Paluta,
mediatribunsumut.com
Ep 1.250.000 per sak, harga pupuk termahal di Indonesia dibiarkan Kades Hasambi Kec Padang Bolak Julu Kab Padang Lawas Utara ( Paluta ) provinsi Sumatera Utara ( Sumut ) membatu alias mengeras.
Sampai pada ( 04/03/2026 ) pupuk yang dibelanjakan pada Ta 2025 yang bersumber dari dana desa ( DD ) Ta 2025 Rp 15 juta dapat 12 sak,belum juga dibagikan kepada penerima manfaat.
Demikian dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Kemerdekaan Rakyat ( LSM PAKAR ) DPC Tapsel Ali Tohong Siregar kepada mediatribunsumut.com melalui WhatsApp.
Kades Hasambi membelanjakan pupuk tersebut dari pihak kecamatan, makanya harganya semahal itu, alias harga istimewa, kemungkinan karena sumber dananya dari DD, sebab kalau dibeli menggunakan uang pribadi tidak akan ada yang mau, tegas Tohong.

Sangat miris dan menyedihkan, uang negara beibelanjakan sesuka hari sang Kades Hasambi, tapi wajarlah itu terjadi karena diduga tidak ada pengawasan dari BPD dan pihak kecamatan, sebutnya.
Dikhawatirkan, mandulnya pengawasan lantaran pihak kecamatan, BPD dan Kades Hasambi memiliki kepentingan terselubung, ungkapnya.
Artinya Kades Hasambi seolah dibiarkan begitu saja, maka tidak heran kantor desa Hasambi pun tidak ditemukan di desa itu, yang terpasang papan nama kantor desa sedangkan gedung kantor desa tidak ada, tegas Tohong.
Diminta kepada Inspektorat Kab Paluta, menindaklanjuti dugaan korupsi kolusi dan nepotisme ( KKN ) penggunaan DD desa Hasambi, pintanya.
( SL )













