amri Abdi, LBH Arfan SH, Ketua Bidang Hukum Zahendra dan Rizky Audina (Bidang Organisasi dan Pengembangan) di ruang tamu lantai dua Mapolda Sumut, Jalan SM Raja KM 10,5 Medan, pada (14/ 09 ).

    Kepada kami, Jendral Bintang Dua itu berujar, media online di era digitalisasi sekarang ini sangat jauh dari nilai literasi yang positif, ungkap Yudistisra.

    Bahkan menurut Kapoldasu, judul media yang ditampilkan sangat bombastis, namun isi beritanya kosong.

    Judul berita yang terlalu mubajir (panjang) namun tidak memberikan makna yang positif, sebut Ketua PW IWO Sumut menirukan bahasa Kapoldasu.

    Ini menjadi cambuk kepada kita untuk berbenah bekerja lebih profesional sesuai dengan UU No 40 tahun 1999 tentang Pers, jadi karya tulis jurnalistik khususnya wartawan media Online benar benar diawasi publik, ini PR buat kita insan pers, tegasnya.

    Sudah sepatutnya kita terlebih dahulu khawatir, sebab Kapoldasu khawatir kekuatan media itu nanti menjadi tumpul, akan membuat kita menjadi robot dan akan merugikan bagi media itu sendiri,” kata Yudistira.

    Kepada kami, Kapoldasu berharap, media dapat menempatkan profesinya pada banyak hal yang dapat dimanfaatkan, seperti kerjasama stake holder.

    Banyak ajang positif yang bisa di manfaatkan media untuk kerja sama dalam pengembangan media itu sendiri.

    Tentunya media sudah seharusnya menjadi literasi yang positif bagi masyarakat dalam negeri maupun luar negeri,” begitu harapan Kapoldasu, sebut Yudistira.

    Kapaoldasu mencontohkan negara tetangga, di Singapura, media bisa  berperan mempengaruhi pendapatan negara dengan memanfaatkan peran media.

    Jadi peran kita sebagai media tentu membangun komunikasi dengan stake holder untuk membangun Sumut yang lebih baik kedepan, ungkap Yudistira.

    Sekali lagi harapan Kapoldasu menjadi harapan insan wartawan juga bisa  berinovasi penyajian pemberitaan yang  literasi yang positif bagi masyarakat, agar peran media cyber ini kedepannya tidak menjadi robot dan peran profesi media itu sendiri tidak akan tersingkirkan, tutup Yudistira.

  • Polsek Pantai Cermin Deklarasi Komitmen Bersama Perangi Narkoba

    Polsek Pantai Cermin Deklarasi Komitmen Bersama Perangi Narkoba

    Sergai,mediatribunsumut.com

    Demi menjaga menjaga anak bangsa dari bahaya narkoba Kapolsek Pantai Cermin AKP M. Tambunan,SH bersama tokoh masyarakat, sejumlah Kepala Desa mengajak dan berkomitmen perangi narkoba.

    Narkoba musuh kita bersama mengangkat tema “Bersama mari kita pastikan semua orang hidup sehat, bermartabat dan tentram tanpa Narkoba, Kamis (14/9/23) di Kantor Desa Pantai Cermin Kiri, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai.

    Rangkaian acara di awali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan ditutup dengan doa bersama untuk mengambil berkah  acara tersebut.

    Kabag SDM Polres Sergai Kompol SP Anakampun SH, Camat Pantai Cermin Muhammad Fazar Kurniawan S.IP, dan sejumlah tokoh masyarakat dan OKP hadir.

    Kapolsek Pantai Cermin AKP M. Tambunan mengatakan acara ini jangan menjadi acara Seremonial saja namun dapat kita terapkan di masyarakat.

