Scroll untuk baca artikel
banner 728x90
Organisasi

Sambut Milad ke-36, Pengurus IKLAB RAYA Ziarah ke Makam Tokoh Pendiri: Jangan Lupakan Sejarah Pemekaran Labuhanbatu!

Avatar photo
18
×

Sambut Milad ke-36, Pengurus IKLAB RAYA Ziarah ke Makam Tokoh Pendiri: Jangan Lupakan Sejarah Pemekaran Labuhanbatu!

Sebarkan artikel ini
Sambut Milad ke-36, Pengurus IKLAB RAYA Ziarah ke Makam Tokoh Pendiri: Jangan Lupakan Sejarah Pemekaran Labuhanbatu!
Jelang perayaan Milad ke-36 IKLAB RAYA jajaran pengurus kompak menggelar aksi ziarah ke makam para tokoh pendiri dan penggerak organisasi. Jumat (10/7). 

MEDAN, TRIBUN SUMUT – Menjelang puncak perayaan Milad ke-36 Ikatan Keluarga Labuhanbatu Raya (IKLAB RAYA), jajaran pengurus kompak menggelar aksi ziarah ke makam para tokoh pendiri dan penggerak organisasi yang sudah mendahului (wafat). Kegiatan ini dibuat bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bentuk hormat, penghargaan setinggi-tingginya, sekaligus kiriman doa untuk para tokoh yang sudah berdarah-darah membesarkan organisasi ini. Jumat (10/7).

Perlu diketahui, ziarah makam ini merupakan bagian dari rangkaian acara ulang tahun IKLAB RAYA yang ke-36, di mana puncak acaranya bakal digeber pada Minggu, 12 Juli 2026 nanti. Lewat momen ini, seluruh keluarga besar IKLAB RAYA diajak untuk membuka kembali lembaran sejarah, mengenang jasa, meniru keteladanan, serta dedikasi para tokoh yang sudah meletakkan fondasi kuat. Berkat perjuangan merekalah organisasi ini tetap eksis dan paten memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan Labuhanbatu Raya.

Bahkan, sejarah mencatat, para tokoh inilah yang dulu pasang badan dan getol mendorong lahirnya pemekaran Kabupaten Labuhanbatu hingga pecah (dimekarkan) menjadi 3 kabupaten yang kita kenal sekarang: Labuhanbatu (induk), Labuhanbatu Selatan (Labusel), dan Labuhanbatu Utara (Labura).

Adapun makam para tokoh yang diziarahi rombongan kali ini di antaranya almarhum dr. H. Efendi Syarif Harahap, Sp.THT, H. Khairuddin Siregar, dan Prof. Dr. Mustafa Siregar, S.H. Ketiganya dikebumikan di Pekuburan Mandailing, Jalan Brigjen Katamso, Medan. Habis dari sana, rombongan langsung bergeser melanjutkan ziarah ke makam almarhum Drs. H. Syahnan Tinggi Hasibuan yang berada di kompleks Masjid IKLAB, Jalan Jamin Ginting, Medan.

Amatan di lokasi, suasana khidmat dan penuh rasa kekeluargaan begitu kental terasa. Kegiatan ziarah diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama yang khusyuk, dan ditutup dengan prosesi tabur bunga di atas makam para almarhum.

Aksi ziarah ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal IKLAB RAYA, Dr. Iwan Nasution, M.HI. Turut mendampingi di lokasi, pengurus teras lainnya seperti Drs. H. Zulkarnain Sitanggang dan Dra. Khairul Dalimunthe, serta dihadiri juga oleh dr. Hj. Fatni Sulani yang mewakili Dewan Penasehat IKLAB RAYA.

Di sela-sela ziarah, Sekjen IKLAB RAYA, Dr. Iwan Nasution menegaskan kalau agenda ziarah ini bukan cuma urusan tradisi tahunan yang lewat begitu saja. Ini adalah bukti sahih kalau generasi sekarang tidak lupa dengan keringat dan pikiran yang sudah dikorbankan para pendahulu demi kemajuan organisasi dan tanah kelahiran.

“IKLAB RAYA bisa besar dan berdiri tegak seperti sekarang ini ya karena perjuangan tokoh-tokoh kita terdahulu. Lewat ziarah ini, kita kenang jasa mereka, kita doakan agar Allah SWT melapangkan kubur mereka dan menerima segala amal ibadahnya. Sekaligus, ini jadi pelecut semangat buat kita generasi penerus untuk melanjutkan cita-cita mereka. Kita harus makin solid menjaga persaudaraan warga Labuhanbatu Raya dan terus andil membangun daerah,” tegas Dr. Iwan dengan penuh semangat.

Momen Milad ke-36 ini pun diharapkan gak cuma jadi ajang kumpul-kumpul dan silaturahmi biasa bagi keluarga besar IKLAB RAYA. Lebih dari itu, momentum ini harus jadi bahan bakar untuk memperkuat semangat pengabdian, kebersamaan, dan kepedulian demi kemajuan Labuhanbatu Raya ke depan, persis seperti yang diwariskan oleh para tokoh pendiri dan senior organisasi.

Kabupaten Labuhanbatu semula merupakan salah satu kabupaten terluas di pantai timur Sumatera Utara. Namun, demi mempercepat roda pembangunan dan memotong jalur birokrasi yang dinilai terlalu jauh bagi warga di pelosok, para tokoh masyarakat yang tergabung dalam IKLAB RAYA bersama elemen masyarakat lainnya getol memperjuangkan pemekaran daerah pada era 2000-an.

Perjuangan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil manis pada tahun 2008. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2008, lahirlah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dengan ibukota Aek Kanopan. Di saat yang bersamaan, disahkan pula Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2008 yang menandai lahirnya Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dengan ibukota Kota Pinang.

Setelah pemekaran tersebut, wilayah Labuhanbatu Raya bertransformasi menjadi tiga daerah otonom. Langkah politik dan sosiologis ini terbukti berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal, mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, serta mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat yang berada di ujung batas provinsi. IKLAB RAYA hingga kini tetap konsisten menjadi wadah pemersatu bagi para perantau maupun tokoh asal tiga kabupaten tersebut yang berdomisili di Kota Medan dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan