Deli Serdang,
mediatribunsumut.com
Kades Selamat Kec Biru – biru membentuk panitia pelaksana ( panpel ) Kadus ilegal, issunya Ketua Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) terlibat, saat ini situasi di masyarakat tidak kondusif.
Lagi lagi sang Kades Selamat membuat ulah, dengan akal bulusnya, merancang agar orang orang tertentu menjadi perangkat desa, tujuannya diduga untuk menutupi dugaan korupsi dana desa ( DD ) Ta 2024 dan Ta 2025.
Demikian dikatakan Naksir Ginting perwakilan warga dusun IV Cinta Adil kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp pada ( 25/06 ).
Kali ini Ketua BPD tergiur bujuk rayu sang Kades, Ketua BPD aktif mencalonkan diri menjadi Kadus di dusun VI, ini benar benar diluar akal sehat manusia, sebutnya.
Artinya sang Kades dan Ketua BPD menganggap warga dusun VI Cinta Adil tunggul atau patung, jadi apa pun yang mereka lakukan akan berjalan mulus, ternyata hati warga terketuk melihat kelakuan dan tindakan Kades dan Ketua BPD, saat ini warga terbelah, ada yang pro dan ada yang kontra, terangnya.
Kedok Ketua BPD TMS GSR terbongkar, pada tanggal 10 April masuk berkas pendaftaran mantan Ketua BPD,pada hal disaat itu yang bersangkutan masih sah menjabat Ketua BPD, karena SK pemberhentiannya belum ada, bebernya.
Sehingga pencalonannya tidak memenuhi syarat ( TMS ), karena masih berstatus Ketua BPD, ini sesuai dengan amanah pasal 64, UU No 6 tahun 2014 tentang desa, terangnya.
Nafsu serakah Kades dan Ketua BPD yang hendak membungkam warga tidak direstui Sang Pencipta, di Panpel pertama, tokoh masyarakat mengundurkan diri sehingga niat kotor ke dua penguasa di pemerintahan desa gagal, tuturnya.
Lantaran skema pertama gagal, lahirlah Panpel ke dua, itulah yang memicu amarah warga.
Terkait hal tersebut warga Dusun IV Cinta Adil bersama Plt Ketua BPD yang netral, resmi telah melayangkan surat laporan ke Kantor Camat Sibiru-biru ditembuskan ke Bupati Deli Serdang, Dinas PMD, dan Inspektorat, ucapnya.
Melalui media ini diminta kepada Bupati, Camat Sibiru biru, PMD dan Inspektorat tidak tinggal diam, sebab warga dusun IV Cinta Adil sudah resah, pintanya.
( SL ).