    Semantara Kabag SDM Kompol SP. Anakampun,SH membacakan amanat Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta SIK mengatakan bahwa Sumatera Utara menjadi perhatian Bapak Presiden RI Joko Widodo bahwa tingginya tingkat pengguna Narkoba di Sumatera Utara, jadi dalam hal ini tempat tempat pengguna narkoba menjadi perhatian agar masyarakat yang menjadi sasaran narkoba dari masyarakat yang berekonomi lemah dan hal ini menjadi perhatian kita bersama. Agar masyarakat terhindar dan komitmen ini jangan hanya sampai disini, “Ucapnya. (DM)

  • Kondisi Sosial, Keagamaan Topik Pertemuan Pj Gubsu Dan Ketua PWNU Sumut

    Kondisi Sosial, Keagamaan Topik Pertemuan Pj Gubsu Dan Ketua PWNU Sumut

    Medan, mediatribunsumut.com

    Kondisi sosial dan keagamaan menjadi topik pada pertemuan Pj Gubernur Sumatera Utara ( Gubsu ) dengan Ketua PWNU Sumut pada ( 13/09 ) di kantor Gubsu Medan.

    Perkembangan, kondisi sosial dan keagamaan salah satu prioritas dalam membangun Sumut yang lebih baik ke depan.

    Demikian dikatakan Ketua PWNU Sumut H. Marahalim Harahap kepada wartawan usai pertemuan.

    Kami menyambut baik PJ Gubernur Sumut Hassanuddin yang sudah bekerja beberapa hari di Sumatera Utara ,ujarnya.

    Kondisi sosial sampai dengan keagamaan di Sumatera Utara, masih tetap dalam perbincangan ” ungkap Ketua PWNU Sumut.

    Diharapkan ke depan PJ Gubernur Sumut Hasanuddin mampu menjalankan amanah sebagai PJ ini dengan sebaik-baiknya, mari kita doakan bersama-sama,” tuturnya

    Sementara PJ Gubernur Sumut Hasanuddin menyampaikan permohonan doa dan bantuan stake holder dimasa kepemimpinannya di Sumut.

    Beliau berharap amanah kepemimpinan dengan berbagai urusan yang ada, terutama di bidang sosial keagamaan, PWNU Sumut diharapkan bisa ikut berkolaborasi aktif dalam membangun Sumatera Utara ke depannya, pintanya.
    ( Marpaung ).

  • Kader PMII Luruskan Disorientasi Serta ‘Peradaban Sekedar’ di PMII

    Kader PMII Luruskan Disorientasi Serta ‘Peradaban Sekedar’ di PMII

    Tribunsumut – Menulis salah satu hobi yang kini dilakukan oleh Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK.PMII STIT Batubara) Muhammad Khairun Nizam juga demisioner Ketua PK. PMII STIT Batubara periode 2019-2020 kini perlu Meluruskan Disorientasi dan ‘Peradaban Sekedar’ di PMII khususnya.

    Tentu beruntung sekali organisasi yang bernama PMII itu, karena lahir dua tokoh penting yang membawa api perubahan bagi banyak hal atau setidaknya perubahan bagi dunia yang digeluti oleh mereka berdua. Walau dari dunia yang berbeda, Mahbub Djunaidi dikenal sebagai pendekar pena sedang Zamroni sebagai konsolidator ulung. Zamroni menjadi tokoh penting angkatan 66 melalui organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia atau disingkat KAMI, sedang Mahbub seorang penulis melihat keterlibatan dirinya dengan organisasi macam Persatuan Wartawan Indonesia atau dikenal dengan singkatan PWI.

    Nizam mengungkapkan keduanya telah tiada, sebagaimana hidup yang tak jelas maka hanya kematian yang pasti. Keduanya meninggalkan rumah yang sama ialah organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau dikenal dengan nama PMII. Dua anak zaman yang tak pernah luput dari rekam sejarah bangsa yang tercatat ataupun tidak yang pasti mereka hidup di zaman yang serba tidak enak. Berhadapan langsung dengan rejim Orde Baru yang menindas dan tak jarang harus menerima konsekuensi terburuk seperti diasingkan atau bahkan dipenjara sebagaimana nasib Mahbub sang pendekar pena.

