Kategori: Uncategorized

  • Komite Revolusi Agraria Dukung Pilkada Damai 2024

    Komite Revolusi Agraria Dukung Pilkada Damai 2024

    Medan | mediatribunaumut.com

    Komite Revolusi Agraria mendukung sepenuhnya pemilihan kepala daerah ( pilkada ) damai 2024.

    Komite Revolusi Agraria ( KRA ) menyatakan sikap mendukung pilkada damai, sebab siapa pun yang terpilih, diminta kedepan agar dapat menyelesaikan kasus agraria yang menjadi polemik.

    Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Komite Revolusi Agraria Johan kepada mediatribunsumut.com pada ( 21/06 ).

    Apalagi di Komite Revolusi Agraria tergabung puluhan kelompok tani se – Sumatera Utara, berikut pernyataan sikap kami, mendukung Pilkada Damai Serentak secara nasional, menolak politik identitas dan politik SARA, melawan HOAX dan Ujaran Kebencian,
    mendukung Polri dan ikut serta menjaga Kondusifitas dalam Pilkada serentak secara Nasional khususnya di Sumatera Utara ( Sumut ).

    Untuk itulah Komite Revolusi Agraria meminta agar masyarakat Sumatera Utara terutama yang tergabung di dalam KRA, agar dapat dan menciptakan pilkada damai, penuh kesejukan dan menjauhkan dari konflik apalagi menyangkut kepentingan tertentu.

    Sebab siapa pun pemimpin Sumatera Utara kedepan, maka itulah yang terbaik pilihan masyarakat Sumatera Utara , ungkap Sekjen.

    Memang Pilkada dilaksanakan pada November mendatang, namun riak – riak tentang pernyataan dukungan kepada Paslon yang akan bertarung telah menggema di seantero Sumatera Utara.

    (Alfian)

  • Polsek Pantai Labu Giat Patroli Dialogis Sosialisasi kepada Masyarakat.

    Polsek Pantai Labu Giat Patroli Dialogis Sosialisasi kepada Masyarakat.

    Pantai Labu | Mediatribunsumut.com

    Polsek Pantai Labu Giat Patroli Dialogis Sosialisasi Kepada Masyarakat, terkait maraknya pencurian buah sawit yang meresahkan masyarakat, kejadian tersebut bahkan viral kebeberapa media Online.

    Melalui Kanit Sabara Polsek Pantai Labu di bawah komando Ipda Said Puddin melaksanakan Giat Patroli Dialogis sosialisasi kemasyarakat di Kecamatan Pantai Labu yang memiliki lahan sawit. Rabu 19/06/2024.

    Patroli Dialogis atau Sosialisasi Kemasyarakat ini di laksanakan sesuai instruksi Kapolsek Iptu Marwan agar masyarakat merasa terlindungi dan saling berkordinasi bersama kepolisian yang ada di kecamatan Pantai labu agar tidak terjadi sifat anarkis terhadap masyarakat.

    Fhoto giat Sosialisasi aparat Polsek Pantai labu bersama masyarakat petani (pemilik) kebun sawit

    Saat di konpermasi awak media, Kanit Sabara Ipda Said Puddin didampingi  Kanit Intel Aipda Asmadi menyampaikan” keresahan masyarakat petani sawit sudah sangat tinggi terhadap para pelaku pencuri sawit.

    “Sesuai instruksi Kapolsek saya terus melakukan sosialisasi kemasyarakat agar masyarakat dapat tenang dan lebih waspada saling berkordinasi memberikan informasi terkait adanya oknum pelaku yang selalu melakukan pencurian sawit atau informasi-informasi lain yang sifatnya melanggar hukum.

    Seperti yang sudah kami lakukan selaku petugas Polsek Pantai labu beberapa dari pelaku dalam pekan ini sudah ada yang kami amankan di Polsek Pantai Labu, kami akan berupaya melakukan pengembangan dan terus melakukan pantauan dengan mirisnya kegiatan pencurian sawit yang selalu meresahkan para masyarakat petani sawit.

    Dengan adanya giat rutin Patroli Dialogis Polsek Pantai Labu, membuat masyarakat petani sawit merasa tenang serta memberi aplus buat Polsek Pantai Labu beserta Jajarannya atas tindakan dan gerak cepatnya mengambil satu tindakan dan kepedulian terhadap keluhan masyarakat.

    Seperti yang di sampaikan oleh salah satu warga petani sawit Pijay (47) warga desa Sarang Burung Dusun Satu” kami merasa bangga dan sedikit tenang dengan tindakan yang di lakukan oleh Polsek Pantai Labu beserta jajarannya.

    Dengan cepat pihak Polsek Pantai labu dapat mengamankan para pelaku yang terlibat dalam pencurian sawit yang selalu meresahkan kami selaku petani sawit.

    Kami berharap dengan seringnya pihak Polsek Pantai labu melakukan patroli akan membuat para pencuri sawit tidak lagi berani melakukan pencurian di lahan sawit kami.

    Trimakasi bapak Kapolsek Pantai Labu Iptu Marwan, beserta seluruh jajaran Polsek Pantai Labu atas kepeduliannya terhadap keamanan dan kenyamanan warga Kecamatan Pantai labu.
    ” Papar Pijay.

    ( Edi)

  • AMPUH Deli Serdang Akan Perkenalkan UU No 14 Tahun 2008

    AMPUH Deli Serdang Akan Perkenalkan UU No 14 Tahun 2008

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Aliansi Masyarakat Peduli Hukum ( AMPUH ) Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) akan perkenalkan  undangan undang ( UU ) No 14 tahun 2008.

    Jadi undang undang ini bertujuan mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik yaitu yang transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan, ini sesuai dengan pasal 3 huruf d UU No 14 tahun 2008.

    Demikian disampaikan Ketua DPC AMPUH Kab Deli Serdang provinsi Sumatera Utara ( Sumut  ) pada mediatribunsumut.com ( 03/06 ).

    Keterbukaan informasi publik merupakan pondasi penting bagi negara untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance, transparan, akuntabel dan mendorong partisipasi masyarakat dalam penetapan kebijakan dan pengambilan keputusan.

    Sejalan dengan keinginan masyarakat Deli Serdang yang begitu antusias mengawal kegiatan dan program pembangunan sehingga penting  disikapi, ujar Marpaung sapaan akrabnya.

    Bukan sebaliknya,  sebab masyarakat juga perlu mengetahui undang undang ( UU ) No 9 tahun 1998 jo Perkap No 8 tahun 2009, bebernya.

    Dikhawatirkan masyarakat Deli Serdang masih banyak yang belum mengetahui dan memahami tentang undang undang aturan dimaksud, maka melalui AMPUH akan bergerak ke bawah mensosialisasikannya, tuturnya.

