Blog

  • Oknum Wartawan Berinisial CS Cabut LP Di Polresta DS Diduga Terima Upeti Dari Valentine Karaoke

    Oknum Wartawan Berinisial CS Cabut LP Di Polresta DS Diduga Terima Upeti Dari Valentine Karaoke

    Deli Serdang | mediatribunsumut.com

     

    Sepertinya masalah tentang tempat hiburan Valentine Karaoke yang berada di kecamatan beringin Deli Serdang seakan tiada habisnya, beberapa waktu lalu sempat melaporkan sejumlah awak media ke Dewan Pers dan aparat kepolisian Polresta Deli Serdang. Kini sejumlah awak jurnalis juga terlihat melaporkan tempat hiburan tersebut ke aparat kepolisian khususnya Polresta Deli Serdang.

    Adalah wartawan berinisial CS yang melaporkan LT selaku penanggung jawab tempat tersebut, laporan yang dilakukan di SPKT Polresta Deli Serdang tersebut diterima langsung oleh Kanit II SPKT Ipda Ferry LM. Namun anehnya setelah membuat laporan tersebut, wartawan yang berinisial CS tersebut terlihat kembali mencabut laporannya. Disinilah diduga aroma pengkondisian wartawan tersebut terlihat, sebab wartawan yang berinisial CS tersebut pada saat dilaporkan oleh pihak Valentine Karaoke meminta bantuan kepada rekan – rekan media untuk bisa memfollow up serta menemaninya dalam masalah antara dirinya dengan pihak Valentine Karaoke yang terletak tak jauh dari Polsek Beringin tersebut.

    Tempat hiburan yang beberapa waktu lalu sempat viral dengan adanya menyediakan wanita penghibur (LC) serta minuman keras juga Indikasi diduga tamu tamu pengunjung Terlihat lensa kaca beberapa Tim awak media datang melakukan sketsa Investigasi didalam Valentine _ karaoke awak menduga pembiaran para tamu berkuasa membawa obat _ obatan dan sangat jauh dari yang namanya Karaoke Keluarga. Bahkan awak media ini memiliki bukti yang akurat dengan tidak bayar pajaknya tempat hiburan tersebut.

    Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Kadek Heri Cahyadi saat dikonfirmasi mengenai adanya pencabutan LP yang dilakukan oleh wartawan berinisial CS tersebut pada Senin (27/02/2023) membenarkan hal tersebut. Tetapi ketika ditanyakan kembali, Kasat Reskrim yang terkenal ramah terhadap awak media ini kembali mengatakan bahwa pasal 310 merupakan delik aduan.

    Ketika ditanya kembali oleh awak media ini tentang hal tersebut bahwa, wartawan berinisial CS tersebut mencabut LP nya kan tidak serta merta pasti ada permohonan dan ditanyakan permohonannya. Kompol Kadek enggan memberikan jawaban pasti serta meminta agar awak media ini menanyakan langsung kepada yang bersangkutan.

    Dilain tempat Wakil Sekretaris 1 DPD Brigade Anak Serdadu (BAS) Provinsi Sumatera Utara Roy Nasution mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum wartawan berinisial CS tersebut tak patut, sebab sebelumnya dirinya terus mengikuti berita tentang Valentine Karaoke dan ketika oknum wartawan tersebut dilaporkan ke Polresta Deli Serdang juga dirinya diberitahu oleh rekan – rekan media. Namun kini dirinya malah mencabut LP tersebut dan patut diduga adanya upeti yang diberikan oleh LT selaku penanggung jawab dari tempat hiburan tersebut. Untuk itu dirinya meminta agar Kepolisian khususnya Polresta Deli Serdang dapat kembali memanggil wartawan berinisial CS tersebut dan menanyakan mengapa mencabut LP nya dan dirinya juga meminta agar nantinya apabila wartawan berinisial CS tersebut meminta bantuan harap jangan lagi dibantu. Demikian kata Wakil Sekretaris 1 DPD BAS Provinsi Sumatera Utara tersebut kepada awak media di Cafe Uncle Same, Pada mediatribunsumut.com

    selanjutnya beberapa hari yang lalu Tim gabungan, Dari satres Narkoba Polresta Deli Serdang yang dipimpin langsung oleh kasat Kompol zulkarnain SH tersebut melaksanakan Razia di cafe and bar valentine karaoke keluarga di lokasi kecamatan beringin dan melakukan pemeriksaan barang _ barang milik pengunjung hiburan malam khususnya obat _ obatan terlarang jenis Narkoba Di lokasi cafe and bar valentine keluarga terhadap puluhan orang pengunjung yang dicurigai kemudian dilakukan pengecekan urine dari pengecekan tersebut di dapat 3 orang pengunjung positif Amphetamine ( pil Extacy ) yaitu 2 pria dengan Inisial DP ( 39 ) dan. H. ( 40 ). Serta seorang perempuan dengan inisial AP ( 20 ) selanjutnya pengunjung positif yang di dapati lalu di Amankan dan di bawa ke kantor satres Narkoba untuk dimintai dan pemeriksaan lebih lanjut Kapolres Deli Serdang Kombes pol Irsan Sinuhaji , SIK , MH melalui kasat Res Narkoba Kompol Zulkarnain SH menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah Razia pada tempat Tempat hiburan malam bertujuan utuk mencegah peredaran dan menindak penyalahgunaan obat terlarang jenis Narkoba dan Lain _ lain nya aga bisa mengulangi penyakit warga masyarakat khususnya di Deli Serdang.
    (Rdn)

  • Winner Champions PowerBoad F1H2O Tahun 2023 Di Lokasi Danau Toba Dimenangkan Tim Stromoy

    Winner Champions PowerBoad F1H2O Tahun 2023 Di Lokasi Danau Toba Dimenangkan Tim Stromoy

    Balige | Mediatribunsumut.com

     

     

    Winner Champions PowerBoad F1H2O Tahun 2023 dimenangkan dari Tim Stromoy Racing (Bartek Marszalek) melanjutkan position pertamanya dengan mengamankan kemenangan perdananya ketika ia memimpin balapan pertama Kopiko Grand Prix of Indonesia dari start-to-finish, Minggu (26/02/23).