    “Pada dua ciri tokoh ini ada keunikan yang jarang bisa lagi kita temui pada diri kader PMII saat ini. Kondisi yang sebar tak pasti, kondisi yang tak lagi memberi arah tujuan. Kondisi seperti ini membuat saya merenung, sebenarnya untuk apa PMII itu lahir?, untuk mewarai zaman?, untuk sekedar ada sebagai sebuah eksistensi diri mahasiswa NU berkumpul, ngerumpiin zaman, ngebisikinnasib, atau hanya tempat kongkow yang tak berarti?”.

    Saat ini pada kondisi yang serba tak menentu ini, kita merasa kehilangan sosok Mahbub yang mengabdikan dirinya bagi bangsa melalui tulisan-tulisan uniknya atau kehilangan sosok seperti Zamroni yang mampu mengkonsolidasikan berbagai varian gerakan mahasiswa. Mungkin di zaman yang serba tak pasti, jumud dan setiap makna mengalami pergeseran yang tak bisa terbacakan oleh siapapun kader PMII. Bahkan anehnya makna berorganisasi mulai kehilangan sandaran maknanya, produk organisasi, kaderisasi organisasi. Di zaman yang serba tak pasti, suara-suara bising kelelahan membaca zaman, jumud berorganisasi, semua akhirnya hanya menjadi sekedar saja. Sekedar berorganisasi, sekedar ber-PMII, sekedar ber-Aswaja, sekedar program kerja, sekedar aktivis, sekedar baca buku, sekedar diskusi.

    ‘Serba sekedar’ adalah kejumudan yang belum ada obatnya, banyak sudah yang mendiagnosis penyakit apa yang sedang menjangkiti PMII, dari tumor sampai masuk angin sudah diutarakan dan bahkan terurai dengan jelas. Tapi, penyakit kita adalah komplikasi. ‘Semua serba’ ada di sini. Yang bisa dilakukan adalah operasi dan bukan sekedar minum obat atau kerokan saja. Penyakit kita sudah akut, semua orang sudah tak boleh berdiam diri, kita semua perlu melakukan operasi agar penyakit ini sembuh dan menjadi pelajaran agar pola hidup berorganisasi mesti harus sehat.ungkap Nizam

    *Operasi Intelektualisme atau Tak Perlu* ?

    Operasi itu bernama operasi intelektualisme. Diakui atau tidak, kedigdayaan peradaban Barat hari ini adalah hasil dari revolusi intelektual pada jaman dulu yang kerap kita kenal dengan era Renaissance dan diikuti dengan rangkaian pembebasan pikiran dari lingkungan gereja yang jumud kala itu. Kemudian inilah yang disebut oleh Gunnar Myrdal sebagai “revolusi besar intelektual”. Kemudian revolusi intelektual ini merambah ke masyarakat sehingga muncul revolusi sosia-ekonomi yang berdampak pada kemajuan peradaban barat yang kita kenal hari ini.

    Sedikitnya kita sedang mengalami masa kegelapan, di mana sesuatu yang dilakukan dan dilaksanakan hanya menjadi sekedar memenuhi tuntutan berorganisasi, yang sakral menjadi tak ada artinya. Aswaja sebagai manhaj menjadi jumud dan kaku. Paradigma tak lagi menjadi tradisi sebab intelektualisme telah mati bersama dikuburnya materi paradigma kritis, karena belum ada paradigma resmi dari organisasi yang dibahas diforum-forum ‘dewa’ macam, kongres atau muspimnas.

    Rupanya kita lupa bahwa revolusi intelektual akan berdampak pada peradaban bangsa, atau setidaknya peradaban organisasi. Maka jika PMII ingin menjadi bagian penting kehidupan bangsa, atau bahasanya politisi ulung atau relawan politik adalah ring satu kehidupan bangsa maka kita perlu mengadakan operasi intelektualisme. Agar menjadi pioner perubahan bangsa. Jika penyakit ini tidak segera diambil keputusan untuk mengadakan operasi, maka gagasan apapun seperti leading sector yaitu narasi merebut ruang strategi hanya menjadi omong kosong, karena lahir dari peradaban sekedar maka di ruang apapun hanya menjadi ‘sekedar’ dan bukan penggerak.