    Bahwa dibagiin akhir setiap undang undang atau pun peraturan selalu selalu ditutup dengan agar setiap orang mengetahuinya, artinya perlu diperkenalkan, tutupnya.  ( N ).

  • MENCURI DINAMO MILIK SUYONO SECARA BERULANG KALI PELAKU DIAMANKAN UNIT RESKRIM POLSEK TELUK MENGKUDU BERSEMBUNYI DILAHAN TANAMAN CABAI WARGA

    MENCURI DINAMO MILIK SUYONO SECARA BERULANG KALI PELAKU DIAMANKAN UNIT RESKRIM POLSEK TELUK MENGKUDU BERSEMBUNYI DILAHAN TANAMAN CABAI WARGA

    SERDANG BEDAGAI,”Unit Reskrim Polsek Teluk Mengkudu Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengamankan satu pelaku kejahatan tindak pidana pencurian dengan pemberatan berinisial (W) alias Andra Putra (21) warga Bukit Dua, Desa Simpang Kanan, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir,”Senin (20/05/2024).

    Dalam melancarkan aksinya pelaku dibantu rekannya yang berbeda-beda berinisial (IN), (KK), (DI) dan sudah berulang kali para pelaku melakukan pencurian Dinamo Kincir dilokasi yang sama tepatnya Dusun I, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

    Sebelumnya pelaku telah berhasil melancarkan aksi pencurian itu pada hari minggu (05/05/2024) pelaku berhasil mengambil 6 Unit Dinamo Kincir dan 20 barang As Kincir dibantu rekannya berinisial (KK)

    Selanjutnya pelaku kembali melakukan perbuatan yang sama pada hari senin (13/05/2024) dan berhasil mengasak 2 Unit Dinamo Kincir dan 10 As Kincir dibantu rekannya (DL)

    Karna dirasa masih aman saat menjalankan aksinya pencuriannya pelaku (W) dibantu rekannya (IN) kembali mendatangi lokasi yang sama dan membuahkan hasil baik karna berhasil kembali membawa 1 Unit Dinamo Kincir.

    Namun pada saat menjalan aksi terakhirnya pelaku (W) dan (IN) kedapatan warga sedang mengangkat 1 Unit Dinamo Kincir dari bawah kelapa sawit milik masyarakat yang berjarak lebih kurang 15 Meter dari tambak milik Suyono warga Dusun III, Desa Pematang Guntung, Kecamatang Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Pada saat melihat warga pelaku panik dan langsung melarikan diri untuk bersembunyi.

    Merasa keberatan dan mengalami kerugian materil sebesar Rp.63.000.000 Juta korban pun melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Teluk Mengkudu.

    Dalam pemaparannya Kanit Reskrim Polsek Teluk Mengkudu dibawah komando IPDA L Torosky RBP Manik, SH berserta anggota Unit Reskrim Polsek Teluk Mengkudu menyampaikan kepada awak media menerima laporan masyarakat di Polsek Teluk Mengkudu akan adanya aksi pencurian Dinamo Kincir Tim pun langsung  mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), Dari keterangan korban di lokasi kejadian jika pelaku yang mencuri Dinamo Kincir miliknya merupakan buruh yang berkerja ditambaknya sendiri.

    Setelah itu Unit Reskrim Polsek Teluk Mengkudu melakukan pencarian pelaku dibantu oleh masyarakat sekitar tanpa waktu yang lama Unit Reskrim Polsek Teluk Mengkudu bersama Masyarakat berhasil menangkap satu pelaku yang bersembunyi diladang tanaman cabai milik warga dan pada saat diamankan pelaku langsung di introgasi dan pelaku mengakui perbuatannya dan mengaku pencurian itu ia lakukan bersama rekannya (IN) yang pada saat itu rekannya (IN) terlebih dahulu telah meninggalkan lokasi kejadian dengan membawa 1 Unit Dinamo Kincir.

    Kami menerima laporan masyarakat akan adanya pencurian Dinamo Kincir setelah dilakukan pencarian dibantu masyarkat kami berhasil mengamankan satu pelaku bersembunyi diladang tanaman cabai warga,”Ungkap Torosky Kanit Reskrim Polsek Teluk Mengkudu.

    Dari tangan pelaku Unit Reskrim Polsek Teluk Mengkudu berhasil mengamankan barang bukti 7 Unit Dinamo Kincir Merk Nannong dari lokasi selanjutnya pelaku berikut barang bukti dibawa ke Polsek Teluk Mengkudu guna proses penyelidikan selanjutnya.

    Pelaku berikut barang bukti kami amankan ke Polsek Teluk Mengkudu guna proses penyelidikan selanjutnya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke 3-4 KUHPidana tentang Pencurian dengan pemberatan,”Tegas Torosky

    (Red/Dandi)

  • ULAR BESI KEMBALI MEMAKAN KORBAN JIWA SATU BOCAH SD WARGA FIRDAUS MENINGGAL DITEMPAT

    ULAR BESI KEMBALI MEMAKAN KORBAN JIWA SATU BOCAH SD WARGA FIRDAUS MENINGGAL DITEMPAT

    SERDANG BEDAGAI,”Seorang anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Sofian Hadi (45) dan Erika Epi Eri (28) warga Dusun IV Gardu Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tak kuasa menahan isak tangis usai mendengar kabar duka anak laki-lakinya meninggal dunia tertabrak kereta api,”Jumat (17/5/2024) Sore.

     

    Korban diketahui berinisial (R/11) Dan juga adalah seorang pelajar yang masih aktif duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) kelas IV.

     

    Menurut warga sekitar, Kejadian bermula diduga saat korban mengendarai Sepedanya di jalur Perlintasan Tanpa Plang Pintu belum sempat menghindar Kereta Api (KA) Penumpang yang melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi langsung menyambar korban bersama sepeda yang ditumpangi.

     

    Sedangkan Sepeda yang di gunakan korban terseret kurang lebih hingga sejauh 500 meter dari tempat kejadian sedangkan korban terlempar ke daerah kebun ubi milik warga sekitar dengan kondisi luka parah dibagian Kepala dan Kaki Kiri.

     

    Korban belum sempat menghindar Kereta Api (KA) Penumpang yang melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi langsung menyambar korban sedangkan sepeda terseret kurang lebih sejauh 500 meter dan (R) terlempar ke dekat kebun ubi warga,”Ucap salah satu warga

     

    Atas insiden itu sontak membuat warga sekitar menjadi heboh dan berdatangan ke lokasi kejadian namun pada saat beberapa warga sekitar yang hendak menolong korban mendapati korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

     

    Orang tua korban dibantu warga sekitar sempat membawa jasad korban ke rumah duka namun karna untuk proses penyelidikan polisi lebih lanjut polisi mendatangi kediaman korban, Selanjutnya korban (R) kemudian dibawa kembali Rumah Sakit (RS) Sultan Sulaiman Sei Rampah untuk dilakukan divisum dengan didampingi Kepolisian Polsek Firdaus Polres Serdang Bedagai.