    Tim Abu Dhabi (Shaun Torrente) sang Juara Dunia kehilangan posisi terdepan setelah lap tercepatnya didiskualifikasi pada sesi Kualifikasi BRM pagi hari dan pembalap dari Amerika itu tampaknya akan menebus kesalahan dengan meraih kemenangan di menit-menit terakhir.

    Terlihat dalam permainan, Juara Dunia bertahan membuntuti Bartek Marszalek hingga beberapa putaran terakhir dari balapan 18 lap, dan ketika aksi dilanjutkan setelah bendera kuning terlambat, Shaun Torrente berhasil melewati Kutub tetapi dianggap telah melakukan lompatan start dan kemudian diberikan pinalti karena satu putaran yang menjatuhkannya ke posisi kesembilan.

    Kemudian terlihat Tim Juara Dunia Bertahan, karena Tim terkena pinalti satu lap karena melompat menyalakan lampu pada awal balapan pertama dan memperoleh poin untuk kesembilan, sementara tim dari China (CTIC Peter Morin) dan rekan satu tim (Torrente Thani Al-Qemzi) memegang posisi keempat dan peringkat kelima.

    Tim dari Sharjah (Sami Selio) menempati posisi kedua di klasemen setelah finis di posisi yang sama pada balapan pertama, sementara dari Swedia (Erik Stark) kembali ke Tim Kemenangan untuk pertama dan menempati posisi ketiga.

    Selama dalam permainan balap PowerBoad berlangsung, terlihat penonton yang berjejer dipinggiran pantai danau toba berjumlah berkisar kurang lebih 100.000 penonton. Walaupun cuaca dan angin kencang merusak peluang penyelesaian balapan kedua pada sore hari dan Permainan mampu menyelesaikan akhir pekan yang sukses dengan balapan lima menit memimpin poin di Kejuaraan Pembalap.

    Juara Dunia (Bartek Marszalek) berkata “Sungguh perasaan yang luar biasa untuk memenangkan kualifikasi perlombaan yang pertama di Indonesia, Saya sangat menikmatinya Cuaca pagi ini dengan sempurna. dan kami memiliki banyak penonton di sekitar pantai. Begitu banyak senyuman memberi saya tenaga kuda ekstra. Saya merasa sangat baik di atas kapal.”

    Posisi terakhir untuk urutan finis balapan yang dimenangkan Juara Pertama dari tim Stromoy Racing (Bartek Marszalek), Kedua Tim Sharjah (Sami Selio), dan Ketiga dimenangkan dari Swedia (Erik Stark) dengan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia (Ir. Joko Widodo) dan rombongan besar pemerintah. (Red)

  • Warga Masyarakat Dusun III Desa Bagan Serdang Minta Dinas Perikanan Data Ulang Pembagian Minyak

    Warga Masyarakat Dusun III Desa Bagan Serdang Minta Dinas Perikanan Data Ulang Pembagian Minyak

    Pantai Labu | Mediatribunsumut.com

     

    Warga masyarakat Desa Bagan Serdang khususnya Dusun III Kecamatan Pantai Labu meminta Dinas Perikanan Kabupaten Deli Serdang untuk segera menanggapi keluhan masyarakat kelompok nelayan.

    Pasalnya warga nelayan merasa diberatkan dengan kutipan juga pembagian minyak yang tidak sesuai jatah.

    Menurut keterangan ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cahya Pesisir No SK. 120/BS/2018 mengatakan, saya merasa pembagian minyak untuk kelompok nelayan kami sudah tidak sesuai dan sangat di persulit.

    Foto, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kurnia (Baju Kaos Coklat) Saat di konfirmasi Wartawan Mediatribunsumut.com

    “Saya sebagai ketua kelompok nelayan meminta kepada dinas perikan khususnya terkait, untuk mengevaluasi dan menertibkan jatah minyak untuk nelayan jangan ada permainan dibalik mafia yang menguntungkan diri sendiri, “ujar Kurnia sebagi ketua kelompok nelayan kepada media ini.

    Dari beberapa warga nelayan juga mengatakan bahwa pembagian minyak sudah ada kecurangan, kami sebagai warga nelayan sangat kecewa.

    “Kami para nelayan sudah melaporkan keluhan kami ini kepada dinas terkait khususnya dinas perikanan Deli Serdang namun sampai ini kami belum mendapatkan kejelasan maupun pembelaan, karena kami menganggap pembagian jatah minyak di perlakukan ada anak tiri dan anak kandung, “terang perwakilan warga nelayan.

    Kami meminta agar pihak dinas perikanan untuk segera menindak para pelaku yang memang itu ada melakukan kecurangan di SPBUN khusus buat nelayan apa bila tidak bisa menertibkan sesuai prosedur segera tutup SPBUN PT, ANGGITTA Minggu (26-02-2023) pukul 13.00 wib.

    Terkait temuan dari para warga kepala dinas perikanan Deli Serdang melalui Kabag Zulkifli Lubis saat dikonfirmasi media ini mengatakan, baik pak terimakasih atas informasinya.

    “Segera akan kami verifikasi lapangan dan data, dan kami tidak pernah mempersulit untuk warga nelayan mendapatkan BBM solar, semua pengambilan BBM solar untuk nelayan wajib menunjukan rekomendasi sesuai peraturan BPH Migas.” Jawabnya via WhatsApp.

    (Team)

  • Penertiban Bangunan Liar Dilakukan Tim Gabungan di Kecamatan Batang Kuis, Namun Terkesan Pilih Kasih

    Penertiban Bangunan Liar Dilakukan Tim Gabungan di Kecamatan Batang Kuis, Namun Terkesan Pilih Kasih

    Deli Serdang | mediatribunsumut.com

     

     

    Penertiban yang dilakukan tim Deli Serdang bersama Pemprov Sumut terkesan pilih kasih, pasal nya masih banyak bangunan mewah hingga mencakar langit tidak di tertibkan (robohkan).

    Beberapa bangunan tanpa ijin itu juga di sebut bangunan liar, seperti yang di beritakan media ini beberapa Minggu lalu bahwa bangunan tanpa ijin menjamur di kecamatan batang kuis.