    Nizam menyampaikan operasi intelektual adalah cara untuk keluar dari penyakit kegelapan dan meyambut era Renaissance. Ini yang dilakukan oleh dua tokoh yang telah disebut diatas yaitu Mahbub serta Zamroni. Mereka berdua adalah penggerak yang pada diri mereka terdapat intelektualisme sebagai senjata atau setidaknya api kecil yang menjadi penerang bagi kegelapan bangsa Indonesia dalam selimut Orde Baru. Diakui atau tidak, kita fasih bicara peta perpolitikan nasional dan gagap membaca zaman.tutup Muhammad Khairun Nizam

  • SK Narapidana Kendalikan Peredaran Narkotika Di Sumut

    SK Narapidana Kendalikan Peredaran Narkotika Di Sumut

    Medan, mediatribunsumut.com

    SK narapidana dengan vonis seumur hidup mengendalikan peredaran narkotika di Sumatera Utara ( Sumut ).

    Polda Sumut dan jajarannya berhasil mengungkap setelah RJ ditangkap pada Jumat 08 September 2023 di Desa Ujung Serdang, Kec. Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, dengan menyita barang bukti 2 butir pil ekstasi.

    Dari hasil pemeriksaan RJ masih menyimpan narkotika di rumah kos-kosan, jalan Ekawarni, Medan Johor.

    Selanjutnya dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti sabu 2 kg, 4.250 butir pil happy five, 4 bungkus sabu 50,10 gram, 220 butir pil ekstasi, 4 hp, dan timbangan elektrik.

    SK mengendalikan peredaran sabu-sabu diperoleh di Tanjungbalai, diedarkan melalui sindikat antara lain saudara RJ, I, A, V.

    Peran RJ mengusai dua gudang di daerah Medan Johor dan Simpang Limun Medan, yang dijadikan tempat penyimpanan narkoba yang diedarkan oleh A dan RJ. Sedang keuangan dikendalikan V dan I.

    RJ mengedarkan narkoba ke Kota Medan, Binjai, Belawan, Labuhanbatu, dan Jakarta.

    Hasil peredaran narkoba jaringan SK aset yang telah disita yakni uang Rp.1.015.000.000, mobil CRV tahun 2019, Mobil Mitshubishi Lancar dan rumah.

    Polres Asahan pun bergerak, menangkap penumpang kapal kayu yang datang dari Malaysia an MU yang membawa 2 kg sabu untuk dibawa ke Madura.

    Lalu pada ( 13/09 ) Polda Sumut dengan Polres Langkat bergerak bersama menangkap R penumpang travel dengan barang bukti 4 kg Sabu yang akan dibawa ke Kota Medan dan ini jaringan Aceh.

    Polres jajaran Polda Sumut dalam 1×24 jam telah mengamankan 45 orang yang terdiri dari 7 orang pemakai dan 38 orang jaringan peredaran narkoba dengan barang bukti sabu 4,1 kg, ganja 56,08 kg, ekstasi 103 butir, bong 15, timbangan digital 3 unit dan uang tunai Rp7,7 juta.

    Pemberantasan peredaran narkotika menjadi salah satu prioritas dan komitmen Polda Sumut.

    Pemberantas peredaran narkoba di seluruh wilayah Sumatera Utara yang dituangkan dalam lima program prioritas kita salah satunya narkoba musuh bersama.

    Tindaklanjut program itu dilakukan dengan kegiatan pemberantasan narkoba yang dilakukan secara serentak dimulai dari Polresta Deliserdang berhasil mengungkap peredaran narkotika yang dikendalikan oleh narapidana. ( Rdn )

  • PLN UP3 Binjai Turunkan Tim Gabungan P2TL

    PLN UP3 Binjai Turunkan Tim Gabungan P2TL

    Langkat, mediatribunsumut.com

    PLN Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) Binjai turunkan Tim Gabungan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik ( P2TL ) selama dua hari.

    PT PLN UP3 Binjai saat melaksanakan operasi mengandeng pihak TNI dari KODIM 02/03 Langkat sebagai pendampingan kewilayahan dan pengamanan.