     

    Insiden kecelakaan kereta api tersebut telah ditangani Polsek Firdaus dan Unit Gakkum Satlantas Polres Serdang Bedagai guna proses hukum.

     

    (Red/Ms)

    DISAMBAR KERETA API TUJUAN MEDAN TEBING TINGGI BOCAH SD WARGA FIRDAUS MENINGGAL DI TEMPAT

    SERDANG BEDAGAI,”Seorang anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Sofian Hadi (45) dan Erika Epi Eri (28) warga Dusun IV Gardu Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tak kuasa menahan isak tangis usai mendengar kabar duka anak laki-lakinya meninggal dunia tertabrak kereta api,”Jumat (17/5/2024) Sore.

    Korban diketahui berinisial (R/11) Dan juga adalah seorang pelajar yang masih aktif duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) kelas IV.

    Menurut warga sekitar, Kejadian bermula diduga saat korban mengendarai Sepedanya di jalur Perlintasan Tanpa Plang Pintu belum sempat menghindar Kereta Api (KA) Penumpang yang melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi langsung menyambar korban bersama sepeda yang ditumpangi.

    Sedangkan Sepeda yang di gunakan korban terseret kurang lebih hingga sejauh 500 meter dari tempat kejadian sedangkan korban terlempar ke daerah kebun ubi milik warga sekitar dengan kondisi luka parah dibagian Kepala dan Kaki Kiri.

    Korban belum sempat menghindar Kereta Api (KA) Penumpang yang melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi langsung menyambar korban sedangkan sepeda terseret kurang lebih sejauh 500 meter dan (R) terlempar ke dekat kebun ubi warga,”Ucap salah satu warga

    Atas insiden itu sontak membuat warga sekitar menjadi heboh dan berdatangan ke lokasi kejadian namun pada saat beberapa warga sekitar yang hendak menolong korban mendapati korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

    Orang tua korban dibantu warga sekitar sempat membawa jasad korban ke rumah duka namun karna untuk proses penyelidikan polisi lebih lanjut polisi mendatangi kediaman korban, Selanjutnya korban (R) kemudian dibawa kembali Rumah Sakit (RS) Sultan Sulaiman Sei Rampah untuk dilakukan divisum dengan didampingi Kepolisian Polsek Firdaus Polres Serdang Bedagai.

    Insiden kecelakaan kereta api tersebut telah ditangani Polsek Firdaus dan Unit Gakkum Satlantas Polres Serdang Bedagai guna proses hukum.

    (Red/Ms)

  • Kapolres Madina Berikan Reward Ke Personil Polres Giat Berantas Narkoba.

    Kapolres Madina Berikan Reward Ke Personil Polres Giat Berantas Narkoba.

    Madina, mediatribunsumut.com

    Kepala Kepolisian Resort Mandailing Natal (  Madina  ) AKBP .Arie Sofandi Paloh SIK.,SH.,MH memberikan support kepada personil yang gigih melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai Personil Kepolisian yang berdinas di Polres Madina.
    Pemberian reward kepada personil Sat Narkoba dilaksanakan dalam  Apel pagi dihalaman Mako Polres Madina, Senin( 18/3)
    Sebagai Pimpinan Apel, Kapolres Madina, AKBP.Arie Sofandi Paloh SIK.,SH.,MH,  dihadiri  PJU Polres Madina dan seluruh personil Personil Polres Madina.
    Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat  kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat melaksanakan apel pagi dan memulai kegiatan pada hari ini.
    ” Kita sebagai anggota Polri, sebaiknya kita jadi contoh kepada masyarakat, taat dan pedomani setiap aturan  aturan yang berlaku, ” ungkap Kapolres.
    Laksanakan tugas dengan baik dan sepenuh hati, kepada rekan rekan yang berpuasa di bulan puasa ini ,harap bersabar ketika dalam melaksanakan tugas, ” lanjutnya lagi
    Kapolres berharap kedepannya kegiatan kita  semakin banyak, mari kita bersama sama mewujudkan Polri yang presisi.
    Sehabis memberikan amanatnya, Kapolres Madina, AKBP.Arie Sofandi  Paloh SIK.,SH.,MH memberikan reward kepada personil Sat Narkoba yang telah berhasil memberantas Narkoba.
    Adapun yang menerima reward adalah Kanit Aiptu Fernando Siregar bersama rekan timnya, dimana Kanit 1, biasa disebut Kanit Ganas.
    Sebelumnya,  berdasarkan rilis pers  dari Humas Polres Madina.
    Kapolres Madina, AKBP.Arie Sofandi Paloh, SIK.,SH.,MH mengatakan Satuan Reserse Narkoba  Polres Madina berhasil meringkus bandar Narkoba golongan 1 jenis sabu di Desa Sinunukan IV, Kecamatan Sinunukan, Minggu ( 3/3).Bandar sabu berinisial AG alias Birong ( 23), penduduk blok C, Desa Sinunukan IV, dengan barang bukti sabu seberat 57,70 gram dan 1,03 gram , dengan total seluruhnya 58,73 gram.
    Ia juga menjelaskan Keberhasilan mengungkap kasus ini, berkat kegigihan dan kejelian Personil Sat Narkoba   dalam memberantas Narkoba berkat, serta  dukungan masyarakat yang sangat resah akibat peredaran Narkoba yang sudah meraja lela dan dikhawatirkan akan merusak moral generasi muda saat ini.
    Ditempat terpisah, Ketua Umum Patogar Se Tabagsel, Kombes Pol, Drs.Parluatan Siregar MH, melalui Humas Patogar Se Tabagsel, Bangun Barani Siregar mengucapkan selamat kepada Kapolres Madina yang  telah berhasil memimpin Polres Madina yang baru menjabat beberapa bulan  sebagai Kapolres, tetapi personilnya mampu mengungkap Kasus Narkoba.
    ” Kepiawaian  bapak Kapolres Madina dalam memimpin Polres Madina,  harus kita apresiasi  dan mudah mudahan Polres Madina mampu mengayomi dan melindungi masyarakat  Madina, ” ungkap Bangun Siregar
    ” Selamat juga kepada bapak Kasat Narkoba, AKP.Irwan SH.,MM dan  kahanggi, Aiptu Fernando Siregar bersama  tim yang telah mampu mengungkap Kasus Narkoba di Madina, Kanit Ganas, Luar Biasa, ” katanya .
    ( SL )
  • Dugaan Korupsi Berjamaah Di Kab Kutim, Lagi Ditangani Kejati Kaltim

    Dugaan Korupsi Berjamaah Di Kab Kutim, Lagi Ditangani Kejati Kaltim

    Jakarta , mediatribunsumut.com

    Dugaan korupsi berjamaah di Kab Kutai Timur ( Kutim ), kini lagi ditangani Kejati Kalimantan Timur ( Kaltim ).