    Trantib Kecamatan Terkesan Tutup Mata, Bangunan Tanpa Ijin Menjamur Di Kecamatan Batang Kuis

    Hingga kini bangunan mencakar langit dibeberapa titik di desa baru desa Tanjung sari desa Batang kuis pekan masih terus berjalan pembangunan nya tanpa ada tindakan dari pihak kecamatan.

    Dari pantauan media ini, Jum,at (24 – 02 – 2023) sekira pukul 14 : 00 Wib ditemukan banyak bangunan rumah warga yang berada di desa Sena tepat nya di tanah lahan Spot senter rata dengan tanah diduga liar dan tanpa memiliki ijin.

    Dari pantauan Investigasi Tim Persatuan Wartawan Republik Indonesia Sumatera Utara. (PWRI Sumut) banyak ditemui beberapa bangun Ruko dan rumah yang sedang dibangun tanpa ada plang Ijin mendirikan Bangunan (IMB).

    Sementara kita ketahui sekarang sudah dipermudah dalam pengurusan oleh pemerintah bisa dengan melalui pendaftaran Online sebelum mendirikan bangunan.

     

    Hal ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat diduga kuat ada permainan dari pihak pemilik bangunan antara pemerintahan khusunya kecamatan batang Kuis.

    Seperti pembanguan di Jln Rumbia Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis, rumah bertingkat mencakar langit berdiri dengan megah dan ada di beberapa titik di kecamatan Batang kuis tanpa di lengkapi plang IMB.

    Saat dikonfirmasi awak media ini kepada orang pekerja yang ada di lokasi terkesan bungkam seolah – olah menutup- nutupi.

    “Maaf bg kami hanya pekerja, mandor kami gak datang yang punya rumah (Bangunan) kami pun gak tau,” ujar salah satu pekerja bangunan yang tidak mau disebut namanya.

    Sementara Trantib Kecamatan Batang kuis yang sering dipanggil Gajah,saat dikonfirmasi tim media terkait banyaknya bangunan rumah dan ruko tanpa ijin melalui via telpon pribadinya tidak mengangkat (menjawab).

    Kasatpol PP Kabupaten Deli Serdang Marzuki saat dihubungi via whatsApp tidak menjawab dan ditelpon tidak diangkat.

    Camat batang kuis Rio Lakadewa saat dikonfirmasi media ini melalui via WhatsApp akan di perintahkan Anggota mengecek lokasi.

    “Terimakasih pak atas informasinya kita akan segera cek dan kita lakukan tindakan, “jawab Rio (camat) singkat.

    Sampai berita ini di terbitkan belum ada tindakan maupun upaya penyetopan dari kecamatan maupun tim Deli Serdang.

    (Rdn)

  • Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Bersama Tim gabungan, Razia Tempat Hiburan Malam Cafe Deli Indah Dan Cafe Valentine

    Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Bersama Tim gabungan, Razia Tempat Hiburan Malam Cafe Deli Indah Dan Cafe Valentine

    Deli Serdang | Mediatribunsumut.com

     

     

    Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang menggelar razia dibeberapa tempat hiburan yang ada di wilkum Polresta Deli Serdang, Jumat (24/02/2022) pukul 01.00 Wib dini hari.

    Kegiatan razia tersebut dilaksanakan oleh Tim gabungan personil Polresta Deli Serdang dan instansi lainnya sebanyak 47 personil gabungan terdiri dari Personil Sat Res Narkoba 35 personil, Sat Samapta 5 personil, Sie Propam 2 personil, Den Pom Lubuk Pakam 1 Personil dan BNNK Deli Serdang 4 Personil.

    Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Kompol Zulkarnain, SH dengan sasaran tempat hiburan malam Cafe and Bar Valentine Desa Beringin Kec. Beringin Kabupaten Deli Serdang dan Cafe and Bar Deli Indah Desa Suka Mandi Hulu Kec. Pagar Merbau Kab. Deli Serdang.

    Dalam kegiatan tersebut tim gabungan melaksanakan razia yaitu dengan melakukan pemeriksaan barang-barang milik para pengunjung hiburan malam khususnya obat-obatan terlarang jenis Narkoba.

    Di lokasi Cafe and Bar Deli indah personil gabungan melaksanakan pemeriksaan terhadap 10 orang pengunjung yang dicurigai kemudian dilakukan pengecekan urine, dari pengecekan tersebut di dapati 3 orang pengunjung Positif Amphetamine (Pil Extacy) yaitu seorang pria berinisial RD(30) dan 2 perempuan berinisial Y (23) serta F (22).

    Kemudian, Tim gabungan yang bergerak ke Cafe and Bar Valentine yang beralamat di Desa Beringin Kec. Beringin Kab. Deli Serdang, Di lokasi personil gabungan melaksanakan pemeriksaan terhadap pengunjung yang dicurigai kemudian dilakukan pengecekan urine, dari pengecekan tersebut di dapati 3 orang pengunjung Positif Amphetamine (Pil Extacy). yaitu 2 pria dengan inisial DP(39) dan H(40) serta seorang perempuan dengan inisial AP(20)

    Selanjutnya, pengunjung yang di dapati positif Amphetamine dibawa ke kantor Sat Res Narkoba untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut.

    Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Irsan Sinuhaji, SIK, MH melalui Kasat Res Narkoba Polresta Deli Serdang Kompol Zulkarnain, SH menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah razia pada tempat hiburan malam yaitu terhadap barang milik para pengunjung hiburan malam dengan sasaran obat terlarang (Narkoba).

    “Razia ini bertujuan untuk mencegah peredaran dan menindak penyalahgunaan obat terlarang jenis Narkoba” jelas Kasat Res Narkoba.

    (Rdn)

  • Angkatan ke 11 SEBA POLRI TAHUN 1990/1991, Berikan Sumbangan Duka Sukarela Kepada Keluarga Alm. Aiptu SB. Matondang

    Angkatan ke 11 SEBA POLRI TAHUN 1990/1991, Berikan Sumbangan Duka Sukarela Kepada Keluarga Alm. Aiptu SB. Matondang

    Medan | Mediatribunsumut.com

     

     

    Keluarga Besar Angkatan ke 11 SEBA POLRI Tahun 1990/1991, berikan Sumbangan Duka Sukarela kepada keluarga Alm.Aiptu Syamsul Bahri Matondang, meninggal dikarenakan Sakit pada hari Jum’at tanggal 10 Pebruari 2023 sekira pukul 07.00 wib di Rumah Sakit Advent Medan.