    Demikian dikatakan Manager PLN UP3 Binjai Arief Rahman Hakiem kepada wartawan pada ( 12/09 ).

    Apel gabungan langsung dipimpin Manager PLN UP3 Binjai Arief Rahman Hakiem, dan hadiri Manager PLN ULP Kuala, Maulana BilQisthi Harahap, Assistan Manager Transaksi Energi PLN UP3 Binjai, Hans A Siregar dan Team Leader Transaksi Energi PLN ULP Kuala, Irvan Fauzi Fortuna.

    Petugas tergabung terdiri dari 8 Tim P2TL masing masing Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gebang, Binjai Barat Serta Tim Pegawai dilingkungan kerja PT PLN (Persero) UP3 Binjai, ujarnya.

    Tim akan bergerak untuk melakukan P2TL di daerah rawan yakni di kecamatan sei binge, Kabupaten Langkat yang sering disebut masyarakat sekitar “Kampung Neraka”, sebutnya.

    Pelaksanaan di mulai dari tanggal 12 sampai 14 September 2023.

    Kegiatan ini dilakukan untuk menertibkan pemakaian listrik dan mengurangi kerugian yang diakibatkan dari penggunaan tenaga listrik yang ilegal (tidak sesuai), ungkapnya.

    Juga untuk melindungi masyarakat dari bahaya penggunaan listrik Ilegal, menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap para pengguna listrik ilegal yang bebas tanpa penindakan dan menekan kerugian energi listrik yang hilang akibat tidak terukur dan terbatasnya energi listrik yang terpakai oleh masyarakat yang tidak taat pada penggunaan energi listrik secara baik”, imbuh Arief.

    Hal yang sama dilaksanakan PLN UP3 Binjai, penertiban pembayaran rekening listrik dan melakukan sosialisasi kepada pelanggan agar melakukan pembayaran listrik di awal bulan.

    Hal ini dimaksud juga untuk membangun kesadaran pelanggan agar taat membayar listrik di awal bulan tanpa harus menunggu batas pembayaran listrik setiap bulannya (tanggal 20 setiap bulan) dan menggunakan listrik dengan baik dan benar ( Red )

  • Majelis Pemeriksa Bawaslu Tapsel Bertindak Sesukanya

    Majelis Pemeriksa Bawaslu Tapsel Bertindak Sesukanya

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Majelis Pemeriksa Badan Pengawas Pemilu Kab Tapanuli Selatan ( Bawaslu Tapsel ) bertindak sesukanya.

    Sampai saat ini ( 12/09 ) Bawaslu telah beberapa kali bertindak suka suka dalam menangani pengaduan dugaan pelanggaran administrasi pemilu.

    Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang Kabupaten Tapanuli Selatan ( DPC PBB Tapsel ) Muhammad Hadi Susandra Lubis kepada awak media ini usai menerima surat Bawaslu Tapsel membatalkan sidang tanpa alasan.

    Sebagaimana undangan resmi Ketua Majelis Pemeriksa di persidangan pada ( 11/09 ) ditetapkan hari ini Selasa ( 12/09 ) pukul 16.00 Wib sidang pembacaan kesimpulan dari pelapor dan terlapor, terang Hadi.

    Tindakan suka suka Majelis Pemeriksa Bawaslu Tapsel dibuktikan dengan surat No : 031/PP. 01.02 /K. SU-24/09/2023 tanggal ( 12/09 ) berisikan seharusnya sidang ( 12/09 ) pukul 16.00 Wib menjadi hari Rabu ( 13/09 ) tanpa ada alasan, ungkap Hadi.

    Majelis Pemeriksa Bawaslu Tapsel benar benar menunjukkan kuasanya bertindak diluar aturan, sanggup yang mulai Majelis Periksa menunda persidangan dengan selembar kertas yang ditanda tanganinya berstempel,
    terang Hadi.

    Bukankah sedianya, pembatalan sidang tersebut disampaikan pada persidangan dan menyampaikan alasan penundaan, tegas Hadi.