    Indikasi korupsinya tidak tanggung tanggung, masing masing, penyimpangan atau penyalahgunaan dana hibah KONI Kutim Ta 2010, penyalahgunaan dana perkemahan pramuka dan pembangunan sirkuit,
    dugaan penyimpangan prosedur dan penyalahgunaan dalam penggunaan pengembalian dari kas negara ke kas daerah Kutim senilai Rp 342 M.

    Temuan hasil audit BPK yang menyimpulkan terjadi penyimpangan dalam pelaksanan APBD Pemkab Kutim yang diperkirakan telah merugikan negara Rp168 miliar dan penyimpangan atau penyalahgunaan anggaran dalam APBD Kutim 2016 terkait bahan bakar solar dalam pos anggaran pendapatan lain-lain senilai Rp18 M.

    Assisten Pidana Khusus Kejati Kaltim Romulus Haholongan, menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi di Kutai Timur.

    “Kami belum menetapkan tersangka, saat ini masih dalam proses penyelidikan.

    Telah deriksa pihak eksekutif,” kata Romulus dalam keterangannya, pada (30/11/2023) lalu.
    Karena itulah Romulus.

    Belum menyampaikan nilai kerugian negara dalam perkara dimaksud.
    Nanti saya sampaikan kalau sudah ada tersangka, dan terkait perkara apa saja,” tutur Romulus.

    Informasi yang beredar sejumlah pejabat Pemkab Kutim telah menjalani pemeriksaan di Kejati Kaltim, ini sesuai komitmen Berantas Korupsi
    sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin memberantas tindak pidana korupsi dan akan menindak jaksa “nakal” yang tidak memiliki integritas.

    “Saya butuh jaksa pintar berintegritas bukan jaksa pintar tak bermoral,” ujar Jaksa Agung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana beberapa waktu lalu.

    Bahkan, Jaksa Agung mendukung penuh operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum jaksa yang terlibat hukum, seperti Kajari Bondowoso Puji Triasmoro sebagai tersangka dalam kasus suap pengurusan perkara di Kejari Bondowoso, Jawa Timur.

    Jaksa Agung menegaskan, pemberantasan korupsi merupakan bagian dari strategi negara dan pemerintah untuk memajukan program mencerdaskan kehidupan bangsa dan kemajuan negara.

    “ Mari kita bangun semangat anti korupsi dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga, Institusi dan negara,” kata ST Burhanuddin dalam keterangannya.

    Ditegaskannya prioritas pemberantasan Tindak Pidana Korupsi diarahkan pada tindak pidana korupsi yang berkualitas, baik dari segi jumlahnya (besarannya), dampaknya kepada hajat hidup orang banyak dan pelakunya, sehingga penanganan perkara korupsi Big Fish tidak saja menimbulkan efek jera bagi pelaku tapi juga pengembalian kerugian negaranya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan masyarakat. ( Red )

  • Patut di Duga, Kapolres Sergai Terima Upeti, membiarkan Galian C Tanpa Ijin

    Patut di Duga, Kapolres Sergai Terima Upeti, membiarkan Galian C Tanpa Ijin

    Serdang Bedagai |mediatribunsumut.com- Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) disinyalir pembiaran dan menerima upeti dari mafia galian C Ilegal yang ada di wilayah hukum nya.

    Dari hasil pantauan para Awak media, dengan maraknya Galian C diduga tanpa ijin yang berada di Bantaran Sei Ular  Kecamatan Perbaungan Kab Sergai yang dilakukan oleh para Mafia tambang ilegal diduga kuat dibekingi Oknum Aparat Penegak Hukum, (APH).

    Sementara Pihak Kapolres Sergai seolah olah tutup mata atas kegiatan pengorekan tanah ilegal tersebut Sabtu (02/12/2023) sore.

    Terpantau mediatribunsumut.com, di lokasi pengerukan tanah tersebut sudah berlangsung cukup lama dilakukan oleh para oknum tersebut sehingga membuat para masyarakat yang berdomisili dilingkungan Desa Citaman Jernih Perbaungan dan Desa Ujung Rambung Pantai Cermin resah.

    Kerena kegiatan pengorekan tersebut
    bisa berdampak pada beberapa tanggul di Sei Ular jebol dan air dari bantaran sungai tersebut melimpah ke Persawahan dan Perladangan masyarakat di sekitar Desa tersebut.

    Fhoto tersorot kamera mediatribunsumut.com saat di lokasi galian C ilegal

    Para oknum yang melakukan kegiatan pengorekan tersebut diduga berinisial CMP warga Perbaungan dan PNC warga Pantai Cermin.

    Selain itu di Desa Pegajahan menuju Desa Sukasari terdapat juga kegiatan seperti itu yang di duga dilakukan oleh Oknum yang berinisial HRM Warga Perbaungan.

    Sementara para mafia galian tersebut sudah melanggar dan mengkangkanggi ketentuan, pada Pasal 158 Subs Pasal 160 ayat (2) dan Subs Pasal 161 dari UU RI Nomor 03 tahun 2020 tentang perubahan atas UU RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan.

    Dan penerima (penampung) membeli barang ilegal bisa disangkakan sesuai pasal 480 KUHPpidana, barang siapa membeli, menyewa,menukar, menerima gadai, menerima hadiah, atau menarik ke untungan, bisa di ancaman kurangan 4 tahun,

    Sementara Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Prateste, S.I.K., saat di konfirmasi via WhatsApp (WA) bungkam (tidak menjawab) terkesan acuh tak peduli terhadap aktifitas galian C ilegal di sekitaran bantaran sungai ular tersebut.

    (Tim)

  • Liput Kebakaran di Dapur Pengolahan Kondensat, Oknum Wartawan Dianiaya

    Liput Kebakaran di Dapur Pengolahan Kondensat, Oknum Wartawan Dianiaya

    LANGKATmediatribunsumut.com

    Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Hal itu dialami oleh Adi Zendratö, Rabu (15/11/2023) siang.

    Kepada wartawan, ia bercerita mendapatkan aksi kekerasan tersebut saat tengah melakukan peliputan peristiwa kebakaran di salah satu pengolahan minyak kondensat diduga ilegal di Dusun 2 Desa Air Hitam Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat.

    Begini kronologis terjadinya penganiayaan

    Setibanya dilokasi kebakaran, ia mencoba mendokumentasikan kejadian tersebut. Tiba-tiba, dirinya dihampiri oleh seorang pria tak dikenal. Makian hingga pukulan pun mendarat di wajah korban.

    Akibatnya, pipi sebelah kanan korban mengalami luka lebam dan sekujur tubuhnya mengalami sakit akibat dari penganiayaan tersebut.