    Aiptu M.Nur yang merupakan perwakilan dari Angkatan ke 11 SEBA POLRI Tahun 1990/1991 menyampaikan kepada keluarga Alm.Aiptu SB.Matondang “Kami Temen Seangkatan Polisi Almarhum, ada sedikit memberikan bantuan uang duka sukarela kepada keluarga, untuk membantu dan meringankan keluarga yang ditinggalkan sekaligus empati dan kepedulian kami sesama Korp Bhayangkara.

    Pemberian ini sebagai bentuk kepedulian Keluarga Besar SEBA POLRI Tahun 1990/1991 kepada keluarga yang ditinggalkan, “semoga apa yang kami berikan ini dapat membantu dan meringankan beban keluarga yang ditinggalkan”.ucap Aiptu M.Nur

    Ditambahkan oleh Ipda.Nizar Nasution Panit Yanmin Intelkam Polsek Medan Helvetia yang merupakan temen seangkatan dan temen kompak Alm.Aiptu SB.Matondang semasa hidup kepada keluarga yang ditinggalkan “jangan sungkan – sungkan apabila ada kendala untuk tukar pikiran, komunikasi atau berkoordinasi kepada Kami, kita satu keluarga, jangan karena Almarhum sudah tidak ada, putus komunikasi.

    Untuk Bang Azie sebagai anak tertua dari Almarhum, saat ini Abang sebagai tulang punggung keluarga, tanggung jawab ada dipundak Abang, tolong berikan yang terbaik, jaga Ibu dan Adik Keyla, Om harap kedepannya Bang Azie semakin dewasa berpikir dan bertindak.”ujar Ipda Nizar Nasution

    “Kami keluarga besar Alm.Aiptu SB.Matondang mengucapkan terima kasih kepada seluruh temen Almarhum Seangkatan, semoga apa yang kami terima dapat bermanfaat dan menjadi amal ibadah bagi kita semua, amin.”.ucap Ny.Dewi SB.Matondang

    (Taslim)

  • Kisah Al-Rabad: Revolusi Muhamasheen dan Ahli Hukum di Andalusia

    Kisah Al-Rabad: Revolusi Muhamasheen dan Ahli Hukum di Andalusia

    Chapter I – Kondisi ekonomi dan sosial saja bukanlah satu-satunya mesin revolusi masyarakat Ar-Rabadh melawan negara Bani Umayyah di Andalusia, pada masa pemerintahan Pangeran Al-Hakam bin Hisham, Konflik antara agama dan negara menjadi aktor utama dalam peristiwa ini, setelah sang pangeran berusaha memangkas kuku para ahli hukum dan membatasi campur tangan mereka dalam urusan pemerintahan.

    “Revolusi Rabadh” di Cordoba adalah hal paling berbahaya yang dihadapi oleh Pangeran Al-Hakam bin Hisham – yang juga dikenal sebagai Al-Hakam Al-Awwal – selama masa jabatannya yang panjang (796-822 M – 180-206 H).

    Menurut Dr. Abd al-Majid Na’ani dalam bukunya “Bani Umayyah di Andalusia/Sejarah Politik”, bahaya revolusi ini bukanlah apa yang direkrutnya dari kemampuan dan apa yang dimunculkannya dalam hal gangguan, melainkan karena konten sosial, ekonomi dan politik yang menargetkan fondasi dan pilar di mana Bani Umayyah mendirikan negara mereka di Andalus.

    “Kelinci” vs “Kelinci”

    Ketika Muslim mengambil alih kota Cordoba sebagai ibu kota Andalusia, populasinya meningkat dengan kecepatan yang mencengangkan, dan imigran Arab dan Berber datang ke sana untuk dekat dengan kekuasaan, keluarga, karyawan, dan tentara emirat menetap di sana. Dengan demikian, tempat tinggal dan lingkungannya terus berlipat ganda, dan pinggiran kota serta lingkungan perumahan menyebar di sekitar dan di pinggirannya.

    Dan di tepi lain Sungai Guadalquivir, di seberang Masjid Agung Kordoba dan Rumah Kerajaan, sebuah pinggiran kota atau pinggiran kota tumbuh sangat cepat, padat penduduknya dari kelas menengah dan miskin, dan kebanyakan dari mereka adalah Muslim Spanyol atau Muwallads (yang lahir dari orang tua Spanyol yang masuk Islam).

    Dan “Nana’i” menyebutkan bahwa ini menyangkal keunikan orang Arab dalam kekuasaan dan pemerintahan, dan menolak kebijakan bias negara terhadap segelintir orang yang datang dari luar perbatasan.

    Penolakan kelas atas kebijakan Bani Umayyah ini berasal dari dua alasan penting, yang pertama adalah tirani jumlah mereka dan fakta bahwa mereka adalah pemilik tanah dan negara yang menganggap diri mereka lebih pantas untuk diperintah dan lebih pantas untuk diperhatikan dan diperhatikan.

    Kedua adalah bahwa mereka, sebagai umat Islam, melihat kebijakan negara ini sebagai penyimpangan dari ketentuan Islam yang memerintahkan keadilan dan kesetaraan di atas semua batasan seksual dan rasial, dan stratifikasi, sebagaimana dinyatakan oleh “Nana’i”.

    Perjuangan Para Ahli Hukum dan Kekuasaan

    Di sisi lain, kelas ahli hukum yang dibawa oleh khalifah Bani Umayyah Hisyam al-Ridha mendekati posisi kekuasaan dan pengaruh, dan membiarkan mereka ikut campur dalam urusan negara dan urusan rakyat atas nama menjaga aturan Islam, tidak puas dengan garis putra al-Hakam bin Hisyam, yang bersikeras memerintah secara langsung dan Dia memutuskan segalanya sendiri.