    Mengapa Majelis Pemeriksa mengulur ulur sidang pemeriksaan, pada sesuai undang undang No 7 tahun 2017 bahwa Bawaslu harus menyelesaikan pelanggaran administrasi pemilu paling lama 14 hari kerja, tutur Hadi.

    Jadi kita tidak tau aturan mana yang digunakan Majelis Pemeriksa Bawaslu Tapsel, pada hal dalam persidangan Ketua Majelis Pemeriksa Taufik Hidayat dengan tegas mengatakan waktu untuk Bawaslu menyelesaikan pelanggaran administrasi pemilu paling lama 14 hari, kata Hadi.

    Patut dicurigai Majelis Pemeriksa bersengaja mempermainkan hukum dalam sidang pelanggaran administrasi pemilu, tutup Hadi. ( Tim )

  • Polres Belawan Diminta Tangkap Pelaku Pengrusakan 

    Polres Belawan Diminta Tangkap Pelaku Pengrusakan 

     Belawan, mediatribunsumut.com

    Polres Belawan diminta segera tangkap pelaku U pengrusakan tanaman di lahan PS.

    Tiba tiba sejumlah oknum berseragam memasuki lahan sembari merusak tanaman yang ada di atas lahan tersebut.

    Demikian dikatakan RS ( 64 ) selaku pelapor kepada awak media ini pada ( 12/09 ).

    Kejadian ini terjadi pada tanggal 05 September 2023 sekira pukul 10.00 Wib di desa manungal jln Petran Dusun 8 Beringin Raya Kecamatan Labuhan Deli kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara ( Sumut ).

    Tidak hanya itu saja, mereka melakukan pengukuran pada hal lahan tersebut sudah lama kami dikelola, tuturnya.

    Para gerombolan masuk tanpa tanya, tanpa basa basi, langsung main masuk merusak tanaman dengan cara menginjak injaknya, terangnya.

    Akibatnya saya rugi jutaan rupiah dan kejadian ini telah dilaporkan ke Polres Belawan dengan LP Nomor :LP /B/575/IX/2023/SPKT PEL BLWN/POLDA SUMUT tanggal ( 11/09/2023 ), ungkapnya.

    Mereka yang merusak tanaman saya itu orang yang paham hukum, bahkan beberapa oknum dimaksud berpakaian Dinas lengkap berwana loreng, lalu ada berpakaian pemkab dan berpakaian coklat seperti orang pengadilan atau Kejaksaan “papar korban.

    Ditambahkan M. Aris Damanik SH selaku kuasa hukum korban, bahwa kejadian yang menimpa kliennya sudah dilaporkan.

    Pihak Polres Belawan telah melaksanakan tinjauan tempat kejadian perkara ( TKP ).

    “Saya selaku kuasa hukum korban berharap Polres Belawan segera memproses pelaporan klen saya sesuai hukum yang berlaku, sebab korban saat ini merasa ketakutan dan merasa tidak aman, tutupnya. ( Marpaung ).

  • PT AR Perluas Lubuk Larangan Sungai Garoga Dan Aek Ngadol

    PT AR Perluas Lubuk Larangan Sungai Garoga Dan Aek Ngadol

    Tapsel, mediatribunsumut.com
    PT Agincourt Resources (PT AR), pengelola Tambang Emas Martabe,
    kembali menunjukkan aksi pelestarian lingkungan di perairan Batangtoru.

    Kali ini, PT AR memperluas
    zona lubuk larangan ke Sungai Aek Ngadol dan Sungai Garoga di Desa Sumuran yang berada di Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, dengan melepas puluhan ribu bibit ikan jurung dan bibit ikan mas.

    Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah, mengatakan kegiatan ini
    merupakan salah satu upaya PT AR dalam melestarikan sumber daya perairan serta meningkatkan kualitas
    ekosistem perairan dan lingkungannya, yang pada akhirnya akan bermanfaat secara ekonomi karena dapat
    menambah pendapatan kas desa.

    “Lubuk larangan menjaga kearifan lokal yang merupakan warisan budaya lokal serta mengandung nilai
    dan akar tradisi dalam mengelola dan mengembangkan konservasi perairan. Kami sangat mengapresiasi
    kepedulian masyarakat Desa Aek Ngadol Sitinjak dan Desa Sumuran yang sudah terlibat dalam pembentukan lubuk larangan ini.