    Fhoto surat laporan korban di Polsek gebang

    Saat itu saya sedang berada di Polres Langkat, kemudian saya mendapat info bahwa dapur pengolahan minyak kondensat di Desa Air Hitam terbakar, saya langsung ke TKP untuk melakukan peliputan. Ketika saya mengambil dokumentasi, tiba-tiba saya di maki dan pipi sebelah kanan saya dipukul oleh 4 orang pria, salah satunya yang mukul ciri-ciri nya berambut pirang,” jelas korban.

    Tidak hanya sampai disitu, para pelaku dengan membabi-buta menganiaya korban hingga terjatuh dan handphone yang digunakan korban untuk melakukan peliputan/dokumentasi dirampas.

    “Saya sampai terjatuh dan handphone saya dirampas, kemudian foto dan video dihapus oleh mereka,” kesalnya.

    Tak kuat menahan sakit akibat penganiayaan tersebut, korban pun mendatangi Polsek Gebang untuk membuat laporan.

    “Saya diarahkan visum setelah mendapatkan surat pengantar visum. Kemudian saya menjalani perawatan medis sebelum membuat laporan ke Polsek Gebang,” pungkasnya.

    (Tim)

  • Diduga Pabrik Siluman Beroperasi Disekitar  Kantor Desa Baru

    Diduga Pabrik Siluman Beroperasi Disekitar Kantor Desa Baru

    Deli Serdang, mediatribunsumut.com

    Diduga pabrik siluman beroperasi di seputar kantor Desa Baru Kec Batang Kuis Kab Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara ( Sumut ).

    Keberadaan pabrik tersebut sejak beberapa bulan lalu menuai protes, pasalnya limbah pabrik itu menyasar rumah warga.

    Sampai berita ini dikirim ke radaksi ( 12/10 ) pihak pengusaha tidak ditemukan papan nama perusahaan.

    Berulangkali dimediasi Kepala desa Baru Sugianto, namun tak ada hasil lantaran pihak pengusaha tidak menggubrisnya.

    Akhirnya muspika kecamatan Batang Kuis turun tangan, namun hasilnya hingga kini belum diketahui.

    Pada hal perwakilan Dinas Perhubungan Deli Serdang pada pertemuan di kantor desa Baru dengan tegas mengatakan belum pihak belum mengetahui, apakah pabrik tersebut telah memiliki izin.

    Belakangan merebak issu mediatribunsumut.com ada dibelakang pihak perusahaan.

    Terkait kabar miring yang dialamatkan kepada mediatribunsumut.com adalah tuduhan yang tidak berdasar, yang pasti mediatribunsumut.com sama sekali tidak beckup atau melindungi pabrik dimaksud.

    Pantauan Tim awak media ini di lokasi Pabrik Pengeringan Jagung pada ( 13/10 ) tidak ditemukan papan nama perusahaan.

    Sedangkan kondisi jalan sudah mulai rusak, disinyalir karena aktivitas kendaraan pabrik yang melebihi kapasitas jalan.

    Terkait dengan kondisi jalan tersebut awak media ini pada ( 13/10 ) telah konfirmasi melalui whatsApp Dinas Perhubungan HP Sirait, katanya dengan singkat silahkan hubungi Kabid Lalin.

    Sementara Camat Batang Kuis Kab Deli Serdang telah dikonfirmasi melalui whatsapp pada ( 13/10 ) namun, Camat bungkam bahkan saat ditelp melalui whatsApp Camat tidak meresponnya.

    Kapolsek Batang Kuis saat dikonfirmasi melalui whatsApp pada ( 13/10 )  terkait hal dimaksud, beliau mengatakan masalah itu ke pemerintahan saja.

    Untuk diminta kepada stakeholder dapat mengambil tindakan tegas sebagai bukti bahwa pemerintah ada untuk masyarakat. ( Tim ).

  • Antusias Masyarakat Besar, PT AR Tambah Kuota  Operasi Katarak Gratis Jadi 1.300 Mata

    Antusias Masyarakat Besar, PT AR Tambah Kuota Operasi Katarak Gratis Jadi 1.300 Mata

    Tapsel, mediatribunsumut.com

    Antusias masyarakat besar, sehingga PT Agincourt Resources
    ( AR ) tambah kuota operasi Katarak gratis jadi 1.300 Mata.

    PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe,
    mengalokasikan kuota tambahan operasi katarak gratis sebanyak 30% dari target awal 1.000 mata,
    menjadi 1.300 mata bebas katarak di 2023. Antusiasme masyarakat sedemikian besar untuk mengikuti rangkaian pemeriksaan dan operasi Katarak gratis 2023.

    “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia”.dengan rincian di Tapanuli Selatan ( Tapsel ) saja, sebanyak 861 mata dari 821 pasien berhasil menjalani operasi katarak, sekitar 15%
    berasal dari desa lingkar tambang (DAV).

    Sebanyak 760 mata dari 725 pasien dioperasi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara,Batangtoru
    sepanjang 10 September hingga 12 Oktober 2023.

    Sementara, operasi katarak di RSUD Sipirok berlangsung pada 11-12 Oktober 2023 telah mengoperasi 101 mata dari 96 pasien.

    Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Muliady Sutio, mengatakan Perusahaan segera memutuskan
    untuk menambah kuota setelah melihat besarnya keinginan masyarakat mengikuti operasi katarak di Batangtoru.

    Penambahan 300 mata diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat penderita katarak,
    terutama dari keluarga pra-sejahtera dan tinggal di area yang akses layanan kesehatannya terbatas.

    Muliady mengucapkan selamat kepada para pasien yang telah berjuang untuk memulihkan
    penglihatannya, sehingga mereka dapat menjalani hidup produktif, percaya diri, dan berkontribusi kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

    “Apresiasi untuk para pasien yang telah menjalani operasi katarak karena mereka adalah orang-orang yang tidak mudah menyerah. Dengan semangat kemanusiaan yang tinggi, kami memfasilitasi mereka untuk dapat melihat indahnya dunia. Kami juga berterimakasih kepada pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan semua pihak yang terlibat, sudah mendukung penyelenggaraan operasi katarak gratis ini,” tutur Muliady usai membuka perban mata pasien di RSUD Sipirok, (12/10 ).

    Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu dan Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan Mawarni Batubara
    turut menghadiri seremoni tersebut, termasuk Direktur Utama RSUD Sipirok Muhammad Firdaus Batubara dan Direktur RS Mata Mencirim 77 Medan Syarifuddin.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Agincourt Resources yang secara konsisten setiap tahunnya
    hingga saat ini mengadakan operasi katarak gratis.

    Ratusan mata warga Tapanuli Selatan berhasil dioperasi, ini upaya yang sangat luar biasa,” ujar Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Pasaribu.

