Scroll untuk baca artikel
banner 728x90
Breaking NewsKeluhan WargaSorotanSumutTapanuli Selatan

Diduga Pungli Di Pasar Tradisional Sipirok Dibudayakan Disdagkop dan UKM Tapsel 

373
×

Diduga Pungli Di Pasar Tradisional Sipirok Dibudayakan Disdagkop dan UKM Tapsel 

Sebarkan artikel ini

Tapsel,

mediatribunsumut.com

Diduga pungutan liar ( pungli ) di pasar tradisional Sipirok dibudayakan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (  Disdagkop dan UKM ) Tapanuli Selatan ( Tapsel ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ).

Disinyalir mengutip uang kebersihan dan uang lapak dari pedagang yang berdagang di bahu jalan sudah lumrah atau hal biasa dilakukan kepala pasar Sipirok HP.

Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 13/07 ).

Biaya kebersihan dan sewa lapak per bulan diperkirakan Rp 80 ribu, angka yang cukup pantastis, makanya kepala pasar Sipirok sepertinya lebih memilih ” bungkam”, ujar Tohong.

Untuk penertiban PKL diperkirakan sulit, walau pun para pedagang yang berjualan di kios resmi pemerintah Tapsel mengeluh, keberatan pedagang SPSM dianggap angin lalu oleh kepala pasar,  sebutnya.

Konsekwensinya, PKL ditertibkan otomatis ” uang panas”  pun bakalan ” menguap” tegas Tohong

Terkait hal tersebut telah dikonfirmasi Kadis Disdagkop dan UKM Tapsel, beliau menjelaskan tidak mengetahui hal itu, dan sudah dikeluarkan surat himbauan agar PKL tidak berjualan di bahu jalan, ungkap Tohong.

Diminta kepada Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM Tapsel tidak tinggal diam, pinta Tohong.

( SL ).

Tinggalkan Balasan