    Naana’i menyebutkan bahwa al-Hakam melihat perlunya mengembalikan beberapa status politik yang umumnya diambil oleh para ulama pada zaman ayahnya, membatasi pengaruh mereka, dan mencegah mereka mencampuri urusan negara, sehingga mereka hanya berada di tempat yang seharusnya. berada di masjid, sekolah, dan di antara orang-orang beriman.

    Masuk akal jika para ulama secara terbuka dan tegas menolak kebijakan Emir ini, sehingga mereka paling membencinya, dan secara terbuka menentangnya, dan menyebar di antara orang-orang, terutama di antara kelompok agama kelas menengah dan miskin, memfitnah dan mengkritiknya. kebijakannya, dan mengambil keuntungan dari platform masjid.

    Apa yang memberi kredibilitas dan popularitas kampanye para pendeta di depan umum adalah bahwa sang pangeran adalah pencinta kehidupan, ceria, suka berburu dan berburu, berpartisipasi dalam pertemuan orang dan kegembiraan, duduk bersama penyair dan orang gila, dan cenderung untuk kemewahan dan kemewahan.

    Menurut Naana’i, seruan para ahli hukum dan ulama untuk memberontak dan menentang Emir paling disambut baik di kalangan Muwallad yang awalnya menolak kebijakan negara, terutama di pinggiran kota yang menghadap Rumah Kepala Sekolah, di mana banyak Muwallad.

  • Tim Inovasi Disdukcapil Deli Serdang Lakukan Perekaman KTP Elektronik Dan Verifikasi NIK Dokumen Kependudukan

    Tim Inovasi Disdukcapil Deli Serdang Lakukan Perekaman KTP Elektronik Dan Verifikasi NIK Dokumen Kependudukan

    Pancur Batu | Mediatribunsumut.com

     

     

    Satuan Rombongan Tim Inovasi Sadoku dari dinas dukcapil Deli Serdang yang dipimpin oleh Erwin Sibayak mendatangi lembaga permasyarakatan kelas II, A, pancur batu Deli Serdang Tujuan dalam program perekaman KTP Elektronik pada warga binaan, lapas yang belum mempunyai Dokumen data. Kependudukan maka dinas dukcapil datang.

    Untuk memenuhi hak warga Masyarakat khususnya berdomisili di kabupaten Deli Serdang melalui program programnya selalu siap jeput bola dalam hal Dokumen Kependudukan.

    Melalui Tim Inovasi SADOKU (Siap Antar Dokumen Kependudukan), maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Deli Serdang Akan selalu siap melakukan Perekaman KTP-el bagi masyarakat yang belum pernah melakukan perekaman KTP Elektronik.

    Hari ini Tim Inovasi SADOKU lakukan pelaksanaan Perekaman KTP Elektronik dan Verifikasi NIK untuk Warga Binaan di Lapas Kelas II A Pancur Batu, Selasa (21/02/2023).

    Melalui Program ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Deli Serdang yang saat ini yang di pimpin oleh kepala dinas Drs, H Misran Sihaloho M, SI, akan selalu siap Telus datang melakukan program Dokumen ke pendudukan sala satunya seperti perekaman KTP-el,selanjutnya setelah selesai diproses, tim Inovasi SADOKU siap mengantar dokumen ke Lapas Kelas IIA Pancur Batu.
    (Rdn)

  • Karutan Klas I Medan Nimrot Sihotang Sambut Baik Kehadiran Rekan awak Mediatribunsumut.com

    Karutan Klas I Medan Nimrot Sihotang Sambut Baik Kehadiran Rekan awak Mediatribunsumut.com

    Medan | Mediatribunsumut.com

     

    Komentar Karutan Klas I Medan Nimrot Sihotang Sambut Baik Kehadiran Rekan. Rekan Media sala satunya , Rahmadani dari mediatribunsumut.com Kehadiran beberapa awak Media ke Rutan Klas I Medan disambut dengan baik oleh Karutan Klas I Medan Nimrot Sihotang A.md, I.P, S.H. M.H, dan Ramah Tamah di Joglo dalam Rutan Tanjung Gusta Medan, di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Deli Serdang, Sumatera Utara Selasa (21/2/23).

    Nimrot Sihotang menyambut kedatangan awak media di Kantor Karutan Klas I Medan memulai pembicaraan sedikit serius, tetapi santai, banyak disampaikan Karutan Klas I Medan Nimrot Sihotang. Sementara, banyaknya perubahan – perubahan yang sudah dilakukan oleh Sub seksi pembinaan dan keterampilan yang sudah dibuat oleh warga binaan. Kemudian, agar kedepannya warga binaan (Tamping) dapat berpenghasilan dan dapat berubah, agar tidak mengulangi lagi kesalahan yang sudah pernah dibuat warga binaan tersebut,” Ujarnya Karutan Klas I Medan Nimrot Sihotang kepada awak media.

    Foto : Warga Binaan (Tamping) Rutan Klas I Medan Sedang Asyik Mengerjakan Pembuatan Tempat Doorsmer Mobil dan Sepeda Motor, dll, di Lokasi Parkiran Rutan Klas I Medan, Tanjung Gusta.

    Sementara itu, Karutan Klas I Medan Nimrot Sihotang menjelaskan, kedepannya akan di mulainya Program keterampilan yang sudah dibuat warga binaan dari pembuatan lokasi untuk Doorsmer, Kantin, Jahit-menjahit, Perbengkelan, Las, Montir, Kerajinan Tangan, dan Souvenir. Tampak terlihat, Warga binaan (Tamping) yang sudah dipercaya di Rutan Klas I Medan saat ini sedang bekerja membangun Doorsmeer di areal Lokasi perparkiran Rutan Klas I Medan.

    Nimrot Sihotang mengatakan, di Areal lokasi ini sedang di bangun Doorsmeer, Kantin, semua tak terlepas dari pembinaan Sub seksi dan Koperasi,” Ujar Nimrot.

    Selanjutnya, Karutan Klas I Medan menyampaikan, ”Kita akan laksanakan program manusia mandiri agar kelak warga binaan yang sudah selesai menjalani masa hukuman di Rutan Klas I Medan dapat mengimplementasikan ilmu yang di dapat dari dalam Rutan Klas I Medan untuk mencari nafkah yang halal dan tidak mengulangi kembali perbuatan melanggar hukum,” tandas Nimrot Sihotang.