    Ia juga mengapresiasi PT AR yang memberikan banyak kontribusi kepada masyarakat di bidang kesehatan,
    bahkan hingga ke luar DAV, salah satunya di Desa Biru, Kecamatan Aek Bilah, melalui Program Layanan
    Dokter Spesialis.

    Senior Manager Corporate Communications PT AR Katarina Siburian Hardono, menambahkan setelah berhasil menggelar operasi katarak gratis di Tapanuli Selatan, Perusahaan akan melangsungkan operasi katarak di dua titik, yakni RS Mata Siantar di Kota Pematang Siantar pada 20-21 Oktober dan RS Mata Mencirim 77 Medan pada 11-12 November.

    Dengan demikian, rangkaian
    pemeriksaan dan operasi Katarak gratis 2023 Tambang Emas Martabe menjangkau empat lokasi di Sumatera Utara ( Sumut )

    “Pada operasi katarak tahun 2023, PT AR menggandeng RS Mata Mencirim 77 Medan yang sudah berpengalaman 18 tahun melaksanakan bedah katarak.

    Di Batangtoru, kami bekerja sama dengan Polri dan menggunakan fasilitas RS Bhayangkara.

    Sementara, di Sipirok, ibu kota Tapanuli Selatan, kami bekerja sama dengan RSUD Sipirok,” ujar Katarina.

    Tahun 2023 merupakan tahun kesembilan PT AR menyelenggarakan operasi katarak gratis. Sejak kali pertama
    diadakan pada 2011 hingga saat ini, operasi katarak yang dihelat PT AR telah menyembuhkan lebih dari 10.000 mata dari sekitar 8.000 orang dan memberikan manfaat tidak langsung kepada puluhan ribu
    orang, tidak hanya keluarga pasien tapi juga masyarakat di sekelilingnya.

    Ima Lubis, salah satunya. Ia pasien katarak yang berhasil dioperasi di RSUD Sipirok pada 11 Oktober 2023. Warga Desa Aek Nangali, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal, ini sehari-hari bekerja sebagai penjaga kantin di sebuah sekolah dasar.

    Mata kanannya mengalami katarak sehingga jarak pandang yang jelas hanya maksimal 1 meter.

    Ima bercerita katarak sangat mengganggu rutinitasnya sebagai penjaga kantin. Aktivitasnya terbatas
    sehingga harus dibantu suaminya.

    “Alhamdulillah penglihatan saya setelah operasi ini sangat jelas. Aktivitas bisa kembali seperti sediakala.

    Proses administrasi sangat cepat dan sama sekali tidak ada rasa sakit. Terima kasih sebesar-besarnya untuk
    PT AR,” ucap Ima.

    Sedangkan Jonder Hasibuan, warga Kecamatan Arse, juga bersyukur telah menjalani operasi katarak Tambang Emas Martabe.

    Selama 3 tahun menderita katarak, ayah empat anak ini tidak bisa melihat objek secara jelas. Alhasil, pekerjaannya di ladang kerap tersendat.

    “Setelah operasi, kegiatan saya di ladang pastinya akan semakin lancar, dan otomatis lebih produktif secara ekonomi. Terima kasih kepada PT AR untuk program gratis ini.

    Kami sebagai masyarakat,
    utamanya yang kurang mampu, sangat terbantu,” ujarnya. ( Red )

  • Peringatan Keras, Pemilik Lahan Pasang Plang Pasal 551 KUHP 

    Peringatan Keras, Pemilik Lahan Pasang Plang Pasal 551 KUHP 

    Hamparan Perakmediatribunsumut.com 

    Peringatan keras pemilik lahan 19 Rante,  beliau memasang plang 551 KUHP. 

    Pemilik lahan 19 Rante Rouli Boru Siringo-ringo ( 64 ) dan Pandit Sirait mendirikan plang di depan lahan yang berisikan tanaman Jagung dan rumah huniannya.

    Roulina boru Siringo ringo  tinggal bersama keluarganya di lahan yang selalu diganggu bahkan mendapat intimidasi  dari para oknum mavia tanah.

    Sehingga keluarga sepakat mendirikan plang di lokasi tanah tepatnya di jalan  Beringin Raya, pasar X desa Manunggal , Kecamatan Labuhan Deli Kab Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara ( Sumut  ) pada Jum’ at, ( 06/10 ).

    Dengan adanya plang di lahan berukuran jumlo para oknum mavia tanah yang ingin menyerobat (menguasai) tau undang undang dan tidak semena mena menyerobot tanah orang dan masuk kelahan ini tanpa ijin ( tanpa permisi kepada pemiliknya,” ujar Pandit Sirait kepada mediatribunsumut.com

    Menurut Rouli Siringo ringo, selama 5 tahun sejak  belinya tanah tersebut, dia belum pernah menjual maupun mengalihkan, atau menyewakan kepada orang lain,  tetap disini dan mengelola sendiri.

    Blakangan ini saya merasa terusik dan mendapat pengancaman (intimidasi ) bahkan disuruh secepatnya mengkosongkan dan meninggalkan tanah ini, ” ungkap Rouli.

    M. Aris Damanik SH, Anton Sihombing SH, S. Marpaung SH, sebagi kuasa hukum, tetap melakukan pendampingan hingga permasalahan tuntas.

    Pengrusakan tanaman Jagung yang saat ini dalam penangan hukum Polres Pelabuhan Belawan. ( Red  ).

  • Pembangunan Merata :Tokoh Pemuda NU Batu Bara Apresiasi Kepala Desa Guntung Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara

    Pembangunan Merata :Tokoh Pemuda NU Batu Bara Apresiasi Kepala Desa Guntung Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara

    Tribunsumut – Muhammad Khairun Nizam, Tokoh Muda NU Batu Bara mengapresiasi Kerja Kepala Desa Guntung Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu bara dalam mengupayakan pembangunan merata disetiap Dsn saat ini, senin 18 September 2023

    Pembangunan di desa Guntung terus berjalan hingga masyarakat berpartisipasi aktif dalam bergotong royong demi kemajuan desa.

    Seorang tokoh Muda NU Batu bara mengapresiasi sebesar besarnya atas agenda besar yang dilakukan kepala Desa Guntung untuk kemakmuran masyarakatnya sehingga ini merupakan suatu kegembiraan yang tumbuh ditengah tengah masyarakat saat ini.