    Harapan kami, masyarakat di desa lain dapat mencontoh desa-desa yang sudah menerapkan lubuk larangan,” kata Christine.

    Lubuk larangan adalah zona tertentu di sungai yang diberi batasan atas kesepakatan masyarakat untuk tidak diganggu keberadaan atau habitat sungainya, dan tidak boleh mengambil ikan di zona itu dalam jangka waktu tertentu di Sungai Aek Ngadol, tepatnya di Desa Aek Ngadol Sitinjak, sebanyak 7.000 bibit ikan jurung dan 1.600 bibit ikan mas dilepaskan.

    Ribuan bibit ikan itu dibiarkan berkembang di zona lubuk larangan sepanjang 6 kilometer. Sementara, di Sungai Desa Sumuran yang merupakan bagian dari Sungai Garoga, PT AR dan masyarakat juga menerjunkan 7.000 bibit ikan jurung dan 1.600 bibit ikan jurung di zona lubuk larangan
    sepanjang 2 kilometer.

    “Lubuk larangan merupakan bentuk pelestarian lingkungan yang secara konsisten kami lakukan.

    Setelah pembentukan lubuk larangan di dua desa ini, kami akan bergerak ke desa lain untuk membentuk lubuk
    larangan. Kami juga akan melakukan penyetokan ulang sebanyak 3.200 bibit ikan mas di lubuk larangan Desa Garoga yang dipanen pada Mei lalu,” ujar Christine.

    Kepala Desa Aek Ngadol, Saoloan Sitompul, mengatakan pembentukan dan penutupan lubuk larangan disertai dengan pemberlakuan sanksi. Siapapun yang menangkap ikan di masa penutupan lubuk larangan
    akan didenda Rp 3 juta., besaran sanksi ini juga diterapkan di Desa Sumuran.

    “Panitia lubuk larangan dibantu masyarakat akan mengawasi lubuk larangan selama masa penutupan yang
    bisa makan waktu 8 sampai 10 bulan.

    Masyarakat di sini menyadari lubuk larangan ini adalah lokasi bersama yang akan mendatangkan manfaat untuk desa ini,” kata Saoloan.

    Kepala Desa Sumuran, Sarman, berharap nantinya saat lubuk larangan dibuka atau disebut juga panen  ikan, manfaat lubuk larangan dapat dirasakan masyarakat.

    Panitia lubuk larangan akan menjual tiket bagibpemancing ikan yang berpartisipasi dalam pembukaan lubuk larangan.

    Menurutnya, pihak desa dan panitia sudah membuat alokasi dana yang akan masuk dari pembukaan lubuk
    larangan.

    Sebagian untuk santunan kepada anak yatim dan lansia serta keluarga tidak mampu, sebagian
    lain untuk memperbaiki fasilitas umum desa.
    “Hal penting lainnya adalah masyarakat ikut terlibat dalam melestarikan lingkungan di sungai dan sekitar
    sungai serta menghindari tindakan yang dapat mengakibatkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Sungai yang lestari tentunya bermanfaat untuk masa depan anak cucu kita,” ujar Sarman.

    Sebelum di Sungai Aek Ngadol dan Sungai Desa Sumuran, PT AR mengembangkan lubuk larangan di Sungai Garoga tepatnya di Desa Garoga dan Sungai Batu Horing. Pada Mei 2023, lubuk larangan Desa Garoga berhasil dibuka untuk panen bersama dengan masyarakat. Terlihat dari antusiasme masyarakat yang besar, panen diadakan dua kali.

    Panen lubuk larangan saat itu menghasilkan pendapatan sekitar Rp 40 juta yang digunakan untuk kebutuhan desa. ( SL ).

