Paluta, mediatribunsumut.com
Diduga pengadaan pupuk Makro Sekunder MGO Plus Biru, ” modus” Kasi Pembangunan Kec Padang Bolak Julu Kab Padang Lawas Utara ( Paluta ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) mengeruk dana desa ( DD ) Ta 2025.
Masing-masing desa se Kec Padang Bolak Julu kabar terpaksa membayar pupuk yang tidak berguna untuk petani dengan harga yang sangat pantastis yakni Rp 15 juta per desa.
Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapanuli Selatan ( Tapsel ) Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 18/04 ).
Penjelasan sejumlah kepala desa mengeluh terkait pengadaan pupuk tersebut, harga terlalu mahal dan pupuk itu sama sekali tidak dibutuhkan petani, ujarnya.
Para Kades tidak berani melawan para penguasa, mereka terpaksa menyiapkan anggaran itu kendati bukan bagian dari kepentingan petani, sebutnya.
Sementara Tim LSM PAKAR, melakukan penelusuran soal harga pupuk, ternyata di pasaran harga pupuk itu Rp 200 ribu per sak sedangkan Kades harus menganggarkan Rp 1.250.000 per sak per desa, ungkap Tohong.
Dana Rp 15 juta diserahkan ke Kasi Pembangunan untuk pengadaan pupuk dimaksud, jadi bila diperkirakan dengan harga pasar maka DD yang diduga digelembungkan Rp 1.050.000 per sak, tegas Tohong.
Camat Padang Bolak Julu telah dikonfirmasi, namun beliau tidak mengetahui soal pembelian pupuk tersebut, beliau hanya mengetahui soal kegiatan ketahanan pangan ( Ketapang ), terang Tohong menirukan bahasa Camat.
Pada hal sudah jelas kegiatan Ketapang adalah pengadaan pupuk tersebut, tentu ini menyisakan misteri, seorang Camat tidak mengetahui apa terjadi di lingkungan kantor yang dipimpinnya, tandas Tohong.
Diminta kepada Kasi Pembangunan berkenan memberikan penjelasan, terkait penggunaan pupuk itu, pinta Tohong.
( Tim ).
Post Views: 3