    Dalam pembangunan Tahun 2023 ini tentu menjadi sarana agenda yang sangat luar biasa dilakukan kepala Desa Guntung untuk membantu masyarakat khususnya dalam bekerja dan turut serta menikmati hasil kebijakan yang sudah di tetapkan oleh Bapak Mukis selaku kepala desa guntung, ungkap nizam

    Adapun pekerja yang saya apresiasi yaitu;
    1. Pembuatan TPT dan Penimbunan Badan jalan (M.YUSUF DUSUN GUNTUNG ARYA) Rp. 57,635,000
    2. Pembuatan TPT dan Penimbunan Badan Jalan (ZAKARIA KS DUSUN GUNTUNG BARAT) Rp. 21,006,000
    3. Pembuatan Rapat Beton (Jalan Pesantren Dusun Guntung Tengah (108, 930,000
    4. Pembuatan Rebat Beton (Jalan Mushollah AlFalah Dusun Guntung Utara) 69,875,000
    5. Penimbunan Badan Jalan Dusun Guntung Selatan Rp. 5.000.000
    6.Pembuatan Drainase Dusun Guntung Selatan Sepanjang 77 M Rp. 42,305,000

    Dalam 6 Aitem ini sudah mulai berjalan beberapa pekerjaan pada bulan ini, para pekerja langsung mengerjakan masyarakat Desa Guntung sehingga merata para kaum muda, kaum, tua, kaum remaja dirangkul kepala desa untuk mencari nafkah dipekerjaan tersebut, ungkap nizam

    “saya tetap mendukung kebijakan dan mengkawal kebijakan kepala desa Guntung karna masyarakat sudah merasakan keindahan dan kenyaman yang telah dilakukan oleh Bapak Mukis selaku kepala desa Guntung saat ini”.

    Nizam mengungkapkan, saya ini dari Desa Guntung Dsn Guntung Tengah Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu bara, tentu saya memperhatikan kepala desa saya yang begitu royal terhadap masyarakatnya, bahkan dalam pembangunan dilakukan saat ini beliau turun langsung membantu pekerjaan tersebut. Ungkap nizam

    Dikonfirmasi Via Whatsapp Kepala Desa Guntung, Mukis mengungkapkan pembangunan infrastruktur jalan desa dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, karena infrastruktur jalan merupakan salah satu kebutuhan vital yang harus dipenuhi.

    “Jalan merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat. Kami berharap dengan dibangunnya infrastruktur jalan yang memadai ini dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat,”ungkapnya

  • Kader PMII Luruskan Disorientasi Serta ‘Peradaban Sekedar’ di PMII

    Kader PMII Luruskan Disorientasi Serta ‘Peradaban Sekedar’ di PMII

    Tribunsumut – Menulis salah satu hobi yang kini dilakukan oleh Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK.PMII STIT Batubara) Muhammad Khairun Nizam juga demisioner Ketua PK. PMII STIT Batubara periode 2019-2020 kini perlu Meluruskan Disorientasi dan ‘Peradaban Sekedar’ di PMII khususnya.

    Tentu beruntung sekali organisasi yang bernama PMII itu, karena lahir dua tokoh penting yang membawa api perubahan bagi banyak hal atau setidaknya perubahan bagi dunia yang digeluti oleh mereka berdua. Walau dari dunia yang berbeda, Mahbub Djunaidi dikenal sebagai pendekar pena sedang Zamroni sebagai konsolidator ulung. Zamroni menjadi tokoh penting angkatan 66 melalui organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia atau disingkat KAMI, sedang Mahbub seorang penulis melihat keterlibatan dirinya dengan organisasi macam Persatuan Wartawan Indonesia atau dikenal dengan singkatan PWI.

    Nizam mengungkapkan keduanya telah tiada, sebagaimana hidup yang tak jelas maka hanya kematian yang pasti. Keduanya meninggalkan rumah yang sama ialah organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau dikenal dengan nama PMII. Dua anak zaman yang tak pernah luput dari rekam sejarah bangsa yang tercatat ataupun tidak yang pasti mereka hidup di zaman yang serba tidak enak. Berhadapan langsung dengan rejim Orde Baru yang menindas dan tak jarang harus menerima konsekuensi terburuk seperti diasingkan atau bahkan dipenjara sebagaimana nasib Mahbub sang pendekar pena.

    “Pada dua ciri tokoh ini ada keunikan yang jarang bisa lagi kita temui pada diri kader PMII saat ini. Kondisi yang sebar tak pasti, kondisi yang tak lagi memberi arah tujuan. Kondisi seperti ini membuat saya merenung, sebenarnya untuk apa PMII itu lahir?, untuk mewarai zaman?, untuk sekedar ada sebagai sebuah eksistensi diri mahasiswa NU berkumpul, ngerumpiin zaman, ngebisikinnasib, atau hanya tempat kongkow yang tak berarti?”.

    Saat ini pada kondisi yang serba tak menentu ini, kita merasa kehilangan sosok Mahbub yang mengabdikan dirinya bagi bangsa melalui tulisan-tulisan uniknya atau kehilangan sosok seperti Zamroni yang mampu mengkonsolidasikan berbagai varian gerakan mahasiswa. Mungkin di zaman yang serba tak pasti, jumud dan setiap makna mengalami pergeseran yang tak bisa terbacakan oleh siapapun kader PMII. Bahkan anehnya makna berorganisasi mulai kehilangan sandaran maknanya, produk organisasi, kaderisasi organisasi. Di zaman yang serba tak pasti, suara-suara bising kelelahan membaca zaman, jumud berorganisasi, semua akhirnya hanya menjadi sekedar saja. Sekedar berorganisasi, sekedar ber-PMII, sekedar ber-Aswaja, sekedar program kerja, sekedar aktivis, sekedar baca buku, sekedar diskusi.

    ‘Serba sekedar’ adalah kejumudan yang belum ada obatnya, banyak sudah yang mendiagnosis penyakit apa yang sedang menjangkiti PMII, dari tumor sampai masuk angin sudah diutarakan dan bahkan terurai dengan jelas. Tapi, penyakit kita adalah komplikasi. ‘Semua serba’ ada di sini. Yang bisa dilakukan adalah operasi dan bukan sekedar minum obat atau kerokan saja. Penyakit kita sudah akut, semua orang sudah tak boleh berdiam diri, kita semua perlu melakukan operasi agar penyakit ini sembuh dan menjadi pelajaran agar pola hidup berorganisasi mesti harus sehat.ungkap Nizam

    *Operasi Intelektualisme atau Tak Perlu* ?

    Operasi itu bernama operasi intelektualisme. Diakui atau tidak, kedigdayaan peradaban Barat hari ini adalah hasil dari revolusi intelektual pada jaman dulu yang kerap kita kenal dengan era Renaissance dan diikuti dengan rangkaian pembebasan pikiran dari lingkungan gereja yang jumud kala itu. Kemudian inilah yang disebut oleh Gunnar Myrdal sebagai “revolusi besar intelektual”. Kemudian revolusi intelektual ini merambah ke masyarakat sehingga muncul revolusi sosia-ekonomi yang berdampak pada kemajuan peradaban barat yang kita kenal hari ini.