    Kemudian, Karutan Klas I Medan Nimrot Sihotang menyampaikan, saya berpesan kepada awak media untuk bekerjasama membantu mensosialisasikan kepada pemerintah dan juga kepada masyarakat, terkait hasil karya dari warga binaan Lapas Klas I Medan agar bisa di pasarkan, melalui event-event atau pameran yang diadakan oleh pemerintahan dan juga di perusahaan swasta.

    Sementara, Karutan Klas I Medan Nimrot Sihotang mengatakan, “mari kita saling mendukung untuk kebaikan bersama, “Ojo Kendor,” Ujarnya Nimrot.

    Selanjutnya, Karutan Klas I Medan Nimrot Sihotang menambahkan, “untuk kedepannya akan di buat program Doorsmer, Kantin, dan Penanaman Jagung di areal lahan tersebut untuk berkontribusi ketahanan pangan, berkolaborasi bersama Koperasi,” Tutup Karutan Klas I Medan.

    (Rdn)

  • Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Berhasil Amankan Terpidana Kasus Penggelapan Uang Senilai Rp 3 Miliar

    Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Berhasil Amankan Terpidana Kasus Penggelapan Uang Senilai Rp 3 Miliar

    Medan | Mediatribunsumut.com

     

     

    Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumatera utara berhasil amankan terpidana SYAMSURI Terkait Kasus Penggelapan Uang Senilai Rp 3 Miliar, Selasa 21 Februari 2023 pukul 11:23 WIB bertempat di sebuah bengkel ban Jalan Thamrin Medan, Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara berhasil mengamankan buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni Terpidana SYAMSURI (68 tahun).

    SYAMSURI merupakan TERPIDANA dalam tindak pidana penggelapan uang senilai Rp3 Miliar dan melanggar Pasal 372 KUHP. Akibat perbuatannya, Terpidana dituntut pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Medan, Terpidana SYAMSURI divonis bebas, dan atas putusan tersebut JPU mengajukan kasasi. Selanjutnya, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1255 K/Pid/2021 tanggal 23 Desember 2021, Terpidana SYAMSURI terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dan oleh karenanya dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun.
    Dalam proses pengamanan, Terpidana bersikap kooperatif sehingga proses berjalan dengan lancar. Setelah berhasil diamankan, Terpidana dibawa oleh Tim Tabur menuju Kejaksaan Negeri Medan untuk proses administrasi dan menjalani hukuman sesuai Putusan Mahkamah Agung RI.

    Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum. Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.

    (Rdn)

  • Asean Economic Index 2023: Sejarah, Tujuan dan Manfaat Ekuisisi ASEAN

    Asean Economic Index 2023: Sejarah, Tujuan dan Manfaat Ekuisisi ASEAN

    Tribun Ekonomi – ASEAN telah mengalami beberapa perkembangan ekonomi yang positif sejak tahun 2000. Namun, tidak ada jaminan bahwa kinerja ASEAN akan terus berlanjut pada masa depan.

    Apa itu Ekuisisi ASEAN?

    Ekuisisi ASEAN adalah proses penggabungan atau akuisisi perusahaan oleh perusahaan lain dalam kawasan ASEAN. Ini merupakan salah satu mekanisme yang memungkinkan perusahaan untuk berkembang di kawasan dengan pasar yang lebih luas.

    Proses ekuisisi ASEAN juga memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mendiversifikasi portofolio bisnisnya, sehingga dapat meningkatkan daya saingnya.

    Sejarah Ekuisisi ASEAN

    Asean adalah sebuah organisasi yang mengkhususkan diri dalam ekonomi dan berdiri pada tahun 1967. ASEAN mendapatkan anggotanya dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Viet Nam, Laos, Kamboja, dan Myanmar. Pada bulan Februari 2016, ASEAN dan China telah menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) untuk kerjasama ekonomi dengan tujuan untuk mewujudkan pasar tunggal ASEAN-China serta untuk memastikan kesinambungan integrasi ASEAN.

    Ekuisisi ASEAN dimulai ketika salah satu anggota ASEAN, Indonesia, melakukan aksi korporasi pada tahun 1998 dengan membeli 9% saham PT Astra International Tbk yang kemudian diikuti oleh Malaysia dan Filipina. Pada tahun 2004, Singapura ikut serta dalam aksi korporasi ini dengan membeli saham Thai Airways. Ekuisisi selanjutnya yang terjadi adalah pada tahun 2006 dimana Brunei, Vietnam, Laos, Kamboja dan Myanmar ikut serta dalam ekuisisi ini.

    Ekuisisi ASEAN telah menjadi bagian penting untuk memulihkan ekonomi Asia Tenggara dan mendukung integrasi pasar. Hal ini telah memperluas jaringan investasi di rantau ASEAN dan meningkatkan nilai tambah investasi di kawasan. Ini juga merupakan langkah penting menuju berbagai proyek kerjasama yang lebih luas antara negara-negara anggota ASEAN dalam berbagai bidang seperti perdagangan, nirlaba, teknologi dan transportasi.

    Tujuan Ekuisisi ASEAN

    Selama bertahun-tahun, ASEAN telah dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk berinvestasi. Wilayah ini menawarkan ekosistem yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, serta kerjasama yang lancar antar negara anggotanya. Dengan demikian, tujuan ekuisisi ASEAN adalah untuk memaksimalkan nilai investasi di wilayah ini dengan memberikan insentif kepada para investor asing.

    Dalam rangka mewujudkan tujuan ini, ASEAN akan melakukan sejumlah reformasi struktural dan regulasi, serta meningkatkan kerjasama dengan mitra internasional. Selain itu, ASEAN juga akan terus berinvestasi dalam infrastruktur dan teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonominya.

    Manfaat Ekuisisi ASEAN

    Ekuisisi ASEAN akan memberikan manfaat ganda bagi negara-negara anggotanya. Pertama, ekuisisi akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan dengan memfasilitasi arus modal dan investasi. Kedua, ekuisisi akan meningkatkan daya saing kawasan dengan menciptakan pasar tunggal yang lebih besar dan lebih kompetitif. Terakhir, ekuisisi juga akan meningkatkan kohesi sosial dan politik di kawasan, sehingga dapat mengurangi ketegangan dan konflik.