  • Rp 450 Juta Zakat ASN P. Sidimpuan Disalurkan

    Rp 450 Juta Zakat ASN P. Sidimpuan Disalurkan

    P. Sidimpuan, mediatribunsumut.com

    Rp 450 juta zakat Aparatur Sipil Negara ( ASN ) P. Sidimpuan di semester pertama tahun ini disalurkan pada ( 10/09 ) di Pendopo kantor Wali Kota P. Sidimpuan.

    Zakat ASN tersebut dikumpul Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas )P. Sidimpuan.

    Kepada 429 mustahik secara resmi telah disalurkan Wali Kota P. Sidimpuan.

    Berikut rinciannya, siswa/i SD sederajat 78 orang, SMP sederajat 80 orang, SMA sederajat 70 orang, Guru pengajian 70 orang, penyandang disabilitas 20 orang, muallaf 15 orang dan balita untuk program pencegahan stunting 96 anak.

    Wali Kota P. Sidimpuan Irsan Efendi Nasution mengatakan, zakat merupakan suatu hal wajib bagi umat Muslim yang mampu, beliau berharap kedepannya zakat yang diberikan para ASN di lingkungan Pemko P.sidimpuan dapat lebih optimal karena hukumnya wajib.

    Sebagai pemimpin, katanya, tentu dirinya tidak hanya mengingatkan para ASN dalam urusan dunia tetapi juga dalam urusan akhirat seperti membayar zakat, tuturnya.

    Pesan Wali Kota agar
    masyarakat tidak ragu membayarkan zakatnya melalui Baznas Kota Padangsidimpuan, ujarnya.

    Sementara Ketua Baznas Kota P. Sidimpuan Drs H Zainal Arifin Tampubolon menyampaikan, pendistribusian zakat ASN Pemko P. Sidimpuan kepada 1.900 lebih mustahik dalam 3 gelombang selama semester 1 tahun 2023 ini.

    Penyaluran zakat ini tentunya dilakukan atas himbauan Wali Kota P. Sidimpuan.

    Dan sesuai amanah dari beliau, agar zakat ini segera dapat disalurkan kepada para mustahik,”
    sebut Zainal.

    Baznas bekerjasama dengan pemko P. Sidimpuan, diharapkan ZIS ASN ini dapat bermanfaat dan dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya oleh mustahik. ( Tim ).

  • Acara KAUKUS MUDA KRISTEN, 4 Orang Tokoh Hadir Sebagai Narasumber

    Acara KAUKUS MUDA KRISTEN, 4 Orang Tokoh Hadir Sebagai Narasumber

    MEDAN |mediatribunsumut.com-

    Empat Tokoh Sebagai Narasumber Menghadiri acara yang diadakan oleh Kaukus Muda Kristen, FOCUS GROUP DISCUSSION Dengan Tema ” BERPOLITIK TANPA MENCEDERAI IMAN” dilaksanakan di THIRTY NINE POINT COFFEE jalan Tuamang, No.39 Medan Sabtu 09/09/2023.

    Diskusi Politik ini digagasi dan diprakarsai oleh Fajar Aritonang dan Lusius Sinurat Dengan Mengangkat tema. Eksistensi dan Orientasi politisi Kristen dalam Arena Politik Kekuasaan.

    Tokoh Yang Hadir sebagai Narasumber, Fran Timbul Sugiarto Manullang Bacaleg DPRD kota Medan Dapil 3 Dari Partai Hanura.  Dr Badikenita Br Sitepu SE.,SH.,Msi Anggota DPD-RI, Dr Maruli Siahaan SH.,MH Bacaleg DPR-RI Dapil Sumut 1 Dari partai Golkar, R Mawarni P. Tampubolon Bacaleg DPRD-SU Dapil Sumut 1 Dari Partai PDI.P.

    Dihadapan 100 undangan yang hadir dimana mereka merupakan Muda/i KRISTEN, dan empat Politisi ini Memperkenalkan diri serta menyampaikan programnya.

    Kepada para Muda/i Kristen agar menggunakan HAK suaranya pada pemilu 2024 Mendatang, beliau juga memotivasi agar muda/i kristen sebagai generasi penerus harus ambil bagian dalam Politik di NKRI namun Tanpa Mencederai Iman,” Cetusnya.

    (Marpaung)