    Sedikitnya kita sedang mengalami masa kegelapan, di mana sesuatu yang dilakukan dan dilaksanakan hanya menjadi sekedar memenuhi tuntutan berorganisasi, yang sakral menjadi tak ada artinya. Aswaja sebagai manhaj menjadi jumud dan kaku. Paradigma tak lagi menjadi tradisi sebab intelektualisme telah mati bersama dikuburnya materi paradigma kritis, karena belum ada paradigma resmi dari organisasi yang dibahas diforum-forum ‘dewa’ macam, kongres atau muspimnas.

    Rupanya kita lupa bahwa revolusi intelektual akan berdampak pada peradaban bangsa, atau setidaknya peradaban organisasi. Maka jika PMII ingin menjadi bagian penting kehidupan bangsa, atau bahasanya politisi ulung atau relawan politik adalah ring satu kehidupan bangsa maka kita perlu mengadakan operasi intelektualisme. Agar menjadi pioner perubahan bangsa. Jika penyakit ini tidak segera diambil keputusan untuk mengadakan operasi, maka gagasan apapun seperti leading sector yaitu narasi merebut ruang strategi hanya menjadi omong kosong, karena lahir dari peradaban sekedar maka di ruang apapun hanya menjadi ‘sekedar’ dan bukan penggerak.

    Nizam menyampaikan operasi intelektual adalah cara untuk keluar dari penyakit kegelapan dan meyambut era Renaissance. Ini yang dilakukan oleh dua tokoh yang telah disebut diatas yaitu Mahbub serta Zamroni. Mereka berdua adalah penggerak yang pada diri mereka terdapat intelektualisme sebagai senjata atau setidaknya api kecil yang menjadi penerang bagi kegelapan bangsa Indonesia dalam selimut Orde Baru. Diakui atau tidak, kita fasih bicara peta perpolitikan nasional dan gagap membaca zaman.tutup Muhammad Khairun Nizam

  • PT AR Perluas Lubuk Larangan Sungai Garoga Dan Aek Ngadol

    PT AR Perluas Lubuk Larangan Sungai Garoga Dan Aek Ngadol

    Tapsel, mediatribunsumut.com
    PT Agincourt Resources (PT AR), pengelola Tambang Emas Martabe,
    kembali menunjukkan aksi pelestarian lingkungan di perairan Batangtoru.

    Kali ini, PT AR memperluas
    zona lubuk larangan ke Sungai Aek Ngadol dan Sungai Garoga di Desa Sumuran yang berada di Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, dengan melepas puluhan ribu bibit ikan jurung dan bibit ikan mas.

    Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah, mengatakan kegiatan ini
    merupakan salah satu upaya PT AR dalam melestarikan sumber daya perairan serta meningkatkan kualitas
    ekosistem perairan dan lingkungannya, yang pada akhirnya akan bermanfaat secara ekonomi karena dapat
    menambah pendapatan kas desa.

    “Lubuk larangan menjaga kearifan lokal yang merupakan warisan budaya lokal serta mengandung nilai
    dan akar tradisi dalam mengelola dan mengembangkan konservasi perairan. Kami sangat mengapresiasi
    kepedulian masyarakat Desa Aek Ngadol Sitinjak dan Desa Sumuran yang sudah terlibat dalam pembentukan lubuk larangan ini.

    Harapan kami, masyarakat di desa lain dapat mencontoh desa-desa yang sudah menerapkan lubuk larangan,” kata Christine.

    Lubuk larangan adalah zona tertentu di sungai yang diberi batasan atas kesepakatan masyarakat untuk tidak diganggu keberadaan atau habitat sungainya, dan tidak boleh mengambil ikan di zona itu dalam jangka waktu tertentu di Sungai Aek Ngadol, tepatnya di Desa Aek Ngadol Sitinjak, sebanyak 7.000 bibit ikan jurung dan 1.600 bibit ikan mas dilepaskan.

    Ribuan bibit ikan itu dibiarkan berkembang di zona lubuk larangan sepanjang 6 kilometer. Sementara, di Sungai Desa Sumuran yang merupakan bagian dari Sungai Garoga, PT AR dan masyarakat juga menerjunkan 7.000 bibit ikan jurung dan 1.600 bibit ikan jurung di zona lubuk larangan
    sepanjang 2 kilometer.

    “Lubuk larangan merupakan bentuk pelestarian lingkungan yang secara konsisten kami lakukan.

    Setelah pembentukan lubuk larangan di dua desa ini, kami akan bergerak ke desa lain untuk membentuk lubuk
    larangan. Kami juga akan melakukan penyetokan ulang sebanyak 3.200 bibit ikan mas di lubuk larangan Desa Garoga yang dipanen pada Mei lalu,” ujar Christine.

    Kepala Desa Aek Ngadol, Saoloan Sitompul, mengatakan pembentukan dan penutupan lubuk larangan disertai dengan pemberlakuan sanksi. Siapapun yang menangkap ikan di masa penutupan lubuk larangan
    akan didenda Rp 3 juta., besaran sanksi ini juga diterapkan di Desa Sumuran.

    “Panitia lubuk larangan dibantu masyarakat akan mengawasi lubuk larangan selama masa penutupan yang
    bisa makan waktu 8 sampai 10 bulan.

    Masyarakat di sini menyadari lubuk larangan ini adalah lokasi bersama yang akan mendatangkan manfaat untuk desa ini,” kata Saoloan.

    Kepala Desa Sumuran, Sarman, berharap nantinya saat lubuk larangan dibuka atau disebut juga panen  ikan, manfaat lubuk larangan dapat dirasakan masyarakat.

    Panitia lubuk larangan akan menjual tiket bagibpemancing ikan yang berpartisipasi dalam pembukaan lubuk larangan.

    Menurutnya, pihak desa dan panitia sudah membuat alokasi dana yang akan masuk dari pembukaan lubuk
    larangan.

    Sebagian untuk santunan kepada anak yatim dan lansia serta keluarga tidak mampu, sebagian
    lain untuk memperbaiki fasilitas umum desa.
    “Hal penting lainnya adalah masyarakat ikut terlibat dalam melestarikan lingkungan di sungai dan sekitar
    sungai serta menghindari tindakan yang dapat mengakibatkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Sungai yang lestari tentunya bermanfaat untuk masa depan anak cucu kita,” ujar Sarman.

    Sebelum di Sungai Aek Ngadol dan Sungai Desa Sumuran, PT AR mengembangkan lubuk larangan di Sungai Garoga tepatnya di Desa Garoga dan Sungai Batu Horing. Pada Mei 2023, lubuk larangan Desa Garoga berhasil dibuka untuk panen bersama dengan masyarakat. Terlihat dari antusiasme masyarakat yang besar, panen diadakan dua kali.

    Panen lubuk larangan saat itu menghasilkan pendapatan sekitar Rp 40 juta yang digunakan untuk kebutuhan desa. ( SL ).