    Ekuisisi ASEAN juga akan meningkatkan standar kehidupan di kawasan dengan mentransfer teknologi, pengetahuan dan keterampilan antar negara-negara anggotanya. Hal ini akan memungkinkan perusahaan-perusahaan berskala kecil dari negara berkembang untuk mengakses sumber daya yang lebih baik serta membentuk aliansi strategis dengan perusahaan-perusahaan besar dari negara maju.

    Diharapkan ekuisisi akan menciptakan lapangan kerja dan pendapatan lebih tinggi di kawasan.

    Kekurangan Ekuisisi ASEAN

    Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya diharapkan dapat meningkatkan ekonomi dengan melakukan ekuisisi. Namun, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan ekuisisi.

    • Pertama, Indonesia harus mempertimbangkan biaya untuk melakukan ekuisisi.
    • Kedua, Indonesia harus meninjau ulang regulasi perbankan dan kebijakan investasi untuk mendorong ekspansi bisnis bank di ASEAN.
    • Ketiga, Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya harus bekerja sama dalam meningkatkan daya saing kawasan dengan memberikan insentif fiskal dan nonfiskal kepada perusahaan yang berinvestasi di kawasan.
    • Keempat, Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya harus mempersiapkan kebijakan untuk menjamin stabilitas sektor keuangan di kawasan dengan meningkatkan peraturan dan pengawasan sektor keuangan.
    • Kelima, Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya harus bekerja sama dalam membangun jaringan pasar yang efisien dengan melakukan standarisasi produk, layanan, prosedur, dan teknologi.

    ASEAN member states melakukan ekspansi ekonomi yang luas selama beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah pertumbuhan pasar uang domestik dan internasional. Untuk memenuhi kebutuhan akan modal, banyak perusahaan ASEAN melakukan ekuisisi aset di luar negeri.

    Ekuisisi aset di luar negeri oleh perusahaan ASEAN dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membeli perusahaan atau aktiva dari negara lain, atau dengan mengajukan pinjaman ke bank internasional. Namun, metode ekuisisi aset yang paling umum digunakan adalah penawaran umum saham (IPO). Penawaran umum saham adalah proses penjualan saham perusahaan kepada publik, yang biasanya dilakukan oleh perusahaan besar untuk mendapatkan dana untuk operasi dan pertumbuhannya.

    Dalam beberapa kasus, perusahaan ASEAN dapat melakukan ekuisisi aset di luar negeri dengan membeli saham perusahaan di luar negeri. Ini adalah proses yang disebut ‘penggabungan’, di mana satu atau lebih perusahaan bergabung untuk menciptakan sebuah organisasi baru. Dengan cara ini, investor asing dapat memiliki saham dalam perusahaan ASEAN dan berinvestasi di pasar lokal.

    Selain metode penggabungan, ekuisisi aset juga dapat dilakukan melalui pendaftaran produk di bursa efek. Perusahaan ASEAN dapat mendaftarkan produknya secara daring atau tidak langsung ke bursa efek dan menjual saham mereka ke pasar umum. Dengan cara ini, investor asing mendapatkan akses

    Akhir-akhir ini, sejumlah besar perusahaan di ASEAN telah melakukan ekspansi dengan mengakuisisi perusahaan lain. Ini telah meningkatkan pertumbuhan ekonomi ASEAN dan memberikan harapan untuk tahun 2023. Satu indeks yang akan dipantau dengan saksama adalah Indeks Pertumbuhan Ekonomi ASEAN (Asean Economic Growth Index – AEGI).

  • Kedapatan Bawa Satu Paket Sabu, Warga Petisah Ditangkap Tim Patroli Presisi Sat Samapta Polrestabes Medan

    Kedapatan Bawa Satu Paket Sabu, Warga Petisah Ditangkap Tim Patroli Presisi Sat Samapta Polrestabes Medan

    Medan | Mediatribunsumut.com

     

    Seorang Pelaku MT (32) warga Waru Medan Petisah penyalahgunaan Narkotika Golongan 1 jenis Sabu ditangkap Tim Patroli Presisi Sat Samapta Polrestabes Medan dini hari tadi 01.30 wib Selasa 21/02/2023 di Jalan Skip Medan.

    “Saat anggota kami melaksanakan Patroli Rutin dipimpin Kasubnit Nya Aiptu Sahala Manurung, melihat seorang pemuda yang mencurigakan sedang nongkrong di Jalan Skip dekat sepeda motornya, dan anggota Kami mencoba mendekat guna menanyakan kepada pemuda tersebut, namun sebelum anggota kami sampai ke pemuda tersebut, pemuda tersebut mencoba hendak melarikan diri, dengan sigap dan cekatan anggota kami dapat mengamankan pemuda tersebut”.ujar Kompol Pardamean

    “Pardamean menjelaskan, setelah diamankannya pemuda tersebut, anggota kami selanjutnya melakukan pemeriksaan badan serta kendaraan, dan didapatlah satu klip plastik kecil diduga berisi Sabu dikantong celana bagian depan pemuda tersebut, selanjutnya anggota kami melakukan interogasi di Tkp terhadap pemuda tersebut, Ia nya mengakui Sabu tersebut miliknya dan dibeli dari kampung kubur dari seorang laki – laki yang tidak Ia kenal”.ucap Pardamean.

    Adapun barang bukti sepeda motor Scoopy BK 3886 AKK, 1 klip plastik kecil Sabu, 2 unit Hp Android merk Samsung, uang Rp.70.000.-, serta Pelaku MT (32) sudah kami serahkan ke Sat Narkoba Polrestabes Medan guna proses selanjutnya”tegasnya.

    (Taslim)

  • Dengan Tim Pembangunan ZI Menuju WBK Telah Terbentuk Di Rutan Kelas 1 Medan

    Dengan Tim Pembangunan ZI Menuju WBK Telah Terbentuk Di Rutan Kelas 1 Medan

    Medan | Mediatribunsumut.com

     

     

    Bersama tim pembangunan zona integritas menuju WBK yang telah di bentuk pada Rutan Kelas 1 Medan. Hari ini, senin 20 februari 2023 kepala Rutan dan tim merapatkan barisan di aula Muladi Rutan Kelas 1 Medan,Senin (20/02/2023).

    Pada kesempatan tersebut kepala Rutan selaku penanggung jawab pembangunan ZI di Rutan 1 Medan meninjau progres kerja yang telah dilaksanakan menjelang laporan Triwulan I maret mendatang. Beliau berharap seluruh jajaran dapat bekerjasama saling membantu dalam setiap pekerjaan yang menunjang pembangunan zona integritas.

    Memiliki banyak pengalaman saat membawa rutan labuhan deli menuju tim penilai nasional di tahun 2022, Jajaran petugas Rutan kelas 1 Medan optimis dapat meraih predikat WBK bersama kepala Rutan di tahun 2023.

    Harapannya kegiatan pembangunan zona integritas ini dapat menumbuhkan budaya pelayanan prima, bebas dari KKN dan berbasis hak asasi manusia.
    (Rdn)

  • Gubernur Sumut Hibahkan 1 Unit Mobil Ambulance Pada Rutan Kelas 1 Medan

    Gubernur Sumut Hibahkan 1 Unit Mobil Ambulance Pada Rutan Kelas 1 Medan

    Medan | Mediatribunsumut.com

     

    Gubernur Sumatera Utara, Bapak Edy Rahmayadi beserta kepala dinas kesehatan provinsi Sumatera Utara, dr Alwi Mujahit hasibuan hari ini menyerahkan 1 unit ambulance hibah dari pemerintah provinsi Sumatera Utara kepada Kemenkumham Sumatera Utara yaitu Rutan Kelas 1 Medan, Senin (20/02/2023).

    Hibah ambulance ini diterima oleh kepala sub seksi keuangan dan perlengkapan Rutan kelas 1 Medan, Tomu sihotang bersama tim medis klinik Rutan yang bertempat di Aula Tengku Rizal Nurdin kantor Gubernur Sumatera Utara.

    Dalam penyerahan Hibah ini kepala sub seksi keuangan dan perlengkapan Rutan kelas 1 Medan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi Sumatera Utara yang telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam upaya peningkatan layanan di bidang kesehatan. Ambulance ini nantinya akan dipergunakan untuk penanganan pasien rujukan atau emergency yang harus dirujuk ke rumah sakit yang bekerjasama dengan Rutan Kelas 1 Medan.

    Sementara itu Gubernur Sumatera Utara berharap Ambulance ini dapat bermanfaat khususnya bagi warga binaan, meningkatkan layanan kesehatan dan tentunya dirawat dengan sebaik-baiknya. Hibah ini juga merupakan wujud hadirnya pemerintah provinsi Sumatera Utara di tengah-tengah warga binaan. (Rdn)

  • Sejuta Pluit Untuk Mencegah Penculikan Anak

    Sejuta Pluit Untuk Mencegah Penculikan Anak

    Jakarta | Mediatribunsumut.com

     

    Penculikan anak untuk eksploitasi ekonomi, dipekerjakan sebagai pemulung, anak jalanan, peminta-minta dan menjadi pengamen terus meningkat.

    Perdagangan anak dalam bentuk penculikan untuk tujuan eksploitasi seksual dan perbudakan seks di berbagai apartemen dan rumah-rumah bordir di Indonesia jumlahnya juga terus bertambah.

    Anak diculik untuk tujuan adopsi ilegal dan minta tebusan angkanya juga terus bertambah dan sulit dideteksi.

    Penculikan anak selain untuk tujuan perbudakan seksual komersial yang telah menakutkan masyarakat.

    Percobaan penculikan dan perdagangan anak untuk tujuan penjualan tubuh juga telah membuat masyarakat marah dan takut, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam diskusi terbatas menyikapi maraknya penculikan anak di Indonesia, di Jakarta. Senin 20/02/2023.

    “Tengok saja Kasus mutilasi dan rencana penjualan organ tubuh seorang anak laki-laki usia 12 Tahun melalui internet yang dilakukan dua anak remaja di Makasar,” tambah Arist.

    Lebih jauh Arist menerangkan, dari berbagai kasus penculikan anak di Indonesia, Komisi Nasional Perlindungan Anak menghimbau agar masyarakat waspada dan tidak mengambil tindakan main hakim sendiri.

    Ajarkan kepada anak untuk berani mengatakan tidak terhadap ajakan orang tak dikenal, berani teriak bila terjadi keadaan bahaya.

    Ajarkan juga kepada anak berani menolak bujuk rayu dan menolak pemberian orang lain.

    “Ajarkan kepada anak untuk berteriak sekencang-kencang dengan cara meronta dan menggigit pelaku,” Pinta Arist.

    Selain itu, kata Arist Merdeka, ajarkan setiap hari kepada anak untuk waspada sekitarnya dan minta anak berangkat dan pulang sekolah bersama teman dan tanamkan kepada anak untuk bermain sendiri, baik dilingkungan rumah dan sekolah.

    “Bagi para orang tua, jangan menitipkan anak kepada tetangga yang tidak dikenal baik dan jangan pula percaya kepada saudara secara penuh.” Himbau Arist.

    Bekali pula anak dengan pluit dan ajar anak meniup pluit jika dalam keadaan bahaya, demikian juga lengkapi anak dengan parfum serta ajar anak menggunakannya menyemprot parfum ke mata pelaku jika terjadi bahaya.

    Lingkungan sekolah sudah waktunya menyiapkan zona aman bagi penjemput dan menyiapkan sejuta pluit bagi semua peserta didik dan aktif untuk melakukan simulasi bahaya dan memberi tanda tanda bahaya di tas atau ditempat yang muda dilihat masyarakat.

    “Bagi anggota masyarakat jangan main hakim sendiri jika mencurigai adanya dugaan pelaku penculikan di lingkungannya. Jika ditemukan rasa curiga serahkan kepada kepala desa dan aparatur penegak hukum, Babinkamtibnas.” pinta Arist.

    (Red)